/ Romansa / Menulis Ulang Takdir / S2-116. Menantang Garis Takdir

공유

S2-116. Menantang Garis Takdir

작가: vitafajar
last update 게시일: 2026-01-17 13:04:51

William mengerutkan kening, menganggap itu omong kosong sampai Xavier memutar sebuah pesan holografik kecil di atas meja medis. Muncul sebuah simbol aneh berbentuk jam pasir yang retak, lambang dari sebuah institusi yang menyebut diri mereka 'The Origin'.

"William dan Lyra Hawkins," suara itu terdengar monoton, tanpa emosi, namun sangat berwibawa. "Kalian telah melakukan pelanggaran berat terhadap hukum temporal. Sejarah seharusnya mencatat bahwa garis keturunan Hawkins berakhir di Isola dan ke
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Menulis Ulang Takdir   127. Epilog 5: Fajar di Ujung Penantian

    Aroma antiseptik yang tajam menusuk indra penciuman Aiden, menciptakan rasa mual yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Bocah berusia enam tahun itu duduk meringkuk di kursi tunggu koridor rumah sakit Kaelum, tangannya yang kecil menggenggam erat ujung kemeja Marcus. Dari balik pintu baja yang tertutup rapat, suara jeritan tertahan dan rintihan kesakitan ibunya terdengar menyayat hati.Di dalam sana, Lyra sedang berada di tengah medan pertempuran yang paling nyata. Wajahnya basah oleh keringat dan air mata, rambutnya menempel di dahi yang memanas.Ini bukan pertama kalinya ia melahirkan, namun kehamilan kedua ini terasa jauh lebih menguras tenaga. Rasa sakit yang luar biasa datang bergelombang, seolah-olah tubuhnya ditarik paksa dari dalam."Tahan, Lyra ... kau bisa, Sayang. Tarik napas," suara William terdengar parau di samping telinganya.William Hawkins, pria yang sanggup menghadapi ancaman masa depan tanpa berkedip, kini tampak gemetar. Ia menggenggam tangan Lyra begitu kuat, mem

  • Menulis Ulang Takdir   126. Epilog 4: Cemburu Sang Pangeran Kaelum

    Suasana di dalam klinik pribadi Kaelum Group terasa begitu hening, hanya suara detak jantung mekanis dari mesin ultrasonografi yang mengisi ruangan. William berdiri mematung di samping ranjang periksa, tangannya menggenggam jemari Lyra begitu erat seolah ia sedang menahan seluruh dunia agar tidak berputar terlalu cepat."Selamat, Tuan dan Nyonya Hawkins," dokter keluarga mereka tersenyum lebar sambil menunjuk ke arah layar monitor yang menampilkan titik kecil yang berdenyut. "Usianya baru jalan enam minggu. Semuanya tampak sangat sehat. Mual dan pusing yang Nyonya rasakan adalah hal yang wajar di trimester pertama ini."Lyra menghela napas panjang, sebuah senyuman haru merekah di wajahnya yang masih pucat. Air mata kebahagiaan menggenang di sudut matanya saat ia kembali menatap titik kecil di layar itu."Lagi...kita akan memiliki bayi lagi, William."William tidak menjawab dengan kata-kata. Ia membungkuk, mengecup kening Lyra dengan sangat lam

  • Menulis Ulang Takdir   125. Epilog 3: Gema Langkah di Koridor Kaelum

    Lima tahun telah berlalu sejak badai temporal terakhir kali mengguncang Veridia. Bagi dunia luar, gedung Kaelum Group tetaplah menara kekuasaan yang tak tergoyahkan, namun di dalamnya, suasana telah berubah drastis.Bunyi sepatu pantofel yang tegas kini sering kali diselingi oleh bunyi langkah-langkah kecil yang berlari riang di atas lantai marmer yang mengilap."Papa! Papa! Lihat!"Aiden Charles Hawkins, yang kini berusia lima tahun, berlari menelusuri koridor lantai eksekutif dengan sebuah pesawat kertas di tangannya. Rambut hitamnya sedikit berantakan akibat aktivitas paginya, dan matanya yang cerdas berbinar penuh semangat. Ia bukan lagi bayi mungil yang tak berdaya,ia telah tumbuh menjadi bocah laki-laki yang aktif, fasih berbicara, dan memiliki rasa ingin tahu yang meluap-luap.William, yang baru saja keluar dari ruang rapat bersama jajaran direksi, seketika berhenti. Wajahnya yang semula kaku dan dingin saat membahas laporan akuisisi langsung

