Share

Bab 17

Author: Cancer Girl
last update Last Updated: 2026-01-28 00:51:34

Niar mendengus pelan. "Dari Mas Aloy dong. Aku kan sudah bilang kalau dia itu laki-laki baik."

Dari kursi kayu dekat jendela, Jaya menurunkan kacamata bacanya. Tatapannya tajam. "Baik dari mana? Dia sudah punya istri. Nggak baik ganggu rumah tangga orang lain."

Wajah Niar langsung berubah masam. "Dia sudah cerai sama istrinya yang nggak berguna itu," balasnya ketus.

Ucapan itu membuat Nunik tertegun. "Kamu yakin cerai? Atau cuma omongan dia saja?"

"Ya jelas cerai lah, Ma. Masa aku mau sama laki
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Menjadi Penyanyi Top Setelah Dicerai Suami   Bab 26

    Langkah Charol dan Suli terhenti tepat di samping mobil. Matahari pagi belum terlalu tinggi, namun panasnya sudah terasa menekan kulit. Suli hendak membuka pintu ketika suara serak dan bau alkohol menyergap dari arah belakang."Wah, wah, wah … Suli."Suara itu membuat tubuh Suli menegang. Wajahnya seketika pucat, napasnya tercekat di tenggorokan. Seorang pria dengan pakaian kusut dan mata merah berjalan sempoyongan ke arah mereka. Langkahnya tidak stabil, namun senyum liciknya jelas terlihat."Kamu sekarang hidup enak, ya," lanjut pria itu sambil tertawa kecil. "Punya bos cantik, tajir pula. Pantesan lupa sama suami sendiri."Suli refleks mundur, bersembunyi di balik tubuh Charol. Tangannya gemetar, kukunya mencengkeram lengan Charol seolah mencari perlindungan terakhir."Herman." Suara Suli nyaris tak terdengar.Charol berbalik, menatap pria itu dari ujung kepala hingga kaki. Nalurinya langsung menangkap sesuatu yang tidak beres, bau alkohol menyengat, tatapan kosong bercampur agresi

  • Menjadi Penyanyi Top Setelah Dicerai Suami   Bab 25

    Pagi itu udara di sekitar rumah sakit terasa sejuk. Matahari belum terlalu tinggi, cahayanya menembus sela-sela pepohonan yang tumbuh rapi di halaman depan.Charol melangkah pelan di lorong rumah sakit sambil membawa paperbag putih di tangannya. Di sampingnya, Suli berjalan dengan wajah tegang namun penuh harap.Sesampainya di depan ruang perawatan anak, langkah Suli melambat. Tangannya sedikit gemetar saat mendorong pintu.Di atas ranjang, Lala tampak duduk bersandar dengan selang infus di tangan kecilnya. Wajahnya masih pucat, namun matanya berbinar ketika melihat ibunya datang."Ibuk!" serunya lirih tapi penuh semangat.Suli segera menghampiri, duduk di sisi ranjang dan menggenggam tangan putrinya. "Gimana keadaan kamu, Nak?" tanyanya lembut, menahan getar di suaranya."Udah agak mendingan, Buk," jawab Lala polos. "Sakitnya nggak begitu kerasa kayak kemarin."Suli menghela napas lega. Matanya berkaca-kaca, lalu ia mengusap kepala Lala dengan penuh kasih. "Syukurlah, Ibuk takut kamu

  • Menjadi Penyanyi Top Setelah Dicerai Suami   Bab 24

    "Oh, aku nggak kenal kok, Cha. Dia itu tadi njatuhin sendok, aku cuma bantu ngambilin aja," jawab Aloy ringan, nyaris tanpa beban.Charol mengangguk kecil, lalu menyunggingkan senyum tipis. "Hem, dasar pembohong. Pandai sekali kamu memainkan peran, Aloy," batinnya. Namun wajahnya tetap tenang, nyaris tak menunjukkan apa pun selain ketertarikan yang wajar."Oh gitu," ucapnya singkat.Pelayan datang menghidangkan pesanan. Aloy mulai terlihat lebih santai, bahkan sempat tertawa kecil menceritakan hal-hal remeh, seolah lupa bahwa ia sedang duduk bersama perempuan yang kelak akan menghancurkan hidupnya perlahan.**Sementara itu, di apartemen mewah, Niar mondar-mandir dengan wajah bosan. Televisi menyala, tapi tak satu pun acara menarik perhatiannya."Aduh, kok laper, ya. Cari makan ah. Aku pengin makan di restoran mewah," gumamnya sambil berdiri. "Hasil manggung kemarin juga masih banyak."Ia berganti pakaian dengan cepat, gaun pendek warna hitam yang membalut tubuhnya dengan pas, make u

