LOGINMohzan Raza Tabrani adalah seorang pemuda yang terlahir dari rahim seorang ibu yang berhati mulia, diasuh oleh seorang nenek yang suka berdoa dan berzikir serta dijaga dan diberi nama oleh malaikat penjaga. Walaupun dirinya hanyalah orang biasa yang tidak memiliki kasta dan derajat sosial ditengah masyarakat, namun lewat tangan seorang Malaikat Allah menitipkan banyak sekali kelebihan pada dirinya. Ia dikarunia otak yang sangat cerdas, hati yang santun dan mulia serta kemampuan bela diri yang luar biasa. Semua itu ia dapatkan lewat pelatihan gaib yang selalu datang dalam mimpinya. Kepintaran Mohzan yang luar biasa sehingga membuat banyak orang menjulukinya manusia komputer. Namanya sangat populer diantara para penimba ilmu. Mereka berbondong-bondong mendatangi Mohzan untuk belajar berbagai ilmu pengetahuan. Namun sebagian orang juga menyebut dirinya adalah titisan malaikat karena hatinya yang sangat mulia dan penuh kasih sayang terhadap orang-orang yang nasibnya kurang beruntung. Diusia yang masih sangat muda Mohzan telah mempunyai puluhan adik-adik angkat yang berasal dari anak-anak jalanan. Suatu saat aksinya viral dimedsos. Jutaan warganet mendukung dan membantu aksi sosialnya itu. Segudang nama indah yang telah diukir Mohzan membuat dirinya menjadi idaman banyak gadis remaja. Ia diperebutkan bagaikan piala yang mati-matian diperjuangkan. Namun untuk urusan asmara dan percintaan Mohzan dikenal sebagai sosok yang dingin dan cuek. Ia belum memastikan siapa gadis yang akan dipilihnya untuk jadi pendamping hidupnya. Selain dicintai oleh banyak orang ternyata hidup Mohzan tidaklah mudah. Segelintir manusia yang iri padanya berusaha menyingkirkannya dari dunia ini. Ia akhirnya harus meregang nyawa ketika sebuah peluru menembus dadanya. Ketika kematiannya diumumkan, dunia seakan berduka. Doa dipanjatkan dimana-dimana. Malaikat yang membawa ruh Mohzan akhirnya mengembalikan ruh itu ketubuh Mohzan atas izin Allah. Mohzan hidup kembali dengan kekuatan yang berlipat ganda sehingga mata dunia semakin terbelalak menatapnya. Beberapa tokoh dunia datang untuk sekedar menjejal kemampuannya. Dan Mohzan mampu mengalahkannya dengan mudah. *******
View MoreUcapan Alpan diatas ring membuat semua keluarga besar dan orang-orang dekat Mohzan terkejut beberapa saat lalu tersenyum simpul juga beberapa detik kemudian. Tepuk tangan meriah dari semua hadirin membuat wajah Mohzan sedikit merona merah.Sementara itu Ramona terlihat gelisah. Beberapa kali gadis itu memperbaiki syal yang melilit dilehernya. Keringat dingin tiba-tiba saja membanjiri kening gadis itu. Ia sulit menggambarkan perasaannya saat ini.Dalam hati Ramona yakin kalau Mohzan akan memilih Khalista. Khalista sudah menjadi gadis yang baik dan terlihat akrab dengan Mohzan dan keluarganya.Walaupun Ramona telah mempersiapkan mentalnya sejak lama, tapi untuk melihat langsung Mohzan melamar Khalista ia merasa belum sanggup.Sementara itu Alpan dan Mohzan sudah turun dari ring. Kedua pemuda gagah itu berjalan beriringan menuju suatu titik dimana seluruh keluarga mereka duduk berderet disana.Pertama kali Mohzan menemui Desma. Ia menyalami wanita yang telah me
