Pagi ini, suasana meja makan kediaman Wibisono tampak lebih ceria. Awan kelabu yang semalam bergelayut di wajah Hendrawan telah tersapu angin segar. Senyuman juga terus merekah di bibir Lusi dan Eliana. Tampaknya, mereka sudah bulat mengambil keputusan untuk menumbalkan Vivian sebagai pengantin, menggantikan Eliana. Bisa dibilang, hanya Vivian, satu-satunya orang yang canggung. Di satu sisi, dia ingin melampiaskan amarah pada keluarganya. Menyuarakan ketidakadilan yang telah menimpanya sejak kecil. Tapi, rasa apatis telah mengikis kepercayaan diri yang dimilikinya.Vivian tahu kalimat yang akan diucapkan ibunya. “Jangan manyun gitu, Vi. Harusnya kamu lebih banyak bersyukur. Kalau Eliana nggak ngalah, kamu nggak bakalan ada kesempatan punya calon suami seperti Arsenio!” Nah kan, baru saja Vivian membatin, Lusi sudah bicara persis seperti yang diperkirakannya. “Tuh, dengerin Mami, Vi. Elu harus berterimakasih sama gue. Lumpuh-lumpuh gitu, Arsenio itu kaya raya. Bahkan kekayaannya nggak
Huling Na-update : 2026-09-11 Magbasa pa