Terjerat Dekapan Candu Sang Danton Penggoda

Terjerat Dekapan Candu Sang Danton Penggoda

last updateHuling Na-update : 2026-11-05
By:  RoshliendhIn-update ngayon lang
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Hindi Sapat ang Ratings
7Mga Kabanata
33views
Basahin
Idagdag sa library

Share:  

Iulat
Buod
katalogo
I-scan ang code para mabasa sa App

"dokter Alvina." Langkah Vina terhenti menatap Danton tampan yang sangat suka menggodanya itu. "Ya." Jawab Vina ketus seperti biasa. "Boleh saya tanya sesuatu?" "Apa." Jawab Vina yang saat ini menyilangkan kedua tangannya di depan dada dan matanya memicing curiga pada sang Danton. "Kapan saya bisa halalin bu dokter?" benarkan, dengan senyum jahil yang berhias lesung pipi danton kembali menggoda Vina. "Danton panggil saya hanya untuk tanya itu?" "Iya." "Danton kapan seriusnya sih sama saya." "Bu dokter, saya tanya nggak jawab sekarang malah tanya kapan seriusnya, sekarang juga boleh." Jawabnya menaik turunkan kedua alisnya. "Apanya?" "Seriusin bu dokter lah, pulang dari sini kita urus pengajuan ya." "In your dreams Danton." Jawab Vina kesal dan langsung berlalu meninggalkan danton tampan yang sedang tersenyum bahagia karena sudah sukses menggoda Vina lagi. Ini kisah Ganendra, Danton tampan yang gigih mengejar cinta Alvina dokter cantik yang memiliki trauma akan cinta, Vina biasa dia dipanggil nyaris kehilangan nyawa karena pria psikopat yang mencintainya. Banyak hal lucu dan konyol yang terjadi pada mereka berdua, berbeda dengan kisah Mommy Forza atau Abang Alvand, kisah Alvina sangat menggemaskan.

view more

Kabanata 1

Bertemu Kembali

"Halo? Astaga, ini di ujung dunia mana, sih? Sinyal tiba-tiba hilang total begini!" Keluhan kesal dengan nada cerewet itu langsung menyergap pendengaranku di antara hiruk-pikuk kedatangan rombongan mobil bak terbuka di halaman Batalyon.

Suara itu, suara yang sama yang selama empat tahun terakhir menghantui setiap malam sepinya penugasanku di tanah Borneo.

Hari ini aku cukup sibuk, karena ditugaskan Danyon menggantikan Danki menyambut kedatangan para Tenaga Kesehatan yang memang dijadwalkan akan membantu kami semua yang ada di sini, memberikan pelayanan kesehatan secara gratis pada masyarakat dan juga pengetahuan mengenai pentingnya kesehatan.

Mobil yang membawa rombongan Nakes sudah sampai di Yon dan terlihat beberapa Nakes ada yang sudah turun, aku berjalan mendekati mereka semua, namun langkahku terhenti saat aku melihat seorang gadis yang sedang sibuk mengguncang ponselnya mencari sinyal. Gadis itu yang empat tahun lalu berhasil membawa seluruh hatiku, gadis yang sudah membuatku jatuh cinta sangat dalam, gadis yang aku temui di Resepsi pernikahan bang Alvand, kakak asuhku.

Gadis yang dengan juteknya menolak saat aku mengajaknya berkenalan, tapi aku justru menyukainya, jika saat itu Om Firza tidak memanggilku pasti sudah aku kejar terus sampai aku tahu siapa dia.

Selama empat tahun aku sudah berusaha mencarinya, tapi tak ada hasil karena keterbatasan waktu juga, aku di Kalimantan dan dia di Jakarta sehingga membuatku makin kesulitan, bang Alvand yang aku tanya juga bingung karena yang datang di resepsinya banyak dan aku juga tak memiliki fotonya jika punya mungkin bisa lebih mudah.

Tanpa di sangka aku kembali dipertemukan dengannya di sini, apa ini takdir dan mungkin kami berjodoh? Aku berharap iya, dia jodohku tak apa dia jutek dan mulutnya cerewet yang penting aku cinta.

“Selamat pagi semua rekan medis, selamat datang di tanah Borneo yang indah ini. Perkenalkan saya Letu Ganendra Badhrika Mahya, di sini saya sebaga Danton dan juga yang bertanggung jawab selama rekan-rekan ada di sini, jadi mohon kerja samanya jika akan pergi atau ada keperluan apapun koordinasikan sama saya atau anggota saya,” kataku memperkenalkan diri dengan tegas, aku memang sengaja mengeluarkan aura prajuritku.

Gadis itu menatapku seperti terkejut dan sedang memikirkan sesuatu, wajahnya terlihat menggemaskan saat aku memperkenalkan diri, aku yakin dia ingat denganku. Jantungku dengan tak tahu dirinya mulai berdetak makin kencang, aku sekuat mungkin berusaha mengendalikan diriku jangan sampai memalukan di depan banyak orang.

Aku memalingkan wajah berpura tak mengenalnya, sungguh aku sangat gugup seperti ABG yang sedang jatuh cinta saja. Kali ini, tak akan aku biarkan kau lolos dokter cantik, aku sudah penasaran ingin tau siapa namamu.

“Baik untuk rekan-rekan semuanya silakan memperkenalkan diri, katanya tak kenal maka tak sayang karena saya sudah memperkenalkan diri sekarang giliran rekan-rekan.”

Satu persatu mereka memperkenalkan diri, hingga tiba giliran gadis itu aku benar-benar memasang telinga karena posisinya ada di barisan paling belakang.

