Share

Bab 934

Penulis: Liazta
last update Tanggal publikasi: 2026-03-07 22:15:26

Maalm itu, Mansion Hermawan yang biasanya megah dan tenang berubah menjadi jauh lebih hidup.

Beberapa mobil mewah berhenti di halaman secara bergantian.

Mobil pertama berhenti .

Albert turun lebih dulu. Pria itu tampak sedikit lelah setelah perjalanan jauh dari Paris, tetapi senyum di wajahnya tidak bisa disembunyikan.

Di sampingnya, Aruna ikut turun sambil merapikan tas di bahunya.

Disusul pemuda tampan, berusia 20 tahun, Daren, putra ke tiga Albert. Dan si bungsu Alicia, gadis remaja berusia
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
masyi
mana jasmine?
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 951

    Suara kecapan terdengar nyaring memenuhi seisi kamar.Bibir mereka kembali bertemu setelah menghirup udara untuk beberapa detik. Ciuman itu kini ini lebih dalam, lebih lama dan lebih berani.Leo sangat menikmati rasa manis bibir istrinya. Ia memasukkan lidahnya ke dalam mulut Anisa dan kemudian bermain-main di dalam rongga mulut yang terasa sangat hangat tersebut.Anisa sempat terkejut.Namun hanya sesaat.Karena detik berikutnya—ia justru merespons.Lidahnya ikut bermain. Tangan kecilnya tanpa sadar mencengkeram kemeja Leo.Menariknya sedikit lebih dekat.Napas mereka mulai tidak teratur.Hangat.Berbaur.Leo memperdalam ciuman itu perlahan.Tidak tergesa—namun jelas tidak lagi sekadar ragu.Anisa merasakan tangan suaminya sudah mulai bergerak lincah menarik roknya ke atas. "Leo!" Gumamnya pelan. Matanya terbuka lebar sambil menatap mata suaminya. Namun pria itu hanya menatapnya sambil tersenyum nakal. Anisa akhirnya tidak membantah. Dan perlahan… membuat segalanya terasa sem

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 950

    suasana yang sempat kacau itu mulai mereda. Para tamu kembali ke tempat duduk mereka. Beberapa masih membicarakan kejadian tadi dengan suara pelan. Namun kali ini— bukan lagi dengan emosi. Melainkan dengan rasa puas. Musik kembali mengalun lembut. Lampu-lampu yang hangat menyelimuti ruangan. Seolah tidak pernah terjadi apa-apa sebelumnya. Anisa masih berdiri di pelaminan. Tangannya masih digenggam oleh Leo. Pria itu menatapnya dengan lembut. Ibu jarinya mengusap punggung tangan Anisa perlahan. “Capek?” bisiknya pelan. Anisa menggeleng kecil. Namun matanya sedikit berkaca-kaca. “Tidak…” ia tersenyum. “Justru aku merasa… ringan.” Leo tersenyum. Ia mengangkat tangan Anisa, lalu menciumnya lembut. “Aku di sini,” ucapnya pelan. Anisa menatapnya. Dan untuk pertama kalinya sejak semua itu terjadi— ia benar-benar merasa aman. Acara pun kembali berjalan dengan lancar. Tamu-tamu mulai maju satu per satu. Memberikan ucapan selamat. Senyum kembali menghiasi wajah Anisa

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 949

    “Tidak!” Tiba-tiba Wati berteriak lagi. Suaranya serak. “Aku tidak terima!” Ia menunjuk ke arah penghulu dengan tangan gemetar. “Semua ini bisa diatur! Kalian semua bersekongkol!” Namun— kali ini tidak ada yang mendengarkan. Justru— emosi para tamu sudah mencapai puncaknya. Seorang tamu berdiri dari kursinya. “Cukup!” Dan tanpa diduga— plak! Sepotong kue melayang dan tepat mengenai wajah Wati. Krim putih langsung menempel di pipinya. Ruangan seketika hening satu detik. Lalu— brak! Piring lain terlempar. Kali ini mengenai bahu Sandy. “Orang tua macam apa kalian?!” “Memalukan!” “Tidak punya hati!” Teriakan mulai bersahutan dari berbagai arah. Mirna menjerit ketika seseorang menyiramkan kuah panas ke gaunnya. “Ahh!” Ia mundur panik, wajahnya penuh ketakutan. Sandy mencoba melindungi dirinya— namun potongan kue lain mengenai wajahnya. “Dasar pengecut!” “Dari tadi cuma diam!” “Berani-beraninya datang ke sini membuat keributan!” Wati benar-benar kacau sekara

