LOGIN“Tentang itu, tadi saat dalam acara pertemuan aku, aku, aku sebenarnya,” Yuvrelina mulai gugup. Dia tidak tahu dari mana dia harus menceritakan pada Mike. Yuvrelina juga tahu bahwa Mike tidak akan pernah bersedia menerima alasan yang sama sekali tidak masuk akal. Bahkan terkadang kebenaran yang dia katakan masih dirasa kebohongan menurut Mike.
“Katakan dengan jelas! Jangan bertele-tele atau aku akan melemparkanmu keluar dari dalam mobilku!” ancam Mike seraya meremas tengkuk Yuvrelina dengDua jam lamanya Geo duduk di kursi meja bar untuk menunggu kabar dari Mike Miland, dia tahu tidak akan mudah baginya mendapatkan kabar itu. Geo tahu bagaimana Mike membenci dirinya, mereka memang akur saat terakhir kali tapi sebenarnya tetap bermusuhan.“Kenapa aku malah berharap dan terus menunggunya? Mike sialan itu tidak akan pernah menelepon apalagi memberikan kabar padaku tentang Barbie palsu,” gumamnya seraya meneguk sebagian dari isi dalam gelas dari atas meja bar.Di rumah sakit, Mike terus menunggu di sana, hingga hampir pagi dia berada di rumah sakit akan tetapi kondisi Yuvelina masih sama seperti saat setelah mendapatkan penanganan. Masa kritisnya belum berakhir. Mike duduk di kursi ruang tunggu, dia tidak ingin meninggalkan rumah sakit.Di kediaman Geo, Barbie sudah terjaga. Dia menatap layar pada ponselnya, waktu sudah menunjukkan pukul sembilan pagi. Geo sudah tidak ada di sana sejak Barbie terjaga. Entah ke mana perginya, Barbie sama sekali tidak tahu, dan
Mike terus memikirkan keadaan Yuvrelina karena Yuvrelina masih berada di dalam ruangan iccu, kondisinya belum stabil. Melihat Barbie keluar dari dalam kediaman, Mike tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Mike segera pergi tidak lama setelah Barbie meninggalkan rumah. Mike menuju ke rumah sakit untuk melihat kondisi Yuvrelina sementara Barbie pergi ke perusahaan Geo untuk bertemu dengan Geo. Barbie tidak membuat janji temu, Barbie merasa sangat tidak tenang. Dia bahkan tidak bisa memejamkan kedua matanya lantaran terus teringat dengan mimpi buruk serta kejadian-kejadian yang tidak masuk akal baginya. Geo baru selesai meeting, dia mendapatkan telepon dari sekretarisnya tentang kedatangan Barbie di perusahaan. “Iya? Kenapa kamu menelepon, perusahaan sudah selesai dan karyawan sudah waktunya pulang ke rumah,” tanya Geo pada sekretarisnya. “Tuan Presdir, saya hanya menyampaikan pesan dari Mrs. Barbie, beliau menunggu Anda di rua
“Ini adalah keputusan Tuan Mike, kami di sini hanya menjalankan tugas,” ujar pengacara tersebut pada Barbie. “Aku tidak akan pernah mau menandatanganinya! Kalian sudah gila! Aku ingin bertemu dengan Mike! Aku ingin mendengar semuanya langsung dari mulut Mike!” ujar Barbie dengan penuh amarah. Barbie berkacak pinggang sambil mengusap wajahnya beberapa kali di hadapan pengacara dan asisten Mike. “Tuan tidak akan menemui Anda lagi, maafkan kami. Kami di sini tidak memiliki wewenang untuk mengajukan protes sama sekali. Semua keputusan ini sudah mutlak dan harus disetujui oleh Anda,” ujar asisten Mike pada Barbie. Barbie terduduk lesu di lantai, tak lama setelah itu orang dari kediaman Mike datang dan membawa semua barang-barang milik Barbie. Barbie menatap koper yang kini dibawa oleh beberapa orang. “Kami akan mengantarkan Nyonya pulang ke kediaman Bibi Tuan Mike,” ujar salah seorang dari mereka. Barbie menggelengkan kepalanya. “Tidak mu
