Share

Bab 183

Author: Lady_Rain
last update publish date: 2026-09-30 08:31:51

“Ada apa, Bil?” tanya Arjuna.

“Anu Dok, kalo gak salah Nadira punya buku catatan pribadi yang berisi salinan operasinya sendiri.”

“Oh iya. Kok kamu tau?”

“Dia pernah tunjukkan ke saya, Dok. Apa mungkin saya boleh pinjam, Dok?”

“Boleh. Tapi bukunya gak saya bawa.”

“Besok saja saya mampir ke Prime sebelum dinas siang, Dok. Sekalian kalau boleh, saya ingin bertemu Nadira sebentar.” Billy meminta izin pada suami sahabatnya itu.

“Kamu mau nemuin Nadira? Gak takut kamu? Suaminya galak dan posesif loh
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
evi erfika
Spakah itu ?
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Menikahi Wanita Pilihan Istriku   Bab 185.

    “Angkat, Jun. Kita liat, dia mau apa?” ucap Wisnu yang sedang penasaran. “Loud speker, Jun. Biar kita denger semua!” pinta Raka. Arjuna mengambil ponselnya. Dia layar ponsel pintar itu, tertera nama mantan mertuanya. Arjuna menatap istrinya. Dia melihat wajah istrinya menegang. Tepat sebelum dering terakhir berbunyi, jari Arjuna menggeser tanda hijau di layar ponselnya. Tak lupa juga Arjuna mengaktifkan pengeras suara di ponselnya, agar semua orang bisa mendengarkan. “Halo, selamat siang,” sapa Arjuna sopan. “Juna! Apa-apaan kamu. Ngapain kamu ngobrak-abrik rumah sakit saya!” sembur Mahendra begitu panggilannya tersambung. Mendengar ucapan Mahendra, semua orang yang ada di sana langsung bereaksi. Mereka tidak terima dengan tuduhan yang dikatakan oleh Mahendra. “Eh ... apaaan it—“ Ucapan Raka terhenti saat Wisnu menepuk pahanya. Pria itu terpaksa menghentikan emosinya, agar tidak terdengar oleh Mahendra. Arjuna melihat ke Raka dan Wisnu. Dia menangkap sinyal kalau dia harus

  • Menikahi Wanita Pilihan Istriku   Bab 183

    “Ada apa, Bil?” tanya Arjuna.“Anu Dok, kalo gak salah Nadira punya buku catatan pribadi yang berisi salinan operasinya sendiri.”“Oh iya. Kok kamu tau?”“Dia pernah tunjukkan ke saya, Dok. Apa mungkin saya boleh pinjam, Dok?”“Boleh. Tapi bukunya gak saya bawa.”“Besok saja saya mampir ke Prime sebelum dinas siang, Dok. Sekalian kalau boleh, saya ingin bertemu Nadira sebentar.” Billy meminta izin pada suami sahabatnya itu.“Kamu mau nemuin Nadira? Gak takut kamu? Suaminya galak dan posesif loh,” ledek Wisnu.Billy tersenyum. “Makanya saya izin dulu, Pak. Soalnya ada yang ingin saya diskusikan dengan Nadira. Biasanya dia punya banyak ide.”“Ya udah kalo gitu besok kamu temuin aja dia sekalian ambil bukunya ya,” ucap Arjuna memberi izin.“Kalo boleh tau, Nadira besok dinas apa, Dok?”“Pagi. Dia pagi terus sekarang sampai melahirkan. Dia di poli bedah sekarang. Kamu bisa langsung ke sana ya.”Billy mengangguk sambil tersenyum. “Makasih banyak, Dok. Kalau gitu ... saya permisi dulu.” Bil

  • Menikahi Wanita Pilihan Istriku   Bab 182.

    “Ngapain kamu di sini?” tanya Wisnu saat keluar dari mobil Arjuna.Wajah Raka yang tadi cerah saat mengantar Lia, kini kembali suram.Arjuna keluar dari mobilnya. Dia menyusul langkah Wisnu mendekat ke Raka yang pasti sudah lama menunggu mereka.“Dari mana kalian? Sengaja banget ya datengnya berdua. Punya acara pribadi kalian?!” sembur Raka kesal.Wisnu terkekeh melihat sahabatnya ngambek. “Sorry, tadi pas mau berangkat, Ko Felix telpon ngajal meeting. Ya udah aku telpon Juna dan ternyata Juna di rumah juga. Maaf ya,” jelas Wisnu sambil membujuk Raka agar tidak marah lagi.“Iya, sorry. Tadi tuh bener-bener diluar prediksi.” Arjuna juga ikut minta maaf.“Eh iya ... si Billy udah ke sini?” tanya Arjuna.“Udah! Lagi makan tuh dia di dalam.” Raka masih menjawab dengan ketus.Wisnu tersenyum lalu merangkul pundak sahabatnya. “Ya udah, masuk yuk. Aku juga laper.”“Bodo amat! Emang gua peduli!”Arjuna dan Wisnu hanya terkekeh. Teman lajang mereka ini, emosinya memang masih sering naik turun.

