MasukSetelah pulang dari kantor, Marisa berhenti di wc umum untuk mengganti pakaian dan bebersih badan. Setiap malam hari Marisa bekerja di sebuah klub malam, jika dia pulang ke rumah maka sama saja akan membuang buang waktu dan bisa saja dia terlambat berangkat ke tempat kerja.
Marisa bekerja sebagai pelayan di tempat kerja nya, dahulu dia pernah di tawarkan kerja menjadi pelayan bagi para pria berhidung belang namun Marisa tidak ingin menghilangkan kehormatan dan martabat nya sebagai seorang perempuan. Bagi nya pekerjaan yang gaji nya kecil lebih baik dari pada pekerjaan dengan gaji besar namun dia harus menurunkan harga diri nya. Setelah selesai bersiap, Marisa langsung berangkat ke klub malam dengan berjalan kaki karena jarak tempuh dari wc yang di singgahi Marisa dengan tempat bekerja nya tidak terlalu jauh. "Marisa cepat, pelanggan sudah banyak yang menunggu!" Ucap teman Marisa yang juga bekerja sebagai pelayan. "Baiklah, ayo kita semangat bekerja!!" Jawab Marisa penuh semangat. "Kalian berdua, malam ini kita dapat orderan melayani para orang-orang penting dalam rangka pengangkatan ceo baru di sebuah hotel yang berada di pusat kota!" Ucap seorang perempuan yang merupakan orang kepercayaan pemilik klub malam itu. "Jadi kita berdua harus pergi ke hotel itu?" Tanya Marisa memastikan. "Betul, jadi sekarang kalian bersiap karena acara mereka sebentar lagi akan di mulai." "Kalau bisa sering-sering begini saja kita punya orderan seperti ini, aku lebih suka kerja di luar dari pada kerja di dalam klub ini." Ucap Mira teman kerja Marisa di klub itu. "Memang nya kenapa?" "Kalau di klub ini berisik dan gerah saking banyak nya orang yang main ke sini." "Ya sudahlah jangan terlalu banyak mengeluh jalani saja semua yang sudah di tetapkan untuk kita." "Yee, malah berdakwah di sini. Sudah lah ayo berangkat nanti terlambat keburu orang-orang penting itu marah nanti kita yang malah kena getah nya." Mereka berdua pun berangkat dengan mengendarai motor Mira dan membawa beberapa minuman pesanan orang-orang itu. Setelah berkendara sekitar sepuluh menit, mereka sampai di pusat kota dan langsung masuk ke dalam salah satu hotel bintang lima yang sudah di booking menjadi tempat acara orang-orang penting. Setelah masuk ke dalam hotel, ternyata di sana sangat ramai dan banyak orang-orang terkenal dan sukses. Ruangan nya penuh dengan dekorasi dan lampu-lampu yang menghiasi sepanjang koridor. "Waah ternyata begini ya pertemuan orang kaya!" Ucap Mira kagum sambil melihat sekeliling. "Sssttt diam, kayak tidak pernah melihat seperti ini saja." Sahut Marisa sambil berbisik. "Hehehe sorry, habis nya ini beda dari biasa nya!!" Mereka pun terus berjalan menuju meja yang telah di sediakan, di sana mereka meletakkan berbagai macam minuman dari minuman ber alkohol rendah sampai minuman ber alkohol tinggi. Orang-orang di sana pun mulai mendekat ke meja untuk mengambil minum dan mulai berpesta. Marisa pun mulai berkeliling untuk mengantarkan dan menawarkan miniman kepada orang-orang yang sedang asyik mengobrol. Ketika Marisa sedang berbalik ingin mengambil minuman yang ada di meja, tiba-tiba ada seorang pria setengah baya datang menghampiri dan menggoda nya. "Marisa!!" Mendengar suara itu membuat Marisa seketika merinding dan merasa takut. "Ternyata Tuhan memang adil, kita kembali di pertemukan di sini. Memang benar-benar jodoh yang sudah di persiapkan!" Ucap pria itu sambil tersenyum mesum ke arah Marisa. "Tuan, maaf jangan ganggu saya. Saya sedang melakukan pekerjaan saya!" Ucap Marisa sambil berusaha menghindar. "Kamu bisa tinggalkan pekerjaan kamu dan ikut dengan saya, saya akan memberikan apapun yang kamu mau!" "Maaf tuan saya tidak bisa!!" "Keluarga kamu sudah berani meminta uang kepada