Home / Romansa / Menjadi Candu Sang Penguasa / Aku Tidak Punya Pilihan

Share

Aku Tidak Punya Pilihan

Author: Caramelly
last update Huling Na-update: 2025-12-24 23:44:41

Moira sama sekali tidak mengerti, kenapa Sebastian sampai seperti itu. Entah dia cemburu, hingga dia posesif pada Moira. Atau karena mereka pernah melewati malam panas bersama. Moira sama sekali tidak mengerti apa mau Sebastian.

Sepanjang hanya ada keheningan. Moira dan Christopher sibuk dengan pikirannya masing-masing. Setelah mengendarai mobil selama 20 menit, akhirnya mereka menemukan kedai pinggir jalan. Malam itu mereka pun makan bersama, untuk pertamanya seorang Christopher makan di kedai pinggir jalan, bukan restoran bintang lima.

Keduanya masih terlihat canggung, akhirnya Christopher memberanikan diri untuk kembali membahas tentang jati dirinya pada Moira.

“Moira,” panggilnya lembut, Moira menatap Chris. “Kamu sudah mendengarnya tadi. Apakah kamu tidak ingin tahu tentang identitasku yang sebenarnya? Kenapa kamu tidak menanyakan siapa aku?”

Moira tersenyum kecil. ”Karena kita adalah teman baik ... dan aku percaya kamu bukan orang jahat.”

Chris membelalak, entah kenapa wajahny
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Menjadi Candu Sang Penguasa   Tamu Tidak Diinginkan

    Permintaan Sebastian membuatnya terkejut.“Apa?”“Kenapa kamu tidak mau?”“Bisakah kamu meminta yang lain?”Sebastian tersenyum miring. “Apa sebegitu berharganya dia, sampai tidak ingin melepaskannya? Oh karena dia malaikat pelindungmu? Sedangkan aku iblis!”Moira tertegun. Suaranya tercekat.“Setiap bersamaku, kamu terlihat tidak senang. Berbeda sekali tidak seperti saat kamu berada di sisi Christopher, kamu tidak pernah tersenyum untukku Moira.”Moira hanya menatap Sebastian, ia enggan menjawabnya. “Atau jangan-jangan kamu memang menyukai Christopher?” tanyanya ketus.Moira mendesah pelan.“Saat bersamamu, aku merasa berada di dunia yang berbeda. Awalnya aku pikir aku memahamimu. Tetapi, semakin aku mengenalmu ... ternyata aku sama sekali tidak memahamimu. Jujur saja, terkadang aku tidak suka cara bicaramu yang terkesan merendahkanku.”Moira mengunci kedua tangannya. “Terkadang aku merasa takut saat bersamamu, Sebastian. Aku tidak bisa mengerti, kenapa kamu seperti ini terhadapku? K

  • Menjadi Candu Sang Penguasa   Menjauh Dari Christopher

    Moira terkejut. Sebastian menurunkannya di atas tempat tidur dengan hati-hati.“Aku harus pulang. Aku tidak mau tinggal di sini.”“Jika kamu tetap di sini dan patuh, aku akan membayarmu.”Moira tercengang menatap tajam Sebastian. Ia memang sedang membutuhkan uang, tetapi tidak seperti ini caranya. Di satu sisi dirinya harus segera melunasi hutang. Hari ini tepat satu minggu, tetapi Moira tidak dapat melunasi hutang itu.Moira yang duduk di tempat tidur menangis secara tiba-tiba. Sebastian yang berdiri memperhatikannya menatap Moira heran. Ia belum pernah melihat Moira menangis seperti ini. Sebastian berjongkok tepat di depannya.“Ada apa, kenapa kamu menangis. Apa ada yang sakit?”Tangis Moira semakin pecah. Moira tidak tahu harus berbicara apa pada ibunya. Bagaimana kalau rentenir membuat masalah di rumah sakit. Sementara ayah tirinya sudah melarikan diri, bagaimana kalau ibunya kenapa-kenapa? Bagaimana kalau adiknya tidak terselamatkan?“Aku tidak tahu harus bagaimana lagi,” gumamny

