Share

Ingin Dimanja Sedikit

last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-11 16:17:44

Siang sudah berangsur hilang dan berganti dengan malam. Abi yang sudah selesai memantau para pekerja sekaligus mengecek pekerjaan para tukang itupun kembali pulang ke rumahnya.

Di perjalanan. Dia nampak melihat ke kanan kiri dan mencari buah tangan yang akan ia bawa bersamanya ke rumah.

Nayanika masih marah. Tentunya ia harus membawakan sesuatu, agar amarahnya itu sedikit teredam. Jangan sampai, amarahnya nanti berkelanjutan dan ia harus kembali mati kutu ketika berada di dekatnya.

Abi belikan camilan, es krim, buah maupun makanan yang lainnya. Tidak lupa juga, ia bawakan seikat bunga agar hatinya sedikit mencair. Abi pergi ke sana kemari sampai langit gelap. Sementara yang ada di rumah, mulai panik mencari karena nomor suaminya tidak bisa dihubungi.

"Oh gitu ya, Ma? Naya kira Mas Abi mampir dulu ke sana," ucap Nayanika sambil menggenggam telepon seluler yang menempel di daun telinganya.

"Nggak, Nay. Abi nggak ke sini. Mungkin masih di jalan kali. Terus baterai handphone-nya habis,"
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • NAYANIKA: Gadis Pengganti di Malam Pertama    Kamu Jangan Mancing-mancing

    Abi melihat beberapa pesan yang datangnya dari sang ibu, yang sampai beberapa kali."Halo, Ma? Kenapa? Tadi Mama chat Abi ya?" tanya Abi yang langsung menelepon sang ibu, untuk menghilangkan rasa penasaran."Kamu darimana aja, Bi? Nayanika telepon Mama katanya kamu belum pulang-pulang juga. Darimana emangnya kamu tuh?""Ada, Ma. Tadi baterai handphone-nya abis. Terus Abi pergi belanja juga jadi agak lama pulangnya.""Haduh! Harusnya besok-besok aja. Istri kamu uring-uringan tadi. Dia khawatir kamu belum pulang katanya. Baru nikah udah buat heboh aja. Mama jadi kepikiran juga.""Maaf, Ma. Lain kali, Abi nggak akan buat Mama pusing.""Ya bukan masalah Mama yang pusing, Bi. Tapi kasihan istri kamu itu. Kalau mau kemana-mana itu kasih kabar dulu. Jangan tahu-tahu ngilang. Ya?""Iya, Ma. Abi paham," ucap Abiyaksa yang tidak berapa lama kemudian menyudahi panggilan teleponnya. Dia rebahkan tubuhnya di atas sofa dan Nayanika pu

  • NAYANIKA: Gadis Pengganti di Malam Pertama    Ingin Dimanja Sedikit

    Siang sudah berangsur hilang dan berganti dengan malam. Abi yang sudah selesai memantau para pekerja sekaligus mengecek pekerjaan para tukang itupun kembali pulang ke rumahnya. Di perjalanan. Dia nampak melihat ke kanan kiri dan mencari buah tangan yang akan ia bawa bersamanya ke rumah. Nayanika masih marah. Tentunya ia harus membawakan sesuatu, agar amarahnya itu sedikit teredam. Jangan sampai, amarahnya nanti berkelanjutan dan ia harus kembali mati kutu ketika berada di dekatnya.Abi belikan camilan, es krim, buah maupun makanan yang lainnya. Tidak lupa juga, ia bawakan seikat bunga agar hatinya sedikit mencair. Abi pergi ke sana kemari sampai langit gelap. Sementara yang ada di rumah, mulai panik mencari karena nomor suaminya tidak bisa dihubungi."Oh gitu ya, Ma? Naya kira Mas Abi mampir dulu ke sana," ucap Nayanika sambil menggenggam telepon seluler yang menempel di daun telinganya."Nggak, Nay. Abi nggak ke sini. Mungkin masih di jalan kali. Terus baterai handphone-nya habis,"

  • NAYANIKA: Gadis Pengganti di Malam Pertama    Rayu Sampai Mau

    "Sayang..." ucap Abi sembari memperlihatkan susunan giginya yang putih kepada Nayanika, saat ia baru saja pulang ke rumah."Mama... atit," ucap Nasya sambil mencebik di gendongan sang ayah sesaat setelah melihat ibunya ini."Hah? Sakit? Apanya yang sakit?" tanya Nayanika yang dahinya sudah muncul banyak kerutan.Wajah Abi pucat mendadak. Mau berpura-pura tidak terjadi apa-apa, anaknya yang semula sudah diam malah menangis lagi di depan ibunya. Habislah ia sekarang."Ini Mama," ucap Nasya sambil memegangi kepalanya sendiri.Nayanika mengambil Nasya dari gendongan Abi dan meraba kepala sang anak, lantas langsung melotot ketika merasa sesuatu yang tak beres."Mas... Kok Nasya benjolll!?" pekik Nayanika.Abi tersenyum kaku lalu garuk-garuk kepala. "Itu... em, tadi dia jatuh. Nggak sengaja. Sungguh," ucap Abi yang kelihatan ciut nyalinya di depan sang istri yang sedang murka."Ih!! Baru sekali nggak aku awasin, Nasya malah dibikin benjol begini sih!?" omel Nayanika."M-maaf. Maaf ya? Nggak

