Share

Siapa Yang Datang?

Author: Jannah Zein
last update Petsa ng paglalathala: 2025-09-17 17:12:20

Bab 71

Tanpa menunggu jawaban Naina, Albert langsung memindahkan Bilqis dan Queen ke dalam stroller.

"Ayo kita piknik, anak-anak!" serunya antusias seraya mendorong stroller menuju ke halaman belakang.

Melihat Albert yang begitu antusias, akhirnya Naina terpaksa berjalan mengiringi mereka, walaupun hatinya merasa tak nyaman. Dia sangat takut melihat pria itu begitu bersemangat.

Lalu apa yang bisa ia lakukan untuk meredam semua ini?

Diam-diam dia kembali merenungkan ucapan Novia. Tidak ada yang
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Bukan Inginku Ada Diantara Kalian    Undangan Berwarna Merah Jambu

    ​Bab 85: Undangan Berwarna Merah Jambu​Albert menyesap teh hangat buatan Naina perlahan, sementara Bilqis sudah turun dari pangkuannya dan asyik mengobrol dengan Queen di ruang tengah. Suasana sore itu begitu menenangkan, sampai akhirnya Naina meletakkan sebuah kartu tebal berwarna merah jambu berhias tinta emas di atas meja.​"Ini apa, Nai?" tanya Albert sembari meraih kartu tersebut.​"Undangan resepsi pernikahan. Kita datang, ya? Hari Minggu depan acaranya," jawab Naina tenang sembari mendudukkan diri di sofa seberang Albert.​Albert membuka lipatan kartu itu. Sedetik kemudian, sepasang matanya membelalak kaget saat membaca dua nama yang tertera di sana. Rayyanka Arkana Malik & Novia Anindita.​"Roy... dan Mbak Novia?" Albert mendongak, menatap Naina dengan tatapan tak percaya. "Mereka menikah?"​Naina mengangguk tersenyum. "Iya. Proses cerai Mbak Novia dengan mantan suaminya sudah selesai beberapa bulan lalu. Selama masa-masa sulit itu, Roy yang selalu ada untuk mendampingi dan

  • Bukan Inginku Ada Diantara Kalian    Muara Waktu

    Bab 84: Muara Waktu​Naina mencengkeram ponselnya dengan tangan gemetar, menatap layar yang menampilkan kontak nama Albert. Dadanya sesak. Rintihan Bilqis yang terus memanggil "Papa" di tengah igauan demamnya bagai sembilu yang mengiris hati.​Tidak, Naina. Jangan goyah sekarang, bisik batinnya, mencoba mengais sisa-sisa ketegaran. Jika dia menelepon Albert malam ini, pria itu pasti akan langsung datang, dan benteng pertahanan yang baru ia bangun seharian ini akan runtuh seketika. Albert akan kembali merasa memiliki hak penuh atas dirinya.Tenang, Naina. Jangan panik!​Naina menarik napas dalam-dalam, memaksa logikanya bekerja di tengah kepanikan. Dia segera menekan tombol darurat di dinding kamar untuk memanggil Santi, asisten rumah tangga yang sudah disiapkan Albert di rumah baru ini.​"Mbak Santi! Tolong bantu aku, Mbak. Bilqis badannya panas sekali," ujar Naina dengan suara serak saat Santi mengetuk pintu dengan wajah mengantuk yang langsung berubah panik.​"Astagfirullah, Non! Y

  • Bukan Inginku Ada Diantara Kalian    Aku Tidak Sedang Mengusirmu, Nai

    ​Bab 83: Aku Tidak Sedang Mengusirmu, Nai​Malam beranjak semakin larut, namun sepasang mata Albert masih menatap langit-langit kamar dengan nanar. Kamar yang luas itu terasa begitu sunyi dan mencekam. Kalimat sang papa terus berputar di kepalanya bagai kaset rusak.​“Carikan rumah baru... Jangan tinggal seatap selama belum ada ikatan resmi. Itu tidak baik untuk ketenangan jiwa Naina sendiri. Dulu papa pikir bisa memberikan Naina perlindungan saat berada di rumah ini. Itulah kenapa Papa memintanya untuk kemari, tapi ternyata sampai setahun berlalu, dia masih tetap menolak kamu. Nak, jangan terlalu dipaksakan. Seorang wanita yang sudah terlanjur disakiti tidak akan mudah untuk kamu bujuk... Papa bisa mengerti perasaan kamu. Tapi jangan sampai kamu kehilangan akal sehat."​Albert mendengus, membalikkan tubuhnya ke samping. Hatinya bergejolak hebat. Melepaskan Naina keluar dari rumah utama ini rasanya seperti mencabut separuh nyawanya sendiri. Meskipun dalam satu tahun terakhir keadaan

  • Bukan Inginku Ada Diantara Kalian    Mau Sampai Kapan, Al?

