Beranda / Fantasi / Menikahi Dewa Iblis / 4. Cerita Putri Kailash

Share

4. Cerita Putri Kailash

Penulis: ArenLucu
last update Terakhir Diperbarui: 2025-09-30 17:08:43

Alena merasakan sakit yang luar biasa di kepalanya. Perlahan kelopak matanya terbuka. Langit-langit kamar mulai terlihat. Biru pekat, membuatnya sedikit legah.

"Akhirnya sadar."

Alena mendongak, dia mendapati keberadaan Arthur berdiri tegak. "Ambilkan aku kismis."

Namun Arthur hanya diam saja.

"Aku tau kau tidak tuli. Cepat ambilkan aku kismis."

"Aku tidak punya kewajiban melayanimu."

Alena diam. Dia memalingkan wajahnya. Terbiasa hidup di Romana dengan segudang pelayan, dia kira dirinya masih di istananya sendiri. "Atap biru pekat itu persis atap yang ada di kamarku. Kukira kau pelayan."

Arthur menghela napas. "Ada bubur yang Ibu buatkan. Aku diminta menyuapkannya padamu."

Alena membelalak, sontak dia semangat untuk duduk dari baringnya. "Benarkah? Di mana ibuku?"

"Ibuku. Di tempat ini orangmu tidak bisa datang dan tidak kuijinkan datang."

Seketika itu juga Alena langsung terbaring lagi.

"Cepat segera makan bubur ini. Kau bukan iblis sepertiku yang tahan penyakit."

"Cih."

"Sopanlah sedikit."

"Lalu untuk apa kau harus kebingungan karena luka pedang dari ayahku? Kau itu tidak tahan penyakit!"

Arthur tidak menanggapi pertanyaan dan pernyataan yang beraroma sindiran dari Alena untuknya. Dia lebih fokus pada bubur yang sudah dibuatkan oleh Putri Kailash, ibundanya.

Ya, sesuai dengan permintaan tolong dari Raja Bertodo, Putri Kailash datang ke dunia manusia untuk membantu Putra kandungnya.

Dan begitu sampai, Putri Kailash prihatin dengan kondisi Alena sehingga membuatkan bubur pereda demam khusus untuk Alena.

"Segera konsumsi. Jangan sia-siakan usaha ibuku."

Arthur meletakkan mangkuk gerabah berisi bubur hangat berwarna hijau itu di samping nakas ranjang kamar Alena. Lalu dia langsung pergi, tidak peduli Alena akan memakannya atau tidak.

Setelah memastikan Arthur keluar dari kamarnya, Alena menatap mangkuk itu. Perutnya memang lapar. Dan benar yang Arthur katakan, menurutnya dia hanya manusia biasa bukan Iblis seperti Arthur. Tentu saja tidak akan hidup jika tidak makan. Ya sudah, Alena akan memakannya.

"Apa aku mengganggumu?"

Alena terkejut di tengah makannya. Seorang perempuan dengan wajah yang cantik dengan perawakan elegan serba merah itu, tiba-tiba saja memasuki kamarnya.

"Jangan bingung begitu. Lanjutkan saja makanmu. Aku bukan orang jahat. Aku ibunya Arthur."

Alena tersedak.

Putri Kailash ikut kaget sedikit, buru-buru dia mengelus tengkuk Alena agar sedakan Alena tidak semakin parah. Dan perlahan, Alena mulai bisa mengatur napasnya.

"I-ibu, Dewa Ib-, Ibu Arthur?" tanya Alena pelan.

Putri Kailash mengangguk sambil tersenyum. "Boleh aku duduk?"

Alena mengangguk.

Putri Kailash lalu duduk dengan hati-hati di sisi kanan ranjang Alena. "Aku diminta suamiku datang untuk mengurus Arthur. Aku cukup terkejut anakku tiba tiba menikah dengan Putri Raja yang sangat cantik sepertimu Alena."

Alena mulai kikuk dengan suasana saat ini. Kikuk karena melihat seseorang yang begitu cantik dan berkharisma. Ditambah kikuk lagi, ketika tahu seseorang tersebut ternyata adalah mertuanya.

"Maaf Nona, aku tidak sopan tidak menyambut di depan istana."

Putri Kailash terkekeh kecil. "Jangan polos begitu, Alena. Aku tahu siapa ibumu, dulu dia temanku. Panggil saja aku Ibu, karena kau adalah istri sah anakku."

