Home / Romansa / Menipu Sang CEO Buta / S2 #494 Sepi dan Sendiri

Share

S2 #494 Sepi dan Sendiri

Author: aisakurachan
last update publish date: 2026-04-11 05:42:39
"Apa restorannya tutup?" tanya Ivy bingung.

"Apa restoran itu tutup, Lu?" Matteo mengulang pertanyaan pada Luigi yang tersenyum.

"Tidak, Mr. Ranallo. Saya sudah memesan tempat, dan mereka buka malam ini," jawabnya.

"Lalu kemana semua orang?" Ivy bergegas membuka pintu dan turun dari mobil.

Dia tidak percaya melihat pelataran parkir River Cafe selengang itu. Ivy beberapa kali berkunjung ke restoran ini, dan tidak pernah menemukan satu ruang kosong untuk mobilnya dengan mudah. Terlalu penuh.

Ivy k
aisakurachan

mudah2an bener Bang kali ini 😝😝

| 3
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #406 Tekanan dan Permintaan

    "Aku pernah melihatmu berjalan bersama wanita di Lake Magiorre, tahun lalu. Apa itu wanita yang akan kau nikahi?"Matteo terdiam berpikir. Ellie tidak salah, dia memang pernah berada di sana bersama Ivy, dan hanya sekali. Dia kemudian sadar, jika Ellie juga berada di kota itu. Rose dan Dante pergi ke sana bersama Ellie dan Raven. Jadi Ellie melihat Ivy bersamanya setelah dia membunuh salah satu penyerang Ivy."Kau benar-benar melihatku?" Matteo tak percaya Ellie bisa kebetulan melihat mereka."Hanya dari kejauhan. Aku tidak ingat melihat wajahnya dengan jelas. Aku ingat dia memakai turtleneck." Ingatan Ellie detail soal baju, karena menurutnya aneh. Saat itu musim panas.Matteo kini yakin Ellie benar-benar melihatnya hari itu. Sampai sekarang, Ivy masih memiliki kebiasaan untuk memakai scarf atau turtleneck untuk menutupi luka. Jadi gadis yang dilihat Ellie benar-benar Ivy."Aku akan menikah dengan gadis itu," kata Matteo."Oh wow! Kau tidak bercanda?!" Ellie kembali berseru."Tidak, E

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #405 Kabar dan Kejutan

    "Kau belum menghubunginya?"Ivy bertanya, karena saat kembali masuk ke kamar, dia masih melihat Matteo berada dalam posisi yang sama. Berdiri memandangi ponsel.Matteo menggeleng.Ivy mendesah sambil memilih sepatu dari rak. Pilihannya jatuh kepada sepatu boot berwarna hitam yang dulu dibelinya di Italy. Modelnya sangat cocok dengan musim gugur, dan cocok dengan gaun selutut warna merah, yang dipakainya sekarang.Mantel dan scarf yang dipakainya nanti, juga akan berwarna hitam. Tidak terlalu casual, tapi tidak juga resmi berlebihan. Cocok untuk acaranya hari ini. Yang membuat Ivy paling puas, penampilannya sangat serasi dengan Matteo. Dia memakai jas hitam dan kaos turtle neck merah tua hari ini.Acara hari ini, mereka akan berkeliling ke beberapa tempat untuk memilih lokasi pernikahan, dan setelah itu masih harus melakukan fitting baju pengantin.Hari yang sangat sibuk, karena itu Ivy tidak ingin Matteo membuang waktu, dengan menimbang dan berpikir soal menghubungi Ellie. Sudah sejak

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #404 Tamu dan

    "Maaf, Macy. Tapi bisakah aku memberinya besok? Hari ini ada beberapa tamu yang tidak terduga, jadi kami belum bisa memutuskan."Ivy meminta dengan sangat sopan dan hati-hati. Terdengar Macy bernafas berat."Baiklah, aku mengerti. Tapi tolong secepatnya ya! Dan aku sudah mengirimkan beberapa gambar lokasi melalui email. Kau boleh memilih lokasi mana yang kau sukai, dan kita bisa berkunjung ke sana untuk survey. Hanya ada sedikit tempat yang bisa aku berikan, karena terbatasnya waktu persiapan."Macy mengurai tugas lain Ivy panjang lebar."Tentu saja. Tidak masalah. Terima kasih Macy," kata Ivy. Lega Macy tidak terdengar kesal.Bagaimana pun seharusnya dia menyerahkan daftar tamu hari ini, tapi terpaksa mengingkari janji itu, karena kedatangan Ibunya dan Jossie.Jossie sendiri baru pulang setelah hampir sore. Gadis itu sedikit terlalu bersemangat. Karena itu Ivy sama sekali belum bisa mengirimkan daftar tamu undangan yang diminta.Setelah mengucapkan maaf dan terima kasih sekali lagi pa

