Share

Hancurnya Rencana Masa Depan

last update Huling Na-update: 2025-09-29 20:40:33

"Ada yang baru pulang ngapel nih. Kok tumben, udah pulang aja jam segini. Biasanya juga nanti malam baru pulang." Kata-kata sambutan, yang diberikan oleh seorang kakak kepada adiknya laki-lakinya yang baru saja datang dan kini menaruh paper bag di atas meja, kemudian tubuhnya dijatuhkan di atas sofa yang berada di sisi sang kakak.

"Apa nih? Dimsum?" tanya kakaknya Bumi.

"Bukan. Itu baju. Buat Lala," jawab Bumi yang diiringi hembusan napas dan juga wajah yang nampak kusut.

"Tumben inget keponakan. Biasanya, kalau udah pacaran yang diinget pasti tentang pacarnya terus," ucap kakaknya itu lagi.

"Kamu masih berhubungan dengan dia?" tanya ayahnya Bumi, dengan mata yang tadinya tertuju pada koran yang tengah ia pegang, kini jadi kepada anak lelaki satu-satunya itu.

"Berhubungan gimana, Pa?," ucap Bumi yang tatapannya hanya lurus ke depan saja.

"Ya itu, kamu masih pacaran sama dia? Papa kasih tahu, pentingnya punya calon istri yang sederajat. Bukan mau merendahkan. Tapi daripada kamu dan kel
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • NAYANIKA: Gadis Pengganti di Malam Pertama    Kena Marah Mama

    "Kamu lagi apa, Sayang?" tanya Abi melalui sambungan telepon seluler ketika baru saja tiba di rumah yang akan mereka tempati nanti."Bungkus paket," jawab Nayanika."Lho, kok masih kamu teruskan? Aku kan udah bilang, nggak usah jualan lagi. Tinggal aja. Aku udah kasih uangnya kan ke kamu. Ya kamu pakai uangnya," ucap Abi."Ya iya, Mas. Tapi ini udah pesenan orang. Masa iya nggak aku kirim juga? Kan udah dibayar, Mas. Paling-paling aku cuma abisin stok aja ini. Abis itu udah.""Oh gitu. Ya nggak apa-apa kalau gitu. Pin-nya udah aku kirim ya? Jangan lupa di-save.""Iya, Mas. Oh iya, Nasya lagi apa sekarang? Dia nggak rewel kan di sana? Dia nanyain aku nggak?" tanya Nayanika."Aman kok. Dia kalau sudah diajak keluar, pasti lupa sama ibunya sendiri," ucap Abi."Ya baguslah. Aku takut dia nangis di jalan tadinya.""Nggak dong. Hari ini mau aku suruh tukang pasang perosotannya. Jadi Nasya pasti nggak akan mau pulang.""Terus, tinggal apa yang belum selesai, Mas?" tanya Nayanika."Tinggal ca

  • NAYANIKA: Gadis Pengganti di Malam Pertama    Nafkah dari Abi

    Di meja makan.Nasya yang bangun lebih cepat karena tidur sudah sejak dari sore itupun ikut sarapan di meja makan. Dia sedang memperhatikan sang ibu yang sedang menyuapi neneknya dan sang ayah yang menyuapi ibunya."Papa kok di cini?" tanya Nasya yang akhirnya mengeluarkan isi kepalanya.Abi menoleh dan tersenyum kepada Nasya dan gemas dengan celotehannya. "Ya Papa kan ayahnya Nasya. Suaminya Mama. Jadi, Papa di sini sekarang.""Kenapa? Nasya mau Papa suapi juga hm?" ucap Abi lagi.Nasya mengangguk dan ambil mengambil sendok di atas mangkuk Nasya lalu mulai menyodorkan ke mulut Nasya sudah menganga duluan."Cini, Papa," pinta Nasya sambil mengambil sendok dari tangan ayahnya. Ia tidak sabar untuk memakan makanannya sendiri."Nasya nanti mau ikut Papa nggak?" tanya Abi."Ikut kemana, Mas?" tanya Nayanika."Aku mau lihat pengerjaan rumah kita. Mau aku tunggui juga, jadi mereka kerjanya nggak malas-malasan," ucap Abi."Oh... aku kira mau kemana," ucap Nayanika yang lantas menyuapi sang i

