Home / Romansa / Menjadi Istri Dadakan CEO Posesif / Bab 6. Tinggal Cerai Saja

Share

Bab 6. Tinggal Cerai Saja

Author: Angsa Kecil
last update Last Updated: 2025-06-24 11:00:28

"Vio, jangan omong kosong. Siapa juga yang mau menggantikanmu jadi pengantin wanita dari seorang seperti Reyvan. Memangnya Reyvan punya apa sampai aku mau merebutnya darimu?"

Amber mendecih malas. Dia heran dengan apa yang dikatakan Viona. Jelas dia korban yang dipaksa jadi pengantin pengganti, tapi kenapa jadi tersangka? Napasnya tercekat menahan gejolak dadanya yang mendidih.

Cepat Reyvan menoleh. Dia merasa Amber sudah merendahkan harga dirinya. Lalu menatap tajam Viona dengan senyum tipis. "Jelaskan apa maksudmu?"

Viona menghapus air mata. Wajahnya sendu, tapi sorot matanya tajam melirik Amber.

"Aku baru saja berhasil lepas dari jebakan licik Amber dan ibunya. Mereka yang membuatku menghilang di hari pernikahan kita. Mereka jahat banget, Rey. Apa salahku sama mereka sampai tega melakukan ini padaku? Mereka merebut papaku, sekarang merebutmu dariku. Amber wanita licik dan nggak mungkin mau ngaku begitu saja. Aku sangat hafal sama dia. Pura-pura lemah dan selalu pakai wajah lembut, tapi aslinya dia seperti rubah!" Viona kembali tersedu.

Amber maju selangkah. Dia bahkan tidak paham sedikit pun apa yang dimaksud Viona.

"Jangan bicara sembarangan! Memangnya apa yang aku lakukan, Vio?" teriak Amber.

Viona gegas mengeluarkan ponselnya. Lalu, dia membuka sebuah rekaman dan menyodorkannya pada Reyvan .

"Reyvan, lihat. Malam itu aku nggak bisa tidur. Aku gugup banget karena mau menikah paginya. Lalu, mamanya Amber masuk ke kamarku, membawa jus dingin. Katanya sih dari papa. Karena itu kemauan papa, makanya aku minum tanpa curiga. Tak lama setelah itu, aku nggak sadarkan diri. Saat bangun, aku sudah ada di gudang tua. Aku butuh waktu dan perjuangan buat lolos dan kembali. Tapi semuanya sudah terlambat. Aku terlambat, Reyvan. Kamu sudah menikah sama Amber." Viona menatap sendu dengan deraian air matanya.

Amber menggeleng. "Gudang tua? Kalau kamu tidur di apartemen pria aku percaya. Lagian, mamaku nggak mungkin–"

"Lihat, Amber!" Viona menyodorkan ponselnya pada Amber. Dadanya bergemuruh hebat, dia gugup. Dalam hati takut Amber mengatakan soal malam itu pada Reyvan.

Amber terdiam. Rekaman itu memang jelas. Ibunya membawa gelas jus masuk ke kamar Viona.

Tapi, tunggu dulu. Amber tidak akan percaya begitu saja. "Itu bukan bukti yang bisa mengatakan aku dan mama bersalah."

"Tidak bersalah? Kamu harus lihat ini, Reyvan." Viona cepat menyerahkan amplop putih pada Reyvan .

Amber menunggu akan ada apalagi yang dilakukan Viona.

"Itu hasil laboratorium. Setelah kembali dan tahu aku terlambat, aku langsung ambil sisa jus dan membawa ke lab. Hasilnya ada di kertas itu. Ada obat tidur dosis tinggi di dalam jus," ucap Viona.

Reyvan terkekeh menatap Amber. "Ternyata keluarga Dinata selucu ini."

"Dia nggak pantas bahagia jadi istrimu, Rey. Ceraikan saja secepatnya. Buat dia jadi janda yang tidak diinginkan pria mana pun lagi. Karena dia sudah berani mengacaukan pernikahan keluarga Kalingga." Viona tersenyum tipis di sela tangis.

Amber terkekeh merutuki dirinya. "Ide bagus, tinggal bercerai saja. Aku juga muak sama pernikahan ini."

Sedang Reyvan menatap tajam Amber. Tatapannya intens dan hanya dia sendiri yang tahu apa yang ada di pikirannya. "Bercerai?" Dia malah terkekeh.

