Share

Bab 4

Penulis: Khoirul N.
last update Terakhir Diperbarui: 2024-12-03 12:05:26

Rahang Victor dan Elena seketika jatuh ke lantai. Mereka mengerjapkan mata karena tidak percaya dengan apa yang dilihat.

Ini memang kali pertama bagi Elena datang ke SweetSky, tapi tidak dengan Victor. Dia sudah sering ke sana, tapi belum pernah sekalipun dia melihat gelandangan masuk. Jangankan para gembel, orang dengan ekonomi menengah saja tidak berani. Mereka akan menjadi miskin setelah makan di sana.

Lantas kegilaan macam apa yang baru dilihatnya? Dia dan Elena bahkan masih tertahan di luar, bagaimana bisa gelandangan dibiarkan masuk?

Dada Victor turun naik seperti mau meledak. Dia berteriak di depan wajah penjaga, “Kenapa kamu mengizinkan mereka masuk?! Kamu ini dungu atau apa?!”

“Ada apa ini, Tuan Victor?” Seorang wanita berusia 40 tahunan dengan pakaian rapi menegur, di belakangnya penjaga mengikuti.

Victor menjadi sumringah. Mendengar manajer restoran tahu dan memanggil namanya, jelas Victor merasa bahwa dia bukan tamu biasa. Penjaga harus tahu itu!

“Nyonya Sisca, syukurlah anda segera ke mari. Jika tidak, mungkin aku sudah menghajar penjaga ini. Lihatlah, dia membiarkan para gembel masuk dan mengotori SweetSky. Jika hal ini sampai dilihat orang lain, jelas ini akan membuat reputasi restoran merosot.”

“Tapi anda jangan khawatir. Sebagai pelanggan khusus, aku akan tutup mulut. Aku tidak akan memberitahukan ini kepada para kolega dan teman-temanku dari kalangan atas. Hal memalukan ini akan menjadi rahasia.” Victor menjelaskan panjang lebar dengan dada membusung, mengira cukup pantas untuk disebut pahlawan penyelamat.

“Apa anda sudah selesai bicara?” Nyonya Sisca tersenyum sinis.

Victor tidak yakin dengan apa yang didengar. “Maaf?”

“Jika anda sudah selesai, silakan tinggalkan restoran ini. Tamu kami sudah datang.” Nyonya Sisca menunjuk ke dalam, ke arah rombongan yang membuat Victor dan Elena jijik. “Kami sangat sibuk dan tidak memiliki waktu untuk berdebat. Tamu-tamu lainnya pasti akan segera tiba juga.”

Elena tertawa mengira Nyonya Sisca sedang bergurau. Dia mengulurkan tangan untuk berkenalan. “Perkenalkan, aku Elena Moore, tunangan Victor Exton. Kami baru bertunangan tadi, dan sekarang akan melakukan makan malam romantis di sini.”

Nyonya Sisca hanya melihat tangan Elena tanpa berniat untuk menjabatnya. “Wow, selamat. Tapi maaf, seperti yang sudah dijelaskan penjaga, SweetSky telah disewa. Acara ini memang mendadak, tetapi kami sudah mengumumkannya di website, serta mengirimkan email pemberitahuan. Bukan bermaksud tidak ramah, tetapi kami tidak ingin membuat pelanggan VVIP tersinggung. Jadi, silakan merayakan pertunangan kalian di tempat lain.”

Mata Victor terbuka lebar. Keningnya berkeringat saat bertanya, “Pelanggan VVIP? Siapa orang yang anda maksud?”

Victor menjadi cemas karena tidak mendengar kabar apa pun tentang orang kelas atas yang menyewa seluruh SweetSky. Dia tidak tahu itu terjadi karena memang acara ini tertutup atau dia dianggap sudah tidak pantas lagi mendapat informasi sepenting itu.

Tepat saat manajer hendak menjawab pertanyaan Victor, suara yang tidak asing menyapa, “Selamat malam, Nyonya Sisca.”

Mereka kompak menoleh. Melihat kenampakkan orang yang menyapa, Victor dan Elena terbelalak. Dengan cepat Elena berteriak, “Jack?! Kenapa kamu ada di sini? Ya ampun, jangan-jangan kamu menguntitku!”

“Anda mengenal Tuan Jack?”

Victor menyahut, “Nyonya Sisca, tolong jangan memanggilnya ‘tuan’. Itu sungguh tidak pantas. Asal anda tahu, pria ini adalah tukang kebun di rumah tunanganku. Dia baru saja dipecat karena terobsesi dengan Elena dan sering melakukan hal gila.”

“Maaf?” Nyonya Sisca mengernyitkan kening.

Melihat raut kekesalan di wajah Nyonya Sisca, Jack menyela, “Aku datang untuk makan malam di sini. Dan kalian, kenapa ada di sini? Mau makan malam juga? Kenapa tidak langsung masuk dan malah berdiri di depan pintu?” Jack menatap tajam Victor dan Elena. Namun, di bibirnya masih tersungging senyum.

Jelas, ini di luar skenario!

Jack tidak tahu jika dua pengkhianat di hadapannya juga berencana untuk makan malam di SweetSky, seperti yang dulu selalu dia impikan. Dia tidak mengira jika akhirnya Elena datang ke restoran bintang lima ini dengan pria lain.

“I-itu bukan urusanmu! Kamu sendiri ke-kenapa berani makan malam di sini?! Apa kamu tahu, satu porsi makanan di sini lebih mahal dari seluruh ongkos yang dikeluarkan untuk berpenampilan sepertimu!” Elena balas mengejek sebab ucapan dan tatapan Jack mencederai harga dirinya.

“Oh, aku tahu, ini pasti karena silinder matamu semakin parah. Astaga, kacamatamu sudah sangat tebal, tetapi penglihatanmu sama buruknya dengan penampilanmu.” Elena melanjutkan.

“Stop! Jaga ucapanmu, Nona Elena! Bicaramu sudah melampaui batas. Tuan Jack adalah tamu kehormatan kami. Menghinanya sama dengan menghina kami.” Nyonya Sisca melerai dengan lantang.

Mulut Victor sempat terbuka lebar. Dia tidak menyangka manajer restoran akan menghardik Elena yang datang bersamanya hanya demi Jack yang tidak berguna. Dia protes, “Nyonya Sisca, tidak semestinya anda berbicara kasar kepada tunanganku!”

“Pertama, ajari tunangan anda berbicara. Kedua, cepat pergi dari sini atau aku akan meminta penjaga membawa paksa kalian.”

“Tenangkan diri anda, Nyonya Sisca.” Jack menengahi.

Dia melanjutkan, “Aku tidak ingin ada keributan yang tidak perlu di hari ulang tahunku. Dan, jika mereka ingin, biarkan mereka masuk untuk mengikuti acara amal ini, makan malam bersama orang tidak mampu.

Jack berbicara dengan sedikit berbisik, “Aku beritahu anda, biarpun mereka berpenampilan menawan, sesungguhnya hidup mereka sangat menyedihkan, hati mereka lebih miskin dari kata miskin itu sendiri.”

Nyonya Sisca menahan tawa, sedangkan Victor dan Elena yang juga mendengar itu menjadi merah wajahnya seperti kepiting rebus.

“Kurang ajar! Dasar pria miskin! Pecundang!” Victor memaki, tapi kemudian dia tersenyum mengejek, “Oh, aku mengerti, rupanya ini acara amal. Pantas saja kamu berani ke mari. Memang yang ada di kepalamu hanya makan gratis. Kamu mengharap bisa makan enak tanpa membayar.”

Elena menimpali, “Sungguh Jack, sebagai mantan istrimu, aku mulai khawatir. Kamu jadi pengangguran karena tunanganku memecatmu. Lalu, kamu terusir dan menjadi gelandangan. Dan sekarang, kamu ada di sini sebagai pengemis! Jack, kemunduran macam apa yang sedang menimpamu, hingga untuk makan saja kamu harus meminta-minta?!”

Sudah muak dengan celoteh Victor dan Elena, tanpa berkata lagi, Nyonya Sisca memberi isyarat pada dua penjaga untuk menyeret mereka pergi dari SweetSky.

“Nyonya Sisca, anda tidak bisa melakukan ini padaku. Anda akan menyesal!” Victor berteriak saat penjaga menarik tangannya untuk menjauh.

Demikian pula dengan Elena yang memekik, “Lepaskan! Lepaskan tanganku! Kalian pesuruh rendahan, tidak pantas menyentuhku!”

Dua penjaga tidak menggubris. Mereka menyeret Victor dan Elena hingga ke area parkir dan baru melepaskan cengkeraman di sana.

Elena kesal melihat penampilannya menjadi berantakan. Dia mengibaskan bekas cengkeraman tangan penjaga, menunjukkan gestur jijik seperti terkena tai.

