Di sisi lain, Aloy tengah berada di Apartemen Niar. Bangunan itu berada di lantai dua puluh, menghadap langsung ke gemerlap kota.Dari balik kaca besar, lampu-lampu jalan terlihat seperti kunang-kunang yang tak pernah padam. Namun keindahan itu tak sebanding dengan isi hati para penghuninya.Aloy tengah duduk santai di sofa empuk berwarna abu-abu, kaki disilangkan, ponsel di tangan. Sementara Niar berbaring setengah rebah di sampingnya, mengenakan piyama sutra tipis, rambutnya dibiarkan tergerai.Televisi menyala tanpa suara, hanya menjadi latar kosong bagi percakapan mereka."Eh, lihat tuh, sayang," ujar Niar sambil menggeser tubuhnya mendekat, menyorongkan layar ponsel ke arah Aloy. "Olla menghilang. Katanya, kalau dua hari Olla nggak muncul, produsernya mau ngadain sayembara cari penyanyi baru."Aloy melirik sekilas, lalu tertawa keras. Tawa yang penuh kepuasan, seolah kabar itu adalah hadiah terbaik yang ia tunggu-tunggu."Hahaha, bagus deh kalau gitu, sekarang sudah nggak ada yan
Last Updated : 2026-01-18 Read more