ログイン" Untuk apa anda datang kesini? Bukankah anda tidak perduli lagi tentang Viola?" Ketus Rachel melipatkan tangannya didada.
"Nona Victoria, mengapa anda mencampuri urusan saya? Apakah kamu lupa, Viola istri saya?" Suara berat Kiev menyahut dengan ketus. "Istri?" Rachel tertawa. "Sejak kapan anda menganggap Viola sebagai istri? Anda bahkan selingkuh dengan gadis lain!" Dia melirik Alieca dengan sinis. Viola tidak percaya kalau Kiev datang, bahkan bersama Alieca. Dia masih mengingat suara Kiev saat ditelepon pak Len semalam. "Nona Victoria, kamu terlalu...." Untuk apa kalian datang kesini?" Viola memutuskan ucapan Alieca. Dia bukan tidak menyukai Alieca, tapi sangat iri karena Alieca dicintai Kiev. Padahal Dia sudah berjuang untuk mendapatkan hati Kiev selama tiga tahun. Namun yang Viola dapat, hanya sikap ketus dingin serta Acuh. Sebelumnya, Kiev tidak pernah mendengar suara dingin seperti itu keluar dari mulut istrinya. Viola selalu ramah, bahkan kepada Alieca. Namun Kiev bersikap tidak perduli, "Kau yang menelponku!" Dia tidak mau Viola salah paham, atau menganggap dirinya perduli. "Aku tidak merasa menelponmu! Kau tidak akan memperdulikan bagaimana kondisiku, bahkan jika aku matipun, kau justru akan bahagia" Memang itu kenyataannya. Sebelum Viola kecelakaan kemarin, dia tidak enak badan dan meminta Kiev mengantarnya kerumah sakit. Namun Kiev menolaknya dengan kejam. "Kau tidak sedang sekarat sehingga membutuhkan pertolongan segera kan? Ada banyak urusan yang lebih penting dari mengantarmu kerumah sakit" Viola hanya membutuhkan sedikit perhatian Kiev, namun selalu yang diberikan Kiev penolakan dan sikapnya yang acuh tak acuh. Kiev seperti tertampar ucapan Viola, Kiev. teringat ucapannya kemarin yang membuatnya tertegun beberapa saat Diperlakukan seperti apapun, Viola biasanya tidak perduli dan masih selalu mencintainya. Namun kali ini... "Sepertinya kecelakaan membuatmu berani, Viola!" Kiev tersenyum sinis. Kedua tangannya masuk kedalam saku celana, dia sangat tenang dengan mata sedikit menyipit. "Kalau itu benar, aku sangat bersyukur. Sebaiknya kalian pergi, kalian pasti memiliki banyak urusan lain. Hanya membuang-buang waktu datang kesini!" Diam-diam Viola mengusir Alieca dan Kiev secara tidak langsung. Alieca merasa tersinggung atas ucapan Viola, dia memprotes, "Viola, kamu mengusir kami? Aku bersusah payah membujuk Kiev untuk datang kemari. Suaranya terdengar sedih sampai membuat Kiev kesal. "Aku nggak menyuruh kamu membujuk Kiev. Aku juga nggak akan sembuh hanya karena Kiev kesini! Aku nggak berani mengusir kalian, hanya saja-..." "Cukup!!" Bentak Kiev yang langsung membuat Viola tersentak kaget. Kiev menatap Viola tajam, 'Kamu tidak pernah berubah, Viola. Sikap kamu selalu membuatku muak dan benci. Alieca datang baik-baik kesini karena punya hati nurani, tapi kamu malah mengusirnya?" Kemarin Viola akan nangis saat dibentak Kiev, namun dia masih saja mencintai Kiev dan tidak menyerah mendapatkan hatinya. Namun kali ini, hatinya seperti mati rasa dan tidak sedikitpun ingin menangis atau sedih. Sudah cukup dia harus mengakhiri cinta sepihak ini, semuanya percuma kalau dalam hati Kiev hanya ada Alieca. "Kenapa tuan Kiev? Apa kamu tersinggung? Aku bertanya sekarang... bagian mana, sikapku sekali yang tidak membuatmu muak dan membenciku setiap saat?" Bahkan setiap saat aku selalu bersalah dimatamu! Viola menyahut dengan