Share

#93. Penasihat Agung

Auteur: azzurayna
last update Dernière mise à jour: 2025-12-29 14:07:14
Susunan acara berlanjut ke prosesi pemberian penghargaan kepada Zhen Ming, Cai Lun, dan wanita suci.

Zhen Ming diberi hadiah berupa ratusan ribu tael emas, tambang besi, sebuah gedung di pusat Ibu Kota, serta sejumlah lahan berkualitas.

Permaisuri Wei menggigit bibirnya iri hingga lecet. Pangeran campuran sepertinya bahkan mendapat begitu banyak!

Permaisuri tahu Kaisar sedang berusaha menjaga wajah baiknya dimata bangsawan dan masyarakat.

Masyarakat biasa saat ini tengah curiga Kaisar memperlakukan buruk sang Dewa Perang. Memicu pemberontakan rakyat.

Setelah tersebar luas berapa banyak hadiah pemberian Kaisar, rumor yang kemarin itu akan lenyap.

Beralih kembali ke pemberian hadiah berikutnya.

Cai Lun menerima gelar bangsawan sebagai seorang Markuis, mengejutkan banyak orang namun tidak memicu keengganan sedikit pun.

Penelitian kertas Cai Lun termasuk perabadan besar bagi sejarah Kekaisaran.

Selain memperbaiki kerugian ekonomi akibat mahalnya sutra sebagai sarana
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • Menjadi Budak Cantik sang Raja Arogan   #191. Jatuhnya Klan Dai

    “Mata kalian buta untuk melihat wanitaku? Di mana sopan santun kalian?”Tuan Liu, menahan rasa malunya, menundukkan kepalanya ke bawah. Memberi tanda salam setengah niat. Pemimpin Klan lain melihat Tuan Liu bertindak kemudian mengikuti satu-persatu. Semua orang selesai memberi hormat sopan kepada Mei Anqi. Penghinaan besar ini akan diingat para bangsawan sampai mati.Gadis kecil digendongan Gao Yan berseru riang dari samping, “Wow,” mata almondnya berbinar. “Kakak-kakak di sana sangat cantik!”Daisan mengangguk setuju, berkata acuh, ”Sayangnya tidak secantik Ibu.”“Hmph, mustahil membandingkan mereka dengan Ibu. Selera estetika kalian tentang kecantikan terlalu buruk, ck. Ibuku adalah mahakarya terbaik Dewa.” Hongyi turut bersuara seraya bersilang tangan di dada. Salah satu pria paruh baya memberi pelototan hinaan. Hongyi mengangkat dagunya bangga sekaligus sombong. “Pria tua di sana yang memakai hanfu jingga bersulam bambu, kenapa kau melotot padaku? Lupa siapa aku? Turunkan mat

  • Menjadi Budak Cantik sang Raja Arogan   #190. Mansion Yan Huang

    Satu bulan kemudian, rumah luas bertuliskan ‘Shen’ itu ditelan kesunyian setelah anggota keluarganya berangkat dini hari menaiki kereta kuda. Para tetangga bertanya-tanya ke mana perginya keluarga Shen? Kepala Desa menjelaskan adanya kepentingan pribadi yang mengharuskan keluarga Shen pindah ke tempat lain. Sehingga rumah luas itu kini dihuni Nenek Chu seorang. Mak comblang dari Kota Xiyu terkejut mendengar calon pengantin terbaiknya pergi tiba-tiba sampai membatalkan acara pernikahan. Wanita tersebut bergegas ke rumah Shen siang hari untuk bertanya kepada Nenek Chu, tetapi Nenek Chu dengan sopan mengusirnya keluar rumah. Tidak ada yang tahu apa alasan kepergian mendadak keluarga Shen. ***Dua minggu sejak hari keberangkatan.“Sebentar lagi kita akan sampai,” ucap Zhen Ming, tangan kanannya meremas pelan jemari lentik Mei Anqi. “Kamu gugup?”Kabar kepulangannya tersebar ke seluruh pengikut, besar kemungkinan sejumlah Pemimpin Klan hadir menyambut kedatangannya. “Yang Mulia, sa

