Share

Bab 7

Author: Deyrara
last update Last Updated: 2025-12-30 22:47:01

"Kenapa ini ribut-ribut?" Tanya Selly pura-pura tidak tahu dengan masalah yang terjadi.

"Ini bu, dokumen yang sudah saya kerjakan tiba-tiba basah karena office girl baru ini!" Ucap staf itu mengadu pada Selly.

"Suruh saja dia yang mengerjakan kembali semua dokumen yang tadi rusak!!" Jawab Selly sambil melirik ke arah Marisa.

"Benar juga, sekarang kamu kerjakan semua dokumen saya yang sudah kamu buat rusak. Saya tunggu sampai jam dua belas siang jika semua belum beres saya akan adukan kamu ke pak bos biar di pecat di hari pertama bekerja!" Seketika ruang itu menjadi riuh kembali karena orang-orang yang berada di ruangan itu semua menertawakan Marisa.

"Tapi saya tidak mengerti bagaimana cara nya!" Jawab Marisa sambil meremat jari jemari nya.

"Ya jelas tidak mengerti lah, orang yang pendidikan nya rendah mana bisa mengerjakan semua ini!" Jawab Selly sambil menekan kata rendah di depan semua orang.

"Tapi saya tidak sengaja, adakah cara lain untuk saya bertanggung jawab?" Tanya Marisa berusaha bernegosiasi dan berusaha tidak menghiraukan Selly.

"Berlutut di hadapan dia dan kami tidak akan menyuruh kamu memperbaiki dokumen itu." Jawab Selly dan itu mendapat persetujuan semua orang.

"Baik!!" Ucap Marisa, walaupun sedikit menurunkan harga dirinya Marisa menuruti keinginan semua orang untuk bersujud dan meminta maaf demi pekerjaan yang di perjuangkan nya.

Saat Marisa ingin bersujud di depan semua orang, Hana sang sahabat datang menolong Marisa dan berusaha untuk bernegosiasi kepada semua orang yang ada di ruangan itu.

"Kamu jangan ikut campur urusan saya sama dia!" Bentak sang staf pada Hana.

"Saya bukan berniat untuk ikut campur urusan kalian, tapi saya hanya membela yang lemah. Tidak seharusnya kalian berbuat seperti ini kepada kami yang hanya karyawan kecil!"

"Kita di sini sama-sama mencari uang untuk menghidupi kebutuhan rumah tangga, hanya jabatan yang membedakan!" Tambah Hana.

"Justru karena jabatan itulah pembeda, kamu jangan berani sama atasan. Mau kalian saya adukan sama bos?" Bentak Selly yang ikut membela staf itu.

"Bu, jangan mentang-mentang jabatan ibu lebih tinggi dari kami ibu bisa semena-mena sama kami!" Jawab Hana dengan lantang tanpa takut apapun yang akan terjadi nanti.

"Kamu yang jangan seenak nya bekerja di sini, berani nya sama atasan nanti di pecat baru tahu rasa!!"

Karena takut di pecat, Marisa pun menenangkan Hana yang sudah mulai emosi menghadapi Selly. Marisa tidak ingin punya masalah apapun di tempat nya bekerja.

Marisa pun ingin meninggalkan ruangan yang ramai orang itu, namun di tahan oleh Selly.

"Kalau begitu kamu kerjakan dokumen milik dia sekarang!!" Bentak Selly tak terima Marisa pergi begitu saja.

"Baik, saya akan berusaha memperbaiki dokumen yang sudah rusak!"Jawab Marisa penuh dengan keyakinan, walaupun hati nya tidak yakin bisa mengerjakan hal itu.

Seorang staf yang tadi dokumen nya basah pun mempersilahkan Marisa untuk duduk di kursi nya agar Marisa bisa memperbaiki semua dokumen yang rusak.

"Kamu benar bisa? Jangan ngada-ngada nanti tambah runyam!" Ucap Hana yang tengah khawatir dengan Marisa, Marisa pun berusaha meyakinkan Hana dan meneguhkan pendirian nya.

"Halah, sok-sokan mau memperbaiki. Palingan juga hasil nya asal-asalan, pendidikan saja hanya sampai SMA kerja juga jadi office girl mana mampu!" Ucap Selly mulai memprovokasi Marisa.

"Orang kampungan dan yatim piatu seperti kamu lebih baik sadar diri jangan sok-sokan mau memperbaiki dokumen orang!" Tambah Selly yang masih mau mempermalukan Marisa di depan semua orang.

"Kan tadi kamu yang menyuruh aku untuk memperbaiki nya, kenapa sekarang malah menghina dan merendahkan aku? Aku hanya berusaha untuk bertanggung jawab!" Jawab Marisa dengan lantang membuat Selly kelabakan karena Marisa mampu memutar balikkan fakta.

