Share

Bab 2

Author: Pupihhh
last update Last Updated: 2025-07-22 15:55:03

" Untuk apa anda datang kesini? Bukankah anda tidak perduli lagi tentang Viola?" Ketus Rachel melipatkan tangannya didada.

"Nona Victoria, mengapa anda mencampuri urusan saya? Apakah kamu lupa, Viola istri saya?" Suara berat Kiev menyahut dengan ketus.

"Istri?" Rachel tertawa. "Sejak kapan anda menganggap Viola sebagai istri? Anda bahkan selingkuh dengan gadis lain!" Dia melirik Alieca dengan sinis.

Viola tidak percaya kalau Kiev datang, bahkan bersama Alieca. Dia masih mengingat suara Kiev saat ditelepon pak Len semalam.

"Nona Victoria, kamu terlalu...."

Untuk apa kalian datang kesini?" Viola

memutuskan ucapan Alieca. Dia bukan tidak menyukai Alieca, tapi sangat iri karena Alieca dicintai Kiev.

Padahal Dia sudah berjuang untuk mendapatkan hati Kiev selama tiga tahun. Namun yang Viola dapat, hanya sikap ketus dingin serta Acuh.

Sebelumnya, Kiev tidak pernah mendengar suara dingin seperti itu keluar dari mulut istrinya. Viola selalu ramah, bahkan kepada Alieca.

Namun Kiev bersikap tidak perduli, "Kau yang menelponku!" Dia tidak mau Viola salah paham, atau menganggap dirinya perduli.

"Aku tidak merasa menelponmu! Kau tidak akan memperdulikan bagaimana kondisiku, bahkan jika aku matipun, kau justru akan bahagia"

Memang itu kenyataannya. Sebelum Viola kecelakaan kemarin, dia tidak enak badan dan meminta Kiev mengantarnya kerumah sakit. Namun Kiev menolaknya dengan kejam.

"Kau tidak sedang sekarat sehingga membutuhkan pertolongan segera kan? Ada banyak urusan yang lebih penting dari mengantarmu kerumah sakit"

Viola hanya membutuhkan sedikit perhatian Kiev, namun selalu yang diberikan Kiev penolakan dan sikapnya yang acuh tak acuh.

Kiev seperti tertampar ucapan Viola, Kiev. teringat ucapannya kemarin yang membuatnya tertegun beberapa saat Diperlakukan seperti apapun, Viola

biasanya tidak perduli dan masih selalu mencintainya.

Namun kali ini... "Sepertinya kecelakaan membuatmu berani, Viola!" Kiev tersenyum sinis. Kedua tangannya masuk kedalam saku celana, dia sangat tenang dengan mata sedikit menyipit.

"Kalau itu benar, aku sangat bersyukur. Sebaiknya kalian pergi, kalian pasti memiliki banyak urusan lain. Hanya membuang-buang waktu datang kesini!"

Diam-diam Viola mengusir Alieca dan Kiev secara tidak langsung.

Alieca merasa tersinggung atas ucapan

Viola, dia memprotes, "Viola, kamu mengusir kami? Aku bersusah payah

membujuk Kiev untuk datang kemari. Suaranya terdengar sedih sampai membuat Kiev kesal.

"Aku nggak menyuruh kamu membujuk Kiev. Aku juga nggak akan sembuh hanya karena Kiev kesini! Aku nggak berani

mengusir kalian, hanya saja-..."

"Cukup!!" Bentak Kiev yang langsung

membuat Viola tersentak kaget. Kiev menatap Viola tajam, 'Kamu tidak pernah berubah, Viola. Sikap kamu selalu membuatku muak dan benci. Alieca datang baik-baik kesini karena punya hati nurani, tapi kamu malah mengusirnya?"

Kemarin Viola akan nangis saat dibentak

Kiev, namun dia masih saja mencintai Kiev dan tidak menyerah mendapatkan hatinya.

Namun kali ini, hatinya seperti mati rasa dan tidak sedikitpun ingin menangis atau sedih. Sudah cukup dia harus mengakhiri cinta sepihak ini, semuanya percuma kalau dalam hati Kiev hanya ada Alieca.

