Home / Romansa / Menjadi Tawanan Tuan Muda / Bab 42 | (21+) Buka

Share

Bab 42 | (21+) Buka

Author: MAMAZAN
last update Petsa ng paglalathala: 2026-01-27 21:09:33
Bab 42

"Jelaskan!" perintahnya tajam.

Lila mengepalkan tangannya di atas pangkuan, mencoba mencari keberaniannya kembali. "Tuan... itu hanya balas budi. Dia menyelamatkan Ibu saya dan dia butuh bantuan untuk menghindari perjodohan ibunya. Tidak lebih!"

Oliver tertawa hambar, suara tawa yang paling menakutkan yang pernah Lila dengar. Ia bergerak mendekat, mengurung Lila di sudut jok mobil.

"Balas budi dengan membiarkan dia menciummu? Dengan membiarkan dia mengumumkanmu sebagai miliknya di depan u
MAMAZAN

Apa yang lu minta oliver -,-

| 10
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (2)
goodnovel comment avatar
Chantika Clarra
Oliver udah kejatuhan daun tales sekebon kebon ya...
goodnovel comment avatar
NING
Bilang aja kalau kamu cemburu Oliver. Pake gengsi segala dg alasan jadi biduknya untuk mengalahkan ayah tirimu. Manipulatif ya kamu
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Menjadi Tawanan Tuan Muda   Bab 78 - Rencana Berubah

    Bab 78Lila sontak membalikkan tubuhnya, melupakan kepura-puraannya tadi. Ia menatap Oliver dengan mata membulat sempurna, menuntut penjelasan atas perintah yang terdengar seperti sebuah kemunduran besar dari rencana mereka."Tapi Tuan, bukannya masih ada informasi yang harus saya dapatkan dengan mendekati Tuan Jonathan?" cecar Lila, suaranya naik satu oktav karena cemas.Jika ia mundur sekarang, bukankah semua pengorbanan dan ketakutan yang ia lalui selama ini akan menjadi sia-sia?Oliver diam beberapa saat. Matanya yang sehitam jelaga menatap lurus ke langit-langit kamar, membiarkan pertanyaaan Lila menggantung di udara tanpa jawaban instan. Rahangnya mengeras, menyiratkan ada pergolakan batin yang sedang berkecamuk di dalam kepalanya sendiri."Rencana berubah," jawabnya singkat, dingin, dan datar.Oliver mengalihkan pandangannya, enggan menatap balik mata Lila yang menuntut kejelasan. Sebenarnya, jauh di dalam lubuk hatinya, Oliver pun sendiri tidak paham dengan perubahan sikapnya

  • Menjadi Tawanan Tuan Muda   Bab 77 - Keputusan Oliver

    Bab 77Setelah kesepakatan di antara mereka berdua selesai, Lila melangkah mengekor di belakang Oliver menuju ruang tengah. Otaknya berputar cepat, memikirkan posisi terbaik untuk melewatkan sisa malam ini tanpa harus mengusik sang tuan rumah.Langkah Lila terhenti tepat di samping sebuah sofa panjang beludru berwarna abu-abu gelap. Tanpa menunggu perintah lebih lanjut, ia langsung mendudukkan dirinya di sana.“Aku tidur di sini saja Tuan,” ucap Lila seraya menepuk-nepuk permukaan sofa empuk di ruang tamu itu. Baginya, fasilitas ini sudah jauh lebih dari cukup ketimbang harus berbagi ruang pribadi dengan pria sekelas Oliver.Oliver menghentikan langkahnya. Ia membalikkan badan, lalu menaikkan sebelah alisnya yang tebal. Matanya menatap Lila dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan pandangan menilai, sebelum akhirnya ia mendengus malas.“Aku tidak suka orang tidur di atas sofaku,” ketus Oliver dengan nada suara yang tidak ingin dibantah.Mulut Lila otomatis ternganga mendengar penola

  • Menjadi Tawanan Tuan Muda   Bab 76 - Taruhan

    Bab 76Usai menyelesaikan makan malam mereka, Oliver menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi. Matanya yang tajam dan sedingin es itu bergulir, melirik ke arah Lila yang masih menunduk, tampak tenggelam dalam pikirannya sendiri."Kau tidak perlu khawatirkan Ibumu," ucap Oliver tiba-tiba di sela keheningan yang mencekam itu. Suaranya yang berat memecah lamunan Lila."Ya?" Lila terkesiap, bahunya sedikit melonjak. Ia mendongak, menatap Oliver dengan pandangan bingung sekaligus terkejut."Aku tahu semuanya. Dan aku juga masih menyelidikinya," Oliver membuang napas kasar. Ia memajukan tubuhnya, menatap lekat-lekat ke dalam manik mata Lila seolah sedang menguliti isi kepala wanita itu. "Dan satu hal lagi... jangan terlalu percaya pada Dokter itu."Kening Lila mengernyit dalam. Rasa heran dan gelisah seketika bercampur aduk di dalam dadanya. "Mak... maksud Tuan, Dokter Nathaniel?""Hmm," Oliver hanya bergumam pendek, namun gumaman itu terdengar begitu penuh penekanan."Alasannya?" tanya L

