Share

Bab 45 : Beta Testing

Penulis: Iris Moonvale
last update Tanggal publikasi: 2025-09-17 18:42:23

“Apa kabar?”

Sapaan yang dilontarkan Lisanna terdengar seperti basa-basi saja menurut Nadine. Ia sudah malas menanggapi perkataan Lisanna.

“Aku hanya ingin meminta maaf,” ucap Lisanna lagi sambil tersenyum.

Nadine membelalakkan matanya, tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. Kemarin Tasya meminta maaf, dan sekarang Lisanna juga melakukan hal yang sama. Ada apa dengan orang-orang ini?

“Kenapa?” tanya Nadine penasaran.

Lisanna tersenyum tipis dan menatap Nadine lekat-lekat.

“Hanya saja
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Menikahi Pamannya Tunanganku   Bab 90 : Tak Menyangka

    “Apa kau ingin ikut menginterogasinya?”Leonhart menawarkan Nadine untuk ikut menemui pelaku yang telah melecehkannya.Untuk sesaat, Nadine terdiam. Ia takut. Di satu sisi, bayangan kejadian malam itu masih menghantuinya. Di sisi lain, ia ingin mengetahui motif pelaku melakukan hal tersebut padanya.Saat Nadine masih berpikir, tiba-tiba Leonhart menggenggam tangannya.“Jangan memaksakan diri,” ucapnya lembut.Nadine menatap mata Leonhart cukup lama. Ada kekhawatiran yang jelas terpancar dari sana. Hatinya menghangat, ia senang Leonhart mengkhawatirkannya. Dan karena itulah, ia mengambil keputusan berani.“Aku akan ikut,” ucapnya tegas.Lagi-lagi Leonhart menatapnya dengan cemas. Namun Nadine hanya tersenyum tenang, berusaha meyakinkannya.“Aku ingin tahu alasan mereka.”“Aku bisa memberitahumu nanti,” jawab Leonhart, seolah tidak setuju dengan keputusan itu.“Kalau kau tidak setuju aku ikut, ke

  • Menikahi Pamannya Tunanganku   Bab 89 ; Tertangkap

    “Cepat pegang dia yang erat!”Ucap salah satu pria berkulit putih itu kepada temannya yang sedang memegangi Nadine yang terus memberontak.“Lepaskan saya!” bentak Nadine dengan suara bergetar, tenaganya mulai habis.Perlawanan Nadine perlahan melemah. Tubuhnya gemetar, pikirannya kacau, dan rasa putus asa mulai menyelimuti dirinya. Ia hanya bisa berharap, agar ada seseorang yang datang menolongnya.Saat pria berkulit putih itu menunduk dan berusaha menciumi wajah Nadine, tiba-tiba dari belakang seseorang menendangnya dengan keras hingga tubuh pria itu tersungkur ke depan.Nadine yang sudah hampir kehilangan kesadaran hanya mampu menangkap bayangan sosok itu secara samar.Dengan suara lirih dan nyaris tak terdengar, Nadine memanggil,“Leonhart …”Namun, pria yang tadi tersungkur segera bangkit kembali. Dengan wajah penuh amarah, ia menoleh ke belakang dan berteriak kasar,“Bajingan! Siapa itu? Sialan!”Leonhart berdiri tegap di hadapannya. Tanpa ragu, ia menarik kerah baju pria itu dan

  • Menikahi Pamannya Tunanganku   Bab 88 : Tolong!

    “Wah, akhirnya kita makan-makan lagi. Semua berkat kamu, Nadine.”Gabriella berterima kasih dengan antusias pada Nadine.Nadine yang tidak terlalu mengerti situasinya hanya bisa tersenyum. Tak lama, notifikasi ponselnya berbunyi, sebuah pesan dari Leonhart.“Nanti mau aku jemput jam berapa?” tulis Leonhart.Nadine segera membalas,“Aku belum tahu. Soalnya akan ada makan malam bersama tim untuk merayakan kedatanganku.”Tak butuh waktu lama, Leonhart kembali membalas.“Di mana?”“Di restoran Arden,” jawab Nadine.“Baik. Kabari aku kalau sudah selesai, aku akan menjemputmu,” balas Leonhart lagi.Nadine hanya membalas dengan emotikon jempol.Dua puluh menit kemudian, jam pulang kantor akhirnya tiba. Para karyawan langsung bergegas dan bersiap sambil saling mengingatkan bahwa mereka akan berkumpul di lobi untuk berangkat bersama ke restoran Arden. Suasananya tampak antusias.Nadine pun ikut membereskan barang-barangnya. Tak lama kemudian, Gabriella menghampirinya.“Ayo, Nad,” ajak Gabriell