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #403 Kalah dan Ayah

    Namun untuk kedua kalinya, Mateo menyelamatkan pipi Ivy. Kali ini dengan mengangkat tangan. Amadea hanya berhasil menampar punggung tangan Matteo."Anda mungkin melihat yang terburuk dari ayah saya, dan pada diri saya. Tetapi saya tahu satu hal pasti, saya tidak akan pernah melukai Ivy. Karena saya tidak pernah rela melihat Ivy terluka maupun kesakitan."Kalimatnya masih sopan, tapi mengandung teguran. Ini kedua kalinya Amadea berniat untuk melukai Ivy. Memang ucapan Ivy sangat tidak sopan, tapi Amadea juga sama.Matteo tidak menyukai bagaimana tangan Amadea sangat ringan berusaha menyakiti Ivy. Matteo masih bersifat hormat dan sopan, hanya karena statusnya sebagai ibu Ivy."Kau boleh menutupi kebususkan keluarga Ranallo dengan kata-kata manis. Tapi ingat saja, aku tahu hitam apa yang ada di keluarga itu!" Bukan hanya pada Ivy, kini Amadea murni marah pada Matteo, setelah mendengar teguran itu. Dan lebih kesal lagi, karena tidak bisa melakukan apapun padanya.Amadea kembali berpaling p

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #402 Ibu dan Penolakan

    Jossie diantar oleh Luigi ke ruangan baca, menjauhi bencana yang sebentar lagi datang. Meninggalkan Matteo dan Ivy yang kini berdiri dengan sedikit tegang.Seperti Ivy, Matteo juga berpendapat Amadea tidak akan datang dalam damai. Jantung Ivy berdetak kencang, saat bel pintu depan berbunyi. Mauro yang berlari membukanya.Dan masuklah sosok Amadea masih persis seperti apa yang ada dalam ingatan Matteo. Berselimut mantel hitam, wanita itu menatap tajam pada Ivy, dan berkerut tak suka melihat Matteo."Aku mengira kau sudah lebih waras, saat memutuskan untuk kembali ke New York. Tapi ternyata kau masih membawanya.."Yang Amadea maksud tentu saja Matteo. Karena sudah tidak berada di Neive, sepertinya Amadea merasa lebih berani menghadapi Matteo. Jika dulu dia masih segan karena Matteo adalah Ranallo, rasa segan itu sudah jauh berkurang sekarang, saat mereka berada di luar Neive."Aku tidak mungkin akan kembali jika Matteo tidak ada disini!" balas Ivy."Kau memang sudah gila!" bentak Amadea.

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #401 Teman dan Sesal

    Jossie terus terisak memeluk tubuh Ivy, sampai dia terpaksa menepuk punggung Jossie untuk membuatnya tenang. Ivy memandang Matteo, tidak berkata apapun, tapi kurang lebih artinya adalah 'apa yang kau lakukan padanya?'"Aku tidak melakukan apapun." Matteo mengelak.Alis Ivy bergerak ke atas, tanda tidak percaya."Aku hanya menyuruhnya pergi, karena tidak seharusnya dia bicara padamu lagi!" tukas Matteo.Perbuatan yang jelas tidak bisa dikategorikan sebagai tidak melakukan apa-apa. Ivy menggeleng, lalu meminta tisu pada Mauro. Dia menyerahkannya pada ada Jossie, sambil melepas pelukan itu bajunya sudah basah oleh air mata."Kau tidak boleh menangis jika ingin berbicara padaku," kata Ivy. "Aku tidak akan mengerti apa yang kau katakan, apa yang kau maksud," bujuk Ivy.Ivy mengulang apa yang dilakukan Mauro tadi, sedikit memaksa Jossie untuk duduk di sofa. Dia juga meraih gelas yang tadi diambil Mauor, menyuruh Jossie untuk minum, agar lebih tenang.Sedu sedan itu masih berlangsung, walau J

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #486 Manis Dan Puas

    Pemandangan yang tidak biasa terlihat pagi itu. Semua penghuni apartemen Ivy berkumpul di depan televisi, padahal hari masih sangat pagi. Bahkan Mauro yang hanya tahu sedikit saja soal apa yang terjadi, ikut bersemangat dan menanti di depan televisi.Baik Ivy maupun Matteo hanya tidur mungkin sekita

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #485 Senjata dan Serangan

    "Akan aku lakukan." Claris akhirnya menjawab dengan kata setuju.Matteo menyeringai puas."Bagus. Aku ingin berita ini dimuat besok pagi. Terserah kau mau membuat berita itu dalam skala sebesar apa. Kau boleh mengontak semua kenalanmu, pastikan saja berita itu membesar dengan cepat. Mengerti?!" Matt

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #484 Penolakan Dan Langkah

    Matteo menutup mata dan mendesis jengkel. Dia malas mengulang-ulang penjelasan.Luigi yang melihat itu, akhirnya mengambil alih. "Mr. DeFranco ingin agar anda mencabut pernyataan soal Ivy Adams adalah penipu, setan nafsu, dan lain sebagainya."Mata Greenwood mengedip dengan sangat cepat, menandakan

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #482 Terpojok dan Menyerah

    "Aku DeFranco. Kau sudah mendengar namaku tadi," jawab Matteo santai. Dia sedikit senang melihat Claris akhirnya merasa kesal."Aku tidak bertanya soal namamu, aku...""Aku tahu!" potong Matteo. "Dan nama memang bukan masalah utama saat ini. Yang menjadi masalah, adalah apa yang aku ketahui tentang

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status