Setelah beberapa saat mengotak atik komputer, Marisa berhasil mendapatkan salinan dokumen di dalam sebuah file. Itu membuat sang staf yang tadi marah menjadi malu karena telah menyalahkan Marisa.

"Kamu lupa kalau masih ada salinan nya di dalam?" Tanya Marisa pada seorang staf yang tadi marah pada Marisa.

"Hehe, sorry lupa kalau masih ada salinan nya. Soal nya tadi aku panik banget karena ini dokumen sudah harus aku kasih siang nanti!" Ucap nya sambil mengusap tengkuk yang tidak gatal.

"Whhooo..." Sorak semua orang yang ada di ruangan itu.

"Hanya karena itu sampai tega menghina dan merendahkan karyawan kecil!" Dengungan suara di dalam ruangan itu membuat Selly dan seorang staf itu menjadi malu.

"Biar saya print sebentar ke bawah, nanti saya antarkan ke sini lagi." Ucap Marisa sambil mencabut flasdisk dari komputer.

Bersamaan dengan keluarnya Marisa, Selly pun langsung keluar dari ruangan staf dan pergi menuju ruangan nya dan bertemu dengan Marisa di luar.

"Niat hati ingin mempermalukan orang, eh malah diri sendiri yang malu!" Ucap Marisa sambil tersenyum mengejek.

"Sudah mulai berani kamu ya?"

"Ampun bu sekretaris, saya tidak berani dengan anda." Ucap Marisa sambil berjalan meninggalkan Selly.

"

"

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Menjadi Kesayangan Tuan Ammar   Bab 10

    "Marisa!!' Teriak Mira kepada Marisa. "Kemana saja sih? Aku cariin dari tadi!" "Tadi aku kebelat dan mau ke kamar mandi!" Jawab Marisa dengan suara bergetar. "Kamu kenapa, kok wajah kamu pucat, kamu sakit?" Pertanyaan beruntun dari Mira membuat Marisa sedikit lebih tenang, karena dia berfikir masih ada orang yang sedikit perduli padanya. "Aku tidak kenapa-kenapa kok! Ayo kita balik kerja lagi." Mereka berdua pun kembali ke tempat acara untuk menyelesaikan pekerjaan mereka, setelah selesai acara mereka berdua pun pulang dan berpisah di jalan. Saat Marisa menunggu ojek online di halaman hotel, seseorang yang Marisa ingin hindari datang menghampiri. "Jam segini keluar dari hotel, habis chekin?" Ucap Selly orang yang datang menghampiri Marisa. Marisa hanya memutar bola mata malas dan tidak menghiraukan ucapan Selly. "Tidak terima tawaran pak Harun malah jadi simpanan om-om! Udah benar juga ibu sama bapak aku mau jodohin malah ngelawan ujung-ujung nya jadi pemuas para l

  • Menjadi Kesayangan Tuan Ammar   Bab 9

    Marisa mendengar suara derapan kaki banyak orang dari kejauhan, Marisa berusaha sekuat tenaga untuk melawan pak Harun dan segera meminta tolong kepada orang-orang yang akan lewat. Hingga mereka sampai di koridor hotel, Marisa melihat sekelompok orang sedang berjalan menuju ke arah mereka. Marisa berjalan sambil terseret seret karena tarikan pak Harun. "Tolong!!" Teriak Marisa ketika orang-orang itu mulai mendekat. "Diam!!" Bentak pak Harun. "Tolong siapapun itu tolong saya, saya mohon!!" Marisa tidak berhenti dan tidak menyerah untuk meminta tolong walaupun cengkraman tangan pak Harun semakin erat. Hingga mereka berpas-pasan dengan seorang pria dewasa dengan tubuh tinggi tegap menggunakan setelan jas yang rapi dengan di iringi oleh empat orang pengawal di belakang nya. Mata mereka bertemu, sejenak mereka saling tatap dan Marisa memberikan kode permintaan tolong kepada orang itu. Namun sayang pria dewasa itu tidak mengerti dan melewati nya begitu saja. Hingga Marisa sampa