"Ibu..."

"Ibu datang kesini, tidak hanya untuk mengurus anak tunggal ibu itu. Tetapi, juga ingin memberitahukan bagaimana kehidupan putraku."

"Kehidupan Arthur?"

"Benar. Kehidupan Arthur Kailash. Sang Dewa Iblis. Kamu tertarik mendengarnya?"

Alena tersenyum canggung. "Aku minta maaf Ibu. Aku tidak mencintai Arthur. Tetapi, untuk mengetahui siapa sebenarnya suamiku, aku mau mendengarkan cerita ibu."

"Cerita ini akan sedikit panjang. Kau benar benar mau dengar?"

Alena mengangguk.

Putri Kailash mengeluarkan gelembung kekuatan sihirnya, sehingga muncul dimensi gambar masalalu miliknya. Nampak kerajaan Surgawi dari sana yang begitu indah. Membuat Alena merasakan sesuatu dejavu yang aneh. Seakan-akan, dia akrab dengan tempat itu.

"Ini adalah Kerajaan Surgawi, Alena. Jika kau pernah mendengar cerita dari pengajarmu di Istana, kau pasti pernah dengar dengan istilah 11 Alam Semesta?" tanya Putri Kailash.

"Iya ibu, aku pernah mendengarnya."

"Di nirwana ini ada 11 alam semesta. Diantaranya ada Danau Antariksa, Kubangan Aurora, Cincin Angkasa, Kahyangan, Dunia Peri, Dunia Iblis, Pusaran Cahaya, Bumi, Alam Liar, Hutan Sihir dan yang tertinggi Kerajaan Surgawi. Berjumlah 11 Alam Semesta. Yang kuperlihatkan ini adalah Alam Semesta pertama dengan kasta tertinggi. Tempat kelahiran, ayah kandung Arthur Kailash. Kerajaan Surgawi."

Penjelasan pertama itu langsung membuat Alena diam seribu bahasa. Apakah ini jawaban dari darah putih milik Arthur yang tempo hari dilihatnya? Benar-benar ras keturunan Surgawi?

Putri Kailash lalu mengubah dimensi masalalunya menuju Dunia Iblis, "Kau bisa melihatnya Alena. Dunia ini penuh dengan hitam pekatnya darah. Dan sebagian kecil darah itu berada di tubuhku."

Penjelasan kedua ini tambah membuat Alena diam. Seseorang yang terlihat cantik dan elegan seperti ini, malah berdarah iblis?

"Tapi, darahku berwarna merah. Karena ibuku adalah manusia. Aku tidak tahu bagaimana kisah Ibu dan Ayahku, Alena. Sedewasa ini, aku hidup di bawah asuhan guru, Guru Tyan. Guru Kunci murid-murid keturunan Kerajaan Surgawi."

"Guru Tyan adalah orang dari Kerajaan Surgawi, dia mau mengurusku, padahal dia tahu bahwa Ayahku adalah seorang Iblis. Iblis yang sudah tercatat dalam sejarah, pernah mengotori peradaban dunia dengan pemberontakan sehingga diasingkan dan dijauhi oleh kesepuluh semesta yang lain."

"Jika tidak ada guru Tyan. Aku mungkin sudah mati dibunuh manusia karena aku lahir di Bumi ketika ibuku menyelamatkan diri dari peperangan. Dan orang-orang menganggap aku adalah aib. Untunglah, guru Tyan dengan sigap langsung menyelamatkanku."

"Dan kau tahu apa yang bagus dari kisah itu Alena?"

Alena menggeleng.

"Yang bagus dari kisah ini, adalah Guru Tyan telah membuktikan betapa benarnya legenda yang menceritakan tentang kebaikan Guru Kunci Kerajaan Surgawi memang murni tanpa cela."

"Apakah Ibu, mengenal Ayah Arthur melalui Guru Tyan?"

"Kamu sangat pintar Alena. Ya, ketika menjadi salah satu anak yang diasuh oleh guru Tyan, aku berhasil mengenal Raja Bertodo."

"Raja Bertodo? Penguasa Matahari di Kerajaan Surgawi?"

Putri Kailash tersenyum sangat manis. "Benar. Dia adalah suamiku. Ayah dari suamimu. Apa kau terkejut?"

