共有

Trapped In The Hallway

作者: Juno Bug
last update 公開日: 2026-03-11 02:05:21
Fraya menutup pintu mobil di belakang tubuhnya, atau lebih tepatnya, membantingnya dengan cukup keras hingga dentumannya sanggup membuat Papa yang sedang duduk di balik kemudi tersentak kaget.

​"You okay, Honey?" Papa berseru dari balik kaca yang setengah terbuka.

​Fraya menarik napas panjang, mencoba menenangkan debaran jantungnya yang masih tidak keruan. Ia membalikkan badan, merendahkan tubuhnya agar bisa menatap Papa langsung ke dalam mobil.

​"Pa, Papa mau tidak, kalau hari ini Fraya ajak
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Milford Hall: His Sweet Obsession   The Abyss of Fear

    Seharusnya ketika sepasang kaki terus bergerak dengan kecepatan di atas batas manusiawi, seseorang akan merasakan keletihan luar biasa yang membuat mereka berhenti sejenak untuk sekadar menarik napas dalam yang menyakitkan.Namun, sudah sejak tadi, yang dilakukan Fraya hanyalah berlari menembus kegelapan di depan matanya yang terasa seakan tak berkesudahan.​Fraya memacu kedua kakinya, mengabaikan rasa sakit yang muncul akibat telapak kakinya yang polos menusuk ranting-ranting kecil sepanjang ia berlari membelah sunyi.Kepekatan deretan pepohonan yang seakan menghalangi jalannya berubah menjadi labirin hitam yang menyesakkan.Jika ditanya apa yang Fraya lakukan sekarang ini, jawabannya sederhana: Fraya sendiri tidak tahu.​Yang jelas, seluruh raganya seakan sedang dikepung ketakutan. Seolah sesuatu yang purba tengah mengejarnya dari belakang, berusaha meraih Fraya ke dalam hampa. Namun jika dilihat secara kasat mata, tidak ada siapapun di belakang gadis itu. Pun di depan matanya.Fray

  • Milford Hall: His Sweet Obsession   The Shower's Dirty Secret

    Louis Partridge berlari secepat yang kaki panjangnya mengizinkan, menembus koridor Milford Hall dengan paru-paru yang terasa terbakar.Dunianya seolah menyempit hanya pada satu misi, yaitu menemukan Fraya Alexandrea.Tujuan utamanya saat ini langsung ke kelas Kimia, tempat di mana mata-mata suruhan Damian tadi menginformasikan keberadaan Fraya atas insiden memuakkan yang terjadi di bawah pengawasan Mr. Humblot.Pikirannya bising oleh skenario buruk yang mungkin menimpa gadis itu.​Namun, saat Louis mencapai pintu berkusen kayu ek yang kokoh itu dan menerjang kenop pintunya dengan kasar hingga pintu membelalak terbuka lebar, yang didapatnya justru hantaman sunyi yang menyesakkan.Seluruh atensi kelas yang tadinya sedang serius memerhatikan penjelasan Mr. Humblot menoleh bersamaan ke ambang pintu, menatap Louis yang berdiri mematung sambil terengah-engah dengan peluh yang membasahi pelipisnya.​"Bloody Hell, Mr. Partridge. What on earth got into you, storming into my class like a madman

  • Milford Hall: His Sweet Obsession   Steam and Sin

    Di dalam ruang tunggu yang didominasi warna putih pucat itu, keheningan terasa begitu pekat hingga seolah memekakkan telinga. Fraya duduk dengan punggung tegak, namun kedua kakinya tak bisa berhenti bergerak gelisah—sebuah ritme mekanis yang ia lakukan untuk menahan rasa sesak yang kian membuncah di dadanya. Perasaan dalam hatinya bercampur aduk antara cemas, takut, dan rasa tidak enak yang terus bergumul menjadi satu.​Di sebelahnya, Papa mengulurkan tangan, menyentuh ujung lutut Fraya dengan lembut. Sebuah isyarat bisu yang sangat Fraya pahami untuk menghentikan kegugupannya. Papa tahu benar, anak gadisnya ini punya kebiasaan tidak bisa diam jika sudah merasa gelisah setengah mati.​Mata Fraya akhirnya beralih. Dari yang tadinya menatap kosong lantai linoleum di depannya, kini beralih pada manik kelam Papa. Pria itu mencoba menyunggingkan senyum tipis—tipe senyum yang berusaha menenangkan, meski Fraya tahu, situasi ini pun sama sekali tidak mudah bagi Papanya.​"Mr. Moore, silakan

