Share

BAB 57

Penulis: RatuKuyang
last update Tanggal publikasi: 2026-10-08 11:35:07

Suasana di dalam rumah semakin kacau setelah kepergian Charlie. Nami, yang tidak sanggup lagi menahan rasa malu, kejatuhan mental, dan keputusasaan yang meremukkan dadanya, berlari histeris menuju dapur. Matanya yang gelap oleh emosi tertuju pada sebilah pisau dapur tajam yang tergeletak di atas meja.

Dengan tangan bergetar hebat dan tangisan yang pecah, Nami menyambar pisau tersebut dan mengarahkannya ke pergelangan tangannya sendiri.

"Nami! Jangan!" jerit Ibunya yang mendadak muncul di pint
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Menikahi Calon Suami Adik Tiri   BAB 72 Kabar Yang Mencurigakan

    Siang itu, suasana romantis di sebuah kafe tepi pantai Maladewa masih menyelimuti Selena dan Satria. Keduanya duduk berdampingan menikmati es krim, sesekali tertawa ketika Satria sengaja mencuri sesendok es krim dari gelas istrinya.Namun, kebahagiaan itu mendadak terusik ketika ponsel Selena yang tergeletak di atas meja bergetar berkali-kali. Awalnya, Selena tidak berniat mengangkatnya. Ia masih ingin menikmati waktu bersama suaminya tanpa gangguan pekerjaan. Akan tetapi, ketika melihat nama yang tertera di layar, senyumnya perlahan menghilang.Rina — Sekretaris Pribadi Selena.Selena segera menerima panggilan tersebut. "Halo, Rin. Ada apa? Bukankah aku sudah meminta semua urusan kantor ditunda sampai minggu depan?""Maaf mengganggu waktu istirahat Anda, Bu Selena. Saya tahu Anda sedang berbulan madu, tetapi ada masalah serius yang harus segera saya sampaikan."Selena meluruskan duduknya. "Masalah apa?"Terdengar helaan napas berat dari seberang sambungan."Ini berkaitan dengan PT Ar

  • Menikahi Calon Suami Adik Tiri   BAB 71 Pasangan So Sweet

    Satria menghela napas dramatis, seolah-olah sedang menghadapi negosiasi bisnis paling rumit dalam hidupnya. Lebih tepatnya, ia sengaja menggoda istrinya. Bagi Satria, ekspresi Selena saat ini begitu menggemaskan. "Baiklah. Misalnya saja ada seribu perempuan cantik di hadapanku." Selena mengangguk, menunggu kelanjutannya. "Aku akan tetap mencari satu perempuan yang paling ingin kudatangi." "Siapa?" "Istriku." Satria menjawabnya tanpa jeda. Selena terdiam, kemudian buru-buru menunduk untuk menyembunyikan senyum lebarnya. "Gombal." Satria tertawa melihat reaksinya. "Kenapa? Bukankah tadi kau yang meminta jawaban?" "Aku tidak menyangka kau akan menjawab seperti itu." Satria mengusap pipinya dengan lembut. "Kalau begitu, dengarkan baik-baik. Aku tidak menikahimu karena tidak ada perempuan lain yang cantik di dunia ini. Aku menikahimu karena di antara semua orang yang pernah kutemui, kaulah perempuan yang ingin kujadikan teman hidupku." Tatapan Selena perlahan berubah

  • Menikahi Calon Suami Adik Tiri   BAB 70 Godaan Bule Cantik

    Perempuan itu mengikuti arah tangan Satria. Senyumnya sempat memudar, tetapi ia segera kembali memasang ekspresi ramah. "Oh, your wife? She's beautiful." wanita bule itu mencoba tersenyum memuji kecantikan Selena walau ekspresinya tampak sangat kecewa "She is," jawab Satria tanpa ragu, singkat padat dan jelas. Hanya dua kata. Ia tak suka basa basi dengan orang asing. Namun, cara Satria mengucapkannya begitu mantap, seolah-olah tidak ada perempuan lain di dunia yang mampu menandingi kecantikan istrinya. Perempuan asing itu sempat terdiam. "Well, perhaps we could still have a friendly drink sometime?" Satria tersenyum sopan. "I appreciate the invitation, but I'd rather spend my time with my wife. Have a lovely day." Satria benar-benar menolak mentah-mentah ajakan Sang nona bule untuk minum bersama. Ia tak terbius dengan kecantikan wanita bule didepannya. Setelah mengangguk singkat, ia kembali berjalan menuju bar.Perempuan itu memandang punggungnya dengan ekspresi campuran anta