  • Menjadi Penyanyi Top Setelah Dicerai Suami   Bab 23

    Malam turun perlahan, membawa hawa dingin yang menyelinap lewat celah jendela kontrakan kecil itu.Di dalam kamar sempit yang kini dipenuhi aroma parfum mahal, Suli berdiri kaku di depan cermin. Gaun hitam selutut membalut tubuhnya dengan pas.Rambutnya yang biasanya diikat sederhana kini tergerai rapi, ujungnya dibuat sedikit bergelombang.Tas branded menggantung di lengannya, jam tangan mewah melingkar di pergelangan tangan yang masih terasa asing dengan kemewahan.Ia hampir tak mengenali dirinya sendiri.Pintu kamar terbuka pelan.Charol bersandar di kusen, memperhatikan dari ujung kepala sampai kaki. Senyum tipis penuh penilaian menghiasi wajahnya."Cantik," ucapnya pelan tapi tegas. "Bukan cantik pembantu. Cantik perempuan sosialita."Suli menelan ludah. "Saya masih deg-degan, Mbak.""Wajar," sahut Charol sambil melangkah mendekat. Ia merapikan sedikit bagian bahu gaun Suli. "Tapi ingat, mulai malam ini kamu bukan Suli pembantu. Kamu Suli, wanita kaya yang lagi bosan dan ingin ca

  • Menjadi Penyanyi Top Setelah Dicerai Suami   Bab 22

    Pukul tiga sore, kamar kos Charol terasa sunyi. Tirai jendela setengah tertutup, membiarkan cahaya matahari sore masuk dalam garis-garis tipis ke lantai.Ia sedang duduk di tepi ranjang sambil menatap layar ponselnya yang sejak tadi ia pegang tanpa tujuan.Pikirannya masih dipenuhi wajah Suli dan Lala di taman pagi tadi. "Apakah dia akan menghubungiku?" batinnya.Tiba-tiba ....Ting!Notifikasi pesan masuk.Nama pengirimnya membuat sudut bibir Charol terangkat.Suli: Mbak aku mau kerja sama embak, tapi nanti diajarin ya.Senyum Charol melebar. Bukan senyum hangat. Bukan juga senyum ramah. Senyum seseorang yang tahu bidaknya baru saja masuk ke papan permainan.Jarinyapun membalas cepat.Charol: Oke. Nanti jam lima aku jemput di tempat tadi.Ia meletakkan ponsel, lalu berdiri. Waktunya bergerak cepat.Sore itu juga Charol menyusuri gang-gang kecil di pinggir kota menggunakan ojek online. Ia mencari tempat tinggal baru, bukan kos, bukan apartemen mewah.Sebuah rumah kontrakan kecil dua k

  • Menjadi Penyanyi Top Setelah Dicerai Suami   Bab 21

    Pagi itu udara kota masih terasa segar. Embun tipis masih menempel di ujung daun, dan cahaya matahari menyelinap lembut di antara pepohonan taman bunga.Burung-burung kecil melompat di rerumputan, sementara beberapa orang tampak jogging mengitari jalur setapak.Charol duduk sendirian di bangku taman bercat hijau tua. Ia mengenakan kacamata hitam besar dan topi krem, menyamarkan wajahnya dari orang-orang yang mungkin mengenalinya dari panggung.Tangannya memegang gelas kopi hangat yang ia pesan, tapi pikirannya jauh lebih sibuk daripada suasana pagi yang tenang itu.Semalam ia hampir tak tidur. Bukan karena lelah, tapi karena rencana.Matanya menyapu taman tanpa tujuan, sampai akhirnya berhenti pada satu pemandangan yang terasa janggal.Seorang wanita muda berjalan pelan sambil menggandeng tangan anak perempuan kecil. Anak itu tampak sangat pucat.Langkahnya lemah, seperti setiap gerakan menguras tenaganya. Kepalanya bersandar lesu di lengan sang ibu.Charol memperhatikan lebih saksama

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status