Compartir

Bab 40

Autor: Ummu Nadin
last update Fecha de publicación: 2026-10-29 07:16:15

Arsenio berniat membuat keributan di kediaman Wibisono usai mengetahui calon istrinya disuruh mengungsi. Vivian berulang kali meyakinkan bahwa pergi dari rumah itu saat ini adalah pilihan tepat. Dia tidak tahan menghadapi gempuran serangan psikologis dari Eliana setiap hari. Demi kesehatan mentalnya, dia harus pergi. Hingga dengan berat hati, pria itu meminta bantuan Elena, adik dari ibunya untuk menampung Vivian sementara.

Demi meredakan emosi Arsenio, Vivian terpaksa mengikuti pengaturan calo
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Menikahi Milyader Lumpuh    Bab 52

    Pagi itu, suasana meja sarapan terasa sedikit berbeda. Vivian duduk di ujung meja dengan wajah yang berusaha terlihat senormal mungkin. Tangannya sibuk mengaduk teh, meskipun sejak tadi sendok itu hanya berputar-putar tanpa tujuan. Setelah apa yang terjadi, dia tidak mungkin sepenuhnya menganggap bahwa tidak ada yang terjadi. Tiap tanpa sengaja tatapannya bertemu dengan pemilik iris obsidian itu, Vivian hanya bisa menundukkan kepala.Masih ada sisa suasana hati yang buruk, meski rasa canggung terasa lebih mendominasi. Arsenio menyesap espresso double shot. Biasanya pria itu akan duduk santai sambil membaca berita di tabletnya. Namun pagi ini, tablet tersebut bahkan belum dinyalakan. Arion melirik keduanya bergantian. Pria bule itu bisa mencium aroma tak biasa. Tak ada perdebatan. Tak ada tatapan kesal. Hanya diam yang canggung."Something wrong?" tanyanya dengan mata menyipit. Vivian pura-pura tuli. Sementara Arsenio menyalakan tablet, pura-pura sibuk.Arion berjalan mendekat, lalu

  • Menikahi Milyader Lumpuh    Bab 51

    Ketika semuanya usai, kamar itu mendadak terasa terlalu sunyi. Hanya suara pendingin ruangan yang terdengar samar, sementara Vivian berbaring membelakangi Arsenio. Wajahnya masih terasa panas. Entah karena malu, gugup, atau karena ia sendiri belum benar-benar memahami apa yang baru saja terjadi di antara mereka.Arsenio pun tidak jauh berbeda. Linglung.Lelaki itu menatap langit-langit kamar dalam diam. Untuk pertama kalinya, pria smart dengan prestasi menggemparkan dunia bisnis itu tampak seperti orang bodoh.Tangannya bergerak pelan, kemudian berhenti di udara sebelum akhirnya menarik selimut untuk menutupi bahu Vivian.“Vivian…”Beberapa detik berikutnya, tetap sunyi. Tidak ada jawaban. Arsenio menarik tubuh Vivian mendekat. Dia tidak tahan diabaikan.“Arsen!” Vivian meronta. Sial, tenaganya telah terkuras. Tak bisa melepaskan diri dari cengkeraman pria yang memeluknya erat dari belakang. Yang tidak dipahaminya, bagaimana bisa Arsenio masih mempunyai tenaga sebesar itu setelah apa

  • Menikahi Milyader Lumpuh    Bab 50

    Setelah lima hari keliling kota Athena, mereka melanjutkan perjalanan ke Santorini. Diselingi naik turunnya hubungan Arsenio dan Vivian. Begitu tiba di Santorini, gawai Vivian yang tergeletak di nakas tiba-tiba berdering. Sebuah nomer asing yang tidak tersimpan dalam kontaknya menjerit cari perhatian.Vivian meliriknya. Tak ada keinginan untuk menerima panggilan itu. Dering ponsel itu berlangsung lama, tanpa tahu malu dan rasa bersalah.“Siapa sih?” Arsenio bersungut kesal.“Tauk. Nomor asing.” Dering itu kembali terdengar setelah jeda satu menit. Untuk kelima kalinya. “Angkat, Viv! Gendang telinga gue mau pecah!”Vivian menghela napas, lalu menggeser tombol hijau. “Ya?”"Kenapa bolos?" Suara sedingin gunung es terdengar, membuat Vivian tersedak saking kagetnya."Uhuk uhuk!" Arsenio mengerutkan dahi seraya mengangsurkan segelas air jernih. Vivian meneguknya hingga tandas."Ini Prof. Dian?” “Jawab pertanyaan saya, bukan malah nanya!”Bibir Vivian menganga tanpa kata. Terkejut, tak