  • Menjadi Budak Cantik sang Raja Arogan   #189. Sakit

    Suara derit pintu memecah hening. Gema derap langkah kaki datang bersamaan dengan aroma harum melati yang memenuhi udara. “Yang Mulia?” Mei Anqi baru saja selesai mandi setelah pulang dari ladang. “Jiali bilang anda sakit, apa yang terjadi?” Tubuh protagonis pria disebutkan sebagai manusia anti penyakit. Jadi Anqi terkejut ketika putrinya berteriak memintanya pulang untuk merawat Zhen Ming. Pria diranjang bergeming, tampak tertidur dengan posisi telentang. Tanpa selimut atau lapisan hanfu tebal. Lengan Anqi menyibak tirai ranjang, kemudian duduk di tepian. “Yang Mulia?” panggilnya bersuara pelan. Ujung jemari Anqi tersentak, tersengat suhu panas kulit Zhen Ming. Pria ini demam tinggi! Ia berlari keluar meminta kompres air, bubur, dan obat ke orang rumah. Lalu kembali ke kamar. “Yang Mulia, bangun dulu. Yang Mulia?” Tidur Zhen Ming terusik tepukan ringan dipipi kanannya, pria itu membuka kelopak matanya malas. Dahinya berkeringat merasakan hawa panas di sekujur tubu

  • Menjadi Budak Cantik sang Raja Arogan   #188. Rahasia Latar Belakang Anqi

    “Tapi kami terlanjur memesan sepasang gaun pengantin, Yang Mulia.'' Bibi Chen mengungkapkan protesnya karena Zhen Ming berencana pindah ke Mansion Yan. Pria dikursi bambu itu menyentuh pelipis yang berdenyut. “Aku juga tidak mau pindah secepat ini, Bibi.” Pernikahannya dengan Mei Anqi dapat dilangsungkan sekitar dua bulanan lagi. Namun Kaisar Wu mengirim dekrit perintah memintanya bergegas pulang. Kaisar Wu dengan murah hati rela memberi kompensasi emas dan perak sebagai penebusan liburan Zhen Ming yang terpotong. “Nona sudah tahu rencana kepulangan kita?” Bibi Chen bertanya gusar. Nona Mei tampak menyukai suasana tenang nan sederhana, seperti di Desa Xinlong. Bagaimana jika Nona Mei menolak ikut kembali ke Mansion Yan? Hubungan baik Zhen Ming dan Mei Anqi baru berlangsung sebentar, apabila harus terbentang jarak jauh. Bukankah hubungan mereka berisiko merenggang? Bibi Chen tidak mau itu sampai terjadi! “Belum, aku tidak tahu cara menjelaskan kepulangan kita padanya,” s

  • Menjadi Budak Cantik sang Raja Arogan   #187. Ciuman

    “Yang Mulia, anda serius?” Suara Mei Anqi bergetar halus. Ia menatap stempel ditangannya, ragu. “Tidakkah anda takut saya akan membawa lari benda ini?” “Aku lebih takut kehilanganmu lagi,” timpal Zhen Ming serius. “Apa gunanya status Raja jika kau tak bisa bersanding di sisiku? Aku rela menyerahkan segalanya untukmu.” Zhen Ming berlutut di depan wanita yang kini duduk di tepi ranjang. Ia sandarkan dirinya ke pelukan berbau melati itu, kemudian menutup mata. Kedua lengannya mengunci pergerakan tubuh rampingnya. Pria ini pandai sekali membuatnya goyah, batin Anqi. Seandainya saja kesenjangan gender dihapus dari Kekaisaran, Mei Anqi bisa melanjutkan hidup bermodalkan kemampuan pribadinya tanpa kawatir. Ia punya potensi untuk membangun bisnis, memulai hidup mandiri tanpa bergantung pada Raja Yan. Seribu sayang Dinasti Han belum mampu menerima kenyataan bahwa wanita bisa mengungguli seorang pria. Risiko terburuk jika dia bersikeras membangun karir sebagai wanita berstatus j

  • Menjadi Budak Cantik sang Raja Arogan   #186. Serahkan Stempel Rajamu, Yang Mulia

    “Yang Mulia.” “Hm?” Jemari Zhen Ming sibuk menyisir surai legam Qiqi, mata hitamnya merunduk menikmati indahnya helaian halus wanita itu. “Kenapa? Seseorang mengganggumu?” Mendengar nada bicaranya tiba-tiba berubah dingin diselimuti intimidasi kuat, wanita dikursi meja rias menarik sudut bibirnya. Pria ini mencintainya, kan? Seberapa jauh cinta itu? Haruskah ia mengujinya secara langsung? “Tidak, bukan apa-apa. Saya ingin mengatakan warna merah cocok untuk anda.” Raja Yan jarang menggunakan hanfu berwarna cerah. Tetapi malam ini tubuh tinggi atletisnya dibalut hanfu jubah kemerahan. Warna cerah membantu mengurangi kesan galak dari sosok Zhen Ming. “Benarkah?” Terbatuk sebelum menjawab, Zhen Ming mendengus penuh kepuasan. “Bibi Chen membelinya tadi pagi. Dia bilang, kamu akan menyukainya jika aku pakai malam ini.” Bibi Chen sangat bekerja keras demi hubungannya dengan Zhen Ming. Mei Anqi tersenyum lembut, cermin perunggu dimeja rias memantulkan paras cantiknya

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status