홈 / Romansa / Menjadi Candu Sang Penguasa / Mempercepat Tanggal Pernikahan

공유

Mempercepat Tanggal Pernikahan

작가: Caramelly
last update 게시일: 2026-02-16 22:00:18

Moira menatap mata Sebastian, ia melihat ketulusan. Sorot matanya terlihat berbeda, dari biasanya. Mengingat Sebastian selalu bersikap dingin dan penuh misteri itu.

Moira menarik napas panjang, lalu mengangguk pelan."Aku memaafkanmu," bisiknya.

Sebastian tersenyum tipis. Senyum yang jarang ia tunjukkan, senyum yang membuat wajahnya terlihat lebih lembut. Tangannya menggenggam tangan Moira sebentar, lalu melepaskannya.

"Terima kasih," katanya pelan. “Aku pergi dulu.”

“Apa kamu akan lama di luar?
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Menjadi Candu Sang Penguasa   Seumur Hidupnya

    Mendengar keputusan Sebastian, suasana di dalam ruangan VIP langsung berubah kacau. Ayah Viella seketika memegang bagian belakang kepalanya karena syok, sementara ibu Viella tidak mampu menahan tekanan emosinya dan langsung jatuh pingsan di atas kursinya.Moira terkejut setengah mati menyaksikan kekacauan di depan matanya. Ia menatap Sebastian dengan mata membelalak, tubuhnya gemetar hebat."Sebastian... berhenti berbicara omong kosong!" gumam Moira lirih, mencoba menyadarkan pria di sampingnya.Sebastian menoleh perlahan, menatap Moira dengan sorot mata yang dalam dan tidak goyah sedikitpun. "Aku berbicara serius, Moira."Pria itu kemudian kembali memalingkan wajahnya, menatap lurus kedua orang tuanya dan keluarga Viella yang sedang panik mengurus ibu Viella yang pingsan."Aku akan tetap menikahi Viella sebagai istri keduaku, dan menjadikan Moira sebagai istri pertamaku," ucap Sebastian, suaranya terdengar begitu tenang namun sarat akan ancaman. "Itupun jika kalian masih sanggup mela

  • Menjadi Candu Sang Penguasa   Istri sahku

    Setelah mendengar pengakuan jujur itu, sepasang mata Sebastian perlahan melunak. Tatapan sedingin es itu, perlahan mencair berubah menjadi hangat. Pria itu menatap lekat ke dalam manik mata Moira, mencari sisa keraguan yang mungkin masih tersembunyi. Namun, ia hanya menemukan kepasrahan yang tulus."Ulangi kata-katamu, Moira," perintah Sebastian, suaranya terdengar rendah. Napasnya yang hangat menyapu permukaan kulit wajah Moira.Moira menarik napas dalam-dalam, mengabaikan segala logika dan ketakutan yang tersisa di kepalanya. "Aku milikmu seutuhnya, Sebastian."Tanpa membuang waktu, Sebastian menarik tubuh Moira lebih dekat, mempersempit jarak di antara mereka. Ia langsung mengunci bibir wanita itu dalam sebuah ciuman yang dalam dan menuntut. Moira memejamkan matanya rapat-rapat. Ia melingkarkan kedua tangannya ke leher pria itu, lalu membalas setiap pagutan hangat Sebastian tanpa ada lagi penolakan. Di dalam mobil yang terus melaju membelah jalanan Ibu Kota, pertahanan Moira telah

  • Menjadi Candu Sang Penguasa   Hanya Milikmu

    Usai mendengar pengakuan Sebastian tentang Moira, Viella masih memasang wajah lembut. Tidak ada amarah atau histeria di wajah cantiknya. Sebagai wanita yang dibesarkan di lingkungan bisnis kelas atas, ia tahu persis kapan harus menyerang dan kapan harus menahan diri. Meskipun sebenarnya dia benar-benar marah.‘Sebastian, kamu memang tidak pernah takut pada apapun.’Viella menatap tangan Sebastian yang mencengkeram erat pergelangan tangan Moira. Di dalam hatinya, ia tahu bahwa Sebastian sudah sepenuhnya menolak dirinya. Pria itu tidak lagi peduli pada aliansi keluarga mereka.Viella menarik napas perlahan, lalu menyentuh lengan ibunya yang masih gemetar karena syok. Ia tahu, jika saat ini mereka terus menekan Sebastian, pria itu bisa dengan mudah membatalkan rencana pernikahan mereka tanpa ragu. Kehilangan Sebastian adalah kerugian besar yang tidak boleh ditanggung oleh keluarganya."Ibu, cukup," suara Viella terdengar sangat tenang. Ia menatap Sebastian dengan senyuman tipis yang dip