"Kenapa tuan Kiev? Apa kamu tersinggung? Aku bertanya sekarang... bagian mana, sikapku sekali yang tidak membuatmu muak dan membenciku setiap saat?"

Bahkan setiap saat aku selalu bersalah

dimatamu! Viola menyahut dengan tenang, bahkan dia sedikit tersenyum meski dia ingin sekali Kiev.

Ini jauh berbeda dari sikap Viola biasanya yang marah ketika menyangkut

'Kalian berdua keluar dari sini!" Tegas Kiev, suaranya yang berat dan dingin seketika membuat Alieca nurut, lalu menarik paksa Rachel keluar ruangan bersamanya.

Kiev mendekati istrinya yang mulai berani melawannya tidak biasa. Menjepit dagu Viola yang terus memalingkan wajahnya kearah lain. Viola tidak sudi lagi menatap wajah pria yang menolaknya berkali-kali.

"Apa yang kau inginkan? Kecelakaan membuat otakmu konslet!"

Viola menatap Kiev, ekspresinya sangat

dingin dan Kiev tidak pernah melihatnya. Kedua kornea mata mereka bertemu, namun Viola tidak merasakan apapun

seperti sebelumnya ketika berdekatan dengan Kiev. Apa ini yang dinamakan hatinya telah mati rasa?

"Benar! Dan Kecelakaan membuatku sadar, siapa tuan Kiev Arron" Viola

menekan kata-katanya. Seolah dia menyalahkan Kiev atas kecelakaannya.

"Apa maksudmu?" Kiev mengernyitkan keningnya. Dia tidak mengerti ucapan

Viola.

"Kau jangan pura-pura tidak mengerti, Kiev!" Dalam pancaran kornea coklat Viola, hanya nampak raut kebencian terhadap Kiev. Percuma juga bicara pada Kiev yang tidak akan pernah mengalah dan mengakui kesalahannya. Hembusan nafas kasar terdengar, Viola memejamkan matanya dan melihat bagaimana dia mencintai Kiev dan

membencinya, "Aku ingin mengakhiri hubungan ini! Kita bercerai saja Kiev!"

Tidak ada keraguan ketika Viola mengeluarkan kata-kata. Seakan yakin dengan pilihannya kali ini, Kiev tidak pernah bahagia didalam pernikahan yang mereka jalani.

Bukan hanya Kiev, namun Viola pun sama, Bahagianya hanya bersama Kiev, mampu. mengikat pria tersebut dalam pernikahan. Fikir Viola lambat laun Kiev akan jatuh cinta padanya, tapi ternyata kebalikannya meski telah menikah tiga tahun, Kiev masih selalu mengabaikannya dan membencinya.

"Apa kamu bilang?" Kiev mengernyit heran, kaget tentu saja. Viola tergila-gila padanya sampai mengorbankan apapun untuk mendapatkannya. "Apa kamu yakin mau bercera?"

Viola menarik nafasnya perlahan, lalu mengangguk mantap. "Lebih baik kita bercerai saja. Aku nggak akan menggangu hidupmu lagi. Kamu bisa menikahi Alieca"

Memang itu yang diharapkan oleh Kiev mendengar permintaan cerai sendiri dari Viola. Tapi kenapa hatinya berkata lain, dia tidak menyukai kata cerai dari Viola

bahkan benci mendengarnya.

"Sebelum memutuskan bercerai tanpa ada persiapan apapun, sebaiknya dibuang jauh-jauh dulu. Keluarga baru Arora nggak ada yang menyukaimu, bagaimana kamu kembali? kamu juga nggak memiliki skil dan kemampuan apapun dalam bekerja. Atau kamu sudah siap menjadi gelandangan?" Ejek Kiev menyepelekan kemampuan Viola.

Meski kuliahnya tidak lulus, tapi Viola memiliki skill merancang baju dengan hebat. Karena diam-diam, dia telah bekerja sama dengan seorang desainer terkenal difinshdom.

Dan, sejak kapan Kiev perduli pada masa depannya? Kiev tidak pernah menghiraukannya, dan hanya perduli kepada Alieca.