Amber membuang pandangannya ke arah lain. Dadanya bergemuruh hebat dengan desiran halus tak karuan.

Viona mengusap air matanya. Dia yakin rencananya kali ini akan berhasil. Selain membuat Reyvan berpihak dan percaya padanya, dia ingin membuat Reyvan sangat membenci Amber.

Reyvan menghentakkan kakinya mengikis jarak pada Amber. "Bercerai? Mudah sekali kamu mengatakannya setelah berani masuk ke rumah ini. Berani menjadi pengantinku, jangan berharap bisa lepas dengan mudah. Aku pasti akan membuangmu setelah bosan!"

Amber membelalak. "Tapi buat apa mempertahankan pernikahan yang nggak jelas ini. Lagian kita sama-sama tidak menginginkan. Mending kita cerai dan kamu cari istri yang kamu sukai. Beres!"

Sedang Viona tak kalah kaget. Jawaban Reyvan di luar dugaannya. "Tapi, Rey. Amber nggak pantas jadi istrimu. Dia cuma anak haram. Apa kata orang kalau kamu terus memeliharanya."

Reyvan terkekeh kecil menatap Viona. "Sejak kapan kamu berani mencampuri urusanku?"

Viona jadi terdiam.

Amber mengangguk-angguk kecil. "Benar yang dikatakan Viona. Aku cuma anak haram dan nggak pantas buat kamu."

Reyvan terkekeh kesal. "Menurutmu, aku membiarkanmu tetap di rumah ini karena aku menginginkanmu? Jangan terlalu percaya diri. Aku cuma mau buat kamu menerima ganjaran karena telah mengacaukan hidupku!"

Seulas senyum kini terbit di bibir Viona. 'Bagus kalau Reyvan mau membuat Amber menderita dulu. Amber ... Amber, kamu tetap nggak bisa melawanku!' batinnya.

Amber menghembus napasnya dari mulut sambil memalingkan muka jenggah. "Terserah maumu, Tuan angkuh!"

Reyvan tersenyum miring kesal, menatap geram Amber.

Lalu, langkah tegas menapaki ruangan itu.

"Amber, apa salahku sampai kamu tega menikah sama pria lain. Apa karena aku bukan orang kaya? Kita pacaran dua sudah tahun dan aku bahkan sudah melamarmu. Tapi kamu bahkan tidak memberitahuku kalau mau menikah dengan orang lain."

Amber menatap arah pintu, sosok yang dihindarinya kini malah datang di tengah perdebatan sengit.

Reyvan mengerutkan keningnya. Siapa pria ini, dan apa hubungannya dengan Amber?

Sedang Viona tersenyum culas. 'Habis kamu, Amber!' batinnya.

Reyvan menatap tajam pria asing itu. "Siapa kamu dan apa maksudmu datang ke rumahku?"

Dion tersenyum tipis, menatap langsung ke arah Amber. "Aku calon suami Amber. Aku datang untuk meminta penjelasan padanya."

Amber terkekeh dan tersenyum tipis. "Kamu calon suamiku? Jangan ngaku-ngaku, Dion. Yang benar, kamu pecundang yang aku buang setelah tidur dengan calon iparmu."

Viona menjerit cepat, wajahnya memerah. "Jangan mulai lagi, Amber! Setelah kamu menjebakku hingga aku nggak bisa datang ke pernikahan sendiri, sekarang kamu menuduhku yang tidak-tidak dengan Dion. Aku nggak serendah dirimu, Amber!"

Reyvan berdiri dengan satu tangan dimasukkan ke saku celananya. Tatapannya datar mengamati mereka satu per satu. Lalu, sudut bibirnya terangkat tipis. "Menarik."

Amber menatap Viona dengan senyum getir. "Menuduh? Oh, aku tahu. Aku memang selalu kalah licik sama kalian. Kalah pintar soal playing victim. Silakan saja karang cerita seperti apa pun untuk menutupi kebusukan kalian. Toh aku nggak butuh pembelaan apapun di depan Reyvan. Diceraikan secepatnya malah menyenangkan."

Reyvan mengepalkan tangannya kuat. Ada amarah aneh yang menghangat di dadanya saat mendengar kata-kata Amber.