  • Menulis Ulang Takdir   124. Epilog 2: Gema Kebahagiaan di Kaelum

    Suara tawa kecil yang renyah memenuhi ruang keluarga penthouse Kaelum, sebuah suara yang setahun lalu mungkin akan dianggap sebagai keajaiban yang mustahil. Matahari sore yang berwarna jingga keemasan masuk melalui celah gorden sutra, menyinari Aiden yang kini sudah bisa merangkak dengan lincah di atas karpet beludru abu-abu yang tebal.Lyra duduk bersimpuh di lantai, rambut cokelatnya diikat asal-asalan namun wajahnya memancarkan kecantikan yang jauh lebih bersinar daripada saat ia masih menjadi pewaris Watson yang diburu. Ia memegang sebuah bola kayu kecil, menggulirkannya ke arah Aiden yang segera mengejarnya dengan semangat."Aiden, kemari, Sayang! Tangkap bolanya!" seru Lyra lembut.Aiden tertawa, menampakkan dua gigi kecil di bagian bawahnya yang baru saja tumbuh. Bayi itu memiliki hidung mungil Lyra, namun sorot matanya yang tajam dan cerdas, bahkan di usia sedini itu, adalah warisan mutlak dari William. Ia tidak lagi terlihat seperti anomali sejarah yang

  • Menulis Ulang Takdir   123. Epilog 1: Garis Waktu yang Baru

    Sinar matahari pagi di Veridia tidak pernah terasa sehangat ini. Cahaya itu menembus jendela kaca raksasa penthouse Kaelum, memantul di atas lantai marmer yang kini bersih dari bayangan-bayangan perak yang menghantui. Tidak ada lagi suara alarm, tidak ada lagi dengungan mesin waktu yang memuakkan, dan tidak ada lagi suhu dingin yang menusuk tulang.Lyra duduk di kursi goyang kayu di balkon pribadi mereka, membiarkan semilir angin menyapu wajahnya. Di dadanya, Aiden masih terlelap dalam gendongan kain kain yang sama, benda yang telah menjadi saksi bisu pelarian maut mereka menembus badai salju. Detak jantung Aiden terasa tenang, sebuah ritme kehidupan yang murni dan tidak lagi dianggap sebagai anomali oleh semesta."Dia benar-benar suka berada di dekatmu, ya?"Suara berat dan lembut itu membuat Lyra menoleh. William berdiri di ambang pintu geser, mengenakan kemeja kasmir berwarna abu-abu terang yang santai. Tangannya tidak lagi menggenggam senjata atau kalung mat

  • Menulis Ulang Takdir   S2-122. Fajar yang Baru di Veridia

    Ia juga menyadari sesuatu yang janggal. Suara di balik pintu itu tidak memiliki emosi, terlalu sempurna, terlalu jernih, tanpa napas yang memburu setelah bertarung."William?" tanya Lyra ragu, suaranya berbisik."Ya, ini aku. Berikan Aiden padaku, Lyra. Kita harus melakukan prosedur terakhir agar kita benar-benar selamat. Cepat, waktunya hampir habis," suara itu kembali terdengar.Lyra menunduk, menatap Aiden. Bayinya menatapnya balik dengan mata hitam yang jernih, lalu tiba-tiba bayi itu mencengkeram jari Lyra dengan sangat kuat. Detak jantung Aiden terasa meningkat di dada Lyra, seolah sang bayi sedang memberikan peringatan."Kau bukan suamiku," ucap Lyra dengan nada dingin yang tiba-tiba muncul dari dalam dirinya. "Suamiku akan mendobrak pintu ini jika dia ingin masuk, dia tidak akan meminta izin dariku dengan suara semanis itu."Suara di balik pintu berubah menjadi geraman frekuensi tinggi yang menyakitkan telinga. Pintu baja itu mulai membara

  • Menulis Ulang Takdir   BAB 19 - Jebakan Penculikan

    Lyra berdiri di ambang lobi gedung Grup Hawkins, ponselnya di tangan, tetapi ia tidak sempat menekan tombol panggil. Jantungnya berdebar kencang bukan lagi karena kemenangan di RUPS, melainkan karena rasa takut yang dingin.Pesan anonim itu jelas. [Kami menunggum

    last update최신 업데이트 : 2026-03-18
  • Menulis Ulang Takdir   BAB 20 - Kuburan Umpan

    Peter tertawa, ia menjauhkan pisau itu sedikit, menikmati ketakutan yang ia lihat di mata Lyra.“Kau tahu, Lyra,” Peter berbisik, suaranya seperti desisan ular. “Kau adalah kesalahan terbesarku, mengizinkanmu hidup. Kau seharusnya tetap menjadi mahasiswa manis yang terper

    last update최신 업데이트 : 2026-03-19
  • Menulis Ulang Takdir   BAB 14 - Api yang Terlarang

    Lyra berhenti di depan ibunya. Dia harus mempertahankan narasi bisnisnya untuk melindungi William dan dirinya sendiri. Lyra memegang map laporannya erat-erat.“Mama,” Lyra menjawab, suaranya tenang dan tegas. “Aku tidak berselingkuh. Aku tahu ayah William pingsan. Aku dan William semalaman menyusun

    last update최신 업데이트 : 2026-03-18
  • Menulis Ulang Takdir   BAB 21 - Api, Darah, dan Retaknya Kepercayaan

    William melihat api yang menyambar dengan cepat di pintu masuk gudang. Lyra, berdiri di luar, menjerit padanya. Dalam sepersekian detik, dia menyadari kengerian dan kejeniusan di balik tindakan Lyra.Lyra telah menciptakan dinding apiyang mencegah Peter mendekatinya dan pistol yang L

    last update최신 업데이트 : 2026-03-19
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status