tenang, bahkan dia sedikit tersenyum meski dia ingin sekali Kiev. Ini jauh berbeda dari sikap Viola biasanya yang marah ketika menyangkut 'Kalian berdua keluar dari sini!" Tegas Kiev, suaranya yang berat dan dingin seketika membuat Alieca nurut, lalu menarik paksa Rachel keluar ruangan bersamanya. Kiev mendekati istrinya yang mulai berani melawannya tidak biasa. Menjepit dagu Viola yang terus memalingkan wajahnya kearah lain. Viola tidak sudi lagi menatap wajah pria yang menolaknya berkali-kali. "Apa yang kau inginkan? Kecelakaan membuat otakmu konslet!" Viola menatap Kiev, ekspresinya sangat dingin dan Kiev tidak pernah melihatnya. Kedua kornea mata mereka bertemu, namun Viola tidak merasakan apapun seperti sebelumnya ketika berdekatan dengan Kiev. Apa ini yang dinamakan hatinya telah mati rasa? "Benar! Dan Kecelakaan membuatku sadar, siapa tuan Kiev Arron" Viola menekan kata-katanya. Seolah dia menyalahkan Kiev atas kecelakaannya. "Apa maksudmu?" Kiev mengernyitkan keningnya. Dia tidak mengerti ucapan Viola. "Kau jangan pura-pura tidak mengerti, Kiev!" Dalam pancaran kornea coklat Viola, hanya nampak raut kebencian terhadap Kiev. Percuma juga bicara pada Kiev yang tidak akan pernah mengalah dan mengakui kesalahannya. Hembusan nafas kasar terdengar, Viola memejamkan matanya dan melihat bagaimana dia mencintai Kiev dan membencinya, "Aku ingin mengakhiri hubungan ini! Kita bercerai saja Kiev!" Tidak ada keraguan ketika Viola mengeluarkan kata-kata. Seakan yakin dengan pilihannya kali ini, Kiev tidak pernah bahagia didalam pernikahan yang mereka jalani. Bukan hanya Kiev, namun Viola pun sama, Bahagianya hanya bersama Kiev, mampu. mengikat pria tersebut dalam pernikahan. Fikir Viola lambat laun Kiev akan jatuh cinta padanya, tapi ternyata kebalikannya meski telah menikah tiga tahun, Kiev masih selalu mengabaikannya dan membencinya. "Apa kamu bilang?" Kiev mengernyit heran, kaget tentu saja. Viola tergila-gila padanya sampai mengorbankan apapun untuk mendapatkannya. "Apa kamu yakin mau bercera?" Viola menarik nafasnya perlahan, lalu mengangguk mantap. "Lebih baik kita bercerai saja. Aku nggak akan menggangu hidupmu lagi. Kamu bisa menikahi Alieca" Memang itu yang diharapkan oleh Kiev mendengar permintaan cerai sendiri dari Viola. Tapi kenapa hatinya berkata lain, dia tidak menyukai kata cerai dari Viola bahkan benci mendengarnya. "Sebelum memutuskan bercerai tanpa ada persiapan apapun, sebaiknya dibuang jauh-jauh dulu. Keluarga baru Arora nggak ada yang menyukaimu, bagaimana kamu kembali? kamu juga nggak memiliki skil dan kemampuan apapun dalam bekerja. Atau kamu sudah siap menjadi gelandangan?" Ejek Kiev menyepelekan kemampuan Viola. Meski kuliahnya tidak lulus, tapi Viola memiliki skill merancang baju dengan hebat. Karena diam-diam, dia telah bekerja sama dengan seorang desainer terkenal difinshdom. Dan, sejak kapan Kiev perduli pada masa depannya? Kiev tidak pernah menghiraukannya, dan hanya perduli kepada Alieca. "Tuan Kiev, sejak kapan kamu perduli pada hidupku?" Viola memincingkan matanya. Kiev seharusnya tidak perlu perduli, bagaimana Viola menjalani hidupnya setelah bercerai. Tapi hati kecilnya tiba-tiba. Saja mendorong dan mencegah Viola untuk tidak bercerai darinya. Dia tidak mau kalau sampai Viola salah paham menganggapnya perduli. "Aku sama sekali tidak perduli padamu. Hanya saja, Nenek pasti melarang kita bercerai!" Kiev