"Aku sangat terkejut, Ibu."

Putri Kailash sedikit tertawa. "Tenang saja, Ibu belum selesai. Kau masih mau dengar?"

"Aku butuh cerita yang sebenarnya. Mungkin selama ini, aku hanya bisa mendengar desas-desus yang belum kuketahui kebenarannya tentang Arthur," jelas Alena.

Sedikit, dia teringat akan perkataan Arthur sebelum menikah tempo hari. Arthur mengatakan, tentang siapa yang sebenarnya benar-benar kejam. Apa memang, fakta-fakta yang baru saja Putri Kailash ceritakan, menjelaskan bahwa Arthur tidak seburuk itu?

Namun, mengapa Arthur harus menjadi orang yang dikenal dengan Dewa Iblis jika dia adalah ras keturunan Kerajaan Surgawi?

"Untuk menjawab raut wajahmu yang penuh dengan pertanyaan ini, akan kujelaskan lebih banyak lagi Alena, lihatlah!"

Putri Kailash mengubah gambar dimensi masalalunya pada Alam Semesta ke-9, Kubangan Aurora.

"Ini adalah Kubangan Aurora. Dunia di mana para pertapa dari seluruh alam semesta mencari kekuatan dan pembuktian jati diri. Iblis, meminta simbol pemberontakan kepada Raja Abadi penguasa 11 Alam Semesta di tempat ini."

"Raja Abadi, adalah Dewa yang berhasil memenangkan kekuasan di seluruh alam semesta. Hingga akhirnya, Nirwana menjulukinya sebagai Raja Abadi 11 Alam Semesta. Raja Abadi, juga adalah Ayah dari seluruh penguasa Kerajaan Surgawi. Kakek kandung Arthur Kailash."

"Pada saat itu, Dunia Iblis dan Kerajaan Surgawi berseteru karena perebutan wilayah kekuasaan. Iblis ingin menempati Kerajaan Surgawi karena sumber kekuatannya yang begitu besar."

"Namun, Raja Abadi berambisi menjadi pengelola kasta Alam Semesta tertinggi itu."

"Raja Abadi, berniat menggunakan Kerajaan Surgawi untuk tempat bersemayamnya bersama anak-cucunya."

"Untuk mewujudkan ambisi itu, Raja Abadi mengumpulkan petisi dari 11 Alam Semesta termasuk Dunia Iblis, dan petisi itu secara alami membentuk titah nirwana yang mengikrarkan Raja Abadi sebagai Pengelola Alam Semesta Kerajaan Surgawi."

"Tentu saja hal itu membuat sebagian kaum Iblis yang tidak menyetujui petisi, memberontak. Mereka memerangi Raja Abadi, namun tidak bisa mengalahkannya. Hingga akhirnya, para Iblis yang menolak petisi itu membuat kelompok dan mengikrarkan pengakuan bahwa Dunia Iblis memberontak dan memusuhi siapapun yang menyetujui petisi Raja Abadi."

"Mereka bertapa di Kubangan Aurora, untuk meminta kekuatan agar diizinkan memisahkan diri dari sepuluh alam semesta lainnya. Kubangan Aurora menjawab pengabdian mereka, sehingga munculah Kekuatan Energi Kehancuran, yang dikenal sebagai Sutra Biru."

"Raja Abadi, yang sudah mengetahui hal itu, kemudian mengeluarkan ikrar, tidak peduli itu anaknya sekalipun, jika sutra biru bersemayam di tubuhnya, maka dia tidak pantas berada di Kerajaan Surgawi."

Putri Kailash, mengubah gelembung dimensi, kembali menuju Kerajaan Surgawi.

"Bagaimana menurutmu, Alena?"

Hanyut dalam cerita panjang Putri Kailash. Tanpa sadar, Alena semakin ingin tahu. Kerumitan apa lagi yang akan dia dengarkan dari cerita Putri Kailash?

"Aku masih ingin mendengar ceritanya."

"Baik Alena. Aku tahu, kau sangat tidak menduga. Tetapi, faktanya Arthur Kailash memiliki garis keturunan suci dari Raja Abadi. Dia bukanlah manusia biasa yang darahnya merah. Dia juga bukan iblis yang darahnya hitam. Dia Bangsawan berdarah putih yang di dalam dirinya mengalir Sutra Biru."