Dion perlahan mendekati Amber. "Sayang, aku menerimamu, meski kamu cuma anak haram. Aku serahkan semua hidupku padamu. Kita sudah banyak melewati malam bersama, kenapa kamu tega menikah sama pria lain begitu saja?"

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (15)
goodnovel comment avatar
Oktaviana Maria Regina Leki
masih tetap nyimak ya thorrr,,,semangat lanjut menulis ceritanya thorrr,,,,kalau bisa ceritanya sampai tamat ya thorrr.........
goodnovel comment avatar
Maria Yuliana
ceriteranya menarik. aku baca sampai bab 7 ko udah ngak bisa kebuka lagi
goodnovel comment avatar
Heny Suhaeni
playing victim teruuuuus
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Menjadi Istri Dadakan CEO Posesif   Bab 556

    Bab 556“Malam ini, biar aku saja yang jaga. Kalau dia ngamuk atau macam-macam, akan kusuntik obat kesurupan atau rabies.” David tiba-tiba datang tanpa diundang. Dia tersenyum lebar pada Reyvan dan itu malah tampak menyeramkan.Reyvan hampir tersedak air minumnya. “Nggak sekalian kamu siapkan obat cepat dapat cucu? Perasaanku nggak enak kalau kamu datang malam begini. Jangan bilang dalam rangka merindukanku dan nggak bisa tidur kalau tidak di sampingku. Cuihhh, rindu menyesatkan.”David melotot. Amber terkekeh. “Kebetulan kalau gitu. Aku mau ambil baju-baju Reyvan juga. Karena dia bilang mau liburan tidur di bangsal vvip rumah sakitmu seminggu.”“Kamu tidur nyenyak saja malam ini dan aku pastikan kalau besok pagi Reyvan akan pergi dari rumah sakitku ini.”Dan Amber benar-benar pergi. Dia sangat paham kalau sebenarnya David ingin membicarakan hal penting.David tersenyum menyerupai malaikat, saat mengantar kepergian Amber.“Katakan saja apa tujuanmu yang sebenarnya, Vid. Kenapa mendad

  • Menjadi Istri Dadakan CEO Posesif   Bab 555. Aluna Ngaku

    “Anak itu sudah saya kasih obat tidur dua butir. Saya jamin akan pulas sampai pagi, Kapten. Saya benar-benar tidak tahan dengan teriakan, umpatan, dan manjanya. Masih untung nggak saya pukul kepalanya sampai pingsan pas bilang kalau kita ini cuma anjingnya Papanya dan akan mati kalau sampai gagal bertindak.” Samuel berkeluh kesah penderitaannya.“Saya sudah siapkan racun tikus. Apa perlu anak itu kita habisi saja dan buang ke markas musuh di belakang air terjun itu, Kapten? Dia itu seperti bukan manusia, tapi jelmaan setan.” Keluh satunya lagi yang tak kalah geregetan.“Saya rasa, Matteo itu kita buang saja malam ini. Saya hanya takut kalau Komandan Tedy punya jalan pintas lain untuk menyelamatkan anaknya dan semua usaha Anda gagal, Kapten.” Satunya lagi usul jalan cepat. Karena dia pun sudah tak punya stok sabar lebih banyak lagi untuk Matteo dan komandan Tedy.Betrand menatap semuanya. “Kalau memang harus pakai jalan pintas, cukup tanganku saja yang kotor. Tangan kalian tak pantas u

  • Menjadi Istri Dadakan CEO Posesif   Bab 554. Adu Taring

    Galaxy terperanjat, dia berdiri dari duduknya dengan sungut panjang. “Apa kamu bilang? Berbahaya? Aku mencintai Lona lebih dari apa pun! Kamu yang berbahaya, membawa pengaruh buruk pada adikku!”“Mencintai bukan berarti bebas bersikap arogan pada semua orang, Kalingga. Kamu mengacaukan rumah sakit Om David hanya karena tidak bisa mengontrol emosimu sendiri.” Betrand juga berdiri.“Tahu apa kamu soal cinta? Sudah tua saja kalau bukan adikku yang mengejarmu, kamu akan jadi pria tua!” Galaxy tertawa ejek.Zayn ikut berdiri dan bertepuk tangan kecil. Akhirnya keseruannya kembali. David juga berdiri dan bersorak dalam hati. ‘Rey, akhirnya ada yang membalaskan dendamku pada anakmu,’ batinnya.Sedang Willona memegang tangan Laxy. Dan Aluna memegang tangan Betrand.Perdebatan itu semakin memanas, saling serang dengan kata-kata tajam.Aluna terus-menerus memotong dengan pembelaan untuk Betrand, sementara Galaxy terus mengelak dan menyerang balik reputasi militer Betrand.David yang berada di t