“Kamu lakukan saja semua jadwalmu seperti biasa, aku tutup dulu teleponnya,” pamit Geo pada Barbie. “Ya, hati-hati, Gee,” pesan Barbie pada Geo. Geo masih di dalam toko, dan tak lama setelah itu dia segera mengurus pisau yang masih tergeletak di lantai. Geo mencari wadah plastik lalu membungkus benda itu dan menyembunyikannya di balik jas yang dia kenakan. Selama orang-orang yang dia perintahkan untuk datang belum tiba di sana, Geo mencari peralatan dari ruang belakang untuk membersihkan darah di sana. Sekitar dua puluh menit kemudian Nyonya Kean tiba, dia masuk ke dalam toko dan melihat beberapa orang sedang membersihkan lantai toko. “Tuan Ge?” tegurnya pada Geo. “Maaf Madam, aku membuat lantai kotor, jadi aku meminta pekerjaanku untuk membersihkannya,” ujar Geo dengan sopan. “Yuvre, apa kamu sudah bertemu dengannya? Seharusnya kamu mengatakan yang sebenarnya bahwa kamulah yang sudah membiayai semuanya selama ini, kamu sud
Mike turun dari dalam mobilnya, tentunya dia tidak mau kalau Geo Worland mendahului dirinya masuk ke dalam. Pikirnya Geo bersedia mengalah, tak lama setelah itu Geo pun juga turun dari dalam mobilnya bahkan dia mendorong Mike menjauh dari pintu, akhirnya dua pria itu saling dorong satu sama lain.“Minggir kamu!” bentak Mike pada Geo.“Kamu yang minggir sialan!” timpal Geo pada Mike.“Akh, sialan kau,” pekik Geo karena kening Geo sampai terbentur pintu kaca toko Nyonya Kean akibat saling dorong. Geo mendadak mengangkat lengan kanannya untuk menghentikan Mike agar mereka tidak saling dorong. Mike pun berhenti dia ikut mencermati apa yang Geo lihat di lantai.“Tunggu, coba lihat? Apa ini .... darah?” ujar Geo sambil membelalakkan kedua matanya ketika melihat bekas jejak sepatu Barbie, ada darah pada bawah sol sepatu milik Barbie dan darah dari sol sepatu Barbie melekat di lantai.Mike melotot dia segera mengulurkan tangannya untuk menyentuhnya lalu menciumnya dan te
Pada keesokan harinya ....Semalaman Barbie sudah memikirkannya, rencananya pagi ini yang pertama adalah menemui Yuvrelina di toko milik Nyonya Kean. Barbie segera membersihkan tubuhnya lalu bersiap-siap. Ketika sedang berdandan di depan cermin, Mike Miland masuk ke dalam kamar. Mike sendiri juga hendak bersiap, Mike juga ingin melihat keadaan Yuvrelina pagi ini.Barbie masih sengaja menyembunyikan semua yang dia ketahui dari Mike tentang keberadaan Yuvrelina, Barbie tahu Mike akan mencari tahu tentang itu dan Barbie tidak ingin ketahuan. Barbie menyunggingkan senyuman ketika Mike melintas di belakang punggungnya. Mike sempat menangkap senyuman pada bibir Barbie. Langkah kaki Mike mendadak terhenti, Mike langsung menghampiri Barbie dan menyentuh kedua bahunya dari belakang punggungnya.“Kamu menyembunyikan sesuatu dariku? Apa rencanamu kali ini? Jangan bilang kamu berencana kabur dari sisiku lagi karena lebih menikmati priamu itu!”“Hahahaha, apa katamu?” tanya Barbi
“Sialan! Suasana di rumah begitu membosankan! Aku bosan sekali, Mike menghabiskan waktunya sendiri. Perkebunan dan perkebunan! Haruskah aku kabur lagi? Aku tidak tahan tinggal di rumah kalau begini terus!” omel Barbie sambil berjalan masuk ke rumah. Selang dua jam kemudian, Barbie kembali keluar
***“Geo? Hei! Ge!” tegur Yuvrelina seraya menepuk lengannya. “Kenapa kamu datang lagi ke sini?” tanyanya pada Geo.Geo Worland baru terjaga dari lamunan panjangnya, dan dia menatap Yuvrelina dengan tubuh berbalut baju tebal tengah berdiri di sampingnya. “Aku pasti sudah gila, aku melamun
Mike mengerjapkan kedua matanya, dia baru sadar bahwa yang Yuvrelina katakan barusan memang benar adanya. Dengan wajah seorang Barbie pasti sangat sulit bagi Yuvrelina untuk mendapatkan pria lain kecuali Yuvrelina memiliki niat jahat untuk menghancurkan nama baik Mike Miland. Mike menganggukkan k
“Geo membaca pesanku tapi tetap tidak membalasnya! Kau tidak membelaku lagi seperti dulu! Geoooooo!” jerit Barbie sambil beranjak berdiri dari atas lantai lalu menuju ke arah kamarnya.Sepanjang malam Mike tidak masuk ke kamar, Barbie menunggu kehadiran Mike hingga pukul satu pagi dan tidak a