"Seperti yang sudah kuceritakan. Sutra biru adalah simbol yang ditolak oleh Raja Abadi dan diabadikan dalam ikrarnya sebagai energi kekuatan yang tidak diizinkan menjamah Kerajaan Surgawi. Sutra biru adalah simbol pemberontakan iblis terhadap 10 alam semesta. Dan malangnya, Arthur mendapatkan aliran energi itu, Alena."

"Aku tidak tahu apa alasannya, padahal aku ibunya, tidak memiliki energi itu sehingga dulu, hubunganku dan Bertodo direstui oleh Raja Abadi."

"Namun, begitu putraku lahir. Sutra biru menyala terang benderang di tubuhnya. Membuat Raja Abadi murka, dan seketika itu juga membuang Arthur yang baru saja terlahir jauh ke alam semesta ke-7, Cincin Angkasa."

"Saat itu hatiku sangat sakit. Aku marah karena dipisahkan dengan putra yang baru saja kulahirkan. Maka, Ibu mengucapkan maaf kepada Raja Bertodo, untuk ikut turun ke Cincin Angkasa menemani Arthur."

"Bahkan, Arthur tidak diizinkan memakai nama ayahnya sebagai marga, hingga kunamai dia Arthur Kailash."

Putri Kailash tidak sadar air matanya menetes. Cerita itu memang sangat menyakitkan. Perlahan, dia menghapus gelembung sihirnya.

Putri Kailash, lalu menatap Alena yang termangu. "Putraku memang keturunan Iblis, karena dia terlahir dari rahimku. Akulah yang mewariskan ras Iblis di dalam tubuhnya, Alena. Pada sebagian Iblis, Sutra Biru memang tidak terwariskan. Namun, di tubuh Arthur, sutra biru itu ada."

"Raja Abadi telah mengabdikan diri kepada Nirwana dan pergi dari 11 Alam Semesta. Kekuasaan tertinggi kini berada di Raja Surgawi, Putra pertama Raja Abadi, Handryc."

"Raja Abadi, tidak pernah berniat membunuh Arthur, karena bagaimanapun juga Arthur adalah cucunya. Tetapi, Handryc bukan siapa-siapa. Dia tidak peduli dengan nasib Arthur. Dia menyiksaku saat aku berada di Cincin Angkasa, tepat di depan Arthur ketika aku masih lemah dan tidak punya kekuatan sama sekali."

"Itulah alasan, yang membuatnya memusuhi dunia, Alena. Peraturan semesta lah yang memusuhinya terlebih dahulu. Seperti perasaanmu saat melihat bayi-bayi itu yang terluka akibat kebengisan para prajurit Arthur."

"Aku tahu isi hatimu terhadap Arthur, Alena. Aku benar-benar tahu. Kau membenci putraku begitu dalam karena dia telah menghancurkan Hutan Romana."

"Tapi, yang dia lakukan bukan tanpa alasan. Kehancuran dunia, dia gunakan untuk mendapatkan simpati dari para Penguasa Surgawi. Penguasa Matahari Ayahandanya sendiri, Penguasa Petir, Penguasa Angin, semuanya memberikan apresiasi terhadap Arthur. Karena keperkasaannya, memiliki kemiripan dengan kakeknya."

"Namun, ambisinya tidak akan berakhir sampai dia mendapatkan cara, agar bisa mengalahkan Handryc. Dia melakukan apapun untuk bisa mengalahkan Handryc, Alena. Arthur menginginkan, aku, dia dan Ayahnya bisa kembali bersatu di Kerajaan Surgawi."

"Cerita ibu sudah cukup panjang. Dan cerita ini bukan sekedar dongeng, ini benar-benar fakta tentang kehidupan Arthur."

"Ibu akan memberikan gelembung sihir dimensi masalalu milik ibu, kepadamu. Untuk meneliti benar tidaknya ceritaku."

"Bagaimanapun juga, Ibu adalah perempuan biasa yang menyayangi anaknya. Ibu tidak ingin, Putraku dibenci oleh istrinya sendiri."

"Jadi, Alena. Aku, Putri Kailash. Meminta kepadamu, temanilah putraku mencapai tujuannya. Legenda tidak bisa menceritakan kisah tentang Arthur dengan benar. Tapi, ibunya tidak pernah melewatkan sedikitpun cerita hidup milik anaknya."