"Tuan Kiev, sejak kapan kamu perduli pada hidupku?" Viola memincingkan matanya.

Kiev seharusnya tidak perlu perduli, bagaimana Viola menjalani hidupnya setelah bercerai. Tapi hati kecilnya tiba-tiba. Saja mendorong dan mencegah Viola untuk tidak bercerai darinya.

Dia tidak mau kalau sampai Viola salah

paham menganggapnya perduli. "Aku sama sekali tidak perduli padamu. Hanya saja, Nenek pasti melarang kita bercerai!" Kiev berkilah.

"Aku akan bicara sendiri pada Nenek. Nggak perlu mengkhawatirkan kalau nenek akan menyalahkanmu!"

Kiev kesal. Dia tidak memiliki banyak alasan. untuk menahan Viola. Hubungan. pernikahan mereka tidak sedekat pada

umumnya, mereka terlalu jauh.

"Bagus kalau begitu! Kalau kau ingin bercerai, lakukan saja. Asistenku akan mengurus semuanya! Sahut Kiev dengan

ketus. Dia sangat kesal karena Viola bersikukuh ingin bercerai.

Raut wajah Kiev yang tidak pernah

bersahabat memang sudah terbiasa bagi Viola. Tapi kali ini terasa berbeda, Kiev seperti menahannya. Andaikan Kiev mau

mengakuinya, Viola pasti....

"Oke. Kalau nggak ada yang dibicarakan lagi, tolong segera keluar. Aku mau istirahat!"

Kiev mendelikkan matanya, "Kau berani

mengusirku?"

"Sama sekali nggak! Tuan Kiev, aku ini lagi sakit dan hampir sekarat. Tidak bisakah kamu bersikap ramah saja? Maaf, aku telah lancang! Kumohon segera tinggalkan aku!"

Viola mengatupkan tangannya, wajahnya

yang melas membuat Kiev semakin kesal.Pria itu langsung membalikkan badan dan pergi dari ruangan.

••••••••

"Jangan menyentuhku dengan tangan

kotormu !" Bentak Rachel mengibaskan

tangannya Alieca.

Gadis yang lebih tinggi dari Rachel itu

menarik tangannya, dia tidak mengetahui kesalahannya sampai Rachel terlihat sangat tidak menyukainya. "Nona Victoria, sepertinya aku nggak pernah membuat kesalahan padamu, tapi mengapa kamu terlihat nggak menyukaiku? Tanya Alieca bingung.

Rachel tertawa lalu melipat tangannya

didada. "Nona Alieca, kamu memang nggak bersalah padaku! Tapi kamu sudah menyakiti temanku, itu sama saja kamu telah menyinggungku!" Sahut Rachel.

"Menyakiti temanmu?" Alieca semakin

bingung. Victoria, sepertinya kamu

salah. Kalau yang kamu maksud Viola, aku sama sekali nggak pernah menyakitinya!" Tegas Alieca.

Rachel menaikkan sebelah alisnya, Tapi

kamu menjalin hubungan dengan

suaminya. Itu apa namanya? Nona Alieca, kamu memang sangat cantik, seharusnya mencari pria single Alieca mengernyitkan keningnya, dia masih

bersikap tenang dan tidak terpancing

emosi. Siapa yang lebih dulu kenal Kiev?

"Aku nggak menyakiti Violet. Sebelum Violet menikahi Kiev, kami lebih dulu menjalin hubungan, Justru temanmu yang telah merebut Kiev dariku, Nona Rachel!' Sahut Alieca dengan tegas.

Rachel kehabisan kata-kata dan tidak bisa bicara mendengar ucapan yang

memang benar adanya, yang mengambil

Kiev itu Viola, sedangkan Alieca korban.

Tapi Kiev yang terlalu kejam terus menyakiti Viola, akhirnya kedua gadis itu yangmenjadi korbannya.

