Home / Romansa / Menipu Sang CEO Buta / S2 #437 Melepaskan dan Rela

Share

S2 #437 Melepaskan dan Rela

Author: aisakurachan
last update publish date: 2026-03-30 08:36:23

Dia terlalu nyaman, bersama dengan Matteo tanpa ikatan yang jelas. Padahal pada kenyataannya, apa yang Aria bayangkan, tidak sama dengan apa yang Matteo rasakan.

Aria selama ini takut untuk mengambil jalan maju, karena tidak ingin hubungan mereka rusak atau terganggu dengan ungkapan rasa cintanya. Dan sejuta alasan lain yang mencegahnya mengambil langkah ke depan, termasuk bayangan tentang dunia hitam Notte, dunia yang tidak mungkin dipisahkan dari Matteo.

"Terima kasih, karena telah peduli pad
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Haruki Matsuda
begini lebih baik ya bang
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 Extra 4 - Hilang Dan Dicari

    Matteo mengusap dadanya sekali lagi. Kali ini tidak berhubungan dengan rasa sakit dari peluru. Sesuatu seakan meremas jantungnya, saat ingatan Ivy yang menangis kembali berkelebat di benaknya. Dia tidak menginginkan ini."Karena ini aku tidak mengungkap rencana ini padamu sebelumnya," gumam Dante."Hm?""Aku tahu kau tak akan setuju. Kau tidak akan mau menyakiti Ivy. Dan rencana ini menyakitinya."Matteo memejamkan mata, karena tak tahu apakah harus mengumpat atau berterima kasih pada Dante. "Di mana aku sekarang?" Matteo akhirnya membelokkan pembahasan, tak tahan dengan bayangan Ivy yang menderita."Aku dengar kau ada di Swiss. Mungkin.""Mungkin?""Aku hanya mengusulkan negara itu pada Raven. Mungkin dia menyetujuinya. Tapi kau tahu sendiri bagaimana dia sangat sulit menyetujui pendapat orang."Matteo hanya mengangguk, meski Dante tak bisa melihatnya. Dan sejujurnya Matteo tak lagi peduli dengan keberadaannya. Tidak penting dirinya berada di mana, karena Ivy tak ada di sini."Aku ak

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 Extra 3 - Hidup Dan Nanti

    Kenyataan memang kadang tidak seindah rencana, meski sudah menunggu ternyata Matteo justru jatuh tertidur saat Dante menghubunginya,Saat mencoba menghubungi balik nomor yang menghubunginya, nomor itu sudah tidak aktif. Dengan terpaksa Matteo menunggu lagi. Namun untung saja, kantuknya sudah berkurang, karena tubuhnya semakin kuat. Ponsel itu akhiri bergetar, setelah Matteo menghabiskan sarapan lembek yang terasa hambar."Aku sudah mulai takut kau tidak akan bangun lagi."Suara Dante terdengar emosional, sampai membuat Matteo terharu. Maklum saja, sapaan terakhir yang dia dengar dari ponsel itu, membuatnya kesal dalam taraf yang tidak wajar."Untuk apa ini semua?" tanya Matteo, langsung."Aku mengabulkan keinginanmu." jawab Dante."Apa aku pernah mengatakan ingin ditembak oleh Dom, dan juga olehmu? Seingatku tidak." Matteo mendengus."Bukan bagian itu. Kau pernah mengatakan padaku ingin keluar dari Notte. Itu yang sedang aku berikan.""Kau membuat kematian palsu untukku?" Matteo tentu

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 Extra 2 - Harga Dan Keinginan

    Matte merasa tenggorokannya sangat kering. Seperti baru saja mengarungi gurun pasir, dan tidak menemukan oase selama berhari-hari. Matteo tidak yakin bisa mengeluarkan suara. Tapi masih bersyukur karena matanya normal,dia bisa melihat ke sekeliling dengan jelas.Telinganya juga normal, karena dia bisa mendengar bunyi alat EKG, yang berdetak konstan seirama jantungnya. Jantung yang sampai saat ini masih setia menemaninya. Meski ada dua peluru menerjang tubuhnya. Dua tembakan itu tidak membunuhnya, dan sangat mengherankan. Mengingat siapa yang menembakannya.Matteo mencoba bergerak. "Agh..."Tidak membunuh, tapi jelas peluru itu melukai tubuhnya dalam kadar parah. Dadanya terasa seperti tertusuk, dan perutnya nyeri hebat dengan satu gerakan kecil."Anda sudah bangun?"Matteo menoleh terkejut, tidak melihat ada perawat di dekatnya sejak tadi. Indera-nya belum berfungsi sempurna.Perawat itu, segera bangkit dan berlari keluar memanggil dokter. Dia khusus berada di situ untuk menjaga Matte

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 Extra 1 - Rencana Dan Nekat