Mohzan, Tuan Junara dan Tuan Satya serta Tuan Besar Sudarta yang sudah berdiri berjejeran diatas ring, kini terlihat saling berpandangan. Mereka bingung harus berbuat apa, sedangkan Mr. Vincent terus saja meratap menyebut asma Allah dengan air mata berlinangan.Mohzan akhirnya mendekati Mr. Vincent dan berjongkok disisinya serta memegang lembut bahu pria bule itu.“What I can do for you.?” Tanya Mohzan lirih setengah berbisik ditelinga Mr. Vincent. Mr. Vincent menoleh ke arah Mohzan yang menatap lembut kepadanya.Dengan bibir bergetar Mr. Vincent menyahut “Help me and teach me to be a moslem.”“Are you sure..?” Mohzan kembali bertanya untuk memastikan keinginan Mr. Vincent untuk menjadi seorang muslim.“Yes.. very sure..!” Sambut Mr. Vincent tegas dan mantap.Tangan Mr. Vincent menggapai bahu Mohzan dan Mohzan mengerti kalau Mr. Vincent ingin berdiri. Mohzan membantunya lalu Tuan Satya dan Tuan Junara tanpa dikomando ikut serta pula menuntun Mr. Vincent
Bunyi lonceng dipukul satu kali menandakan ronde kedua segera akan dimulai.Mr. Vincent sudah sepenuhnya mampu menguasai dirinya. Sebagai seorang olah ragawan yang penuh pengalaman tentu stamina tubuhnya sudah terlatih dengan berbagai insiden dalam pertandingan. Namun untuk kali ini ia sudah tidak mau lagi meremehkan lawan. Hatinya sedikit mulai berangsur percaya dengan yang namanya keajaiban Tuhan. Tapi ia ingin mengujinya lebih jauh lagi. Secuil keyakinannya masih diselimuti segudang rasa tidak percaya. Prosentasenya masih sangat kecil.Mr. Vincent sudah berdiri dan Mohzan pun mengikutinya. Mereka kini tegak berhadapan. Si wasit plontos mulai memberi aba-aba. Kepalanya yang botak licin kadang memantulkan cahaya lampu yang jatuh kekepalanya sedikit membuat silau mata penonton. 😂Pada ronde kedua ini Mr. Vincent mengganti jurusnya. Ia berdiri tegak lurus dengan satu kaki diangkat dan paha datar sampai kelutut. Satu tangannya juga diangkat dan telapak tangannya
Tepuk tangan sudah mereda. Suasana semakin mencekam begitu wasit mempertemukan Mohzan dengan Mr. Vincent secara berhadap-hadapan.Lelaki berjas hitam bersiap dan kini mulai membacakan aturan main pertarungan itu dalam bahasa Inggris. Kedua petarung menganggukkan kepalanya tanda mengerti.Setelah pria berstelan hitam selesai membacakan aturan main dalam bahasa Inggris, kemudian giliran lelaki berjas putih yang akan menterjemahkan kedalam bahasa Indonesia.“Aturan pertandingan ini adalah :1. Pertandingan akan dilaksanakan selama 12 ronde dan durasi setiap ronde adalah 3 menit, kecuali salah satu petarung menyatakan menyerah dengan mengangkat tangannya atau kode lain jika keadaan tidak berdaya.2. Waktu istirahat 1 menit.3. Pertandingan dianggap selesai jika salah satu petarung terluka parah dan dinyatakan tidak layak lagi mengikuti pertandingan.4. Petarung diperbolehkan menggunakan jurus apapun yang dikuasainya tanpa harus mengikuti jenis be
Sementara itu Alpan yang duduk bersembunyi dibawah pohon hias disebuah taman komplek itu mendengar teriakan Mohzan. Ia semakin sedih.“Aku bukan Mas mu Mohzan... Aku bukan kakak lelakimu..huhuhu..!” Jawab Alpan yang tak mungkin didengar Mohzan yang terus memanggilnya.&ldquo
Bab 95. Sebuah kejujuran.“Tolong izinkan kami masuk...! Kami ingin bertemu dengan Tuan Junara..!” Seorang lelaki terlihat memohon kepada petugas yang menjaga pintu rumah sakit. Ia datang membawa seorang wanita dan seorang anak lelaki berumur sekitar 10 tahun. Kemungkinan itu ada
"Ada tamu untukmu..!”Tuan Satya menggangguk lalu mengikuti langkah petugas polisi yang membawanya keruang khusus untuk menerima tamu bagi para tahanan.Tuan Satya memang masih menempati ruang tahanan polisi karena harus menunggu persidangan terakhir untuk mengetahui nasibny
Tuan Junara masih merasa enggan melepaskan rangkulannya dipundak Mohzan putranya. Ingin ia lepaskan seluruh beban rindu yang ia tanggung selama lebih dua puluh tahun lamanya.Perlahan Desma mendekat, ia berjalan perlahan sambil menundukkan kepalanya.“Mas Juna...! Maafkan Desma..!






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore