Compartir

Bab 27

Autor: Wei Yun
last update Última actualización: 2026-01-26 17:48:13

Di sudut terdalam kediaman keluarga Chen yang megah, terdapat sebuah ruangan yang selalu terkunci rapat dari dunia luar. Ruangan itu tidak berisi tumpukan emas atau dokumen rahasia negara, melainkan sebuah kuil obsesi yang dibangun dengan teliti oleh Chen Yuan. Di sana, aroma tinta segar bercampur dengan wangi kayu cendana, menciptakan suasana yang menyesakkan namun memikat bagi jiwa yang sedang sakit.

​Chen Yuan berdiri di depan sebuah kanvas besar yang baru saja ia selesaikan. Napasnya teratu
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado
Comentarios (2)
goodnovel comment avatar
ELVIRA thoenger01
Adipati suk liya, tapi gengsi, TDK mau akui
goodnovel comment avatar
ELVIRA thoenger01
cepat lanjut, up date 20 bab sehari, jgn lama
VER TODOS LOS COMENTARIOS

Último capítulo

  • Menukar Takdir Istri Sang Adipati   Bab 96

    Cahaya bulan yang pucat menembus kisi-kisi jendela kamar Murong Lian. Ia menutup pintu kamarnya dengan senyum kepuasan yang masih tertinggal, membayangkan hati kakaknya, Murong Shi yang hancur karena kenyataan pahit tentang hal yang baru diketahuinya. ​Namun, sebelum ia sempat melangkah menuju ranjang, sebuah tangan kekar menyambar pinggangnya dari kegelapan. Lian tersentak pelan, namun sedetik kemudian ia tertawa kecil saat mengenali aroma tubuh pria itu. ​"Kau lama sekali, Lian. Aku sudah lama menunggumu di sini," bisik Murong Xie, suaranya serak dan penuh tuntutan. ​Lian berbalik dalam pelukan kakak tirinya, menyandarkan jemarinya di dada bidang Xie yang terbungkus sutra perak. "Sabar, Kak Xie. Aku harus memberikan sedikit 'hadiah perpisahan' untuk kakakku tercinta. Aku tahu kau tak sabar, matamu seharian tadi terus memandanginya, bukan?" ​Xie menyeringai gelap, matanya berkilat di bawah sinar lentera. "Kau selalu tahu apa yang kupikirkan. Sekarang, aku ingin melampiaskan se

  • Menukar Takdir Istri Sang Adipati   Bab 95

    Liya melangkah keluar dari ruang belajar Murong Guan dengan lutut yang terasa lemas, namun punggungnya tetap tegak. Kata-kata Murong Guan bergema di kepalanya seperti lonceng kematian. Eksekusi. Long Xuan pernah mengeksekusi kakak iparnya sendiri demi kesetiaan pada Beiyuan. Kini ia mengerti mengapa suaminya selalu menatapnya dengan penuh kecurigaan. Di mata Long Xuan, setiap wanita yang dikirim oleh keluarga bangsawan ke dalam keluarganya adalah potensi pengkhianat. Dan ia, Murong Shi, adalah bom waktu yang akan diledakkan tepat di jantung paviliunnya. ​"Nyonya ... wajah Nyonya pucat sekali," bisik Xiao Cui yang mencegatnya di lorong gelap. "Apa yang dikatakan Tuan Besar? Apakah beliau memarahi Nyonya?" ​Liya tidak menjawab dengan segera. Ia hanya menggenggam tangan Xiao Cui dengan dingin, menyalurkan kegelisahan yang membeku. "Siapkan barang-barang kita, Xiao Cui. Kita tidak akan tinggal di sini lebih lama lagi. Besok pagi-pagi sekali, kita kembali ke Beiyuan." ​"Tapi Nyonya, b

  • Menukar Takdir Istri Sang Adipati   Bab 94

    Udara di dalam ruang kerja Murong Guan terasa kian mencekik oleh ketegangan yang memuncak. Liya merasakan ujung jemarinya mendingin, namun api amarah di dadanya justru berkobar makin panas. Pertanyaan ayahnya tentang perubahan sikapnya membuat lidah Liya kelu sejenak. Ia tidak menjawab, namun rahangnya mengeras, tatapannya tajam menantang mata ayahnya yang penuh kelicikan. ​Murong Guan menyesap tehnya perlahan, lalu meletakkan cangkir porselen itu dengan denting yang menyakitkan telinga. Ia menyipitkan mata, menatap putrinya seolah sedang membedah isi kepalanya. ​"Murong Shi yang aku kenal tidak pernah berani menatap mataku seperti sekarang," ucap Guan dengan nada curiga yang kental. "Siapa yang mengajarimu bersikap lancang seperti ini? Apakah Long Xuan yang mengajarimu untuk membangkang pada ayahmu sendiri?" ​Liya menarik napas dalam-dalam, menegakkan punggungnya hingga ia tampak lebih tinggi dari sebelumnya. "Aku berubah atau tidak, itu bukan urusan Ayah lagi. Aku adalah istri Ad

  • Menukar Takdir Istri Sang Adipati   Bab 93

    Suasana di ruang makan utama kediaman Murong terasa lebih dingin daripada salju yang turun di Beiyuan. Lilin-lilin besar yang menyala di dinding perak seolah tidak mampu mengusir kebekuan yang merayap di meja panjang itu. Liya duduk tegak, tangannya melipat di bawah meja, sementara indranya menangkap setiap getaran intimidasi yang diarahkan kepadanya. ​Murong Guan, ayahnya, menyesap supnya perlahan sebelum meletakkan sendok dengan denting porselen yang tajam. ​"Kudengar Toko Kain Qing Fen di distrik timur sedang naik daun," suara Murong Guan memecah kesunyian. Matanya yang setajam elang menatap Liya tanpa berkedip. "Bagaimana Long Xuan? Apakah sang Adipati yang kaku itu mendukung ambisi istrinya berdagang seperti rakyat jelata?" ​Liya tersentak. Jantungnya berdegup kencang, bukan karena takut, melainkan karena kesadaran yang menghantamnya. Bagaimana dia bisa tahu? Selama ini, ia yakin usahanya di Beiyuan dilakukan dengan rapi dan tanpa diketahui keluarga Murong. Firasatnya yang sel

  • Menukar Takdir Istri Sang Adipati   Bab 92

    Roda kereta kuda berderit pelan saat melintasi batas wilayah Changxu, meninggalkan bentang tanah Beiyuan. Liya menyingkap tirai sutra, menatap deretan prajurit berseragam biru tua dengan lencana ombak sungai yang kini mengawal jalannya. Inilah pasukan keluarga Murong, simbol kedigdayaan sang penguasa jalur sungai yang tak tertandingi.​Perjalanan menuju kediaman utama Murong memakan waktu hampir setengah hari. Menjelang senja, kereta akhirnya berhenti di depan sebuah gerbang megah. Tidak ada riuh sambutan; suasana begitu sunyi seolah kepulangannya adalah rahasia yang tak perlu dirayakan. Hanya seorang pelayan tua yang membungkuk khidmat, membantu menurunkan barang-barang menuju sebuah paviliun yang letaknya agak terisolasi dari bangunan utama, satu sudut tempat Murong Shi menghabiskan masa gadisnya.​Liya mengamati sekeliling dengan saksama. Kediaman ini sangat mewah dan impresif, hampir menandingi keagungan Keluarga Long. Sesampainya di Paviliun tempat tinggalnya semasa gadisnya, ia

  • Menukar Takdir Istri Sang Adipati   Bab 91

    Di sebuah paviliun yang seolah melayang di atas hamparan awan Gunung Lu, Penasihat Istana Bao Cheng menuangkan teh dengan gerakan yang sangat terukur. Uap panas mengepul tipis, mengantarkan aroma melati kelas atas ke hadapan tamunya, Murong Guan.​Bao Cheng menyunggingkan senyum tipis, jenis lengkungan bibir yang tak pernah menyentuh binar matanya. "Kaisar sedang diliputi kegelisahan, Tuan Murong. Beliau tidak menyukai kabar yang berembus dari Beiyuan belakangan ini."​Murong Guan melemparkan tatapan tajam, menembus ketenangan semu sang penasihat. "Jelaskan makna di balik ucapanmu itu, Penasihat Bao."​"Rencana awal kita mengirim putrimu ke Beiyuan adalah untuk menjadi beban, pengalih perhatian, dan jika memungkinkan, melumpuhkan pengaruh Adipati Beiyuan dari dalam. Namun, apa yang terjadi sekarang? Distrik Timur bangkit, pasar tradisional menjelma menjadi episentrum ekonomi baru, dan rakyat Beiyuan kini memuja nama klan Long lebih dari sebelumnya."​Murong Guan menyesap tehnya dengan

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status