“Kalian akan membayar ini semua. Kalian tidak tahu aku memiliki koneksi yang luas, kenal baik dengan orang-orang elite. Lihatlah, dalam semalam aku akan membuat mereka jijik dengan SweetSky. Mereka tidak akan sudi menginjak lantai yang sama dengan yang pernah diinjak oleh para gelandangan!” Victor sangat murka.

Tapi penjaga menanggapi dengan santai. Malah, salah seorang dari mereka balas mengancam, “Silakan anda sebarkan hal memalukan ini kepada seluruh kolega anda. Dengan senang hati kami akan membantu dengan mengunggah video rekaman CCTV pengusiran dua penyusup di laman SweetSky.”

“Kalian …” suara Victor melirih. Dia menatap kesal dua penjaga yang pergi, lalu bergumam, “Berani sekali mereka mengancamku.”

Victor tersenyum kecut karena ancaman itu sungguh membuat nyalinya ciut. Terusir dari restoran itu saja sudah sangat memalukan, terlebih dilabeli sebagai penyusup. Jelas, dia tidak memiliki pilihan selain diam, menelan semua perlakuan pahit dari pihak SweetSky.

Namun, terlepas dari semua penghinaan yang diterima, ada satu hal yang mengganjal bantin Victor.

Siapa sebenarnya anggota VVIP itu? Dia bahkan bisa mengubah SweetSky menjadi tempat makan para gembel.

Bola mata Victor membulat saat menyadari sesuatu. “Tunggu, sejak kapan di SweetSky ada kategori VVIP?”

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Menjadi Taipan Usai Dicampakkan    Bab 58

    "Nyonya, saya tidak bisa melakukannya." Victor menolak cepat.Disusul Elena, "Saya juga. I-itu tidak masuk akal." Bagi keduanya, berlutut di hadapan Jack adalah penghinaan paling hina. Di mata mereka Jack tidak lebih dari orang rendahan yang bahkan tidak layak untuk sekadar diajak duduk sejajar. Lantas, mengapa mereka mesti merendahkan diri di depan orang yang derajatnya jauh di bawah mereka?Tapi Daisy tidak mau ambil pusing. Dengan tegas dia berkata, "Terserah kalian. Yang harus kalian tahu adalah ini bukan penawaran, tapi perintah. Kalian sudah tahu risikonya jika melawan perintah Direktur." Victor dan Elena menelan ludah dengan susah payah. Daisy berdiri, "Waktu kalian hanya 15 menit. Pastikan kalian tidak menyia-nyiakannya." "Nyonya, tunggu... Nyonya..." Victor memanggil-manggil Daisy yang keluar ruangan. Tapi tidak digubris sama sekali.Dia duduk dengan frustrasi. Tuan Filantropi benar-benar membuatnya tertekan."Victor, apa yang harus kita lakukan? Aku tidak mau minta maaf,

  • Menjadi Taipan Usai Dicampakkan    Bab 57

    Victor dan Elena menjadi lebih tegang. Terlebih, mereka melihat ekspresi dingin yang ditunjukkan Daisy pasca menerima panggilan dari Tuan Filantropi. Entah akan seperti apa nasib mereka setelah ini. Mereka sampai tertunduk, tidak berani menegakkan kepala.Daisy mengepalkan tangannya. "Padahal sebelum ini, kalian bahkan mengancamku. Sekarang apa yang memberatkan kepala kalian hingga tidak berani melihatku?" Masih dengan kepala tertunduk, Victor berkata, "Saya sungguh menyesal, Nyonya. A-anda bisa meminta saya melakukan apa saja, asalkan saya tetap diizinkan berkunjung ke sini di kemudian hari untuk mengajukan proposal lagi." "Tidak sudi," sahutnya ketus. Bahkan jika bukan karena perintah Jack, Daisy pasti telah menampar dan mengusir keduanya sejak tadi. Namun, dia pikir, apa yang Jack inginkan akan membuat mereka lebih tertampar, bukan secara fisik, melainkan mental. "Tapi kalian beruntung," kata Daisy setelah duduk di hadapan Victor dan Elena.Victor dan Elena refleks menegakkan ke

