LOGINBeberapa hari nggak nyapa. Thor kemana aja? 😍😍 Masih di sini 😍😍
Kecupan itu? Kalau bilang sebatas adik kakak, mana mungkin, mereka saja sudah bertunangan. Kalau sebagai tunangan? Willona saja meng-klaim kalau pertunangan mereka masih tergolong palsu. Tidak mungkin juga. Karena Galaxy berpikir kalau kecupan itu bukan jawaban yang tepat, tidak sama dengan rasa di hatinya.Saat Galaxy mengecup kening Willona. Meski seakan terjadi begitu saja, tapi itu adalah luapan rasa panas dan ingin orang lain tahu kalau Willona itu miliknya. Dan bisa dikatakan kalau kecupan itu adalah tanda kepemilikan level awal. "Kalau masih diam saja tak mau jawab, akan aku anggap kalau tadi itu cuma pencitraan dan sekarang pergilah. Aku nggak mau melihat Kak Laxy dalam waktu lama. Aku benci--""Dari hati. Bukan adik."Willona mematung. Matanya yang lebar menatap tidak percaya ke arah pria yang kini berdiri tepat di depannya. Dalam batinnya, ada sebuah letupan kembang api yang berusaha dia padamkan paksa. Ada rasa bahagia yang menyelinap malu-malu karena akhirnya pria angku
"Kalian datang demi kampret Betrand ini, kan? Kalau begitu aku akan telepon jenderal atau komandan kalian lah minimal. Biar dia jadi juru bicaraku, bagaimana?" Galaxy makin menjadi-jadi.Melihat ancaman nyata dari sang CEO, dua polisi itu tak butuh waktu lama untuk menyerah. Mereka segera membungkuk minta maaf dan pergi terburu-buru, meninggalkan Betrand yang berdiri mematung dalam amarah."Ehem!" Galaxy memperbaiki posisi berdiri sambil meluruskan jasnya yang sedikit miring dengan gerakan yang sangat elegan.Lalu, dia menatap Betrand dengan senyum kemenangan yang sangat menyebalkan, sebuah ekspresi meremehkan yang seolah mengatakan jika seluruh upaya Kapten itu hanyalah lelucon bagi seorang Kalingga."Sepertinya seragam dan pangkatmu tidak cukup sakti untuk menyentuhku, Kapten," ujar Galaxy dengan wajah sok keren.Betrand memicing tajam. "Aku tahu. Aku tahu kalau untuk menghadapi orang gila sepertimu, harusnya langsung kulempar saja, tanpa kompromi."Galaxy terkekeh. "Lain kali, kala
"Tuan Galaxy Kalingga, kami menerima laporan atas tindakan ketidaknyamanan dan dugaan kekerasan. Harap menjauh dari Nona Willona sekarang juga!"Willona terdiam kaget, kenapa bisa ada polisi segala? Lalu, apa yang akan terjadi pada Galaxy nanti?Betrand tersenyum miring dengan tatapan tajam. Seolah mengatakan kalau dirinya tak bisa semudah itu disingkirkan. Galaxy tertawa sinis, matanya tajam ke arah Betrand yang berdiri dengan senyum kemenangan. "Oh, jadi ini rencana murahanmu, Kapten? Memakai seragam untuk ikut campur urusan pribadiku?""Ini bukan urusan pribadi lagi saat kamu membuat seorang wanita menangis ketakutan di dalam kamar yang terkunci, Tuan muda Galaxy. Ingat, kalian ini pasangan yang diragukan seluruh penjuru negeri tahu kalau kamu memanfaatkan wanita polos demi menutupi kebejatanmu menghamili wania lain," balas Betrand tajam. Mata Galaxy makin tajam, yang dia takutkan, Willona akan termakan omongan Betrand. "Jadi, maksudmu, permainan di antara kita jangan dilakukan s
'Sungguhkah kamu jadi begini, Lona? Maafkan aku yang tepat datang. Bodoh! Aku memang bodoh. Andai aku tidak pergi waktu itu, kamu kewarasanmu pasti akan tetap terjaga,' batin Galaxy saat berlari. Pria itu menampakkan wajah sangat menyesal. 'Dan kali ini aku nggak akan melakukan kesalahan ke dua kalinya.' Kini, Galaxy berdiri mematung di depan pintu, napasnya menderu pendek dengan detak jantung yang berdentum hebat. Bayangan kata-kata Aluna di telepon tadi terus berputar di kepalanya. 'Kak Lona kritis psikis-nya. Harus segera dibawa ke rumah sakit.' Rasa nyeri menjalar di dadanya, sebuah ketakutan yang belum pernah dia rasakan bahkan saat kehilangan kontrak miliaran dolar sekalipun. Tatapannya tak fokus dengan deru napas berat. "Ken! Cepat siapkan ambulans sekaran!" titah Galaxy dengan wajah panik. Tangannya yang gemetar mulai menggedor pintu, dan juga menekan bel berulang kali tanpa jeda, menciptakan kebisingan yang memekakkan telinga Willona di dalam sana. Hingga wanita
"Aluna! Gila, Kamu ya. Nyebar hoak parah banget!""Kita harus bertanggung jawab sepenuhnya dengan kebahagiaan mereka, Zayn. Jangan tanggung-tanggung kalau mau mengawal cinta mereka. Lengah dikit, ada yang mau nyerobot." Aluna mengibas rambutnya sehabis selesai telepon. "Gimana kalau Kak Lona marah?" pekik Zayn. "Nggak lihat apa tadi muka Kak Laxy kaya apa? Dia kaya denger kabar kematian.""Marahnya kak Lona paling cuma sebentar, yang lama itu bapernya karena Kak Laxy datang. Tenang aja, kita cuma tinggal bodo amat, dan serahkan sisanya sama kak Laxy, otaknya pasti paham kalau tadi itu kode dari adik kesayangannya. Dan endingnya malah berterima kasih." Aluna mengerling.Zayn meremas rambutnya. Tamat riwayatnya di depan Papa David. Dia dapat misi untuk mencegah Galaxy mendekati Kakaknya lagi, tapi malah melakukannya sebaliknya."Sekarang bantu aku mencegat calon perebut Kak Lona dari Kak Laxy. Bantuin banting stir hatinya. Situasi sudah gawat darurat." Aluna tersenyum lebar. Sekali day
Sampai Willona berjingkat kaget. "Huufff ... Suku cadang jantung susah didapat, Aluna. " Aluna duduk di sisi Willona. "Melamun atau kesambet, Kak? Atau lagi merindukan yang dirindukan?" Alisnya naik turun. Willona menepuk dahi Aluna. "Kesambet demit kamar ini." Mata Aluna seketika melebar tegang dengan dua tangan di bawah dagu. "Wow, kesambet demit. Bocah demit itu memang makin menjadi-jadi. Nggak datang orangnya, eh khodamnya." Willona terdiam dengan wajah kecut. Dia salah jawab yang akhirnya dipelintir sama Aluna. Zayn ngakak. "Aluna, emang kak Laxy punya khodam?" Aluna menunjuk Willona. "Ini buktinya. Dia korban kesambet khodamnya kak Laxy. Duduk melamun aja sejak kemarin." Willona mendorong Aluna. "Sana kalian pergi! Jangan di sini! Sana. Sana. Sana!" Aluna tertawa lepas sambil berlari ke arah pintu. "Nanti nyusul ke pantai, ya?" "Nggak akan!" ketus Willona. "Jangan buru-buru menjawab, Kak. Bisa jadi nanti datang sendiri ke pantai tanpa kamo paksa." Zayn meng







