共有

Siapa Yang Datang?

作者: Jannah Zein
last update 公開日: 2025-09-17 17:12:20

Bab 71

Tanpa menunggu jawaban Naina, Albert langsung memindahkan Bilqis dan Queen ke dalam stroller.

"Ayo kita piknik, anak-anak!" serunya antusias seraya mendorong stroller menuju ke halaman belakang.

Melihat Albert yang begitu antusias, akhirnya Naina terpaksa berjalan mengiringi mereka, walaupun hatinya merasa tak nyaman. Dia sangat takut melihat pria itu begitu bersemangat.

Lalu apa yang bisa ia lakukan untuk meredam semua ini?

Diam-diam dia kembali merenungkan ucapan Novia. Tidak ada yang
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Bukan Inginku Ada Diantara Kalian    Terima Kasih Sudah Menungguku, Al

    Bab 86: Terima Kasih Sudah Menungguku, Al ​​ ​ ​"Al..." bisik Naina lembut, senyumannya terbit dengan teramat tulus. "Lamaran kamu delapan tahun lalu... apakah masih berlaku?"​Albert sempat membeku selama beberapa detik. Jantung sang CEO Indo Mars Group itu berdentum begitu keras, seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Setelah penantian berdarah-darah, setelah kesabaran yang menguji batas kewarasannya, kalimat itu akhirnya keluar dari bibir wanita yang teramat dicintainya.​"Selalu, Nai. Bahkan sampai seribu tahun lagi, lamaran itu tidak akan pernah kedaluwarsa," sahut Albert dengan suara serak menahan emosi. Tanpa ragu lagi, ia meraih jemari Naina, menggenggamnya erat-erat, menyalurkan seluruh rasa syukur yang membuncah di dadanya.​"Horeee! Papa dan Mama mau menikah!" sorak Bilqis dan Queen kegirangan, melompat-lompat di ruang tamu.​Albert menarik Naina ke dalam dekapannya, sebuah pelukan hangat yang kini tidak lagi ditolak. Di atas bahu Albert, Naina mem

  • Bukan Inginku Ada Diantara Kalian    Undangan Berwarna Merah Jambu

    ​Bab 85: Undangan Berwarna Merah Jambu​Albert menyesap teh hangat buatan Naina perlahan, sementara Bilqis sudah turun dari pangkuannya dan asyik mengobrol dengan Queen di ruang tengah. Suasana sore itu begitu menenangkan, sampai akhirnya Naina meletakkan sebuah kartu tebal berwarna merah jambu berhias tinta emas di atas meja.​"Ini apa, Nai?" tanya Albert sembari meraih kartu tersebut.​"Undangan resepsi pernikahan. Kita datang, ya? Hari Minggu depan acaranya," jawab Naina tenang sembari mendudukkan diri di sofa seberang Albert.​Albert membuka lipatan kartu itu. Sedetik kemudian, sepasang matanya membelalak kaget saat membaca dua nama yang tertera di sana. Rayyanka Arkana Malik & Novia Anindita.​"Roy... dan Mbak Novia?" Albert mendongak, menatap Naina dengan tatapan tak percaya. "Mereka menikah?"​Naina mengangguk tersenyum. "Iya. Proses cerai Mbak Novia dengan mantan suaminya sudah selesai beberapa bulan lalu. Selama masa-masa sulit itu, Roy yang selalu ada untuk mendampingi dan

  • Bukan Inginku Ada Diantara Kalian    Muara Waktu

    Bab 84: Muara Waktu​Naina mencengkeram ponselnya dengan tangan gemetar, menatap layar yang menampilkan kontak nama Albert. Dadanya sesak. Rintihan Bilqis yang terus memanggil "Papa" di tengah igauan demamnya bagai sembilu yang mengiris hati.​Tidak, Naina. Jangan goyah sekarang, bisik batinnya, mencoba mengais sisa-sisa ketegaran. Jika dia menelepon Albert malam ini, pria itu pasti akan langsung datang, dan benteng pertahanan yang baru ia bangun seharian ini akan runtuh seketika. Albert akan kembali merasa memiliki hak penuh atas dirinya.Tenang, Naina. Jangan panik!​Naina menarik napas dalam-dalam, memaksa logikanya bekerja di tengah kepanikan. Dia segera menekan tombol darurat di dinding kamar untuk memanggil Santi, asisten rumah tangga yang sudah disiapkan Albert di rumah baru ini.​"Mbak Santi! Tolong bantu aku, Mbak. Bilqis badannya panas sekali," ujar Naina dengan suara serak saat Santi mengetuk pintu dengan wajah mengantuk yang langsung berubah panik.​"Astagfirullah, Non! Y