berkilah. "Aku akan bicara sendiri pada Nenek. Nggak perlu mengkhawatirkan kalau nenek akan menyalahkanmu!" Kiev kesal. Dia tidak memiliki banyak alasan. untuk menahan Viola. Hubungan. pernikahan mereka tidak sedekat pada umumnya, mereka terlalu jauh. "Bagus kalau begitu! Kalau kau ingin bercerai, lakukan saja. Asistenku akan mengurus semuanya! Sahut Kiev dengan ketus. Dia sangat kesal karena Viola bersikukuh ingin bercerai. Raut wajah Kiev yang tidak pernah bersahabat memang sudah terbiasa bagi Viola. Tapi kali ini terasa berbeda, Kiev seperti menahannya. Andaikan Kiev mau mengakuinya, Viola pasti.... "Oke. Kalau nggak ada yang dibicarakan lagi, tolong segera keluar. Aku mau istirahat!" Kiev mendelikkan matanya, "Kau berani mengusirku?" "Sama sekali nggak! Tuan Kiev, aku ini lagi sakit dan hampir sekarat. Tidak bisakah kamu bersikap ramah saja? Maaf, aku telah lancang! Kumohon segera tinggalkan aku!" Viola mengatupkan tangannya, wajahnya yang melas membuat Kiev semakin kesal.Pria itu langsung membalikkan badan dan pergi dari ruangan. •••••••• "Jangan menyentuhku dengan tangan kotormu !" Bentak Rachel mengibaskan tangannya Alieca. Gadis yang lebih tinggi dari Rachel itu menarik tangannya, dia tidak mengetahui kesalahannya sampai Rachel terlihat sangat tidak menyukainya. "Nona Victoria, sepertinya aku nggak pernah membuat kesalahan padamu, tapi mengapa kamu terlihat nggak menyukaiku? Tanya Alieca bingung. Rachel tertawa lalu melipat tangannya didada. "Nona Alieca, kamu memang nggak bersalah padaku! Tapi kamu sudah menyakiti temanku, itu sama saja kamu telah menyinggungku!" Sahut Rachel. "Menyakiti temanmu?" Alieca semakin bingung. Victoria, sepertinya kamu salah. Kalau yang kamu maksud Viola, aku sama sekali nggak pernah menyakitinya!" Tegas Alieca. Rachel menaikkan sebelah alisnya, Tapi kamu menjalin hubungan dengan suaminya. Itu apa namanya? Nona Alieca, kamu memang sangat cantik, seharusnya mencari pria single Alieca mengernyitkan keningnya, dia masih bersikap tenang dan tidak terpancing emosi. Siapa yang lebih dulu kenal Kiev? "Aku nggak menyakiti Violet. Sebelum Violet menikahi Kiev, kami lebih dulu menjalin hubungan, Justru temanmu yang telah merebut Kiev dariku, Nona Rachel!' Sahut Alieca dengan tegas. Rachel kehabisan kata-kata dan tidak bisa bicara mendengar ucapan yang memang benar adanya, yang mengambil Kiev itu Viola, sedangkan Alieca korban. Tapi Kiev yang terlalu kejam terus menyakiti Viola, akhirnya kedua gadis itu yangmenjadi korbannya. •••••• Pagi kembali menyapa, Viola memaksa untuk pulang meski dokter belum mengizinkan. Luka yang dialami dibagian. kepala akibat kecelakaan belum sepenuhnya sembuh, dan dokter seharusnya masih memantau perkembangannya serta melakukan CT Scan untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat, ditakutkan terjadi garigguan sistem. saraf pada kepala Viola. Violet masih pulang kekediaman Arron menggunakan taxi. Dia sengaja tidak menghubungi Pak Len, sampai diruang. tamu mewah itu, Asisten pribadinya Kiev memanggilnya dari belakang. "Permisi nona, selamat pagi Leonardo menundukkan kepalanya sebentar sebagai rasa hormat." "Pagi. Ada apa?" "Nona, kamu pulang dari rumah sakit lebih awal? Saya datang kesana dan tidak menemukan anda!" "Aku merasa jenuh!" Leon mengangguk paham. Dia ingin membahas sesuatu yang penting dan tidak melupakan tujuan utarnanya menemui Viola, "Nona muda, Apa