  • Menikahi Wanita Pilihan Istriku   Bab 181

    “Siapa ... siapa yang melakukan ini. Siapa yang tega hancurkan karier Nadira,” gumam Arjuna sambil mengepalkan tangannya erat.Ada banyak kemungkinan terjadi. Ada banyak tersangka yang lewat di kepala Arjuna.Tapi dia tidak punya bukti. Dia bahkan tidak bisa menuduh istrinya teledor karena dia tahu pasti kalau Nadira bukan tipe orang yang demikian.Arjuna menyugar rambutnya kasar. “Ah sudahlah, nanti dicari lagi. Selagi masih bisa ditangguhkan, aku akan cari penyebabnya,” ucap Arjuna yang tidak bisa memikirkan masalah ini saja, tanpa bekerja.Tanggung jawabnya banyak. Dia tidak bisa hanya fokus pada Nadira saja saat ini, meski masih jadi prioritas utamanya.Arjuna berjalan ke meja kerjanya. Dia meletakkan iPad-nya, lalu menyambar jas dokternya.Arjuna harus mengunjungi pasiennya terlebih dahulu, sebelum nanti persiapan praktik siang.Nadira yang sedang berada di ICU, mengecek keadaan pasiennya di laptop yang ada di depan meja suster jaga. Tangannya mengetik hasil pemeriksaan terbaruny

  • Menikahi Wanita Pilihan Istriku   Bab 180

    “Apa kata mereka?” tanya Wisnu.Joko melihat ke tiga orang yang ada di depannya secara bergantian. “Katanya, datanya sudah hilang, Pak,” jawab Joko ragu.“Apa?? Hilang???” ucap Arjuna dan Raka hampir bersamaan.“Benar, Pak. Kata mereka untuk yang sudah resign, datanya sudah tidak bisa dibuka lagi. Jadi mereka tidak bisa melihatnya lagi,” ucap Joko menyampaikan pesan seperti yang dia dapatkan tadi.“Brengsek!” geram Arjuna kesal, sambil mengepalkan tangannya.“Sial! Kayaknya mereka beneran sengaja deh, Jun. Mereka kayak sengaja mau hancurin karier Nadira!” Raka juga ikut marah.“Aku rasa, ada yang janggal, Jun. Data kayak gitu kan penting. Masa iya diilangin gitu aja.” Wisnu juga ikut kesal.Raka menatap Arjuna. “Kayaknya yang dibilang sama Wisnu ada benernya, Jun. Kita harus datengin Om Mahendra!” tegas Raka.Arjuna diam. Sepertinya apa yang dikatakan oleh kedua temannya ini benar adanya.Tidak mungkin sebuah rumah sakit akan menghilangkan jam terbang seorang dokter aktif, apa lagi ke

  • Menikahi Wanita Pilihan Istriku   Bab 179

    “Suaminya di rumah sakit ini,” gumam Karin pelan sambil melihat punggung Nadira yang berjalan menjauh.Rina mendekati Karin. “Iya, suaminya di sini. Dan suaminya bukan orang biasa,” bisik Rina sambil tersenyum.Karin melihat ke arah Rina. Wanita itu tampak tersenyum lebar ke arahnya, mengisyaratkan kalau dia tahu sesuatu.Beberapa dokter yang ada di sana, saling bertatapan. Mereka juga mendengar semua ucapan Nadira tadi.“Eh, apa mungkin ya kalo Dokter Juna itu suaminya Dokter Nadira?”“Kayaknya sih iya. Soalnya gak pernah liat Dokter Juna perhatian banget sama dokter lain, kayak ke Dokter Nadira tadi.”“Iya juga sih. Tapi kenapa gak ada yang tau ya? Ato emang sengaja gak kasih tau.”Salah satu dokter mengambil stetoskopnya sambil melirik ke Karin. “Yang pasti, jangan aneh-aneh aja sekarang sama Dokter Nadira. Dia istri direktur.”“Iya bener. Kalo residen gagal di tengah jalan, itu nyesek banget. Udah ah, kerja yuk.”Para dokter lain, mulai meninggalkan ruangan menuju ke pos mereka ma

  • Menikahi Wanita Pilihan Istriku   Bab 1. Tawaran Tidak Masuk Akal

    “Tidurlah dengan suami saya. Pinjamkan rahimmu dan lahirkan anaknya.” Kalimat itu jatuh begitu saja, tanpa beban seolah yang sedang dibicarakan bukanlah sesuatu yang bisa menghancurkan hidup seseorang. Nadira Azzahra membeku di tempatnya, tak bisa menjawab, bahkan mulutnya ternganga mendengar perm

  • Menikahi Wanita Pilihan Istriku   Bab 5. Siapkan Diri Kamu

    Tangan Nadira mengusap lembut punggung tangan ayahnya. Tangan yang biasanya memberinya banyak kehangatan dan perlindungan, kini harus terbaring lemah tak berdaya. Nadira menatap kulit wajah ayahnya yang pucat. Tampak sekali kelelahan menahan sakit yang sewaktu-waktu bisa mengambil nyawanya. Tanpa t

  • Menikahi Wanita Pilihan Istriku   Bab 3. Ide Konyol

    “Bu-Bu Sinta,” jawab dokter muda cantik itu dengan suara pelan, nyaris tak terdengar. Senyum di wajah Sinta terlihat mengerikan bagi Nadira. Dia memilih menunduk, menghindari tatapan putri pemilik rumah sakit ini. Arjuna melihat ke Nadira sekilas lalu berdiri. “Selesaikan laporannya. Besok pagi

  • Menikahi Wanita Pilihan Istriku   Bab 2. Tekanan Segala Penjuru

    “Ayah!” pekik Nadira yang kemudian segera berlari meninggalkan mejanya. Nadira bahkan lupa membawa nampan makannya ke tempatnya, karena dia terburu-buru. Kabar tentang ayahnya yang kembali drop, membuatnya syok. Padahal baru tadi pagi dia datang untuk mengecek sendiri keadaan ayahnya. Memastika

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status