  • Bukan Inginku Ada Diantara Kalian    Aku Tidak Sedang Mengusirmu, Nai

    ​Bab 83: Aku Tidak Sedang Mengusirmu, Nai​Malam beranjak semakin larut, namun sepasang mata Albert masih menatap langit-langit kamar dengan nanar. Kamar yang luas itu terasa begitu sunyi dan mencekam. Kalimat sang papa terus berputar di kepalanya bagai kaset rusak.​“Carikan rumah baru... Jangan tinggal seatap selama belum ada ikatan resmi. Itu tidak baik untuk ketenangan jiwa Naina sendiri. Dulu papa pikir bisa memberikan Naina perlindungan saat berada di rumah ini. Itulah kenapa Papa memintanya untuk kemari, tapi ternyata sampai setahun berlalu, dia masih tetap menolak kamu. Nak, jangan terlalu dipaksakan. Seorang wanita yang sudah terlanjur disakiti tidak akan mudah untuk kamu bujuk... Papa bisa mengerti perasaan kamu. Tapi jangan sampai kamu kehilangan akal sehat."​Albert mendengus, membalikkan tubuhnya ke samping. Hatinya bergejolak hebat. Melepaskan Naina keluar dari rumah utama ini rasanya seperti mencabut separuh nyawanya sendiri. Meskipun dalam satu tahun terakhir keadaan

  • Bukan Inginku Ada Diantara Kalian    Mau Sampai Kapan, Al?

    ​Bab 82: Mau Sampai Kapan, Al?​Klek.​Gagang pintu kuningan itu berputar dengan mudah karena memang tidak dikunci dari dalam. Dengan dada yang bergemuruh oleh amarah dan rasa muak, Gayatri mendorong daun pintu itu dengan kasar, siap melabrak kebejatan yang ia pikir sedang terjadi di dalam sana.Dia sudah membayangkan Albert dan Naina tengah bergumul hebat, berbagi kenikmatan. Gayatri tahu jika mereka masih saling mencintai.Dalam kurun waktu setahun, mustahil jika tidak pernah terjadi apa-apa. Itu yang ia takutkan. Jangan sampai ia memiliki cucu lagi yang tidak jelas statusnya.Dia memang jarang berada di rumah ini, namun dia selalu memantau lewat kepala pelayan di rumah ini. Wanita itu sangat bisa dipercaya. Kinara selalu melapor semua perkembangan yang terjadi di rumah. Namun anehnya, Kinara tidak pernah melaporkan soal keintiman Albert dan perempuan itu. Apa memang ada hal yang terlewat?​"Albert! Apa-apaan kamu—"​Kata-kata Gayatri mendadak tercekat di tenggorokan. Matanya membe

  • Bukan Inginku Ada Diantara Kalian    Apa Aku Terlalu Lemah?

    Bab 81: Apa Aku Terlalu Lemah?Pertahanan Albert akhirnya runtuh, wajahnya yang tegas perlahan melembut, dia memeluk Naina erat sekali. "Maafkan aku, Nai. Aku nggak kepikiran sampai sana. Waktu itu yang ada di otakku hanya keinginan untuk memilikimu seutuhnya. Aku nggak punya cara lain lagi, karena pernikahanku dengan Cherry sudah terlanjur.""Kamu egois, Al! Kamu nggak mikirin gimana menderitanya aku setelah kejadian itu. Kamu pergi gitu aja, nggak ada tanggung jawab. Aku pikir kamu sudah bahagia dengan istrimu. Rasanya....""Stop!" Albert buru-buru menyela. "Aku sudah menerima hukuman dengan kehilangan dirimu masa itu, saat kamu memutuskan untuk menikah dengan Revan. Dalam ketidakberdayaan, apa yang bisa kulakukan, Nai? Aku hampir gila waktu itu, menyadari jika kamu lepas dari jangkauan, padahal saat itu aku tahu kamu telah mengandung Bilqis.""Sayang... tolong, jangan pergi. Kita sudah sampai sejauh ini, kita bisa sama-sama, walaupun kamu tidak mau diajak untuk menikah. Kalau anak-

  • Bukan Inginku Ada Diantara Kalian    Talak (2)

    Bab 66Plak."Apa kamu pikir setelah menceraikan putri saya, kamu bisa kembali ke mantan kekasihmu itu dengan mudah?! Saya nggak akan biarkan itu terjadi!"Tamparan yang dilayangkan oleh Anton sungguh keras, hingga membuat Albert sempat terhuyung. Tampaknya lelaki itu mengerahkan seluruh tenaganya

  • Bukan Inginku Ada Diantara Kalian    Talak

    Bab 65Novia bergegas membuka pintu. Saking bergegasnya, dia melupakan ritual mengintip tamu yang datang melalui jendela kaca depan, sehingga dia sangat terkejut manakala sosok tinggi menjulang itu muncul di hadapannya.Perempuan itu langsung membeku, menatap pria itu dengan pandangan horor.Albert

  • Bukan Inginku Ada Diantara Kalian    Sorry, Aku Tidak Berminat

    Bab 64Apalagi yang bisa dilakukan oleh orang yang patah hati seperti dirinya?Suara dentuman musik langsung menguasai indera pendengarannya tatkala Roy memasuki tempat ini. Sementara kerlap kerlip lampu memanjakan mata, tapi seketika membuatnya sedikit pusing.Sudah hampir dua tahun ia tidak perna

  • Bukan Inginku Ada Diantara Kalian    Beginikah Rasanya Ditinggalkan?

    Bab 63"Tidak mungkin! Kamu pasti bohong!""Kamu bisa tanya Naina sendiri kalau nggak percaya," balas Albert tak mau kalah."Kalian sudah pernah bertemu?!" Kesibukannya beberapa hari terakhir membuat Roy tak memiliki perhatian penuh pada Naina. Selama ini dia merasa aman dengan menempatkan dua ora

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status