  • Menjadi Candu Sang Penguasa   Milikku yang Paling Berharga

    Keesokan paginya, tepat pukul 09.00.Moira berdiri diam di samping ranjang Alena. Tatapannya tertuju pada wajah adiknya yang tampak jauh lebih segar. Di sebelahnya, Mauren sedang merapikan beberapa pakaian ke dalam tas dengan tangan yang gemetar. Wajah wanita tua itu dipenuhi rona kebahagiaan sekaligus rasa tidak percaya. Semua berkas kepindahan dan dokumen medis penting sudah beres di tangan Carl."Moira, Ibu masih merasa seperti bermimpi," bisik Mauren pelan, menoleh ke arah pintu yang tertutup rapat. "Sebastian benar-benar memindahkan Alena ke luar negeri? Rumah tinggal di sana juga sudah dia siapkan untuk kita?"Moira tersenyum tipis. Ia menelan paksa rasa sesak yang mendadak menyumbat tenggorokannya. "Semua sudah diatur oleh Sebastian, Bu. Di sana fasilitasnya jauh lebih canggih untuk menyembuhkan penyakit Alena secara total. Ibu tidak perlu cemas lagi soal apa pun."Mauren meneteskan air mata, lalu menggenggam jemari Moira erat. "Pria itu... dia benar-benar malaikat pelindung k

  • Menjadi Candu Sang Penguasa   Mengusirku?

    Suara dering ponsel Sebastian memecah kesunyian malam. Ponsel di saku jas pria itu bergetar tanpa henti, memutus keheningan di antara mereka.Moira melonggarkan pelukannya. Ia mundur satu langkah. Sebastian merogoh saku jas, melirik sekilas ke arah layar yang terus menyala menampilkan nama Viella, lalu mematikan suaranya.Pria itu mengabaikannya begitu saja. Panggilan itu dianggap tidak pernah ada.Moira menatap wajah tegap di hadapannya. Untuk pertama kalinya, tidak ada tatapan dingin, benci, atau pemberontakan di mata Moira. Sorot matanya melunak, menatap Sebastian dengan keteduhan yang tulus."Terima kasih, Sebastian," bisik Moira. Suaranya terdengar sangat lembut akan rasa syukur. "Terima kasih sudah membantuku membereskan masalah ini.""Aku sudah katakan, jangan memikirkan itu lagi," sahut Sebastian datar. "Semua yang mengusikmu sudah kuhilangkan. Kau aman sekarang."Moira menjeda kalimatnya. Ia melirik ponsel Sebastian yang kembali bergetar di atas meja kecil. Layarnya berkedip t

  • Menjadi Candu Sang Penguasa   Sudah Selesai

    Ares menunduk dalam-dalam hingga dahinya nyaris menyentuh lantai yang kotor. Air mata dan keringat dingin bercampur di wajahnya yang babak belur."M-Maafkan aku, Tuan Muda Blevins..." ratap Ares dengan suara parau yang bergetar hebat. "Aku bersumpah tidak tahu siapa Anda sebenarnya. Aku hanya butuh uang untuk membayar utang judi... Moira itu putri tiriku, aku tidak bermaksud mengusik Anda!"Sebastian tidak bergeming. Ia hanya menatap Ares dengan pandangan muak, seolah pria paruh baya di hadapannya tak lebih dari sekadar serangga yang mengotori sepatunya. Ia menjentikkan abu rokoknya ke lantai, lalu beralih menatap empat rentenir yang kini bersujud tanpa sisa keberanian."Tuan Muda, kami bersumpah demi Tuhan kami tidak tahu!" bos rentenir itu memohon histeris, tubuh kekarnya bergetar seperti anak kecil. "Jika kami tahu wanita itu milik seorang Blevins, kami tidak akan pernah berani mendekati rumah sakit, apalagi mengancamnya! Tolong ampuni nyawa kami!"Sebastian mengembuskan asap rokok

  • Menjadi Candu Sang Penguasa   Jangan Sentuh Aku

    Seketika tubuh Moira lemas, uang ini hanya cukup untuk membayar hutang keluarganya dan juga berobat awal adiknya. Jika ayah tirinya tahu ia memiliki uang sebanyak ini, pria itu pasti akan merampasnya.“Bagaimana caranya, agar aku bisa mendapatkan uang lebih banyak, untuk pengobatan Alena?” Moira mem

  • Menjadi Candu Sang Penguasa   Masih Perawan

    Mata Moira melebar, dan cemas. Degup jantungnya seperti genderang yang akan perang. Tiba-tiba di mendapatkan tawaran yang menggiurkan di saat dia memang sangat butuh uang yang banyak.“Akan kuberi uang sebanyak 200 juta. Puaskan aku, sekarang ... aku tidak bisa menahannya lagi!” bisiknya, yang kini

  • Menjadi Candu Sang Penguasa   Puaskan Aku

    “Lepaskan aku!” berontak seorang perempuan bernama Moira, yang saat ini menolak pakaiannya dilucuti satu persatu dengan kasar, oleh seorang pria asing yang sama sekali tidak dikenalinya.Lelaki bernama Julian, yang kini, sedang berusaha melancarkan aksinya di sebuah sofa di kamar hotel. Namun, Moi

  • Menjadi Candu Sang Penguasa   Cemburu dan Tidak Terima

    Tidak mungkin untuk Moira mengatakan yang sebenarnya. Kalau dia dan Sebastian pernah melewati malam panas.“Hanya kebetulan pernah bertemu. Lalu dia membantuku,” jawab Moira menatap Chris.Namun, sepertinya Chris kurang puas dengan jawaban Moira, namun dia juga merasa lega karena keduanya tidak me

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status