Share

Bab 55

Author: Iyustine
last update Last Updated: 2026-01-03 18:51:09

“Aku senang ngeliat kamu, kayaknya bahagia banget hari ini,” celetuk Revan setelah mobil berjalan beberapa saat. “Beda sama bulan lalu, kamu… galak.”

“Sialan,” desis Faya. Dia melengos. Melihat ke samping kiri. “Kalau gitu aku mau galak aja ah!”

Revan terkekeh. “Aduh, jangan cepat ngambek dong. Baru juga aku bilang senang melihat kamu bahagia. Ketawa-tawa, nge-prank aku… walau tadi aku agak terkejut, takut salah orang. Soalnya beda banget sama yang bulan lalu.”

Faya meringis. Mendadak perasaannya pecah perlahan. Menyadari dia memang merasa bahagia. Mungkin justru terlihat terlalu bahagia, seperti yang baru saja Revan katakan.

Istri Alex itu pun spontan menghembuskan napas kuat-kuat. Nyaris seperti mendengus.

“Faya… maaf kalau aku salah ngomong ya,” kata Revan hati-hati. Matanya melirik berkali-kali, membagi konsentrasi antara menyetir dan ingin melihat wajah Faya.

Perempuan berambut panjang itu malah menghembuskan napasnya lagi. Lalu tersenyum kecut. Hatinya yang sedang tidak karuan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Menikmati Sentuhan Pria Bayaran   Bab 68

    “Bantuin buka kenapa? Agak susah nih.” Wisnu meringis. Terlihat dia membagi-bagi konsentrasi. Antara tetap mengendalikan mobil dan ingin cepat membuka celananya.Yasmin tersenyum-senyum nakal. “Usaha dong. Abis itu baru aku yang berusaha.”Perempuan berambut pendek itu terus terkikik sambil melihat pada Wisnu yang tampak sibuk sendiri. Namun akhirnya, Yasmin tidak tahan juga. “Ah, kamu nih, kamu yang mau enak, aku semua yang repot.”Tangan Yasmin menyelonong. Membuka dengan terampil. Dalam beberapa detik saja, organ vital Wisnu yang sudah tampak lurus itu nongol. Tanpa babibu, mulut Yasmin langsung melahapnya.“Agh… enak sekali, Sayang.” Wisnu tampak menggeliat-geliat. Tangannya sesekali menekan kepala Yasmin, seakan takut jika perempuan itu akan menyudahi kenikmatan yang baru saja dia dapatkan.Mobil Wisnu pun melaju di jalanan yang diguyur hujan amat lebat. Berputar-putar tak tentu arah. Terkadang tampak oleng, tiba-tiba melaju terlalu cepat atau bahkan terlalu pelan. Sampai akhirny

  • Menikmati Sentuhan Pria Bayaran   Bab 67

    Miranda sempat menoleh, dan melihat senyum Yasmin yang terkesan mengejek, sebelum mantan sahabatnya itu pergi bersama mantan pacarnya.Perempuan itu mencetus derai getir. Siapa pun yang melihat, bisa tahu kalau kedua manusia berlainan jenis itu mempunyai ikatan sesuatu. Mungkin benar, kalau Yasmin tidak merasa menjalin hubungan istimewa dengan Wisnu, sebab Yasmin mempunyai rencana sendiri.Namun Wisnu? Dengan bodohnya, lelaki itu menyambut jebakan Yasmin begitu saja. Sampai Wisnu berani memutuskan hubungan mereka berdua dengan tiba-tiba. Hubungan yang sudah terjalin satu tahun lebih.“Astaga, Kak Mira!” Suara perempuan, salah satu penghuni kos, datang tergopoh dari dalam. “Masuk, Kak. Segera mandi air hangat. Nanti Kakak bisa sakit.”“I-iya.” Miranda memaksa tersenyum.“Sabar ya, Kak. Pasti berat, tapi harus direlain. Nggak seberapa cowok begitu,” ujar sang teman lagi. Dia adalah orang pertama yang melapor pada Miranda ketika melihat Wisnu dan Yasmin terlihat berduaan di sebuah kafe.