  • Menikahi Calon Suami Adik Tiri   BAB 69 CEO Tampan yang Perhatian

    Matahari semakin meninggi, memancarkan cahaya keemasan di atas laguna Maladewa. Setelah cukup lama menikmati ketenangan di gazebo, Selena akhirnya mengajak Satria berjalan-jalan menyusuri kawasan pantai yang menjadi bagian dari resort eksklusif tersebut. Satria segera bangkit, lalu mengulurkan tangannya. "Sini, Sayang." Selena menyambut uluran tangan itu. Namun, baru beberapa langkah berjalan, Satria tiba-tiba berhenti dan berjongkok di hadapannya. Selena sontak membelalak. "Satria! Apa yang sedang kau lakukan?" Alih-alih menjawab, pria itu justru mengangkat sebelah kaki Selena dengan hati-hati, lalu memasangkan sandal yang sebelumnya dilepas istrinya di tepi pantai. "Tadi kau melepas sandalmu, tetapi lupa membawanya," ujar Satria santai. "Pasirnya semakin panas. Aku tidak mau kakimu terluka." Selena tertegun. Ia menatap suaminya yang masih sibuk memastikan kedua sandal itu terpasang dengan nyaman. Pemandangan tersebut terasa begitu kontras dengan sosok Satria yang dikenal seb

  • Menikahi Calon Suami Adik Tiri   BAB 68 Hanya Ada Kita Berdua

    Sekitar empat puluh menit kemudian, kapal pesiar mereka merapat di sebuah dermaga kayu kecil yang menghadap laguna berwarna biru kehijauan.Pemandangannya begitu menakjubkan hingga Selena nyaris lupa berbicara.Di sepanjang pantai, pasir putih membentang bersih. Pepohonan kelapa tumbuh di antara beberapa vila mungil yang tersembunyi di balik dedaunan tropis. Sebuah gazebo terbuka berdiri menghadap laut, dihiasi kain putih yang bergerak lembut tertiup angin.Di atas meja gazebo, terdapat rangkaian bunga segar dan sebuah keranjang berisi buah-buahan. Selena menatap semua itu dengan wajah takjub."Satria ... ini tempat apa?""Tempat untuk kita menghabiskan waktu sampai sore nanti.""Kau menyewa seluruh pulau?"Satria terkekeh."Tidak. Aku hanya memesan tempat ini agar kita bisa menikmati suasana yang lebih tenang."Selena mengembuskan napas lega, lalu menoleh kepadanya."Syukurlah. Aku sempat berpikir kau akan membeli pulau ini juga."Satria mengangkat alis."Kalau itu yang membuatmu bah

  • Menikahi Calon Suami Adik Tiri   BAB 67 Kejutan Romantis Sang CEO

    Setelah sarapan yang berlangsung hampir satu jam, Selena akhirnya menyandarkan punggungnya pada kursi sambil mengembuskan napas puas. Ia melirik Satria yang masih sibuk menuangkan jus jeruk ke dalam gelasnya."Satria, aku sudah kenyang."Pria itu mengangkat wajah. "Benarkah? Kau baru menghabiskan setengah porsi buah.""Karena sejak tadi ada seseorang yang terus menyuruhku makan."Satria tersenyum tanpa merasa bersalah. "Aku hanya memastikan istriku mendapatkan sarapan yang cukup.""Sejak kapan kau menjadi cerewet seperti ini?""Sejak punya istri yang terlalu sibuk mengurus orang lain untuk membalas dendam sampai terkadang lupa mengurus dirinya sendiri."Selena terdiam sesaat. Kemudian, ia mengulurkan tangan dan mencubit lembut pipi suaminya."Mereka yang mulai. Aku hanya mengembalikan apa yang pernah mereka lakukan padaku. Kini, balas dendam ku sudah terbayar, mereka menuai apa yang mereka tanam. Jadi, aku bisa melanjutkan hidupku bersamamu dengan tenang."Satria menarik tubuh Selena

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status