  • Menikahi Pamannya Tunanganku   Bab 87 : Hari Pertama

    “Jadi dia desainer tamunya?”Nadine mendengar bisikan dari beberapa karyawan yang ia lewati saat menuju ruang kerjanya, ditemani oleh wakil pimpinan kreatif bernama Bu Bella.Nadine hanya tersenyum dan sedikit menundukkan kepala seraya menyapa setiap karyawan yang ia lewati.Sampai akhirnya Nadine tiba di sebuah ruangan yang cukup besar dengan banyak karyawan di dalamnya.“Perhatian sebelumnya,” ucap Bu Bella pada semua karyawan di ruangan itu.Semua menoleh ke arah Bu Bella. Nadine yang berdiri di sampingnya mendadak merasa gugup ketika beberapa karyawan mulai memandanginya dari atas sampai bawah.“Perkenalkan, ini desainer tamu kita yang akan bekerja di sini selama satu bulan,” ucap Bella lalu menoleh ke arah Nadine.“Silakan perkenalkan diri.”Nadine menahan rasa gugupnya, lalu mulai memperkenalkan diri di depan semua karyawan.“Halo, selamat pagi semuanya. Perkenalkan, saya Nadine. Saya akan bekerja di s

  • Menikahi Pamannya Tunanganku   Bab 86 : H-1

    “Paling dia diundang karena pengaruh suaminya. Pemula seperti dia tahu apa tentang desain.”Pengunjung wanita di seberang Nadine berbicara dengan nada kesal. Nadine yang mendengar hal itu hanya tertunduk.“Jangan dengarkan mereka,” ucap Leonhart mencoba menenangkan Nadine.Entah kenapa Nadine merasa berkecil hati mendengar percakapan dua wanita tadi. Kasusnya sedikit mirip dengannya, sehingga Nadine bertanya-tanya dalam hati, benarkah ia diundang ke perusahaan besar sebagai desainer tamu karena kemampuannya, bukan karena pengaruh suaminya?Namun Nadine menahan diri untuk tetap tenang agar Leonhart tidak khawatir.“Aku tak apa,” jawab Nadine akhirnya.Tak lama setelah itu, makanan yang mereka pesan pun datang.“Ini, silakan dinikmati,” ucap pelayan dengan ramah.“Terima kasih,” balas Nadine dengan senyuman.Nadine dan Leonhart menikmati hidangan itu dalam diam hingga selesai.Setelah selesai, Na

  • Menikahi Pamannya Tunanganku   Bab 85 : Paris

    “Kenapa kau yang datang langsung ke sini?”Nadine yang terkejut akhirnya bertanya pada Marissa yang datang menjemputnya di bandara.“Tentu saja aku harus! Kau adalah tamu pentingku,” jawab Marissa antusias.Nadine terkekeh mendengar ucapannya, lalu mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat itu.“Terima kasih. Aku sangat menghargai antusiasmu,” ucapnya sambil tersenyum.Marissa kemudian mengajak mereka menaiki mobil yang sudah disiapkan untuk menuju tempat tinggal sementara Nadine dan Leonhart.“Aku akan mengantarmu ke tempat tinggalmu,” ujar Marissa.“Ah, tapi ... apa kau sudah tahu tempatnya? Soalnya Leonhart memesan tempat baru,” tanya Nadine heran.Marissa tersenyum kecil sebelum menjawab,“Tentu saja aku tahu. Aku harus memastikan di mana kalian tinggal agar mempermudah pekerjaan kita nanti.”Nadine membalasnya dengan senyum tulus. Sepanjang perjalanan, keduanya berbincang ringan.“Oh iya, aku sudah membuat desain yang kau minta. Tapi ... aku tidak tahu apakah kau akan menyuka

  • Menikahi Pamannya Tunanganku   Bab 77 : Keterlaluan

    “Kau ini benar-benar ….”Leonhart menggelengkan kepala melihat tingkah Nadine yang semakin berani.Nadine pun tertidur. Ia sempat memasang alarm di ponselnya agar bisa terbangun sepuluh menit kemudian.Beberapa saat kemudian, suara alarm itu berbunyi nyaring. Dengan malas, Nadine meraih ponselnya l

  • Menikahi Pamannya Tunanganku   Bab 76 : Mengantuk

    “Aku ikut bukan karena tidak percaya padamu, tapi karena aku juga ada perlu di sana.”Leonhart menjelaskan pada Nadine saat mereka berada di mobil dalam perjalanan pulang ke apartemen.“Ya,” jawab Nadine singkat.Namun dalam hati, Nadine tahu itu pasti bohong. Ia yakin alasan Leonhart hanya akal-ak

  • Menikahi Pamannya Tunanganku   Bab 75 : Berkeliling Festival

    “Apa kau mau membelinya?”Leonhart bertanya pada Nadine yang tengah memperhatikan salah satu gaun di booth festival.“Tidak, aku hanya melihatnya saja,” jawab Nadine, lalu berpindah ke booth lain.Nadine berkeliling melihat berbagai jenis pakaian yang dipamerkan, hingga pandangannya tertuju pada sa

  • Menikahi Pamannya Tunanganku   Bab 74 : Festival Fashion

    “Selamat malam.”Setelah mengucapkan itu, Nadine langsung masuk ke kamarnya. Ia cukup lelah hari itu.Nadine berganti pakaian dengan piyama dan bersiap untuk tidur. Namun, sebelum memejamkan mata, ia sempat mengirim balasan email untuk Marissa.Begitu selesai, Nadine merebahkan diri dan tertidur hi

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status