  • Menikmati Sentuhan Pria Bayaran   Bab 66

    Alex kembali berdiri. Meninggalkan kamar itu untuk masuk ke kamar lain. Seperti biasa, dia selalu memesan dua kamar bersebelahan. Terlebih kali ini, dia harus tinggal di situ selama Faya bersama Revan. Untuk membuat alibi kepada orang tuanya, bahwa dia dan Faya benar-benar melakukan terapi.Begitu masuk kamar yang baru, Alex menyambar botol wine, menuangkan sebagian kecil ke dalam gelas berkaki. Menenggak tandas sekali teguk, lalu duduk menengadah. Kepalanya mulai pusing, tentu saja bukan karena secuil wine itu. Melainkan karena dia menyimpan marah. Amarah yang menggelegak karena kelakuan dua pegawainya yang bernama Yasmin dan Miranda.“Huff….” Nafasnya berhembus kencang. Harga diri Alexander Chandra benar-benar tercoreng oleh kedua perempuan itu.Yasmin ternyata tidak sepolos yang dia kira. Sekretarisnya yang genit itu sudah begitu detail merencanakan sesuatu untuk mengambil keuntungan dari keisengann

  • Menikmati Sentuhan Pria Bayaran   Bab 65

    Perempuan dengan setelan blazer dan rok selutut itu tampak tersenyum. Menutup pintu, lalu berjalan mendekati Alex.“Maaf, kalau saya mengejutkan Bapak.” Miranda terlihat berhenti sekitar dua meter dari tempat Alex duduk. Lalu membungkukkan punggung sekilas. “Mungkin Pak Alex bertanya-tanya, kenapa saya bisa ada di sini.”Alex diam. Hanya menatap tajam kepada perempuan yang dia tahu sebagai teman dekat Yasmin. Beberapa kali dia melihat Yasmin dan Miranda berdua di area kantor, maupun acara-acara resmi lainnya. Meski sebenarnya Alex lupa nama Miranda, kalau saja perempuan itu tidak menyebutkannya di awal tadi.Tangan Miranda tampak bertaut. Menunduk. “Mungkin Yasmin tidak akan datang, Pak Alex. Karena setelah saya baca pesan Anda, tadi saya langsung menghapusnya. Saya—”“Kamu saya pecat. Dan segera pergi dari sini.” Alex berkata dengan lirih, tetapi tegas. Dia membuang wajah ke arah berlawanan dari Miranda.“Baik, Pak. Saya terima, tapi Pak Alex harus dengar in—”“Kubilang, pergi!” Kini

  • Menikmati Sentuhan Pria Bayaran   Bab 64

    “Oh, siapa perempuan yang beruntung itu?” Faya menampakkan senyum. Meski hatinya bergelombang tak karuan. Aneh juga sebenarnya kalau dia merasa cemburu. Namun rasa itu muncul tanpa bisa dia cegah.Revan tersenyum kecil. “Namanya Kai. Tapi dia bukan cewek, dia laki-laki kecil termanis di dunia. Jantung hatiku.”“Yang ada di wall paper hape-mu?” Faya spontan menyambar. Dengan keterkejutan dan rasa penasaran yang meledak. “Eh, maaf… waktu hape-mu jatuh tadi, aku nggak sengaja liat.”Bibir Revan kembali tersenyum seraya mengangguk, tetapi matanya mulai berkaca-kaca. “Kai, anak almarhum kakakku. Kakak yang sering aku ceritakan ke kamu itu.”“Almarhum? Jadi….” Faya menggigit bibir. Tak kuasa untuk meneruskan ucapannya. Sama sekali tidak menyangka kalau orang yang sering kali Revan bicarakan dengan nada ringan, ternyata sudah meninggal.“Ya. Kai adalah satu-satunya keluargaku yang tersisa, setelah kepergian kakakku. Tapi sekarang Kai ada di panti asuhan, sebab dinas sosial menilaiku nggak la

  • Menikmati Sentuhan Pria Bayaran   Bab 63

    “Geli, ah kumisnyaaa….” Nada Faya sengaja bermanja, sambil melepaskan diri. Dia segera membalik badannya lagi, dan langsung merasakan tubuh Revan merapat.“Nakal ya,” bisik Revan gemas.Faya mulai terkikik ketika merasai sesuatu yang menempel di bokongnya mulai sedikit menekan. Kedua tangan Revan pun sudah mulai menyisir halus, membelai kulit perut, kemudian….Dert, dert. Ponsel Faya yang diletakkan di nakas bergetar-getar. Membuat kedua manusia itu otomatis menghentikan aktifitas mereka serempak.“Huff….” Faya justru menarik selimut. Membenamkan wajahnya ke lengan Revan. Napas perempuan itu menghembus panjang.“Faya, itu—”“Udah, ah, tidur aja yuk. Aku capek banget.” Faya memejamkan mata.“Telponnya… mungkin Pak Alex,” desis Revan.“Ya, sudah pasti dia. Selama ini nggak ada orang lain yang menghubungiku selain suamiku. Paling dia itu menelpon untuk memastikan kepentingannya berjalan lancar. Bukan karena ingin tau tentang keadaanku.” Faya mendadak memuntahkan kekesalan.Revan terden

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status