  • NAYANIKA: Gadis Pengganti di Malam Pertama    Kena Marah Mama

    "Kamu lagi apa, Sayang?" tanya Abi melalui sambungan telepon seluler ketika baru saja tiba di rumah yang akan mereka tempati nanti."Bungkus paket," jawab Nayanika."Lho, kok masih kamu teruskan? Aku kan udah bilang, nggak usah jualan lagi. Tinggal aja. Aku udah kasih uangnya kan ke kamu. Ya kamu pakai uangnya," ucap Abi."Ya iya, Mas. Tapi ini udah pesenan orang. Masa iya nggak aku kirim juga? Kan udah dibayar, Mas. Paling-paling aku cuma abisin stok aja ini. Abis itu udah.""Oh gitu. Ya nggak apa-apa kalau gitu. Pin-nya udah aku kirim ya? Jangan lupa di-save.""Iya, Mas. Oh iya, Nasya lagi apa sekarang? Dia nggak rewel kan di sana? Dia nanyain aku nggak?" tanya Nayanika."Aman kok. Dia kalau sudah diajak keluar, pasti lupa sama ibunya sendiri," ucap Abi."Ya baguslah. Aku takut dia nangis di jalan tadinya.""Nggak dong. Hari ini mau aku suruh tukang pasang perosotannya. Jadi Nasya pasti nggak akan mau pulang.""Terus, tinggal apa yang belum selesai, Mas?" tanya Nayanika."Tinggal ca

  • NAYANIKA: Gadis Pengganti di Malam Pertama    Nafkah dari Abi

    Di meja makan.Nasya yang bangun lebih cepat karena tidur sudah sejak dari sore itupun ikut sarapan di meja makan. Dia sedang memperhatikan sang ibu yang sedang menyuapi neneknya dan sang ayah yang menyuapi ibunya."Papa kok di cini?" tanya Nasya yang akhirnya mengeluarkan isi kepalanya.Abi menoleh dan tersenyum kepada Nasya dan gemas dengan celotehannya. "Ya Papa kan ayahnya Nasya. Suaminya Mama. Jadi, Papa di sini sekarang.""Kenapa? Nasya mau Papa suapi juga hm?" ucap Abi lagi.Nasya mengangguk dan ambil mengambil sendok di atas mangkuk Nasya lalu mulai menyodorkan ke mulut Nasya sudah menganga duluan."Cini, Papa," pinta Nasya sambil mengambil sendok dari tangan ayahnya. Ia tidak sabar untuk memakan makanannya sendiri."Nasya nanti mau ikut Papa nggak?" tanya Abi."Ikut kemana, Mas?" tanya Nayanika."Aku mau lihat pengerjaan rumah kita. Mau aku tunggui juga, jadi mereka kerjanya nggak malas-malasan," ucap Abi."Oh... aku kira mau kemana," ucap Nayanika yang lantas menyuapi sang i

  • NAYANIKA: Gadis Pengganti di Malam Pertama    Canggung

    Nayanika menelan salivanya sendiri. Canggung sekali seperti ini. Lagi pula, dia benar-benar tidak mau melewatkan satu malam pun untuk istirahat. Ah tapi dulu pun begitu. Dia begitu menggebu-gebu di saat malam pertama dan sekarang pun ternyata masih sama."Eum, terserah. Terserah Mas aja," jawab Nayanika yang biarpun malu tapi tetap harus melayani suaminya ini dengan sebaik-baiknya. "Jadi boleh?" tanya Abi lagi yang ingin memastikan kenyamanan istrinya ini."Iya. Em... ya udah.""Ya sudah ayo sini," ucap Abi sembari membalikkan tubuh Nayanika hingga mereka bertatap muka. Abi memperhatikan setiap garis wajah Nayanika. Sementara Nayanika kembali memalingkan wajahnya karena malu ketika ditatap seperti itu."Lihat ke sini," perintah Abi sambil menyentuh dagu Nayanika dan menariknya hingga mereka kembali saling memandang.Abi kecup bibir Nayanika, hingga yang dikecup terbelalak. Abi lakukan itu tidak hanya sekali dan ketika kancing baju teratas hendak Abi tanggalkan, Nayanika malah menyen

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status