Share

Bab 4

Penulis: Shirley
Aku tidak peduli wajah Ryder berubah menjadi ungu seperti apa saat aku berbalik dan pergi. Namun, aku baru saja melangkah beberapa langkah, pergelangan tanganku kembali dicengkeram dengan begitu kuat sampai tulangku hampir remuk.

Wajah Ryder yang distorsi mendekat ke wajahku. "Emilia, kamu bahkan nggak mau menerima uangku? Kamu mau pamer ke siapa? Orang asing? Setelah aku tidur denganmu selama sepuluh tahun, sekarang aku jadi orang asing?"

Hari ini, Ryder sudah menarikku dua kali. Jika Zayn melihatnya, Zayn akan membunuhnya berkali-kali karena hal itu. Lebih tepatnya lagi, jika Zayn mencium bau pria lain dari tubuhku, aku pasti tidak akan bisa tidur malam ini.

Aku mengerahkan seluruh tenagaku untuk melepaskan genggaman Ryder dan berkata, "Pak Ryder, kita sudah putus. Jangan membuat keributan. Kamu nggak mau orang lain salah paham, 'kan? Dan jangan bilang aku nggak memperingatkanmu, suamiku itu orangnya yang cemburuan."

Ryder terdiam, lalu mendengus dan mengamati gaun murahan yang aku pakai dengan tatapan menghina. "Suami? Suamimu yang miskin itu jualan makanan di pinggir jalan atau mengepel lantai sepertimu?"

Dia terlihat yakin aku berbohong karena merasa malu atau sengaja memancing emosinya. Amarahnya memudar dan digantikan ekspresi puas dan angkuh. "Sudahlah, hentikan dramamu. Tiga hari lagi, lima keluarga akan mengadakan gala amal di Mangkulani. Itu liga yang sebenarnya. Keluarga Basuki akan hadir. Aku akan membawamu, biar kamu tahu seperti apa kekuasaan yang nyata."

Ryder menatapku dari atas ke bawah, lalu mengernyitkan alis karena merasa jijik dan melanjutkan, "Tapi, bukan dengan pakaian compang-camping itu. Pergi beli gaun yang pantas, jangan membuatku malu. Kamu nggak boleh berdiri di sampingku dengan penampilan seperti itu."

Gala lima keluarga?

Zayn yang sudah mengatur agar Keluarga Basuki menjadi tuan rumah acara itu, khusus untuk merayakan kehamilanku. "Aku benar-benar nggak membutuhkannya, terima kasih."

Karena ditolak lagi, sisa kesabaran Ryder pun lenyap. Di matanya, aku terlihat tidak tahu diri dan terlalu menantang keberuntunganku. "Baik. Terserah. Emilia, kamu benar-benar sudah berani ya? Setelah hidup beberapa tahun di jalanan, kamu pikir kamu sudah hebat?"

Ryder tiba-tiba menarik kembali tangannya dan berteriak pada anak buah di belakangnya, "Kalau dia nggak mau ikut, lupakan saja. Suruh Carmela menyiapkan gaun terbaiknya. Hari itu aku akan bawa dia pergi dan aku akan buat semua orang lihat wanita mana yang benar-benar pantas berdiri di sisiku."

Aku tidak berminat untuk berdebat lagi karena Zayn mungkin sudah mulai tidak sabar. Saat pergi, aku sempat melirik ke arah Ryder lagi dengan tatapan penuh rasa kasihan. "Aku harap tiga hari lagi nanti kamu masih punya kepercayaan diri yang begitu besar."

Begitu melangkah keluar dari area terbatas landasan udara, paru-paruku langsung dipenuhi udara dingin dan meredakan rasa mual yang bergejolak di perutku. Aku teringat kembali ke malam hujan di depan pintu gereja tiga tahun lalu. Aku yang berdiri dengan gaun pengantin bukan untuk menunggu janji suci, melainkan pengumuman dingin dari Ryder.

"Carmela hamil dan dokter keluarga bilang itu anak laki-laki. Emilia, untuk mendapatkan warisan, aku harus menikahi gadis dari Keluarga Sutanto. Ini aliansi yang dibutuhkan."

Setelah mengatakan itu, Ryder bahkan berani menggenggam tanganku dan bersumpah, "Bertahanlah setahun saja. Begitu aku mendapatkan posisi ketua, aku akan menceraikannya dan menikahimu."