saya dan saya juga sudah memberikan uang kepada mereka. Sekarang tinggal kamu yang ikut dengan saya, saya tidak meminta kamu untuk memberikan kehormatan kamu dengan cuma-cuma. Kita juga melakukan nya dengan ikatan yang sudah resmi!! Semua sudah setuju, sekarang apa yang kamu khawatirkan?" "Saya tidak bisa, karena saya tidak bisa hamil anak tuan. Saya mandul tuan, jadi saya harap tuan tidak mengharapkan saya lagi untuk menjadikan rahim saya sebagai alat untuk melahirkan anak tuan!!" Marisa terpaksa berkata bohong dan mengatakan bahwa dirinya mandul agar dia tidak di manfaatkan oleh orang itu. "Baiklah, kalau begitu kamu bayar semua uang yang sudah saya kasih kepada keluarga kamu!" "Tidak bisa, saya tidak tahu menahu masalah uang itu bahkan saya juga tidak pernah memakai uang itu!" Bantah Marisa lalu berjalan meninggalkan pak Harun. Pak Harun yang tidak terima dengan ucapan Marisa lalu menyeret paksa Marisa dan membawa nya keluar dari ruangan pesta. "Lepaskan saya tuan, saya mohon jangan ganggu saya!" Marisa berusaha melepaskan cengkraman tangan pak Harun, namun cengkraman tangan itu begitu kuat bagi Marisa yang hanya bertenaga kecil. "Kamu harus ikut saya sekarang untuk membayar semua yang sudah saya berikan untuk keluarga kamu!!" Pak Harun terus menyeret Marisa tanpa perduli bagaimana keadaan Marisa di belakang nya. Marisa mendengar suara derapan kaki banyak orang dari kejauhan, Marisa berusaha sekuat tenaga untuk melawan pak Harun dan segera meminta tolong kepada orang-orang yang akan lewat.Ibu-ibu itu bingung harus berbuat apa, sedangkan dia harus segera pulang membawa belanjaan nya. Di saat dia sedang berfikir antara memaksa Marisa ikut dengan nya atau harus pulang dengan membawa kabar bahagia tanpa membawa bukti, Marisa dan Hana pergi tanpa berkata apapun di saat ibu itu terdiam.Saat ibu-ibu itu tersadar, orang yang di bilang nya mirip Siska itu sudah tidak ada. Dia berusaha mencari jejak Marisa sampai dia rela mengitari toserba yang besar itu, namun yang dia cari tidak ada tampak batang hidung nya pun.Akhir nya ibu itu menyerah dan memilih untuk membayar belanjaan nya ke kasir dan pulang ke rumah dengan menggunakan taksi online."Kenapa malam ini ada aja gangguan nya, orang kita mau senang-senang kan Han?" Ucap Marisa sambil menghembuskan napas nya kasar."Iya ya? Apa jangan-jangan Tuhan tidak meridhoi kita untuk memakai uang yang kita punya?" "Aneh-aneh aja kamu Han, orang ini rezeki Tuhan yang memberi masa tidak di perbolehkan memakai!" Marisa geleng-geleng samb
Saat Ammar sedang makan malam bersama keluarga nya, Marisa yang waktu itu gabut karena tidak ada kerjaan memilih untuk keluar dari kontrakan nya untuk menghirup udara segar. Karena merasa sepi, dia mengajak Hana untuk pergi jalan-jalan pada malam itu. Mereka menikmati malam yang cerah di sebuah cafe yang bertingkat, di atar balkon cafe mereka duduk berdua dan bertukar cerita. Saat mereka tengah asyik bersenda gurau, seseorang yang mereka kenali datang menghampiri mereka. "Aduh bikin sakit mata saja melihat kalian ada di sini!" Siapa lagi kalau bukan Selly sang pembuat onar dan manusia yang sok paling sempurna di dunia ini. "Kalau bikin sakit mata, jangan di lihat dong!" Ketus Marisa yang malas menanggapi Selly. "Risa, aku kok seperti mendengar suara-suara gitu yah. Kamu dengar tidak?" Tanya Hana pada Marisa sambil memutar bola mata nya malas. "Iihh kok merinding yah? Jangan-jangan cafe ini ada hantu nya lagi!" Sahut Marisa sambil mempergakan gaya ketakutan. "Kita pergi sa