"Kelak, kau pun akan menjadi seorang ibu. Dan pada saat itu kau akan paham, kenapa aku memintamu hal ini."

Setelah begitu lama dan panjangnya Putri Kailash bercerita. Putri Kailash berdiri, meninggalkan Alena setelah memberikan gelembung sihir dimensi masalalu miliknya.

Alena perlahan berdiri dari ranjangnya. Dia melihat sebilah jendela dari kamarnya terbuka. Alena mendekati jendela itu. Nampak pemandangan burung-burung beterbangan. Mereka begitu bebas.

Saking bebasnya, mereka tidak tahu Alena sedang memandangnya dengan iri.

"Apa dulu aku seperti burung-burung itu? Terbang bebas tanpa mau memikirkan kejamnya pahit manis dunia yang sedang dirasakan oleh mahkluk lainnya?"

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Menikahi Dewa Iblis   48. Membawanya Kembali

    Arthur menghampiri tubuh Alena yang mulai terhuyung. Mengabaikan teriakan Alan yang histeris karena darah Alena telah muncrat kemana-mana. Keheranan setengah menggeranyangi keadaan itu. Tidak mengerti bagaimana bisa kertas jiwa ataupun tameng Raja Surgawi tidak melindunginya. Tetapi, Arthur tak terlalu mempedulikan semuanya. Pria dengan julukan Dewa Iblis itu memilih untuk segera merengkuh tubuh Alena. Menariknya dalam pelukannya. Menculiknya, membawanya lari dari hutan obat itu. Alan menatap setengah dengan mata yang masih sadar. Arthur sudah terbang sambil membawa Alena yang baru saja ditombak tepat di jantungnya oleh suaminya sendiri. Meskipun, ada perasaan sakit yang mendera. Harap yang lupus karena dirinya mendadak kehilangan Alena. Tetapi, Alan berusaha untuk bangkit berdiri. Meski dengan tertatih-tatih tetap berusaha untuk merelakan Alena yang telah dibawa menjauh oleh Arthur. Bagaimanapun, Alan juga bukan siapa-siapa bagi Alena. Hanya saja, mungkin dia harus memberikan pe

  • Menikahi Dewa Iblis   47. Rasa benci yang berbenturan

    Pindai mata Alena bergerak kekanan kiri dengan cepat. Memeriksa dengan seksama, sorot mata Arthur yang tampak sangat marah terhadap dirinya. Cerita yang dikatakan oleh Arthur cukup menohok dadanya.Sejak melakukan pelarian ini, Alan telah mengatakan bahwa dia memiliki kekuatan yang ajaib, lahir dari dirinya. Tapi fakta bahwa dirinya adalah seorang Putri Surgawi, anak dari Raja Surgawi baru diketahui hari ini, semenjak Arthur mengungkapkan itu padanya.Apalagi, saat ini Arthur memandangnya penuh dengan emosi dan kebencian. Seolah bagi Arthur, Alena adalah salah satu penyebab penderitaan laki-laki itu.Tapi? Bukankah, tidak hanya Arthur saja yang menderita?"Reinkarnasi? Lalu apa peduliku Arthur? Reinkarnasi atau tidak itu tidak berpengaruh padaku! Kesalahan Kerajaan Surgawi padamu tidak berhubungan denganku! Menjadikanku alat untuk mencapai tujuan balas dendam mu juga seharusnya tidak boleh!" tajam Alena.Tak hanya Arthur yang bisa memajukan langkah. Alena pun bisa. Rasa kuat di hatin

  • Menikahi Dewa Iblis   46. Pertemuan Lagi

    "Rupanya kau di sini penghianat," tedas Arthur, begitu melihat Alan datang dari balik batu.Arthur mengepalkan tangannya erat kala melihat Alan ternyata tidak sendiri. Mantan kaki tangannya itu bersama dengan orang yang seharusnya masih berstatus istri bagi dirinya. Pandang mereka sempat bertemu. Saling menatap satu sama lain. Seolah menghentikan waktu sejenak. Mengikat keduanya dengan rasa yang tidak bisa dijelaskan.Pikiran Dewa Iblis itu teringat sekali lagi akan fakta yang cukup menyakitkan jika diingat. Fakta bahwa Alena telah menghiris luka untuk dirinya."Kebetulan jika bertemu," suara Alena membuka, "barusan, para prajurit mu juga lewat Arthur. Apa, kau sedang memburuku?" kata Alena, suaranya sangat dingin.Tak ada sama sekali rasa lembut di sana.Meskipun, sejujurnya Arthur ingin dengar suara lembut Alena."Kalian cukup bahagia selama ini? Hidup sebagai orang kotor yang bangga dengan tindakan zina?" tuding Arthur, matanya memelotot tajam pada Alena dan Alan bergantian.Alan

