Share

Part : 13.

Mengingat mantan Arkan masih saja membuat aku kesal. Bertemu dengan mantan memang tidak menyenangkan. Terlebih lagi mantan suamiku ini sangat cantik dan masih sangat berharap pada Arkan. 

"Udah dong jangan kesel lagi," kata arkan sambil memelukku dari belakang. 

"Siapa yang kesel," kataku sambil terus menyusun belanjaan kami di kabinet dapur. 

Sebisa mungkin kualihkan pikiranku dari mantan Arkan yang masih sangat berharap padanya. 

"Gak kesel, tapi mukanya ditekuk sama cemberut gitu!" Katanya sambil mecubit pipiku pelan. 

Aku terus menyusun barang-barang belanjaan kami. Menyusun serapi mungkin, karena arkan suka sekali secara diam-diam mengulangi pekerjaanku. 

Awalnya kesel tapi makin kesini aku berusaha memaklumi sikap perfeksionis Arkan. Dia sangat teratur dan rapi. 

"Gue seneng kok kalau lo cemburu. Cemburu, kan, tanda cinta."

"Siapa bilang cemburu tanda cinta. Cemburu tanda tidak mampu, iya!"

"Karena
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status