    "Kau akan melakukan apa, dan kau ingin aku melakukan apa?" Raven menggosok bagian dalam telinganya dengan jari, karena merasa salah mendengar perkataan Dante.Raven tadi sudah merasa aneh, saat Dante tiba-tiba mendorong dirinya masuk ke dalam mobil, yang saat ini hanya berisi Dom, Dante dan dirinya sendiri. Hanya mereka bertiga.Raven sebenarnya ingin semobil bersama dengan Max, karena harus mematangkan rencana. Dia ingin menegaskan pada Max, agar tidak terlalu larut dalam adu tembak yang akan terjadi nanti. Yang terpenting baginya adalah menyelamatkan Al, bukan membunuh orang sebanyak mungkin. Tujuan mereka berbeda dengan Matteo dan yang lain. Mereka ke sini bukan untuk berperang atau apapun itu namanya, Raven hanya ingin menyelamatkan anaknya."Kau belum mengerti atau belum mendengar?!" Dante kesal. Merasa sudha menjelaskan rencananya dengan sangat jelas."Aku mendengar dan mengerti! Tapi aku tidak percaya kau baru saja mengatakan akan menembak Matteo sampai terlihat mati. Dan apa i

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #469 Ada Dan Selesai

    Ivy mengenai langit-langit berwarna putih bersih itu. Langit-langit yang sama, yang dulu dilihatnya ketika membuka mata pertama kali, saat tiba dari Italy.Rumah sakit yang membuatnya merasakan kiamat kecil, menyadari jika Matteo tak akan ada lagi disisinya.Tapi Ivy melihatnya saat ini. Matteo berdiri di depan Raven, berteriak entah apa, Ivy tidak bisa mendengarnya, karena seluruh konsentrasi otaknya, kini berusaha menerima kenyataan jika sosok itu nyata.Matteo ada di sana, berdiri, hidup, dan sangat nyata.Pria yang memporak-porandakan kehidupannya, berdiri tak jauh darinya.Pria yang begitu dia rindukan, sampai Ivy menginginkan kematian berulang kali, agar tidak merasakan kepedihan itu.Kepedihan yang ada karena Ivy tahu dia tak akan bisa menutup kerinduan itu dengan apapun juga. Kepedihan karena Ivy tahu, seharusnya mustahil dia bisa melihat Matteo.Ivy menutup mulut, sementara matanya melakukan hal yang sudah berbulan-bulan ini mencoba untuk dicegah Ivy. Air mata membanjir deras

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #468 Penyelamatan Dan Kejutan

    "Selamat pagi!"Ivy menoleh, dan segera melupakan niatnya mencari tempat duduk untuk mengencangkan tali sepatunya yang longgar. Dia melihat Cody yang memakai baju jogging berwarna navy, melambai padanya."Ini kejutan, aku tidak tahu kau biasa berada di sini saat pagi." Ivy menyapa dengan mata melebar."Ini bukan kejutan untukku. Aku tahu kau akan ada di sini," balas Cody. Mengindikasikan jika dia berada di sini memang untuk Ivy.Ivy memang pernah bercerita, sering berjalan-jalan di Central park saat minggu pagi. Perhatian yang disengaja. Kurang lebih artinya seperti itu. Ivy hanya bisa tersenyum menanggapinya."Aku butuh sedikit bergerak. Tubuhku mulai gampang pegal," kata Cody, kemudian. Sepertinya sadar jika kalimat yang tadi terlalu berani. Beberapa kali berjalan-jalan di taman ini, Ivy memang tidak pernah bertemu Cody. Jadi dia harus membuat alasan itu.Kecurigaan Ivy soal apa niat Cody mendekatinya, kembali mengemuka. Dan dia ingat, karena kedatangan Raven, dirinya belum sempat me

  • Menipu Sang CEO Buta   #299 Obsesi Tapi Dari Pria Lain

    Ellie menahan nafas sambil meremas tangan Raven, saat melihat Al dengan gerakan kaku dan gontai, meraih pinggiran sofa, memakainya sebagai tumpuan untuk berdiri.Ellie secepat kilat menyambar kamera, yang sekarang tidak pernah jauh dari jangkauannya.Ellie tidak pernah lagi merasa perlu mencari obje

  • Menipu Sang CEO Buta   #298 Bekas Tapi Tidak Buruk

    Begitu pintu kamar itu tertutup, Raven mendorong Ellie ke tembok dan melumat bibir yang amat sangat dirindukannya.Kasar, dengan sedikit aroma tuntutan dan hukuman. Nafas Ellie terengah, saat Raven menyesap nikmat itu dengan sangat liar."You little devil..." Raven mendesis, melepaskan Ellie sejenak

  • Menipu Sang CEO Buta   #297 Selesai Tapi Diam

    "Sudahlah. Tidak usah membicarakannya!" putus Raven. Mulai tidak suka Matteo menjadi pokok bahasan utama obrolan mereka."Lebih baik kita membahas soal Frey dan Al, atau mungkin...""La strada del treno finisce qui." (Jalan kereta berakhir di sini) Kusir kereta yang mereka tumpangi menyela Raven.Ke

  • Menipu Sang CEO Buta   #296 Wanita Tapi Siapa?

    Pelayan membawa teh untuk Ellie, dan kopi untuk Raven, lalu menyerahkan menu. Raven memesan ravioli, makanan sejenis pasta. Sedangkan Ellie memesan sejenis pangsit yang terbuat dari tepung berisi daging.Sambil menunggu pesanan mereka datang, Elli memandang lalu-lalang sibuk di luar restoran. Mereka

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status