Share

057 || Titah Kaisar

Author: Diva
last update Huling Na-update: 2026-03-11 16:28:36

Untuk sesaat, tidak ada yang berbicara di dalam aula.

Han Ruoxi menatap pelayan itu dengan alis sedikit berkerut.

“Kasim Lu Dehai?” ulangnya pelan.

Nama itu bukan nama sembarangan di ibu kota. Semua orang tahu siapa dia. Kasim kepercayaan Kaisar yang jarang muncul tanpa membawa maksud penting dari istana.

Han Ruoxi segera berdiri. “Di mana dia sekarang?”

“Beliau sudah berada di ruang penerimaan tamu, Nyonya,” jawab pelayan itu cepat. “Jenderal Zhao sedang menemuinya.”

Han Ruoxi sedikit terkejut
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   057 || Titah Kaisar

    Untuk sesaat, tidak ada yang berbicara di dalam aula.Han Ruoxi menatap pelayan itu dengan alis sedikit berkerut.“Kasim Lu Dehai?” ulangnya pelan.Nama itu bukan nama sembarangan di ibu kota. Semua orang tahu siapa dia. Kasim kepercayaan Kaisar yang jarang muncul tanpa membawa maksud penting dari istana.Han Ruoxi segera berdiri. “Di mana dia sekarang?”“Beliau sudah berada di ruang penerimaan tamu, Nyonya,” jawab pelayan itu cepat. “Jenderal Zhao sedang menemuinya.”Han Ruoxi sedikit terkejut. “Fenglin?”“Ya, Nyonya. Jenderal baru saja menyuruh kami mempersilakan Kasim Lu masuk.”Wanita itu terdiam sejenak.Putranya bahkan belum sempat membersihkan diri setelah perjalanan panjang, namun sudah harus menemui utusan dari istana.Tatapan Han Ruoxi lalu beralih pada Yuwen Shuang.Tabib Liu yang tadi hendak memeriksa luka juga berhenti bergerak, seolah memahami bahwa situasi telah berubah.“Kau lanjutkan pemeriksaanmu nanti,” kata Han Ruoxi pada tabib itu dengan nada tenang. “Aku harus me

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   056 || Kedatangan Kasim Lu Dehai

    Han Ruoxi akhirnya melepaskan pelukan itu. Kedua tangannya masih memegang lengan putranya saat ia menatap wajah Zhao Fenglin dengan seksama.Untungnya wajah putranya tetap tertutup kain hitam seperti biasa, sehingga ekspresinya tidak terlalu terlihat oleh banyak orang.Namun bagi Han Ruoxi, itu tidak penting. Yang penting putranya berdiri di hadapannya dengan selamat. Wanita itu kemudian menoleh kembali ke arah Yuwen Shuang.Tatapannya melembut.“Cepat masuk ke dalam,” katanya sambil mengusap sudut matanya. “Kalian pasti lelah setelah perjalanan panjang.”Ia segera memberi isyarat kepada para pelayan di sekitar mereka. “Siapkan air hangat untuk Putri. Panggil tabib juga.”Para pelayan langsung menundukkan kepala. “Baik, Nyonya!”Halaman kediaman Zhao yang tadinya hanya dipenuhi bisikan lega kini kembali menjadi sibuk. Para pelayan bergerak ke sana kemari menjalankan perintah.Sementara itu Han Ruoxi berdiri di antara Zhao Fenglin dan Yuwen Shuang, menatap keduanya dengan perasaan yang

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   055 || Sampai Ke Kediaman Zhao

    Kuda hitam yang ditunggangi Zhao Fenglin akhirnya memperlambat langkahnya di depan gerbang besar Kediaman Zhao.Derap langkah rombongan di belakangnya ikut berhenti satu per satu. Gerbang kayu tinggi itu terbuka lebar, memperlihatkan halaman luas yang sudah begitu akrab bagi para pelayan di dalamnya. Begitu sosok Zhao Fenglin terlihat di barisan depan, beberapa pelayan yang sedang bekerja langsung tertegun.“Jenderal!”Salah satu dari mereka hampir tidak percaya pada apa yang dilihatnya.Di sisi gerbang, kepala pelayan kediaman Zhao yang sudah berusia setengah baya segera melangkah maju dengan wajah terkejut. Namun keterkejutan itu dengan cepat berubah menjadi kelegaan yang begitu jelas.“Jenderal Zhao!”Ia menundukkan tubuh dalam-dalam, lalu buru-buru menoleh ke arah para pelayan yang berdiri tidak jauh dari sana.“Cepat! Segera laporkan kepada Nyonya bahwa Jenderal telah kembali! Putri juga bersama beliau!”Beberapa pelayan langsung berlari menuju halaman dalam tanpa menunda.Suasan