  • Milford Hall: His Sweet Obsession   London, Lights and Lies

    Keheningan di lantai teratas gedung Harding Global biasanya terasa seperti prestise yang menenangkan.Namun sore itu, suasana didalam sebuah ruangan terasa cukup dingin dan mencekam.Richard Harding masih terpaku di balik meja kerja mahoni nya yang luas. Matanya yang tajam, yang biasanya mampu mendeteksi pergerakan pasar saham sekecil apa pun, kini sedang menyisir grafik kurva perkembangan laba perusahaan di layar monitor. Angka-angka itu merangkak naik, hijau dan gemilang, menunjukkan dominasi dinasti Harding yang tak tergoyahkan.​Tiba-tiba, suara ketukan pintu ruang kerjanya memecah konsentrasinya.​"Permisi Tuan. Dokter Ashford ada di line dua."​Pandangan Richard terangkat perlahan. Di ambang pintu, Karen berdiri dengan sikap sempurna-asisten yang sudah bertahun-tahun mengabdi dan tahu persis kapan harus bicara dan kapan harus menghilang.Richard tidak langsung menjawab. Ia membiarkan jeda beberapa detik berlalu, membiarkan nama "Ashford" bergema di kepalanya sebagai pengingat ak

  • Milford Hall: His Sweet Obsession   The Fallen Heir

    ​"Mr. Harding, apakah benar wafatnya Nyonya Arnelia Harding akan menjadi hantaman fatal yang melumpuhkan seluruh roda perputaran bisnis Harding Global?"​"Mr. Harding, apa sebenarnya pemicu di balik kematian mendadak Nyonya Arnelia? Apakah ada spekulasi medis yang sengaja ditutup-tutupi dari publik?"​"Mr. Harding, bagaimana skenario masa depan jika nantinya putra Anda, Damian Nicholas Harding, harus mengambil alih jaringan raksasa Harding Global di seluruh dunia dalam usia sedini ini? Apakah dia sudah cukup layak untuk memegang kendali?""Mr. Harding...""Mr. Harding...""Mr. Harding..."​Pertanyaan-pertanyaan itu menghujam udara seperti peluru panas yang tak kenal ampun, berebut ruang dengan jutaan kilat lampu kamera wartawan yang mengerumuni pelataran gerbang pemakaman sore itu. Di tengah hiruk-pikuk yang nihil empati tersebut, Nicholas hanya mampu menundukkan kepala sedalam mungkin. Ia berusaha sekuat tenaga menghindari kerumunan wartawan yang seakan tanpa henti menggencat tubuh

  • Milford Hall: His Sweet Obsession   Trapped In The Hallway

    Fraya menutup pintu mobil di belakang tubuhnya, atau lebih tepatnya, membantingnya dengan cukup keras hingga dentumannya sanggup membuat Papa yang sedang duduk di balik kemudi tersentak kaget. ​"You okay, Honey?" Papa berseru dari balik kaca yang setengah terbuka. ​Fraya menarik napas panjang, mencoba menenangkan debaran jantungnya yang masih tidak keruan. Ia membalikkan badan, merendahkan tubuhnya agar bisa menatap Papa langsung ke dalam mobil. ​"Pa, Papa mau tidak, kalau hari ini Fraya ajak bolos?" ​Fraya tahu pertanyaannya barusan terdengar sangat tidak masuk akal. Apalagi keluar dari bibir seorang Fraya Alexandrea yang biasanya sangat patuh pada jadwal. ​Papa menaikkan kedua alisnya bersamaan, seolah sedang mencerna apakah anaknya baru saja kesurupan, lalu seketika meledak dalam tawa yang memenuhi kabin mobil. ​"Kok Papa malah ketawa sih!" Fraya merengek kesal, tangannya mencengkeram pinggiran pintu mobil. ​"Damian kali ini berulah apa lagi sampai bikin kamu jadi malas masuk

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status