  • Menikahi Dewa Iblis   Menyapa Kalian ^^

    Halooo... seluruh pembaca Menikahi Dewa Iblis, terima kasih ya sudah menyempatkan untuk singgah di buku ini. Dan aku mengucapkan sangat banyak terima kasih pada kalian pembaca lama yang masih setia hadir mendukung aku walaupun, aku sulit untuk menempatkan waktu agar bisa rutin update. Maafkan aku ya... :) In real life, aku ada something problem yang gabisa kuceritakan pada kalian. Dan untuk pembaca baru, tolong sukai cerita ini dengan tulus ya. Temani perjalanan Alena dan Arthur sampai akhir mungkin dalam waktu yang cukup lama! But, i'm promise... aku akan memberikan kisah yang indah kedepannya. Dan juga... bagi yang sudah mengikuti alur, aku mungkin akan melakukan beberapa revisi, penyesuaian dan pengubahan gaya penulisan agar cerita ini semakin nyaman dinikmati. Sungguh, aku sangat berterima kasih kepada kalian yang sudah menambahkan cerita ini ke pustaka dan membacanya dengan setia. Bukalah setiap bab hingga cerita ini tamat yaa!!! Dan jangan lupa berikan komentarmu apabil

  • Menikahi Dewa Iblis   45. Tekad dan Firasat Arthur

    Arthur akhirnya membuka mata. Tapi laki-laki itu diam. Mengitarkan pandang. Dia sadar bahwa sedang berada di ruang periksa di istana. Tak tahu sudah berapa lama dia tertidur. Ini pasti cukup lama. Sampai rasanya, tubuhnya amat lelah.Laki-laki itu, juga merasakan bahwa dirinya sedang amat tidak berdaya. Perlahan, dia bangkit. Menyadari fakta, bahwa sudah melewatkan ribuan waktu untuk menuntaskan tujuannya."Naga Shappire bedebah," rutuknya lemah, namun terdengar penuh dengan amarah. Arthur perlahan-lahan turun dari dipan yang menopang tubuhnya sendiri.Kakinya tertatih. Keluar dari ruang periksa. Yang didapatinya adalah suasana sepi. Ada satu ambisi yang tersisa untuk Arthur saat ini. Laki-laki itu memanggil tongkat Raff.Tongkat itu menuruti perintahnya dengan cermat. Tidak lagi menyerong menolak perintah dari sang tuan. Arthur akan membawa tongkat itu pergi menjauh. Ke tempat yang harus dituju.Sudah ada firasat kuat bagi Arthur. Kali ini, Alena pasti ada di sana. Pikirnya.Arthur

  • Menikahi Dewa Iblis   44. Sedang Terluka

    Tidak ada yang kontan menjawab pertanyaan Alena. Alan masih memicing dan mengintai gerombolan pasukan. Apalagi, saat mereka terlihat cukup akan dekat dengan pijakan permbunyian ini, Alan menahan napasnya, mendorong Alena untuk tetap menempel tegap dari balik pohon. Suara berisik dari para pasukan itu berhasil lewat. Mereka semua tak ada yang menyadari ada Alena dan Alan di balik batang pohon. Sudah terfokuskan untuk mengerjakan perintah dari sang Raja. Mereka melakukan pergerakan ini untuk mendapatkan obat di hutan tersebut. "Bagaimana, Alan? Apakah sudah aman kalau muncul?" tanya Alena berbisik. Membuat kepala Alan kontan melipir untuk mengintip lagi. Bola matanya bergerak mengedar ke kanan dan kiri. Telah hilang keberadaan segerombol pasukan itu. Membuat Alan menghembus legah. "Sudah aman, Alena." Laki-laki itu lantas membawa Alena untuk keluar dari persembunyian. "Alan. Kau belum jawab pertanyaanku. Kenapa tiba-tiba pasukan milik Arthur bisa ada di sini? Apa Arthur sedang

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status