    ​Bab 82: Mau Sampai Kapan, Al?​Klek.​Gagang pintu kuningan itu berputar dengan mudah karena memang tidak dikunci dari dalam. Dengan dada yang bergemuruh oleh amarah dan rasa muak, Gayatri mendorong daun pintu itu dengan kasar, siap melabrak kebejatan yang ia pikir sedang terjadi di dalam sana.Dia sudah membayangkan Albert dan Naina tengah bergumul hebat, berbagi kenikmatan. Gayatri tahu jika mereka masih saling mencintai.Dalam kurun waktu setahun, mustahil jika tidak pernah terjadi apa-apa. Itu yang ia takutkan. Jangan sampai ia memiliki cucu lagi yang tidak jelas statusnya.Dia memang jarang berada di rumah ini, namun dia selalu memantau lewat kepala pelayan di rumah ini. Wanita itu sangat bisa dipercaya. Kinara selalu melapor semua perkembangan yang terjadi di rumah. Namun anehnya, Kinara tidak pernah melaporkan soal keintiman Albert dan perempuan itu. Apa memang ada hal yang terlewat?​"Albert! Apa-apaan kamu—"​Kata-kata Gayatri mendadak tercekat di tenggorokan. Matanya membe

  • Bukan Inginku Ada Diantara Kalian    Apa Aku Terlalu Lemah?

    Bab 81: Apa Aku Terlalu Lemah?Pertahanan Albert akhirnya runtuh, wajahnya yang tegas perlahan melembut, dia memeluk Naina erat sekali. "Maafkan aku, Nai. Aku nggak kepikiran sampai sana. Waktu itu yang ada di otakku hanya keinginan untuk memilikimu seutuhnya. Aku nggak punya cara lain lagi, karena pernikahanku dengan Cherry sudah terlanjur.""Kamu egois, Al! Kamu nggak mikirin gimana menderitanya aku setelah kejadian itu. Kamu pergi gitu aja, nggak ada tanggung jawab. Aku pikir kamu sudah bahagia dengan istrimu. Rasanya....""Stop!" Albert buru-buru menyela. "Aku sudah menerima hukuman dengan kehilangan dirimu masa itu, saat kamu memutuskan untuk menikah dengan Revan. Dalam ketidakberdayaan, apa yang bisa kulakukan, Nai? Aku hampir gila waktu itu, menyadari jika kamu lepas dari jangkauan, padahal saat itu aku tahu kamu telah mengandung Bilqis.""Sayang... tolong, jangan pergi. Kita sudah sampai sejauh ini, kita bisa sama-sama, walaupun kamu tidak mau diajak untuk menikah. Kalau anak-

  • Bukan Inginku Ada Diantara Kalian    Bukan Inginku Diantara Kalian

    Bab 80: Bukan Inginku Ada Diantara Kalian Suasana restoran ini tidak terlalu ramai. Ini bukan restoran untuk kelas menengah ke atas, tetapi hanya restoran sederhana, meski letaknya juga di mall. Harga makanannya juga tidak terlalu mahal. Naina sengaja memilih itu, dari beberapa rekomendasi restoran yang di sebutkan oleh Albert, karena tahu sendiri gimana kondisi keuangan Albert sekarang. Meskipun Albert sudah terlihat cukup mapan dengan perusahaan barunya, tapi bagi Naina, jika memang tidak terlalu urgent, dia tidak akan meminta Albert untuk mengeluarkan uang.Ini hanya sekedar perayaan kecil, meskipun bagi Naina, tetaplah bukan sebuah perayaan. Ini hanya sekedar makan-makan, dan dia tidak ada sedikitpun rasa senang dengan perceraian Albert dan Cherry.Hatinya sudah lama hambar. Albert bercerai dari Cherry atau tidak, itu bukan urusannya.Dia hanya mengikuti alur yang di buat oleh pria itu, karena sulit baginya untuk keluar dari jeratan Albert."Bukan inginku ada di antara kalian!"

  • Bukan Inginku Ada Diantara Kalian    Sarapan Bersama

    Bab 70"Kamu masak apa, Sayang?"Naina kaget dan refleks mematikan kompor, lalu memutar tubuhnya.Semula dia berpikir Albert begitu dekat, mengingat suaranya yang terdengar begitu jelas. Suara berat dan terdengar sangat seksi. Nyatanya Albert berdiri kurang lebih dua meter dari tempatnya berdiri se

  • Bukan Inginku Ada Diantara Kalian    Apakah Dia Benar-benar Berubah?

    Bab 69"Mau sampai kapan kamu di sini?! Ini udah malam loh!" Naina terpaksa mengingatkan, karena Alber tidak ada tanda-tanda untuk pulang, bahkan pria itu malah mandi dan mengganti pakaiannya dengan pakaian santai. Albert pun sudah melaksanakan shalat isya dan turut makan malam bersama Naina dan No

  • Bukan Inginku Ada Diantara Kalian    Tidak Cukup Dengan Cinta

    Bab 68Hari demi hari terus berganti. Naina menjalani hari-harinya di rumah ini, bersama anak-anak. Albert masih terus datang, bahkan hampir setiap hari. Dia seolah tak peduli, walaupun Naina terang-terangan menolak kedatangannya."Kalau kamu nggak suka dengan aku, ya nggak apa-apa. Tapi nyatanya a

  • Bukan Inginku Ada Diantara Kalian    Andaikan Cinta Bisa Diatur

    Bab 67Sungguh, betapa murahannya dia. Sebuah tutur kata manis sanggup meluluhkan hatinya."Kamu boleh minta apapun sebagai kompensasi. Papa dan Mama pasti akan berusaha keras untuk memenuhi permintaan kamu," ujar Elsa masih berusaha membujuk."Apa Papa dan Mama pikir aku ini mata duitan?"Dada Nai

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status