Short
Mi muerte convirtió al Don en un lunático

Mi muerte convirtió al Don en un lunático

โดย:  The Redจบแล้ว
ภาษา: Spanish
goodnovel4goodnovel
9บท
1.4Kviews
อ่าน
เพิ่มลงในห้องสมุด

แชร์:  

รายงาน
ภาพรวม
แค็ตตาล็อก
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป

Se supone que es un castigo, pero termina conmigo muriendo congelada en el congelador. Mi prometido, Carlo Vesta, también conocido como el heredero de la familia Vesta, solo recuerda que existo tres días después. Ahora, simplemente floto alrededor mientras lo veo abrazar mi cadáver congelado, con su cuerpo temblando violentamente. Noto cuán rota es su expresión y, pronto, soy testigo de cómo va armando la verdad que me llevé conmigo a la tumba. Es demasiado tarde, Carlo. Pero está bien. Estoy justo aquí, observándote. Quiero ver cómo vas a enfrentar la verdad de que tú mismo encerraste a la mujer que amas en su propia tumba.

ดูเพิ่มเติม

บทที่ 1

Capítulo 1

Elena Neivara, wanita yang baru genap memasuki kepala dua itu keluar dari kamarnya. Tubuhnya dibalut piama satin merah, yang menonjolkan bentuk dada dan bokongnya.

Kaki jenjang Elena melangkah ke dapur, dengan satu gelas kosong di tangannya. "Haus sekali," gumamnya.

Dapat Elena lihat, kedua majikannya sedang menonton film di sofa ruang tamu. Saat akan melangkah lebih jauh, suara Riven membuatnya terhenti.

"Elena!"

Sang pemilik nama menoleh, lalu membungkuk sebentar. "Iya, Tuan? Ada yang bisa–"

Decakan Diana memotong ucapannya, wanita itu melirik sinis Elena dan bersedekap dada.

"Pakaianmu, Elena. Apa tidak ada yang lain?" tanya Riven.

Elena menunduk, jantungnya berdegup cepat. "Maaf, Tuan. Semua pakaian besarku dicuci, karena aku harus menggantinya dua kali sehari," sahutnya pelan.

Diana kini berdiri, lalu menghampiri Elena dan menudingnya dengan telunjuk.

"Pekerjaanmu itu pelayan, Elena! Perhatikan caramu berpakaian. Kamu tidak sedang berada di rumahmu, dan Tuanmu sudah memiliki istri!" serunya.

Riven juga menghampiri, majikannya itu terlihat merangkul pinggang Diana.

Matanya tajam menusuk Elena, begitu pun Diana yang meremehkannya. Elena semakin tertunduk, karena aura para majikannya sangat menekan.

"Bahkan jika kau tidak memakai apapun, aku tidak akan tergoda, Elena. Pergilah, dan ganti pakaianmu jika kau masih berkeliaran di luar kamar."

Setelahnya, Elena hanya mengangguk lalu pergi ke dapur. Mengambil segelas air dan kembali ke kamarnya.

Di sana, Elena merenungkan perkataan Diana dan Riven. Ia hanya pelayan di sini, dan harus menghormati keduanya.

Elena tidak bisa lagi memejamkan mata, hingga pagi hari tiba. Ia langsung mandi dan mengganti pakaiannya.

Elena memakai kaus oversize dan celana longgar di bawah lutut. Meski begitu, bagian dadanya yang besar tetap terlihat cukup jelas.

Pagi ini, Elena menyiapkan sarapan dengan mata yang sayu menahan kantuk. Saat akan meraih piring, tubuhnya terhuyung ke depan.

Elena dapat merasakan tangan besar menopang tubuhnya, tepat di bawah dadanya.

Elena segera menyingkirkan tangan Riven, lalu berdiri tegap.

"M-maaf, Tuan," ucapnya gugup.

Riven masih terpaku pada ingatannya, dada Elena terasa sangat kenyal dan besar.

Hingga Diana turun, menghampiri mereka berdua dengan raut marah.

"Apa yang kalian lakukan?! Elena?! Kau menggoda suamiku?!" pekik Diana.

Tangan Diana langsung melingkar posesif di lengan Riven, membuat suaminya tersadar dari lamunan kotor.