  • Menjadi Taipan Usai Dicampakkan    Bab 56

    Dengan ragu Daisy menuruti perintah Jack. Dia menyalakan laptop dan menghubungkannya ke proyektor. "Berikan ponsel anda. Aku akan memeriksa video itu untuk melihat apakah anda berbohong atau tidak." "Haha, apa anda kira saya sebodoh itu? Siapa bisa menjamin anda tidak akan menghapusnya. Tapi, ini bukan masalah besar. Saya akan mengirim video itu ke email anda." Daisy menggertakkan gigi. Dia ingin menampar mulut Victor, tapi dia tahan-tahan. "Sudah." Victor tersenyum. "Jangan lupa untuk menghubungkan laptop anda ke pengeras suara, supaya anda bisa mendengar percakapan di video itu dengan lebih jelas." Victor menoleh pada Elena yang tersenyum lebar. Dalam benak Victor sesumbar, 'Video itu tidak hanya akan membuat Tuan Filantropi menemuiku, tetapi juga akan memaksanya agar menerima proposal yang aku ajukan. Itu artinya, selangkah lagi, posisi CEO di EchoBuild Contruction akan jatuh ke tanganku!' Dia tersenyum licik.Daisy menahan napasnya ketika hendak menekan tombol 'play' pada vid

  • Menjadi Taipan Usai Dicampakkan    Bab 55

    Elena mendengus kesal. Sudah cukup lama dia dan Victor menunggu, tapi Tuan Filantropi tidak juga datang menemui."Sebenarnya, seberapa dekat hubunganmu dengan Tuan Filantropi? Kenapa dia membiarkan kita menunggu begitu lama?" keluh Elena berwajah masam.Selain karena Elena merasa dongkol menunggu tanpa kepastian kapan Tuan Filantropi akan datang, sebenarnya dia memiliki niat busuk, yakni melanjutkan penghinaannya kepada Jack dan pacar barunya. Ia tidak terima karena belum membalas ucapan kurang ajar Emma tadi.Lebih dari itu, Elena yang begitu licik berharap bisa menemui Tuan Filantropi sebelum Emma menjalani tes wawancara. Dia ingin memengaruhi Direktur Redwave Group itu agar tidak menerima Emma di perusahaannya dengan merendahkan reputasinya, supaya si gadis miskin menyadari kesalahannya yang berani melawan wanita terhormat seperti Elena."Tenang, Sayang. Pasti saat ini Tuan Filantropi sedang menguji kita. Kamu tahu bahwa proyek kerjasama yang aku ajukan ini bernilai fantastis. Dia

  • Menjadi Taipan Usai Dicampakkan    Bab 54

    Jack mengembangkan senyum. Ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Aku bertanya pada salah seorang karyawan yang kebetulan lewat tadi, khawatir kalau-kalau mendadak nanti merindukanmu, jadi aku bisa menyusulmu langsung." Emma menunduk sebentar, menyembunyikan senyum. Pipinya memerah. Suasana di dalam lift menjadi sedikit canggung. Emma seperti tidak bisa memulai obrolan lagi setelah mendengar ucapan manis dari Jack. Ia hanya mendorong helai rambutnya ke belakang telinga.Meski begitu, keduanya diliputi rasa bahagia. Bahkan kebersamaan sesaat di dalam lift itu terasa berharga. Sampai saat lift terbuka, Jack menggandeng tangan Emma, hendak menuntunnya menuju ruang wawancara.Emma pasrah mengikuti, biarpun ia bisa pergi sendiri mencari keberadaan ruang wawancara itu sesuai penjelasan resepsionis. Sepanjang langkah ia tidak henti-hentinya mengamati tangannya dalam genggaman tangan Jack yang kekar."Ini ruangannya. Baiklah, aku akan pergi melihat-lihat sekitar. Jika memerlukan apapun,

  • Menjadi Taipan Usai Dicampakkan    Bab 53

    Jack diam. Walau dia tahu alasan orang-orang itu bersikap demikian, dia tidak bisa berterus terang. "Mungkin karena kamu sangat cantik," jawab Jack sambil menunjukkan barisan giginya yang putih.Emma mendengus. "Kamu mulai lagi." Ia lalu turut tersenyum, "Tapi ini bagus. Artinya, jika aku diterima bekerja di sini, aku berada di lingkungan orang-orang yang sangat menghargai dan menghormati orang lain.""Itu benar. Sekarang, fokus saja pada wawancaramu, dan berhenti memikirkan hal lain.""Kamu benar. Aku harus fokus agar kesempatan berharga ini tidak terlewat begitu saja.""Pergilah, aku akan menunggu di sini." Jack duduk di kursi.Emma merapatkan bibir. "Apa kamu yakin akan menungguku di lobi? Um, aku belum tahu berapa lama waktu yang diperlukan untuk interview. Aku khawatir membuatmu menunggu terlalu lama." Dia duduk di samping Jack.Dengan santai Jack menjawab, "Tidak masalah. Aku bisa berkeliling jika bosan.""Tapi...""Jangan cemas. Aku sudah dewasa. Aku tidak akan tersesat."Sebu

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status