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 948

    Eliza yang berdiri di sisi pelaminan tersenyum pelan.Matanya hangat saat memandang Anisa.Kini ia mengerti.Pantas saja gadis itu begitu tenang sejak awal.Pantas saja ia tidak ingin pesta pernikahan ini sangat diawasi dengan ketat.Pantas saja ia tidak menolak ketika keluarga itu datang.Ternyata…semuanya sudah ia siapkan.Hari ini—Anisa melepaskannya.Suara Anisa kembali terdengar.Lantang.Jelas.“Aku ingin hidup bebas… dari keluarga yang tidak pernah ada untukku.”Ruangan itu kembali hening.Tidak ada yang berani menyela.Bahkan napas pun terasa tertahan.Wati menggertakkan giginya.Namun kali ini—ia tidak bisa lagi berteriak seperti sebelumnya.Tatapan orang-orang di sekelilingnya sudah berubah.Tidak ada lagi simpati.Hanya hinaan.Namun perlahan—ekspresi wajahnya berubah.Bukan marah.Melainkan… berpikir.Matanya melirik ke arah Leo.Kemudian ke para tamu asing yang memenuhi ruangan.Ia akhirnya menyadari sesuatu.Pria ini… bukan orang sembarangan.Dan di detik itu—niatny

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 948

    Eliza yang berdiri di sisi pelaminan tersenyum pelan.Matanya hangat saat memandang Anisa.Kini ia mengerti.Pantas saja gadis itu begitu tenang sejak awal.Pantas saja ia tidak ingin pesta pernikahan ini sangat diawasi dengan ketat.Pantas saja ia tidak menolak ketika keluarga itu datang.Ternyata…semuanya sudah ia siapkan.Hari ini—Anisa melepaskannya.Suara Anisa kembali terdengar.Lantang.Jelas.“Aku ingin hidup bebas… dari keluarga yang tidak pernah ada untukku.”Ruangan itu kembali hening.Tidak ada yang berani menyela.Bahkan napas pun terasa tertahan.Wati menggertakkan giginya.Namun kali ini—ia tidak bisa lagi berteriak seperti sebelumnya.Tatapan orang-orang di sekelilingnya sudah berubah.Tidak ada lagi simpati.Hanya hinaan.Namun perlahan—ekspresi wajahnya berubah.Bukan marah.Melainkan… berpikir.Matanya melirik ke arah Leo.Kemudian ke para tamu asing yang memenuhi ruangan.Ia akhirnya menyadari sesuatu.Pria ini… bukan orang sembarangan.Dan di detik itu—niatny

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 947

    Baru sekarang ia menyadari sesuatu yang mengerikan.Pria yang selama ini ia hina…ternyata adalah dokter yang melakukan operasi besar itu.Seorang dokter yang bahkan disaksikan oleh para ahli dari berbagai negara.Para tamu mulai bertepuk tangan.Beberapa bahkan bersorak.Baru sekarang keluarga itu menyadari sesuatu.Pernikahan ini tidak hanya disaksikan tamu yang hadir di ruangan itu.Acara ini disiarkan secara langsung.Ke berbagai negara.Banyak tamu asing berdiri di sana.Hampir setengah ruangan adalah orang-orang dari luar negeri.Rekan dokter.Peneliti.Profesor.Mereka semua memandang keluarga Anisa dengan ekspresi jijik.Seseorang berteriak dari belakang,“Memalukan!”Yang lain menambahkan,“Orang tua seperti apa yang meninggalkan anak cacat sendirian?!”Suasana menjadi riuh.Wati gemetar.Wajahnya pucat.Untuk pertama kalinya—ia tidak bisa berkata apa-apa.Sementara di atas pelaminan—Anisa hanya berdiri dengan tenang.Leo berdiri di sampingnya.Lalu dengan lembut—ia mengge

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 156

    Mirna memandang ke arah Sandy dengan penuh kemarahan. Sikap Sandy yang seperti ini membuatnya merasa kecewa. Seharusnya pria itu lebih mementingkan dirinya yang akan melahirkan, bukan Eliza."Sakit, sakit sekali dokter." Mirna mencekam tangan perawat yang berada di dekatnya. Kukunya yang panjang memb

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-20
  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 171

    "Buka mulut!"Eliza menelan air liurnya berulang-ulang kali ketika mendengarkan perintah pria yang duduk di depannya. Bagaimana mungkin dia bisa menelan makanannya dengan nikmat jika wajah pria itu terkesan menakutkan. "Eliza, cepat buka mulut!" lagi-lagi pria itu memberi perintah. "Mas, Liza bisa ma

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-20
  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 147

    Keributan yang terjadi antara Eliza, mertua beserta kedua kakak iparnya menjadi tontonan. Bukan hanya pengunjung yang masuk ke cafe saja yang menonton adegan perkelahian ini namun juga beberapa orang yang melintas dan melihat ke dalam. "Ternyata perempuan gendut dan jelek itu mertua yang kejam pada,

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-20
  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 193

    "Nggak apa-apa tadi Liza sudah tanya kalau kurang boleh tambah? kata apak boleh," kata Eliza."Kenapa panggilnya apak?" tanya Hermawan."Iya, kalau orang Minang suka bilangnya apak, untuk bapak, amak untuk mamak," jelas Eliza."Oh." Mawar dan Hermawan menganggukkan kepalanya. "Kalau kata apak boleh tam

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-20
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status