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   054 || Memasuki Ibu Kota

    Beberapa hari telah berlalu sejak mereka meninggalkan kota kecil itu. Perjalanan menuju ibu kota kekaisaran tidaklah singkat. Rombongan Zhao Fenglin harus melewati beberapa kota kecil dan jalur pegunungan sebelum akhirnya memasuki wilayah provinsi Jingzhou. Selama beberapa hari itu, mereka beberapa kali berhenti di penginapan untuk beristirahat. Tidak ada lagi penyergapan seperti malam itu. Namun para prajurit tetap berjaga dengan kewaspadaan yang sama. Setiap kali mereka berhenti di suatu tempat, penjagaan selalu diperketat. Tidak seorang pun benar-benar merasa aman. Pagi itu, langit cerah tanpa awan. Jalan tanah yang mereka lalui mulai berubah menjadi jalan batu yang lebih lebar dan rapi. Tanda bahwa mereka telah mendekati pusat kekaisaran. Di depan rombongan, Wei Chen yang menunggang kudanya perlahan memperlambat langkah. “Jenderal,” katanya sambil menoleh ke belakang. Zhao Fenglin yang menunggang kuda hitamnya segera mengangkat pandangan. Wei Chen menunjuk ke arah de

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   053 || Bahaya

    Langkah Zhao Fenglin berhenti di depan kamar yang dimaksud.Lorong penginapan itu kini jauh lebih sunyi dibanding beberapa saat sebelumnya. Hanya terdengar suara langkah para penjaga yang masih memeriksa ruangan di lantai bawah.Lampu minyak di dinding bergoyang pelan tertiup angin malam yang masuk dari jendela-jendela yang terbuka.Wei Chen, Gu Liang, dan Shen Yu berdiri beberapa langkah di belakang Zhao Fenglin.Tatapan mereka semua tertuju pada pintu kayu di hadapan sang jenderal.“Ini kamarnya, Tuan,” kata pemilik penginapan dengan suara pelan. Ia berdiri agak jauh seolah tidak ingin terlalu dekat dengan situasi yang membuatnya gugup.Zhao Fenglin tidak langsung menjawab.Tangannya perlahan mendorong pintu itu.Pintu kamar terbuka pelan.Di dalamnya tampak sebuah ruangan sederhana seperti kamar-kamar lain di penginapan itu. Sebuah meja kecil berdiri di dekat jendela, sementara tempat tidur di sudut ruangan masih rapi.Tatapan Zhao Fenglin langsung menyapu seluruh ruangan dengan ce

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   052 || Memastikan?

    Zhao Fenglin dengan cepat menendang pedang itu dengan kuat hingga terlempar cukup jauh. Yuwen Shuang tak bernapas selama beberapa saat. Pedang itu nyaris mengenai dadanya jika saja Zhao Fenglin tak bergerak cepat menendangnya. Gadis itu menyentuh dadanya sendiri, ekspresi wajahnya begitu syok.Pria bertopeng itu menggeram saat pedangnya terlempar cukup jauh. Ia sedikit mundur untuk mengambil pedang miliknya.Dua rekannya langsung menyerang bersamaan dari dua arah berbeda. Namun Zhao Fenglin justru bergerak maju ke arah mereka.SREET!Pedangnya meluncur lurus seperti kilat. Pembunuh kedua bahkan tidak sempat bereaksi ketika bilah itu menembus bahunya.“UGH—!”Tubuh pria itu tersentak mundur. Pada saat yang sama Zhao Fenglin menarik pedangnya kembali.Darah menyembur tipis ke udara. Namun pria bertopeng dan satu pembunuh lainnya sudah menyerang dari kiri dan kanan.CLING!Zhao Fenglin menangkis satu pedang.Namun pedang lainnya hampir mengenai bahunya.SREET!Yuwen Shuang refleks meng

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status