  • Menjadi Tawanan Tuan Muda   Bab 75 | Sangat Tampan

    Bab 75Oliver benar-benar menepati kata-katanya. Di dalam bathtub hangat itu, dia benar-benar hanya membersihkan tubuh Lila yang dipenuhi sisa pergumulan liar mereka. Tangannya yang besar bergerak dengan telaten, mengusap punggung dan menyiram air hangat ke tubuh Lila tanpa ada niat untuk kembali "memakan" wanita mungil tersebut, meskipun sesekali sentuhannya masih membuat Lila merinding pelan. Oliver tahu, kucing liarnya ini sudah benar-benar kehabisan tenaga.Setelah selesai membersihkan diri dan berganti pakaian dengan baju tidur yang longgar, Lila melangkah keluar kamar. Namun, setiap langkahnya terasa begitu sulit. Bagian intinya masih terasa nyut-nyutan dan kedua kakinya terasa sangat lemas, seperti jeli yang sulit diajak berkompromi setelah dihantam badai gairah Oliver tadi. Dengan sedikit tertatih, ia menyusul Oliver ke area dapur.Di sana, aroma harum masakan langsung menyambut indra penciumannya. Oliver, dengan pakaian santainya, ternyata sedang sibuk di depan kompor.“Tuan,

  • Menjadi Tawanan Tuan Muda   Bab 74 | (21+) Tak Ada Jeda

    Bab 74"Tuan... ahh, se-sebentar..." Lila memohon lirih, namun suaranya langsung tenggelam saat Oliver menghujamkan kembali miliknya dalam satu dorongan yang sangat kuat dan dalam hingga pangkalnya membentur milik Lila."AKH!" Lila mendongak, matanya melebar saat merasakan sensasi penuh yang jauh lebih intens dari sebelumnya. Posisi ini memaksa tubuhnya menerima setiap inci ukuran Oliver tanpa ampun.Oliver menggeram rendah, tangannya mencengkeram erat pinggang Lila, mengunci posisi wanita itu agar tidak bergeser sedikit pun. Ia mulai menggerakkan pinggulnya dengan tempo yang cepat dan bertenaga. Setiap hentakan Oliver terasa begitu menuntut, menciptakan bunyi kulit yang beradu dengan ritme yang semakin gila.Keringat dari tubuh atletis Oliver menetes, membasahi dada dan perut Lila, menambah kesan erotis di antara pergumulan panas mereka. Oliver tidak lagi menahan diri. Ia membungkuk, meraup salah satu payudara Lila dengan mulutnya, menghisap dan menggigit putingnya yang mengeras denga

  • Menjadi Tawanan Tuan Muda   Bab 73 | (21+) Kamu Hanya Milikku

    Bab 73Lila menjerit keras, suaranya memenuhi kamar saat gelombang kenikmatan itu datang bertubi-tubi. Tubuhnya gemetar hebat, melengkung di bawah tekanan dan dominasi Oliver yang sama sekali tidak memberinya celah untuk bernapas.Namun, Oliver belum puas. Dengan gerakan yang sangat tangkas dan bertenaga, ia memutar tubuh Lila hingga wanita itu kini memunggunginya. Oliver menarik pinggul Lila ke atas, sementara ia sendiri berlutut di belakangnya, memposisikan diri dengan presisi yang mematikan.Tanpa peringatan, Oliver kembali menghujamkan miliknya dari belakang dalam satu dorongan yang sangat dalam dan bertenaga."AKH! TUAN—!" Lila membelalakkan matanya, napasnya seolah tercekat di tenggorokan. Ia mencengkeram sprei dengan kuku-kukunya yang memutih. "Tuan... Akh... Itu... itu sangat dalam... hhh...""Sshh... Rasakan ini, Lila," geram Oliver rendah tepat di tengkuknya. Suara serak pria itu terdengar sangat maskulin dan penuh gairah.Oliver mengambil kendali penuh. Kedua tangan besarny

  • Menjadi Tawanan Tuan Muda   Bab 43 | (21+) Take it!

    Bab 43"Berikan padaku, Lila." Suara Oliver terdengar seperti perintah sekaligus tuntutan yang tak terbantahkan. Ia meremas payudara Lila dengan intensitas yang membuat napas wanita itu tercekat.Tanpa menunggu jawaban, Oliver mencengkeram pinggang Lila dan menegakkan punggung wanita itu, memaksany

  • Menjadi Tawanan Tuan Muda   Bab 23 | Memberikan Batas

    Bab 23Lila menghela napas panjang di depan cermin kecil kamarnya. Dengan susah payah ia mengendap-ngendap, untungnya ia berhasil sampai tanpa ketahuan.Tatapan Lila jatuh pada benda kecil yang tadi diberikan Oliver sebelum ia keluar. Sebuah salep pereda nyeri bermerek mahal."Ternyata dia masih pu

  • Menjadi Tawanan Tuan Muda   Bab 11 | Tidak Salah Butik?

    Bab 11“Maaf merepotkan anda Dok—”"Anda tidak apa-apa, Nona Lila?" Dokter Nathaniel, pria berusia 30 tahun dengan pembawaan tenang dan wajah yang teduh, menatap Lila dengan empati memotong perkataan Lila.Lila mengerjapkan mata, berusaha mengatur napasnya. "Saya baik-baik saja, Dok. Terima kasih ba

  • Menjadi Tawanan Tuan Muda   Bab 7 | Mencicipimu

    Bab 7"Jangan seenaknya, Tuan!" Lila menyahut dengan wajah tertekuk. Amarahnya memuncak setiap kali pria ini merendahkannya. "Aku bukan tawanan Anda dan aku bukan kucing liar!""Kau..." Oliver menggeram rendah. Kalimat perlawanan Lila seolah menjadi bahan bakar bagi gairahnya yang liar.Di dalam ka

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status