  • Menjadi Istri Dadakan CEO Posesif   Bab 553. Cerminan David vs Reyvan

    [Terjadi keributan yang sangat seru dan melibatkan, Kak Laxy, Aluna, dan Om kapten itu di basement. Di mana saat ini mereka sedang digiring Papa ke ruangannya. Entah siapa yang bisa keluar hidup-hidup kali ini.] Zayn mengirim pesan untuk Kakaknya, Willona.Di ruang direktur.David duduk dengan punggung tegak di sofa tunggal yang berada di tengah, membelah dua kubu yang sedang dalam kobaran api. Hening sekejab. Mencekam, hanya suara detak jam dinding yang terdengar. Dan hanya ada bahasa sorot mata tajam.Aluna dengan keras kepala memilih duduk mepet di sebelah Betrand. Sementara Galaxy duduk sendirian di sofa seberang dengan wajah lebam samar.Zayn memilih duduk di kursi kebesaran David di balik meja kerja, memilih jadi penonton saja.Pintu ruangan terbuka kasar. Willona masuk dengan napas memburu dan wajah yang pucat pasi. Begitu mendapat pesan darurat dari Zayn, dia langsung berlari secepat kilat tanpa mempedulikan tatapan perawat lain. Tanpa permisi, dia langsung mengambil tempat

  • Menjadi Istri Dadakan CEO Posesif   Bab 552. Ketahuan David

    BRAKKK! BRAKKK! BRAKKK! BRAKKK!“Buka pintunya, Brengsek!”“Betrand, keluar kamu dari sana dan lepaskan adikku!” teriak Galaxy dengan suara menggelegar. Wajahnya merah padam, urat-urat di lehernya menonjol saat dia terus menggedor kaca mobil.Betrand yang duduk di kursi kemudi tetap tampak tenang. Dia justru menyandarkan punggungnya dengan santainya, lalu menarik sudut bibirnya hingga membentuk senyuman miring yang sangat tipis. Tatapan tajamnya lurus ke arah luar. “Om Kapten! Ayo jalan! Kenapa malah diam saja?” Aluna merengek, badannya gemetar dengan jantung yang rasanya mau copot. Dia mulai menangis tanpa air mata, tangannya mengguncang lengan Betrand. “Nggak usah pikirin Kak Laxy! Demi takdir cinta kita, Om, bodo amat sama singa ngamuk itu! Ayo pergi sekarang!”Betrand menoleh pelan, menatap Aluna dengan tatapan yang sangat tajam hingga membuat rengekan gadis itu terhenti di tenggorokan.“Diam, Aluna. Aku nggak punya waktu buat mengurus hal gila seperti ini lagi,” ujar Betrand dat

  • Menjadi Istri Dadakan CEO Posesif   Bab 551. Kapten itu Lagi!

    Betrand terdiam. Dia melihat ke sekeliling, di mana kerumunan orang mulai memperhatikan interaksi mereka yang cukup mencolok. Gengsinya sebagai seorang kapten terancam runtuh jika Aluna benar-benar membuat keributan di sana.Dia menghembuskan napas panjang, mencoba meredam emosinya yang hampir meledak. Hingga akhirnya Betrand akhirnya menyerah sementara.“Hanya sepuluh menit. Setelah itu kamu harus kembali ke dalam, atau aku sendiri yang akan memborgol tanganmu di bed rumah sakit.”Aluna langsung bersorak dalam hati, dia berhasil menyeret pria kaku itu menjauh dari keramaian koridor.–Di sisi lain rumah sakit, Zayn berdiri mematung di depan ranjang yang sudah kosong melompong. Dia melotot. Dompetnya masih ada, tapi uang cach-nya sudah ludes tanpa sisa.“Gila itu bocah,” gumam Zayn tak percaya. Dia segera menghubungi Galaxy dengan tangan gemetar.“Hem. Apalagi? Apa Aluna sudah menyerah?”“Kak, Aluna kabur. Dia ... dia juga nyopet duitku pas aku ke kamar mandi sebentar tadi,” lapor Zayn

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status