kamu yakin mau bercerai?" Bersambung"Semua ini memang salahku, Aliec Aku akui, aku memang yang memaksa Kiev menikahiku. Tapi dengan cara mencelakai orang, itu juga tidak dibenarkan! Kamu bisa saja membenciku, tapi tidak dengan cara seperti itu! Kamu sudah melakukan tindakan Kriminal! "Ucap ViolaAliec hanya terdiam, ia memang salah, karena terlalu mencintai Kiev dan membuatnya gelap mata hingga melakukan hal nekat.Aliec tidak tau, hukuman apa yang akan Viola berikan. Namun ia sangat takut kalau Viola membawa masalah ini kejalur hukum."Viola, maafkan aku. Aku nggak akan mengulangi kesalahanku lagi!" Ucap Aliec kepada Viola. la harus membujuk Viola supaya tidak membesarkan masalah ini."Aku tidak bisa memafkan kamu Aliec, hukum harus ditegakkan! Aku akan membawa masalah ini kejalur hukum!" Sahut Viola, biar bagaimanapun, yang dilakukan Aliec sudah keterlaluan.Aliec hampir membunuhnya, dan malah korbannya adalah calon anaknya. Meskipun. Viola tidak tau dia sedang hamil saat
Sampai di perusahaan yang masih sepi itu, dan Kiev langsung masuk menuju ruangan Ceo.Kiev duduk dikursi sofa dan menyuruh Leon juga duduk disana. "Kau sudah mendapatkan rekaman Cctvnya?""Sudah tuan""Berikan padaku Aku ingin melihatnya langsung! Bagaimana wanita itu berusaha menghabisi Viola dan calon anak kami!"Mendengar kata anak, Leon barubah kaget la tidak mengerti maksudnya. "Maksud tuan, anak siapa?" Tanya Leon memberanikan diri bertanya."Aku pernah satu kali meniduri Viola, saat ulang tahun Nenek, Nenek menjebak ku dengan chat. Dan ternyata, dari kejadian malam itu, Viola hamil, namun Viola juga tidak mengetahui. Dia baru tau saat keguguran karena kecelakaan itu!" Jelas Kiev, la nampak menyesal saat mengucapkannya, karena secara tidak langsung, Kiev juga menyalahkan dirinya sendiri yang tidak bisa melindungi Viola.Seandainya bayi itu masih ada, Kiev sangat menginginkannya.Leon baru mengerti sekarang dari cer
"Aku sangat merindukanmu. Hari-hariku hanya selalu dihantui bayanganmu. Aku baru menyadari perasaanku setelah kamu pergi! Aku... Aku sayang sama kamu, Violet. Aku mencintaimu, sayang. Aku sangat mencintai kamu! Berikan aku hukuman, asal aku bisa terus melihat kamu dan melindungi kamu!" Ucap Kiev dengan tidak tau malu setelah mencampakkan Viola. Namun ia sangat tulus mengucapkannya.Viola merasakannya? Ya! Hanya saja ia tidak yakin dan tidak mungkin secepat itu Kiev menyesal dan mencintainya.Viola mendorong dada Kiev dan ia segera mundur. "Cinta? Cinta apa yang kamu maksud? Kenapa baru mengatakan cinta sekarang, setelah semuanya sudah berakhir?" Tanya Viola tidak percaya.Kiev tau, Viola tidak akan percaya dengan cintanya begitu saja. Setelah ia menyakitinya berkali-kali, hati Viola tidak akan begitu mudah luluh dan memaafkannya, apalagi mempercayainya."Kamu tau Kiev? Bahkan, sebelum kita bercerai, aku... Masih saja berharap dan ingin memberimu k
"Kiev!" Viola tidak menyangka pria itu memang Kiev.Viola berjongkok didepan Kiev, "Kiev, apa yang kamu lakukan disini?"Kiev tidak menjawab, kedua matanya terpejam namun ia bisa mendengar suara yang sangat la rindukan."Kiev!" Sekali lagi Viola memanggilnya. "Kamu kenapa Kiev? Bagaimana kamu bisa kesini?" Viola bertanya berkali-kali, namun Kiev tidak menjawab.Kiev seperti aneh, dan wajahnya terlihat pucat. Viola mengulurkan tangan dan menyentuh keningnya. "Yaampun, panas sekali. Kamu demam?" Viola khawatir dan tidak tegaTapi ia bingung harus bagaimana sekarang. la sudah berjanji tidak akan mengurusi apapun tentang Kiev, tapi....Viola melihat kesana kemarin tidak ada orang sama sekali. Bahkan Leon yang selalu menemani Kiev juga tidak ada."Ya Tuhan, aku harus bagaimana sekarang? Apa aku harus menolongnya?" Viola menimang-nimang fikirannya.Pada akhirnya, hembusan nafas berat. terdengar darinya. "Ya, sebagai s
