My Billionaire Boss

My Billionaire Boss

last updateTerakhir Diperbarui : 2021-06-12
Oleh:  Little FishOngoing
Bahasa: English
goodnovel16goodnovel
10
1 Peringkat. 1 Ulasan
4Bab
5.3KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Sinopsis

This story will be like be dark romance, an erotic romance, so there will be sex. Nicolette Gray is a 25-year-old young woman who will start working at Manson Construction Co, the company that makes her dream. She wants to just enjoy her life and even not to believe in love. She believes in one sentence; if a man wants to satisfy her, he must cook well and be good at bed. Carter Darren is a young man who is more than lusted today; he is beautiful, rich, and above all, young for the empire he manages. He is only 28 years old, and he is already a billionaire. Carter Darren and Nicolette Gray; The two should not be together, and yet their attraction and desire to each other will be stronger than their reasons.

Lihat lebih banyak

Bab 1

meet with a handsome boy

Tangan wanita itu bergelayut manja di tangan sang pria. Sambil mengucapkan kata-kata candaan yang tampaknya sama sekali tak menarik si pria. Keduanya berjalan menuruni undakan, menuju mobil yang sudah terparkir di teras gedung. Namun, sesosok mungil yang melangkah mendekat segera menghentikan langkah si pria. Mulutnya menegang mengenali sang wanita.

“Ada apa, Lucius?” wanita cantik yang bergelayut di lengannya mengangkap kepalanya, mengikuti arah pandangan Lucius. Senyum di wajahnya seketika membeku, menatap si wanita dengan pakaian lusuh tersebut. Dress yang sudah memudar warnanya dan rambut panjang bergelombang yang dikuncir asal-asalan. Membuat beberapa helai rambut tersebut menutupi wajah mungilnya yang tirus. Dan bahkan sandal yang dikenakan sama sekali tak layak untuk di pakai, apalagi di tempat sepremium ini. Penampilannya tak ada beda dengan gembel dan sudah jelas tak punya rasa malu karena berani menginjakkan kaki di tempat ini. “A-apa …”

Tangan Lucius terangkat sebelum si wanita cantik menyelesaikan makian yang sudah ada di ujung lidah. “Kau datang?” dengusnya menatap penampilan wanita itu mencemooh.

Si wanita kumuh mengangguk pelan, sejenak melirik ke arah wanita cantik dan seksi yang berdiri di samping Lucius. Menatapnya tak suka. “Ada yang ingin kubicarakan denganmu,” ucapnya lirih. Hampir tak terdengar.

“Lucius.” Wanita cantik itu sengaja mendekatkan wajahnya ke wajah Lucius saat berkata, “Kita harus bergegas. Semua orang sudah menunggu kita.”

Lucius sama sekali tak mengalihkan pandangannya dari si wanita kumuh. Menarik lengannya dari dekapan wanita cantik. “Kau pergilah dengan Albert, Divya.”

Raut Divya berubah muram, ingin membantah tapi tangan Lucius lagi-lagi terangkat. Ia tak butuh diperingatkan dua kali. Wanita itu pun berjalan ke mobil yang seharusnya menunggu mereka dan hanya akan membawanya.

“Well, selarut ini kau repot-repot datang kemari, pasti ada sesuatu yang penting, kan?” Ujung bibir Lucius menyeringai. “Calia.”

Calia menggigit bibirnya, bisa merasakan tatapan jijik Lucius. “A-aku membutuhkan bantuanmu.”

“Ya, memangnya apalagi yang akan membawamu kepadaku jika bukan uang?”

Ada luka yang menggores di kedua mata Calia yang berair, tetapi wanita itu segera mengerjapkan matanya. “Bisakah kau memberikan apa yang kuinginkan?”

“Tergantung apa yang bisa kau berikan padaku.”

“Apapun.”

Seringai licik Lucius naik lebih tinggi, sekali lagi mengamati penampilan Calia dari ujung kepala hingga ujung kaki. Satu jawaban itu sudah cukup untuk merenggut hidup Calia yang tak bisa dimilikinya. Sekaligus menuntaskan dendam yang mengendap di dadanya. “Apapun?”

Calia mengangguk dengan cepat, sebelum kewarasannya kembali. “Apa yang bisa kau berikan untukku?”

Pertanyaan tersebut tentu saja menyinggung seorang Lucius Cayson. Memangnya apa sih yang diinginkan oleh wanita itu sehingga masih mempertanyakan hal semacam itu. Meski begitu, Lucius tetap menjawab dengan penuh keangkuhannya. Mumpung suasana hatinya sedang baik. “Apapun.”

Calia mengangguk lagi. Ya, hanya itu yang ia butuhkan dari seorang Lucius Cayson.

“Dan aku ingin pembayaranku sekarang juga.”

Mata Calia membelalak. “S-sekarang?”

Salah satu alis Lucius terangkat. “Kau keberatan?”

Calia jelas tak punya pilihan. Ia pun menggeleng.

“Baguslah.” Lucius menangkap pergelangan tangan Calia dan membawa wanita itu menuju trotoar, dengan cepat mendapatkan taksi untuk mereka.

“Hotel Bell King.” Lucius memberitahu tujuannya. Sementara Calia menggigit bibir bagian dalamnya dengan gugup. Tentu saja ia mengenali nama hotel bintang lima tersebut. Kedua tangannya yang berada di atas pangkuan saling meremas dan mulai berkeringat. Tubuhnya menegang, mempertanyakan keputusannya. Apakah ini keputusan terbaiknya? Apakah ini sepadan?

Calia meyakinkan dirinya sendiri. Ya, semua ini sepadan. Ini satu-satunya harapannya. Jangankan tubuhnya, bahkan jika Lucius menginginkan nyawanya sebagai pembayaran, ia akan memberikannya. Apapun itu, layak untuk apa yang diinginkannya dari seorang Lucius Cayson.

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

Ulasan-ulasan

Sherene Newman
Sherene Newman
wtf 4 chapters
2021-08-07 17:54:11
3
0
4 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status