"Dia hampir jatuh tadi, Diana. Sepertinya dia mengantuk," jelas Riven.

Elena yang seolah menjadi tersangka, hanya diam dengan wajah menunduk.

"Apa sebenarnya yang ada di dalam pikiranmu, Elena?! Pekerjaanmu sangat buruk!" cerca Diana.

Elena semakin menunduk, matanya fokus menatap pada kaki yang tidak dibalut apapun.

Riven mengikuti arah pandang Elena. Kaki Elena tampak putih, mulus, dan bersih. Terdapat rona merah di setiap lipatan dan ujung jemarinya.

Pikiran kotor lagi-lagi hinggap di pikiran Riven, ia membayangkan sebersih apa tubuh Elena jika tidak memakai apapun.

"Riven!" seru Diana. Dada Riven dipukul olehnya, hingga kembali tersadar.

"Apa yang kau bayangkan?! Kau berniat selingkuh, ya?!" tuding Diana.

Riven gelagapan, ia langsung mendekap Diana. Namun, tatapannya tidak beralih dari Elena yang masih menunduk.

"Tentu tidak, Sayang. Aku mencintaimu, dan kau tau itu. Justru aku harus bertanya, apa kau masih mencintaiku?"

Bukannya mendapat jawaban, Riven malah mendapatkan sebuah tamparan.

Emosinya langsung naik, ia mengangkat tangan untuk mengusir Elena. Lalu, menatap Diana yang memberikannya tatapan tajam.

"Kau!" Diana menuding Riven, telunjuknya berada tepat di depan wajah sang suami.

"Kau menuduhku selingkuh lagi, Riven?!" seru Diana.

Riven hanya menghela napas kasar, ia langsung pergi dan mengabaikan Diana yang berteriak.

Sedangkan Elena, masih mengintip di antara tembok dapur. Lagi-lagi, ia menyaksikan keributan antara Diana dan Riven.

Sebelum pikirannya melayang, kakinya langsung melangkah untuk kembali menyiapkan sarapan dan bekal Jay.

Anak majikannya itu tak lama turun, dengan seragam yang berantakan. Elena bergegas menghampiri, dengan raut wajah sendu.

Mengingat kedua orang tua Jay yang selalu bertengkar, pikirnya, Jay pasti tertekan.

"Tuan Muda, Bibi Elen sudah menyiapkan bekal untuk Tuan Muda," ujarnya. Ia mencoba meraih tangan Jay, namun anak itu menolaknya.

"Kata Mama, kau hanya pelayan. Jangan menyentuhku!" sinisnya.

Jay menaiki kursi untuk meraih bekalnya di atas meja makan, ia memasukkan bekalnya dan pergi begitu saja tanpa berkata apapun pada Elena.

Elena menunduk singkat, kemudian ia kembali fokus pada pekerjaannya. Namun, kedatangan Riven membuatnya sejenak terpaku.

Menatap betapa tampannya pahatan Tuhan. Wajah Riven terkesan dingin dan tegas, siapapun pasti menilainya galak.

Bahu yang lebar dan gagah, dengan urat yang tampak di sepanjang garis tangan dan jemarinya. Elena melihat itu semua, ia merasa semakin kagum dengan majikannya.

"Buatkan aku kopi, Elena."

Perintah Riven membuat Elena tersadar, ia bergegas melaksanakan perintahnya.

แสดง
บทถัดไป
ดาวน์โหลด

บทล่าสุด

บทอื่นๆ

ถึงผู้อ่าน

Bienvenido a Goodnovel mundo de ficción. Si te gusta esta novela, o eres un idealista con la esperanza de explorar un mundo perfecto y convertirte en un autor de novelas originales en online para aumentar los ingresos, puedes unirte a nuestra familia para leer o crear varios tipos de libros, como la novela romántica, la novela épica, la novela de hombres lobo, la novela de fantasía, la novela de historia , etc. Si eres un lector, puedes selecionar las novelas de alta calidad aquí. Si eres un autor, puedes insipirarte para crear obras más brillantes, además, tus obras en nuestra plataforma llamarán más la atención y ganarán más los lectores.


ไม่มีความคิดเห็น
9
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status