  • Menikahi Milyader Lumpuh    Bab 49

    Vivian baru pertama kali menginjakkan kaki di Yunani. Sebagai mahasiswa Teknik sipil, perjalanan ke Yunani adalah sebuah hadiah istimewa. Karena sudah sejak lama dia memimpikan bisa berkunjung ke negara ini. Dia ingin melihat dengan mata kepala sendiri. Seberapa elok bangunan yang konon menjadi salah satu keajaiban dunia kuno. Di kejauhan, Akropolis berdiri dengan jumawa. “Happy?” Arsenio menangkap rasa kagum di mata Vivian. “Yes, it’s my dream.” “I am happy to hear that.”Keduanya menerawang jauh.Di atas bukit batu, Parthenon menjulang dalam keanggunan yang sulit dijelaskan. Pilar-pilar marmernya berdiri tegak diterpa cahaya keemasan, seolah waktu telah berulang kali mencoba meruntuhkannya. Sialnya, sejarah menolak membiarkannya lenyap.Sebagai mahasiswa teknik sipil, Vivian terbiasa memandang bangunan melalui angka-angka. Beban mati, beban hidup, kekuatan material, distribusi gaya, hingga keseimbangan struktur adalah bahasa yang selama ini ia pelajari di ruang kuliah. Baginya,

  • Menikahi Milyader Lumpuh    Bab 48

    Dua pasang sneaker putih tampak bersemangat beradu dengan lantai bandara. Setelah menempuh perjalanan lebih dari 15 jam penerbangan dari Jakarta, akhirnya Arsenio dan Vivian mendarat di Bandar Udara Internasional Eleftherios Venizelos, Athena Yunani. Begitu pintu bandara Athena terbuka, Vivian bisa mencium aroma asing. Tidak seperti Jakarta. Ada aroma kering Mediterania, bercampur aroma asin laut samar, tipis, hangat, dan entah mengapa seperti membawa aroma ribuan tahun sejarah.Vivian meraup udara dengan rakus, memenuhi semua ruang dadanya. “Finally,” cicitnya lega. Dia berdiri dengan jarak ribuan kilometer dari rumah, rasa terbebas dari penindasan menyeruak dari dalam dada. “Freedom!” Kali ini terdengar percaya diri. Arsenio hanya meliriknya acuh tak acuh. Tentu dia bisa membaca isi kepala gadis bau kencur yang telah dinikahinya tersebut. “Happy?”“Ya.”Arsenio menatap Vivian yang masih tenggelam menikmati aroma kebebasan berbau Mediterania. Pria itu menggelengkan kepala, tak be

  • Menikahi Milyader Lumpuh    Bab 47

    Dada Rahardian berdentam kencang, saat mobil Porsche 911 hitam milik Arsenio berhenti tepat di sebelah mobilnya di lampu merah. Akhir-akhir ini, Rahardian merasa menjadi manusia hidup yang memiliki jantung. Tepatnya, ketika dia mulai tertarik dengan Vivian.Puluhan tahun dia hidup seperti manusia es yang beku, tak pernah merasakan irama degup jantungnya sendiri. Semua terasa beku dan dingin. Kepalan tangannya mengerat pada stir mobil, menahan degup."Yan, itu bukannya mobil putra mahkota Kertanegara?" tanya Sheila yang duduk di sebelah kemudi.Sheila memperhatikan ekspresi datarnya dengan senyum pahit. Sebagai sahabatnya, dia mengetahui detail kecil saat Rahardian senang, sedih atau marah. Rahangnya yang mengeras, itu adalah tanda ada percikan amarah.“Gue nggak ngerti lagi mau kasih saran apa ke elu, Yan.” Sheila bicara putus asa. Akal sehatnya menolak untuk memberi dukungan merebut istri orang. Di sisi lain, dia sedih melihat Rahardian terpuruk.“Mereka udah resmi jadi suami istri.

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status