  • Menjadi Candu Sang Penguasa   Merantaimu Agar Tidak Kabur

    “Belle,” panggil Chris memegang tangan Moira.Moira menoleh menatap Christopher.“Aku ingin istirahat, kamu juga harus banyak istirahat supaya cepat pulih.”Moira mengangguk. “Chris, kamu harus segera pulih. Aku akan menjengukmu lagi besok.”Setelah itu Moira kembali ke kamarnya diantar oleh perawat. Sebastian ikut pergi, dia sama sekali tidak menatap Sebastian. Wajahnya masih saja dingin, sedingin es.Saat Sebastian masuk ke dalam kamar rawat Moira, ia melihat Moira sedang berusaha naik ke atas ranjang dibantu suster. Sebastian menghampiri dan meminta perawat meninggalkan mereka berdua.“Aku ingin tidur.” Moira menundukkan wajahnya.“Kamu masih kesal soal yang kemarin?” tanya Sebastian tiba-tiba.Moira menatap Sebastian, kali ini tatapan Sebastian tidak lagi sedingin tadi.“Kamu membunuhnya Bastian. Meskipun dia sudah menculikku, tidak seharusnya kamu membunuh. Ini nyawa manusia, bukan nyawa binatang.”“Dia sudah mati,” balasnya. ”Sekarang kamu ingin aku bagaimana?”Sebastian menatap

  • Menjadi Candu Sang Penguasa   Apa Nyawa Dia Lebih Berharga?

    Sebastian menghampiri, tanpa sepatah kata. Ia memeluk tubuh Moira yang gemetar.“Lepaskan aku, jangan sentuh aku.”Namun, Sebastian semakin memeluknya erat. Tidak peduli, meskipun Moira meronta-ronta dan takut padanya. Saat itu juga, Moira kehilangan kesadaran.Sebastian menatap wajah letih Moira, ia menyentuh dahi Moira yang berkeringat.“Maaf, membuatmu melihat semua ini.”Sementara itu, orang-orang Sebastian sudah berhasil mengalahkan orang-orang suruhan istri Julian. Sebastian meraih tubuh Moira dan memangkunya. Sebelum dia pergi, dia sempat melirik ke arah Christopher yang tergeletak di lantai.“Bawa dia ke rumah sakit,” ucap Sebastian kepada ajudannya. “Sisanya bereskan dengan rapi.”“Baik Tuan.”Sebastian mengayunkan kakinya membawa Moira keluar gedung. Dan dengan hati-hati menurunkan Moira di dalam mobil, saat itu juga Sebastian membawa Moira dan Christopher di mobil yang berbeda menuju rumah sakit untuk diperiksa lebih lanjut.***Dua hari berlalu begitu saja. Perlahan Moira

  • Menjadi Candu Sang Penguasa   Berurusan Dengan Iblis Sepertiku

    Istri Julian terkejut. Wajahnya mendadak pucat.“Apa dia datang sendiri?”“Saya melihatnya sendiri, dan sedang melawan orang kita di bawah.”“Cek lagi. Pastikan dia datang sendiri, tanpa bantuan.”Pria itu langsung pergi mengeceknya. Moira yang mendengar itu bertanya-tanya apakah seseorang datang menolong mereka?“Nyonya, tolong lepaskan kami,” pinta Moira terisak.BRUG!Pria yang sebelumnya diminta oleh istri Julian mengecek kondisi di luar, tersungkur ke belakang. Pria itu memegang perut dan hendak bangkit. Orang-orang yang semula memukul Christopher, kini menghentikan aksinya menatap lurus ke depan. Istri Julian cemas.Sosok Sebastian perlahan muncul. Sorot matanya dingin dan tajam. Mereka ketakutan, karena Sebastian benar-benar datang. Christopher menyentuh wajah Moira, tatapannya sendu.“Kamu baik-baik saja?”Air mata Moira semakin deras. “Maaf! Maafkan aku, Chris!”Christopher menggelengkan kepala. Memeluk Moira. “Jangan menangis, aku baik-baik saja.”Moira tahu itu bohong. Waja

  • Menjadi Candu Sang Penguasa   Berlutut Di Kakiku

    Moira melihat istri Julian gugup. Jelas ia tahu, Christopher bukanlah orang biasa. Namun, tetap menantangnya. Istri Julian kembali menjambak rambut Moira, tanpa perasaan. Chris melihat wajah Moira pucat.“Beritahu orangmu untuk melepaskan Belle sekarang. Atau kamu menyesal!” seru Christopher marah. “Menyakiti dia, sama mencari masalah denganku!” bentak Chris.Istri Julian menarik semakin erat rambut Moira.“Aku sudah melangkah sejauh ini. Aku tidak bisa kembali, sekarang aku sudah tidak takut lagi menyinggungmu Tuan Christopher. Tidak peduli sekalipun kamu mengancamku, aku tidak akan melepaskan perempuan ini. Sekalipun harus berakhir di sini, kalian harus ikut bersamaku.”Tekad istri Julian sangat kuat. Christopher mengepal tangan karena marah“Aku pinta padamu sekali lagi, tolong lepaskan Belle sebelum kamu menyesal!”“Tidak akan pernah.”Moira melirik istri Julian. “Nyonya semua ini hanyalah kesalahpahaman. Tolong percaya padaku sekali saja.”Istri Julian mengabaikannya. Ia lebih t

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status