Setelah Viola selesai memberikan sedikit suaranya dan menceritakan pengalaman dalam membangun Mutyara Boutique, ia langsung turun dari panggung begitu juga CarlosSaat Viola berjalan didepan Kiev, Pria Itu berdiri. Viola hanya menatapnya sekilas, Namun Kiev, menatapnya dengan perasaan mendalam. Kiev sangat rindu, sosok gadis didepannya, la ingin menarik Viola kedalam pelukannya, lalu melepaskan rindu den juga perasaan bersalah yang teramat dalam.Viola membuang nafasnya pelan seraya memejamkan mata, ia lalu melangkahkan kakinya pergiViola bukan tidak ingin menyapa, hanya saja, takut terjatuh lagi. Perasaan yang masih tertinggal, ia sangat takut kalau akan bangkit dan memberontak, hingga ia memilih menghindar dengan kata sekarang mereka hanyalah orang asing yang tidak pernah bertemu.Sementara Kiev, kornea elangnya tidak berhenti mengalihkan dari punggung wanita yang sudah semakin menjauh dan menjaga jarakBahkan menyapa saja enggan, dan
Suasana sudah sangat ramai, ada beberapa sambutan dari orang-orang penting yang berpengaruh dinegara.Sementara diatas panggung catwalk sekarang, para model satu persatu sudah berlenggak-lenggok memamerkan keindahan dari gaun-gaun yang mereka kenakan.Semua penonton sudah riuh dan bertepuk tangan menyaksikan model kelas atas yang terkenal, ditambah gaun yang super internasional dari seorang desainner ternama.Ya, disinilah Kiev dan Leon sekarang berada. Meskipun sedikit terlambat, tapi mereka sudah mendapatkan tempat duduk VIP dibagian barisan depan.Penampilan Kiev sudah rapi, namun tidak dengan wajahnya yang seperti tidak bisa dijelaskan bagaimana ekspresinya saat ini. Ada gurat kesedihan dan penyesalan yang mendalam, dan kerinduan yang tak terobati.Bukan hanya mereka, Kiev juga bertemu dengan John istrinya dan kedua anak tiri john yang merupakan saudara tiri Viola. Kiev tidak menyapa, begitu juga mereka, hanya saja John sepertinya sed
"Em ngomong-ngomong Kamu masih single?"Viola menjawab dengan santai, "Aku sudah menikah"Uhuk uhukFelix tersedak saat menyeruput Americano coffenya karena jawaban Viola yang seperti mematahkan hati dan semangatnyTapi, Felix rasanya tidak percaya."Sungguh? Ke
Setelah gagal menemui Kiev dirumah, Aliec kini sampai di perusahaan grup Arron. Aliec sangat takut kalau Kiev marah dan tidak mau kalau Kiev terus mengacuhkannya.."Permisi, saya mau bertemu dengan tuan Kiev." Ucap Aliec kepada resepsionis"Baik, Nona Aliec. Saya akan menghubung
"Kamu memang sangat keras kepala." Gerutu Kiev terlihat kesal. Viola belum memakai sabuk pengamannya.Viola terlihat acuh dan tidak perduli pada keselamatannya, dia sungguh membenci sikap Kiev yang pemaksa.Shiiitttt"Ahhkk!!!" Viola reflek berteriak dan hampir kepalany
Pagi-pagi sekali, aroma masakan sudah menguar didapur mini milik Alieca Salah satu kelebihan Aliec yang Kiev suka pandai menyenangkannya dalam hal makanan.Tangan Aliec mampu mengubah bahan-bahan masakan menjadi makanan lezat meski sederhana. Hal ini karena Aliec sudah terbiasa hidup man