"Sudahlah ma, aku sedang malas berdebat kali ini. Malam ini biar kalian saja yang pergi ke pertemuan itu." Setelah mengucapkan kata yang membuat ibu nya tambah marah lalu Ammar pergi meninggalkan orang tua nya. "Ammar jangan membuat mama sama papa kamu malu, kamu bahkan tidak pernah mau hadir di acara pertemuan kedua keluarga kita!!" Teriak Melly karena Ammar sudah berada di ambang pintu yang berada jauh dari tempat mereka duduk. Ammir lalu mengusap punggung sang istri untuk menenangkan. "Mungkin Ammar butuh waktu untuk membuka hati nya, kamu jangan terlalu memaksakan kehendak dari pada menghargai perasaan anak." "Dia memang berbeda dari Dimas, anak itu selalu keras kepala dan tidak pernah mau mendengarkan perkataan orang tua." Geram Melly dan lalu membandingkan kedua anak nya. "Sudahlah ma, nanti terdengar oleh Ammar kalau kamu membandingkan mereka lagi. Bisa-bisa Ammar pergi dari rumah seperti dulu." Ucap Tuan Ammir menenangkan sang istri. Dulu ketika Ammar membantah peri
Ammar pulang ke rumah lebih awal untuk menemui kedua orang tua nya. Sebelum pulang Ammar menyuruh Yudi untuk pergi bersama Selly untuk mewakili dirinya meting di salah satu cafe terkenal di kota itu. Karena klein yang akan bertemu dengan Ammar bukan lah klein yang sangat penting, jadi Ammar bisa menyuruh Yudi dan Selly untuk pergi mewakili dirinya. "Yah, padahal tadi mau tidur sebentar mumpung libur Ini mah nama nya bukan libur tapi cuma di beri waktu istirahat sedikit lebih lama dari biasa nya." Gumam Yudi saat menerima perintah dari sang bos, namun hal itu malah membuat murka Ammar. Yudi dan Ammar berteman sejak mereka masih duduk di bangku sma hingga sekarang, mereka berteman dengan baik hingga Ammar mengajak nya untuk bekerja sebagai orang kepercayaan nya. ***** Sesampai nya di rumah Ammar langsung di sambut hangat oleh kedua orang tua nya yang waktu itu sedang bersantai di ruang keluarga. "Hay anak mama, tumben kamu pulang cepat ada apa nih?" Tanya Melly istri dari tuan Am
Semua mata tertuju pada Marisa yang kini penampilan nya sungguh berbeda dari biasa nya. Dengan berjalan beriringan bersama Ammar membuat nya merasa seperti seorang asisten sesungguh nya. "Bos apa ini tidak berlebihan? Saya jadi tidak enak menjadi pusat perhatian semua orang seperti ini!" Ucap Marisa yang saat itu sedang berusaha menjejeri langkah Ammar. "Kamu masih mau kerja dengan saya?" "Masih bos!" "Kalau begitu jangan hiraukan orang-orang sekitar karena kamu di sini hanya bekerja untuk saya!" Ammar kemudian memerintahkan seorang office boy untuk membuatkan meja kerja untuk Marisa. "Taruh di ruangan saya!" Ucap Ammar dengan nada khas nya. Setelah memerintahkan, Ammar pergi ke ruang meting yang ada di dalam kantor nya. "Dasar jalang tidak tahu malu, sudah berani menggoda bos sampai-sampai bos tunduk sama kamu!" Tunjuk Selly yang saat itu melihat para office boy bekerja untuk memindahkan salah satu meja kerja untuk Marisa. "Siapa yang menggoda, orang bos sendiri
"Sekarang kamu harus menurut dengan ucapan dan apapun perintah dari saya." Kali ini dia tidak membatah apapun perintah Ammar dan berusaha mengikuti alur yang di buat oleh penulis. Meraka berdua masuk ke salon itu dan manyuruh karyawan salon itu untuk memberikan Marisa perawatan yang baik bahkan dia membeli member vip di salon itu. "Berikan pelayanan yang terbaik untuk dia, jika dia tidak puas dengan pelayanan yang kalian berikan maka saya akan tutup salon kalian ini!" Mereka yang berada di dalam salon itu pun merasa takut dan segan kepada Marisa karena ancaman yang di berikan oleh Ammar. Setelah menunggu beberapa saat, kini Marisa telah selasai dengan kegiatan nya di dalam sana dan seketika membuat Ammar sedikit pangling melihat perubahan pada wajah Marisa. Wajah yang awal nya terlihat biasa saja, kini di polesi make up yang membuat wajah nya berubah drastis. "Kamu cantik!" Ucap Ammar spontan saat melihat Marisa dari dekat. "Apa?" "Tidak apa, sekarang ikut saya ke satu