Saat itu, hatiku pun mati. Jika dia membutuhkan pernikahan demi kepentingan, maka aku juga begitu. Malam itu juga, aku menyetujui pengaturan orang tuaku dan terbang menuju Sikilua.

Zayn Basuki, pemimpin yang membuat seluruh mafia di Erlamania gemetar, berlutut dengan satu kaki di hadapanku di sebuah gereja tua yang remang-remang di Palman. Kami menyelesaikan upacara pernikahan sederhana. Aku melahirkan Luca setahun kemudian dan sekarang aku sedang mengandung anak kedua kami.

Jika bukan karena menemani Zayn kembali ke Nalumandia untuk membereskan urusan keluarga, aku tidak akan pernah bertemu dengan Ryder lagi. Aku tentu saja tidak akan memberi kesempatan untuk Ryder pamer di depanku seperti orang bodoh.
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Menyaksikan Tunangan Mafiaku Menikahi Wanita Lain   Bab 11

    Sudut Pandang Zayn:Pukul tiga dini hari.Di kamar tidur kediaman Keluarga Basuki, tirai tertutup rapat dan tidak membiarkan sedikit pun cahaya masuk. Namun, aku tidak membutuhkannya, aku bisa menemukan sosok Emilia dengan sempurna di dalam kegelapan itu.Emilia tertidur pulas dengan napas yang dalam dan teratur sedang meringkuk di dalam pelukanku, seperti anak kucing yang penuh percaya diri. Rambutnya melilit di sela-sela jariku dan tercium aroma lembut dari vanila, itu adalah wangi surga.Aku tidak berani tidur. Aku takut jika aku memejamkan mata, semua ini hanya mimpi saat bangun nanti. Fantasi putus asa yang lahir dari ruang bawah tanah yang lembap dan gelap.Tangan bebasku melayang satu inci di atas lekuk lembut perutnya, di mana anak kedua kami tumbuh di sana. Bahkan sampai sekarang pun, rasa takut yang aneh lahir saat melihat Emilia tidur tanpa penjagaan apa pun. Kenyataan bahwa aku akhirnya memiliki semua yang kuinginkan, jantungku terasa seperti menghantam tulang rusukku.Emil

  • Menyaksikan Tunangan Mafiaku Menikahi Wanita Lain   Bab 10

    Tidak sulit untuk menebak apa janji terakhir Carmela dengan Ryder, itu adalah tindakan putus asa seorang ibu.Setelah menelan semua berlian itu, organ dalam Carmela pasti hancur dan tidak mungkin bertahan melewati malam itu. Dia pasti menggunakan lokasi putranya atau bahkan nyawanya sendiri untuk menukar kesempatan kabur bagi Ryder. Karena dia tahu, putranya masih memiliki kesempatan untuk makan jika Ryder masih hidup.Saat itu, pintu kamar pasien tiba-tiba terbuka lebar. Dua sosok yang satu besar dan satu kecil menerobos masuk, mengusir aroma steril di ruangan itu. Sebelum Bella sempat bereaksi, Zayn sudah mendorong Bella ke sudut."Emilia ...."Suara Zayn nyaris pecah dan matanya yang biasanya tegas kini dipenuhi urat merah. Dia memegang wajahku dengan lembut dan bertanya, "Di mana yang sakit? Bilang padaku, di mana yang sakit?"Luca menempel di sisi ranjang dengan mata yang memerah. Dia ingin menyentuhku, tetapi tidak berani dan terlihat sangat terpukul. "Mama, orang jahat itu meluk

  • Menyaksikan Tunangan Mafiaku Menikahi Wanita Lain   Bab 9

    Sikap acuh Zayn dan tawa orang-orang di sekeliling benar-benar menghancurkan pertahanan Ryder. Dia berdiri kaku dan mengepalkan tinjunya dengan begitu keras sampai buku jarinya berbunyi, tetapi dia tidak berani bertindak sembarangan di depan Zayn.Luca mengintip dari balik kaki Zayn dan wajah kecilnya dipenuhi dengan ekspresi dingin dan ejekan yang sama sekali tidak sesuai dengan usianya. "Masak? Kamu masih bermimpi ya? Mamaku adalah Nyonya Keluarga Basuki dan Tuan Putri milik Papa. Kamu pikir kamu pantas membuatnya menggerakkan satu jari untukmu?"Suara bocah itu kekanak-kanakan, tetapi setiap katanya seperti pisau yang menusuk tepat ke luka terdalam Ryder."Mama hanya akan punya dua anak, aku dan adikku. Kamu pikir anakmu pantas jadi anak Mama? Aku rasa dia akan kena kutukan hanya dengan memikirkannya."Setelah mengatakan itu, Luca menjepit hidungnya dengan jijik dan menatap Ryder dari atas ke bawah seolah-olah Ryder adalah benda kotor. "Lagi pula, bau kemiskinanmu itu buat sesak. Ka