“Saya Alvina Putri Abhimanyu, biasa di panggil Vina dan saya dokter spesialis kandungan.” Dia menyebutkan namanya, wajahnya datar tanpa ekspresi sama sekali beda sama betina lainnya yang terlihat genit, tapi aku tetap suka walau tanpa ekspresi dia tetap cantik.

Alvina Putri Abhimanyu,nama yang cantik seperti orangnya bak seorang putri, coba itu bibir tipisnya dipakai buat senyum pasti cantiknya bakal naik berkali lipat.

“Baik, terima kasih sudah memperkenalkan diri, untuk ketua Timnya siapa? Karena ada yang harus saya bicarakan mengenai beberapa program selama 3 bulan ke depan.”

“Dokter Vina, Pak Danton,” kata pria berkacamata yang tadi kalau tak salah bernama Alex. Siapa tadi? Vina? Ini suatu keberuntungan atau kebetulan belaka? Bahagia? Jelas aku bahagia bersorak sorai dalam hati, karena pastinya sudah banyak ide di kepalaku untuk dokter cantik ini. Tunggu saja tanggal mainnya, dokter!

“Dokter Vina nanti bisa ikut dengan saya terlebih dulu. Untuk yang lainnya bisa langsung ke rumah yang akan rekan-rekan tinggali selama di sini dan anggota saya yang akan mengantar. Apa ada pertanyaan?” Semua menggeleng, “Baik, jika nggak ada yang ditanyakan, Serda Adit tolong antarkan rekan- rekan.”

“Siap, izin mengantar, Danton." kata serda Adit dan aku hanya mengangguk.

“Mari, Bu dokter Vina ikut ke ruangan saya,” ajakku dan dia hanya mengangguk saja mengikutiku di belakang.

Aku menghentikan langkahku dan berbalik ke belakang, tak aku sangka dokter cantik ini menabrak tubuhku, dahinya sangat pas menabrak bibirku, jika ada yang melihat pasti mereka kira aku mencium keningnya, karena memang aku juga merasakan jika aku mencium keningnya.

Keberuntungan lagi apa hanya kebetulan?

“Aduh!” katanya sambil mengusap keningnya berulang kali. Padahal 100% aku yakin tak sakit, tapi dia malah terus mengusap. “Kalau berhenti kasih aba-aba dong, Pak Danton yang terhormat.”

“Bu dokter kenapa di belakang saya?”

“Ish pelupa apa memang sudah pikun sih, tadi katanya saya disuruh ikut, gimana sih?”

Aku ingin tertawa melihatnya yang misuh-misuh terlihat menggemaskan sekali, tadi dia bilang apa? Aku pelupa dan pikun? Yang benar saja, kalau ya, aku nggak akan ingat dia yang 4 tahun lalu.

“Saya masih muda, ingatan saya masih tajam, saya juga masih ingat empat tahun lalu saat pertama kali kita bertemu,” kataku tersenyum menaik turunkan alisku.

“Nggak usah dibahas, tadi katanya mau ada yang dibicarakan jadi apa tidak?” jawabnya ketus, benarkan dia masih ingat pertemuan 4 tahun yang lalu.

“Jadilah, sini jalan di samping saya jangan di belakang, karena saya nggak butuh bodyguard, apa lagi kalau bodyguard-nya kurus begini.” Dia langsung melotot mendengar ucapanku, aku terkekeh geli melihat ekspresinya.

“Saran saya sebaiknya anda periksakan mata anda, mungkin bukan minus lagi tapi sudah plus, body bohay bak model begini dibilang kurus, asal anda tahu ya yang ngiler punya tubuh kaya saya tuh banyak,” jawabnya makin ketus, tapi nggak tahu kenapa aku justru makin suka meskipun dia galak.

Apa tadi dia bilang? Body bohay? Kalau dilihat memang iya sih dia sebenarnya nggak kurus karena semua terisi sesuai tempatnya aku hanya menggodanya saja. Dia sebenarnya sexy dengan tinggi mungkin ada 160 cm atau lebih, kulitnya putih bersih, bibirnya yang tipis, matanya yang agak sipit dengan bola mata coklat, hidung yang lumayan cukup buat nangkring kacamata memang semua pas untuknya.

“Mata saya bukan minus atau plus, tapi tertutup sama love yang beterbangan di depan mata,” mataku sambil membentuk simbol love dengan jari tangan.

“Iisshh, Pak Danton ini, jadi nggak sih? Kalau enggak saya mau istirahat.”

“Jadilah, ini pesan Danyon dan harus saya sampaikan pada ketua Tim. Mari, Bu dokter jalannya di samping saya jangan di belakang, karena Bu dokter calon pendamping hidup saya, bukan calon bodyguard saya,” kataku tersenyum dan dia langsung mengepalkan tangannya tepat di depan hidungku.

“Hey, enak saja kalau bicara, bosan hidup?”

“Iya, saya bosan hidup sendiri. Bu dokter mau menemani saya?”

“Aarrrggghh, Pak Danton, saya mohon dengan sangat kalau ada pesan dari pak Danyon dan akan disampaikan buruan karena saya nggak banyak waktu buat meladeni anda.” Aku ingin sekali tertawa melihat wajahnya yang frustasi karena ulahku, tapi aku tahan. Sabar Nendra ini baru hari pertama, stop menggodanya karena masih ada besok dan besoknya lagi selama 3 bulan dia di sini.

“Ya, sudah ayo jalan. Apa mau saya gendong?”

“Dantooonn.” Suaranya menggeram terdengar menakutkan, dia sudah sangat kesal denganku.

“Galak banget sih, untung cantik,” kataku yang langsung balik badan jalan duluan takut kalau dia makin kesal.

Palawakin
Susunod na Kabanata
I-download

Pinakabagong kabanata

Higit pang Kabanata

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Walang Komento
7 Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status