••••••

Pagi kembali menyapa, Viola memaksa

untuk pulang meski dokter belum mengizinkan. Luka yang dialami dibagian. kepala akibat kecelakaan belum sepenuhnya sembuh, dan dokter

seharusnya masih memantau perkembangannya serta melakukan CT Scan untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat, ditakutkan terjadi garigguan sistem. saraf pada kepala Viola.

Violet masih pulang kekediaman Arron menggunakan taxi. Dia sengaja tidak

menghubungi Pak Len, sampai diruang.

tamu mewah itu, Asisten pribadinya Kiev memanggilnya dari belakang.

"Permisi nona, selamat pagi Leonardo menundukkan kepalanya sebentar sebagai rasa hormat."

"Pagi. Ada apa?"

"Nona, kamu pulang dari rumah sakit lebih awal?  Saya datang kesana dan tidak menemukan anda!"

"Aku merasa jenuh!"

Leon mengangguk paham. Dia ingin membahas sesuatu yang penting dan tidak melupakan tujuan utarnanya menemui Viola, "Nona muda, Apa kamu yakin mau bercerai?"

Bersambung

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Menikahi sang Ceo dingin    Bab 15

    Seperti biasa, saat tidur Viola selalu tidur dibagian tepi ranjang memberikan jarak untuk dirinya dan Kiev.Kali ini, Kiev tidak tidur diranjang. Justru pria itu hanya mengambil bantal dan selimut didalam lemari walk in closet lalu berjalan menuju sofa.Jujur saja, sebenarnya Kiev ingin tidur diranjang bersama Viola, tapi, Kiev tidak ingin membuat Viola merasa tidak nyaman dan gelisah.Viola merasa tidak ada pergerakan disebelahnya, hingga beberapa saat kemudian, barulah Viola mengintip sedikit dan ternyata disampingnya kosong."Kemana Kiev?" gumamnya, dia tidak bisa melihat dengan jelas karena pencahayaan yang kurang.Hanya lampu tidur yang menyala, Kiev tidak bisa tidur kalau lampu utama menyala.Viola bangun dari tidurnya lalu melihat kesana kemari kesetiap penjuru kamar. Barulah dia melihat sosok bertubuh tinggi dan besar itu tidur disofa panjang yang pas seukuran Kiev.Viola sedih, karena berfikir Kiev memang berusa

  • Menikahi sang Ceo dingin    Bab 14

    "Em ngomong-ngomong Kamu masih single?"Viola menjawab dengan santai, "Aku sudah menikah"Uhuk uhukFelix tersedak saat menyeruput Americano coffenya karena jawaban Viola yang seperti mematahkan hati dan semangatnyTapi, Felix rasanya tidak percaya."Sungguh? Kenapa aku melihat kamu seperti gadis?" Sahut Felix.Viola mengaduk-aduk hazelnut lattenya, sembari berfikir, apa benar dia memang seperti gadis yang belum menikah.Sepertinya memang sedikit benar, lagi pula usianya masih muda dan belum pernah hamil dan melahirkan."Aku nggak memaksa kamu percaya. Tapi memang itu kenyataannya!""Ah, kenapa gadis yang cantik seperti kamu harus sudah laku?" Celetuk felix memasang wajah putus asanya.Viola menahan senyumnya, bisa-bisanya Felix menyamakan dirinya dengan barang jualan. Tapi Viola sama sekali tidak tersinggung"Hidup itu maju, dan tidak berhenti. Masih banyak gadis yang berkeliaran." Sahut Viola.

  • Menikahi sang Ceo dingin    Bab 13

    Apapun yang terjadi dirumah tangganya, Viola tetap berusaha bersikap profesional di boutique dan berusaha melupakan pembicaraannya dengan Kiev. Tapi tetap saja, dia wanita normal yang segala sesuatu pasti selalu dipikirkan. Begitu pula Kiev yang tidak bisa fokus dengan pekerjaannya di perusahaan. Dia selalu memikirkan Viola, dan kelanjutan pernikahan mereka. Kalau dia dan Viola bercerai, bagaimana dengan Nenek dan ibunya mereka pasti akan marah besar. Bahkan nenek dulu selalu mengancamnya, kalau seandainya dia melepaskan Viola, maka Kiev akan dicoret dari daftar warisan. Untuk warisan, Kiev tidak terlalu perduli. Semua harta dan aset yang dia miliki sendiri lebih dari cukup untuk menghidupinya dan keturunannya kelak. "Leon, menurutmu aku harus bagaimana?" Tanya Kiev. Saat ini, dia memang membutuhkan Leon untuk membantunya memecahkan masalahnya. Leon memang salah sa