  • Menjadi Kesayangan Tuan Ammar   Bab 8

    Setelah pulang dari kantor, Marisa berhenti di wc umum untuk mengganti pakaian dan bebersih badan. Setiap malam hari Marisa bekerja di sebuah klub malam, jika dia pulang ke rumah maka sama saja akan membuang buang waktu dan bisa saja dia terlambat berangkat ke tempat kerja. Marisa bekerja sebagai pelayan di tempat kerja nya, dahulu dia pernah di tawarkan kerja menjadi pelayan bagi para pria berhidung belang namun Marisa tidak ingin menghilangkan kehormatan dan martabat nya sebagai seorang perempuan. Bagi nya pekerjaan yang gaji nya kecil lebih baik dari pada pekerjaan dengan gaji besar namun dia harus menurunkan harga diri nya. Setelah selesai bersiap, Marisa langsung berangkat ke klub malam dengan berjalan kaki karena jarak tempuh dari wc yang di singgahi Marisa dengan tempat bekerja nya tidak terlalu jauh. "Marisa cepat, pelanggan sudah banyak yang menunggu!" Ucap teman Marisa yang juga bekerja sebagai pelayan. "Baiklah, ayo kita semangat bekerja!!" Jawab Marisa penuh seman

  • Menjadi Kesayangan Tuan Ammar   Bab 7

    "Kenapa ini ribut-ribut?" Tanya Selly pura-pura tidak tahu dengan masalah yang terjadi. "Ini bu, dokumen yang sudah saya kerjakan tiba-tiba basah karena office girl baru ini!" Ucap staf itu mengadu pada Selly. "Suruh saja dia yang mengerjakan kembali semua dokumen yang tadi rusak!!" Jawab Selly sambil melirik ke arah Marisa. "Benar juga, sekarang kamu kerjakan semua dokumen saya yang sudah kamu buat rusak. Saya tunggu sampai jam dua belas siang jika semua belum beres saya akan adukan kamu ke pak bos biar di pecat di hari pertama bekerja!" Seketika ruang itu menjadi riuh kembali karena orang-orang yang berada di ruangan itu semua menertawakan Marisa. "Tapi saya tidak mengerti bagaimana cara nya!" Jawab Marisa sambil meremat jari jemari nya. "Ya jelas tidak mengerti lah, orang yang pendidikan nya rendah mana bisa mengerjakan semua ini!" Jawab Selly sambil menekan kata rendah di depan semua orang. "Tapi saya tidak sengaja, adakah cara lain untuk saya bertanggung jawab?" Tan

  • Menjadi Kesayangan Tuan Ammar   Bab 6

    Marisa menunggu dengan gelisah pengumuman hasil interview nya hari ini, kali ini Hana yang selalu memberi nya semangat dan keyakinan jika dirinya akan di terima bekerja. "Sudahlah Marisa, aku yakin kamu akan lulus tes." "Tapi di sana ada Selly, dari dulu dia selalu berlaku tidak adil dan selalu tidak suka jika aku mendapatkan kebagiaan sedikit saja!" Tak berapa lama, dentingan telepon Marisa berbunyi tanda ada sebuah pesan masuk. Setelah melihat nya Marisa langsung berteriak dan berlompat-lompatan sambil memeluk Hana. Hana yang di beri pelukan tiba-tiba hanya bisa membelalakkan mata nya karena terlalu erat nya pelukan yang di berikan Marisa. "Tidak bisa bernafas!!" Ucap Hana sambil memukul lengan Marisa. Setelah pelukan terlepas barulah Marisa memebritahukan Hana isi pesan yang baru saja masuk. "Aku di terima!!!" Teriak Marisa. "Benarkah?" Tanya Hana dan di beri anggukan kepala oleh Marisa, kini giliran Hana yang memeluk Marisa dengan erat karena teman nya sudah berhasil mel

  • Menjadi Kesayangan Tuan Ammar   Bab 5

    Saat mentari pagi bersinar terang, Marisa terbangun dari tidur nya. Kali ini hati Marisa terasa lebih tenang karena dia bisa bangun lebih siang dari biasa nya. Saat di rumah sang paman, Marisa selalu di tuntut bangun pagi untuk menyiapkan sarapan untuk mereka dan beberes rumah dan tidak jarang juga Marisa tidak makan bahkan sisa makanan pun tidak ada di atas meja makan. Semua makanan yang di masak oleh Marisa selalu habis tak bersisa dan tidak jarang pula Marisa hanya minum air putih saat pergi bekerja. "Haahh... akhir nya bisa hidup lebih santai. Kenapa tidak dari dulu saja sih aku di usir dari rumah?" Gumam Marisa. "Ohh iya semua itu karna aku yang yang bodoh!!" Gumam nya lagi sambil menepuk jidat.Tidak lama setelah dia bangun dari kasur, terdengar suara nada dering handphone milik Marisa."Marisa bukan nya kamu mau interview hari ini, kamu kemana saja sih dari kemarin aku hubungi selalu tidak bisa?" Ucap seseorang dengan nada tinggi di seberang telepon."Hehe, sorry handphone

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status