  • NAYANIKA: Gadis Pengganti di Malam Pertama    Canggung

    Nayanika menelan salivanya sendiri. Canggung sekali seperti ini. Lagi pula, dia benar-benar tidak mau melewatkan satu malam pun untuk istirahat. Ah tapi dulu pun begitu. Dia begitu menggebu-gebu di saat malam pertama dan sekarang pun ternyata masih sama."Eum, terserah. Terserah Mas aja," jawab Nayanika yang biarpun malu tapi tetap harus melayani suaminya ini dengan sebaik-baiknya. "Jadi boleh?" tanya Abi lagi yang ingin memastikan kenyamanan istrinya ini."Iya. Em... ya udah.""Ya sudah ayo sini," ucap Abi sembari membalikkan tubuh Nayanika hingga mereka bertatap muka. Abi memperhatikan setiap garis wajah Nayanika. Sementara Nayanika kembali memalingkan wajahnya karena malu ketika ditatap seperti itu."Lihat ke sini," perintah Abi sambil menyentuh dagu Nayanika dan menariknya hingga mereka kembali saling memandang.Abi kecup bibir Nayanika, hingga yang dikecup terbelalak. Abi lakukan itu tidak hanya sekali dan ketika kancing baju teratas hendak Abi tanggalkan, Nayanika malah menyen

  • NAYANIKA: Gadis Pengganti di Malam Pertama    Apa Kamu Mau Coba Malam Ini?

    Setelah pesta pernikahan usai. Abi pulang bersama dengan Nayanika dan juga keluarganya. Hari ini, mereka pulang ke rumah Nayanika yang sekarang. Karena rumah yang Abi beli dari Nayanika belum selesai di renovasi. Begitulah kalau pekerjaan tidak dipantau setiap hari, lama sekali selesainya. Padahal, Abi berharap bisa langsung pindah ke rumah itu setelah resmi menikahi Nayanika. Tapi ternyata, ia diminta untuk sabar dulu dan menjalani di rumah Nayanika yang sekarang.Mobil yang Abi kemudikan sendiri itu pun tiba juga di kediaman barunya yang sementara. Dia keluar duluan untuk mengambil kursi roda di bagasi belakang dan menyiapkan untuk sang ibu mertua, yang duduk di kursi belakang bersama dengan adik iparnya."Ayo, Ma. Sini Abi bantu ya?" ucap Abi seraya mengangkat tubuh sang ibu mertua dan menaruhnya di atas kursi roda."Nasya masih tidur, Kak?" tanya Mentari yang baru keluar dari dalam mobil kepada Nayanika yang juga baru saja keluar sambil menggendong Nasya."Iya nih. Kecapekan kayak

  • NAYANIKA: Gadis Pengganti di Malam Pertama    Hari Pernikahan

    Keesokan harinya.Tubuh Nayanika sudah berbalut gaun warna navy yang Abi berikan kepadanya. Nasya pun sama. Tapi yang baru Nayanika sadari ketika Abi datang menjemputnya adalah, bila pakaian yang mereka kenakan ini ternyata couple-an. Dia sampai se-effort ini. Nayanika kira, karena takut mempermalukan Abi jadinya dia berikan pakaian. Tapi ternyata Abi ingin menggunakan pakaian yang senada dengan anak dan juga ia calon istrinya."Ayo sini, Nasya. Papa yang gendong kamu ya?" ucap Abi ketika sudah tiba di sebuah gedung serbaguna, yang menjadi tempat acara pernikahan Meisya.Gadis kecil itu sontak datang ke dalam dekapan ayahnya. Dia sangat tenang sekaligus bingung juga melihat tempat asing ini."Ayo kita masuk," ajak Abi dan Nayanika pun langsung meneguk salivanya sendiri. Tidak tahu apa yang akan terjadi di dalam nanti. Tetapi seperti apa yang Abi katakan, tenang saja, ada dia yang mendampinginya.Nayanika jadi lebih bisa merasakan kelegaan. Dia tidak harus menjalani semuanya seorang d

  • NAYANIKA: Gadis Pengganti di Malam Pertama    Belajar Untuk Saling Menerima

    Malam sebelum hari pernikahan Meisya. Abi yang baru pulang dari rumah sakit itupun mendatangi rumah Nayanika. Ada sesuatu yang ia bawa bersamanya dan hendak ia berikan kepada calon istrinya tersebut. Abi ketuk-ketuk pintu rumah dengan pelan, karena tidak mau sampai membangunkan anaknya yang pasti sudah terlelap di jam-jam segini."Naya? Kamu sudah tidur belum?" panggil Abi sambil mengetuk pintunya lagi."Na..."Pintu rumah terbuka juga dan pas sekali Nayanika lah yang membukakan pintunya."Mas? Kenapa? Tumben dateng kesini malam-malam," ucap Nayanika yang sudah berdiri tegak di ambang pintu."Oh iya, maaf kalau aku ganggu kamu. Eum... itu, aku mau kasih kamu sesuatu," ucap Abiyaksa sambil memberikan paperbag kepada Nayanika."Ini apa, Mas?" tanya Nayanika sambil menerima dan mengangkat paper bag yang sudah berada di genggaman tangannya."Untuk besok. Jangan lupa, aku jemput jam empat sore ya? Ya udah. Aku pulang dulu. Aku cuma mampir sebentar ke sini. Cuma mau kasih itu aja ke kamu,"

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status