  • Menyaksikan Tunangan Mafiaku Menikahi Wanita Lain   Bab 8

    Aku menghela napas, lalu menarik tanganku kembali. "Sudah, kalian membuat dokternya hampir mati ketakutan."Mendengar ucapanku, dokter itu seperti baru saja mendapat pengampunan. Dia mengusap keringat di keningnya dan melapor pada Zayn dengan suara gemetar, "Tuan, tangan Nyonya hanya mengalami memar jaringan lunak dan perlu istirahat. Aku akan pakai obat terbaik, aku jamin nggak akan meninggalkan bekas."Zayn tidak mengatakan apa pun, tetapi diamnya terlihat seperti gunung berapi yang akan meletus. Hanya aku yang tahu, itu adalah tanda amarahnya akan segera meledak.Di samping kami, Ryder sudah basah oleh keringat. Dia tidak menyangka Emilia yang dahulu diinjak-injaknya telah berubah menjadi ratu dunia bawah tanah, Nyonya Keluarga Basuki. Melihat kedekatanku dengan Zayn, dia merasa sangat cemburu dan keberanian yang datang entah dari mana terlintas di matanya.Namun, Ryder masih memiliki sedikit akal sehat. Untuk kelangsungan Keluarga Soesatyo, dia harus menelan harga dirinya dan meran

  • Menyaksikan Tunangan Mafiaku Menikahi Wanita Lain   Bab 7

    Para anak buah yang tadinya mengikuti Ryder di bandara dan mengejekku pun kini gemetar ketakutan. Mereka sampai harus mencengkeram tepi meja di dekat mereka hanya agar bisa tetap berdiri dengan stabil.Mereka akhirnya menyadari Emilia si anjing peliharaan yang mereka hina selama tiga tahun dan pecundang miskin yang mereka remehkan, ternyata adalah Nyonya terhormat dari Keluarga Basuki. Seandainya tatapan bisa membunuh, tatapan Zayn yang dingin sudah membantai mereka puluhan ribu kali.Air mataku masih mengalir saat Zayn menepuk punggungku dengan lembut. Namun, selalu saja ada orang bodoh yang berniat untuk mati, sehingga sengaja berjalan masuk ke garis tembak."Ya Tuhan, norak sekali," kata seorang wanita yang melengking dan memotong ketegangan.Wanita itu adalah Tessa, pengikut Carmela yang mengenakan gaun pendek merah muda. Dia jelas-jelas belum memahami situasinya atau mungkin dia memang benar-benar idiot.Tessa melangkah maju sambil menggoyangkan pinggul, lalu menunjuk Zayn dan aku

  • Menyaksikan Tunangan Mafiaku Menikahi Wanita Lain   Bab 6

    Ekspresi Luca yang biasanya kaku seperti Zayn pun kini berubah menjadi ketakutan. Meskipun tangisannya yang kekanak-kanakan terdengar pelan, masih cukup jelas untuk membuat seluruh orang di aula terdiam. Tangan kecil Luca mencengkeram gaun beludruku, lalu membenamkan wajahnya yang dibasahi air mata di lekuk leherku dan seluruh tubuhnya bergetar.Suasana di ruangan itu benar-benar sunyi.Tangan Ryder yang terulur membeku di udara. Ekspresi di wajahnya terlihat tak ternilai, seperti baru saja dipukul palu. Tatapannya yang terlihat tidak percaya beralih dari pewaris keluarga yang berharga itu sampai ke aku yang tergeletak menyedihkan di lantai.Aku mengertakkan gigi untuk menahan rasa sakit dan menatap kesatria kecilku. Pelukan Luca yang lembut dan beraroma susu langsung menenangkan kegelapan di hatiku. Sebelum aku sempat berbicara, tangan kecil Luca yang gemetar perlahan-lahan mengangkat tangan kiriku yang sudah menjadi gumpalan daging dan darah.Ruby darah merpati yang dahulu berkilau k

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status