  • Menikahi sang Ceo dingin    Bab 12

    Pagi yang sangat cerah, Viola sudah berada didalam kamar nek ratu. Membantu wanita paruh baya itu membersihkan diri.Setelah itu, Viola juga kedapur dan mengecek para juru masak wanita yang sedang membuat makanan untuk anggota keluarga."Untuk sup nya nenek, pastikan daginya harus matang sempurna. Jangan terlalu banyak garam dan micin." Titah Viola seperti ahli gizi.Para juru masak mengangguk paham, "Baik Nyonya.""Oh ya, tolong buatkan salad sayur untukku." Tiba-tiba saja, Violet menginginkan makanan itu.Para juru masak pun mengabulkannya. Mereka terus bekerja meski diawasi Viola yang memang sangat teliti untuk masakan keluarga.Tidak merasa risih atau canggung, karena mereka sudah terbiasa disaat ada nenek dirumah, karena Viola selalu ingin memastikan makanan nenek mengandung. gizi dan nutrisi yang seimbang dan terpenuhi.Tanpa Viola sadari, sepasang mata dari tadi terus memperhatikannya dari tangga.Kiev te

  • Menikahi sang Ceo dingin    Bab 11

    Saat matahari sudah mulai terbenam, Viola sampai dirumah keluarga Arron. Baru masuk dari pagar, dia melihat nenek Ratuliu tengah duduk ditaman bersama Clara.Viola pun menghampiri mereka, "Nenek, mama. Sudah mau malam, kenapa masih disini?""Nenek kamu, pengen cari udara segar sebentar." Jawab Clara."Sayang, kamu masih bekerja? Bukankah nenek sudah bilang, jangan lagi bekerja di boutique itu? Nama kamu bisa tercemar." Nek ratu menasehati.Viola tidak bisa menjawab. Tentu saja Viola tidak bisa berhenti bekerja disana, karena dia adalah pendirinya. Namun Nek ratu dan Mama Clara tidak tau, mereka hanya taunya Viola bekerja sebagai Maneger di Mutyara boutique."Emm, begini nek. Viola nggak enak sama teman Viola, kalau nanti dia sudah mendapatkan pengganti Viola, Viola pasti Resign." Jawab Viola berusaha meyakinkan.Dalam diri Viola yang Clara sukai, bukan hanya cantik, dan dari keluarga terpandang, namun Viola memiliki hati yang lem

  • Menikahi sang Ceo dingin    Bab 10

    Setelah gagal menemui Kiev dirumah, Aliec kini sampai di perusahaan grup Arron. Aliec sangat takut kalau Kiev marah dan tidak mau kalau Kiev terus mengacuhkannya.."Permisi, saya mau bertemu dengan tuan Kiev." Ucap Aliec kepada resepsionis"Baik, Nona Aliec. Saya akan menghubungi tuan muda Kiev." Jawab Resepsionis lalu menghubungi Secretaris Kiev untuk mengabarkan kalau Aliec datang.Hampir semua pegawai memang tau siapa Aliec, karena Aliec sering datang ke perusahaan grup Arron ketika pulang Kuliah. Dan Kiev juga memang terlihat sering bersamanya dibandingkan bersama Viola.Bahkan para karyawan juga kebanyakan. menyukai Aliec daripada Viola, dan mereka juga mendukung hubungan Aliec dan Kiev.Viola sudah terkenal buruk dimata pegawai karena merusak hubungan Kiev dan membuat Kiev tidak bahagia. Mereka lebih menyukai Aliec, terlebih Aliec gadis yang dicintai Kiev."Nona, silahkan masuk. Tuan muda Kiev. mengizinkan anda masuk." Ucap

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status