Share

HOLD

Author: Rania Arkana
last update Petsa ng paglalathala: 2026-10-21 10:47:45

Jumat, 28 Februari 2003

Mesin fax di kantor kecil Cakung berbunyi ketika Januar sedang berdiri di depan meja Arman. Nadya yang baru datang dari kampus belum sempat meletakkan tas ketika lembar pertama keluar perlahan, disusul halaman berikutnya dengan logo Yamashiro di bagian atas.

Tidak seorang pun langsung bicara.

Arman mengambil kertas itu setelah halaman terakhir selesai tercetak. Sebagian isinya menggunakan bahasa Jepang dengan beberapa keterangan dalam bahasa Inggri

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Nadya di Antara Dua Dunia   KAMAR YANG TERLALU KECIL

    PertengahanMaret 2003Nadya sudah membuka lemari dua kali ketika tumpukan pakaian di rak paling atas jatuh mengenai bahunya. Dua kaus sempat ditangkap, tetapi celana dan tas kecil tetap mendarat di lantai. Ia membungkuk mengambilnya sambil memandangi kamar kos yang entah sejak kapan terasa semakin sesak meskipun hampir tidak ada perabot baru.Buku kuliah memenuhi sebagian meja, bercampur kosmetik, kartu nama, buku kecil berisi catatan, dan satu company profile Bumi Lintas yang belum kembali ke tas. Pakaian kerja Ginza berdesakan dengan pakaian kuliah di lemari. Blouse yang dicari akhirnya ditemukan terselip di bawah dua gaun.Ketika mengenakannya di depan cermin, Nadya menaikkan kerah sedikit. Sisa bekas di lehernya sudah nyaris hilang, hanya menyisakan warna samar yang baru terlihat kalau diperhatikan dekat. Ujung jarinya menyentuh bekas itu dan, tanpa diminta, bayangan kamar mandi Januar kembali muncul: rambut mereka berantakan, tubuh sama-sama telanjang

  • Nadya di Antara Dua Dunia   GILIRANKU

    Rabu, 5 Maret 2003Januar sudah membuka pintu sebelum Nadya sempat mengetuk untuk kedua kalinya. Ia hanya mengenakan kaus tipis dan celana pendek, rambutnya berantakan seperti orang yang beberapa menit lalu memang sudah bersiap tidur.“Kau beneran datang.”Nadya melangkah masuk tanpa menjawab. Tasnya diletakkan di dekat sofa, lalu ia berbalik tepat ketika Januar menutup pintu. Bunyi kunci bahkan belum selesai ketika Nadya menarik bagian depan kaus lelaki itu dan mencium bibirnya.Januar sempat terkejut. Tangannya bergerak ke pinggang Nadya, tetapi perempuan itu mendorongnya mundur sampai punggungnya menyentuh pintu dan menahan kedua tangannya ketika Januar mencoba membalas lebih jauh.“Diam dulu.”Januar menatap wajahnya, lalu tertawa pendek. “Ada apa sama kau malam ini?”“Aku lagi pengin.”Tidak ada lagi yang perlu dijelaskan.Nadya kembali menciumnya. Kali ini Januar memb

  • Nadya di Antara Dua Dunia   MALAM YANG BERBEDA

    Selasa, 4 Maret 2003Kartu nama yang tadi siang dipisahkan Nadya masih berada di tas ketika ia masuk ke ruang ganti Ginza. Setelah memperbaiki riasan, merapikan rambut, dan mengenakan gaun hitamnya, Nadya kembali menjadi Dira.Malam itu ia menemani tiga pelanggan Jepang di ruang karaoke. Whisky, es, dan makanan ringan memenuhi meja rendah, sementara mereka bergantian bernyanyi dan saling mengejek ketika nada meleset. Nadya sesekali ikut mengambil mikrofon, membaca lirik Jepang di layar, lalu tertawa ketika mereka memuji bahasanya yang semakin lancar.Suasananya sama seperti malam-malam lain. Yang berubah hanya cara Nadya mendengarkan percakapan di sela lagu.Ketika salah seorang pelanggan mengeluhkan pengiriman ke Karawang dan kendaraan yang kadang sulit didapat saat produksi meningkat, Nadya bertanya beberapa hal sampai mengetahui urusan itu ditangani supervisor Logistics.“Sekarang kamu bisnis truk juga?” lelaki itu bertanya sambil te

  • Nadya di Antara Dua Dunia   JANGAN SATU CUSTOMER

    Selasa, 4 Maret 2003Nadya tiba di gedung perusahaan Takahashi menjelang pukul sebelas dengan map Bumi Lintas di tangan. Kali ini tidak ada lampu redup, musik, atau meja penuh botol seperti ketika mereka bertemu di Ginza. Ia menyebut nama lengkapnya kepada resepsionis, menyerahkan kartu Bumi Lintas, lalu mengatakan Takahashi dari Production Control sudah bersedia menerima company profile yang dibawanya.Ia menunggu hampir dua puluh menit sebelum lelaki Jepang itu muncul dari pintu di ujung lobby. Takahashi masih mengenakan seragam kerja perusahaan dan terlihat sedikit terburu-buru, tetapi wajahnya berubah ketika mengenali Nadya.“Dira.”“Nadya kalau di sini,” jawabnya dalam bahasa Jepang.Takahashi tersenyum. “Saya harus ingat dua nama sekarang?”“Cukup satu kalau urusan kerja.”Lelaki itu tertawa kecil dan mengajaknya duduk di ruang tamu dekat lobby. Nadya mengeluarkan company profile y

  • Nadya di Antara Dua Dunia   KARTU TAKAHASHI

    Senin, 3 Maret 2003Satu truk masih terparkir di sisi gudang ketika Nadya tiba di Cakung menjelang siang. Biasanya pada jam seperti itu kendaraan tersebut sudah bergerak membawa barang Yamashiro, tetapi sejak Sabtu status hold berlaku dan belum ada pekerjaan lain yang mengisi jadwalnya.Di kantor kecil, Arman sedang membuka kembali beberapa quotation lama. Januar duduk di seberangnya dengan telepon di dekat tangan, sesekali menghubungi pelanggan yang pernah meminta harga tetapi tidak melanjutkan pembicaraan. Tidak ada suasana panik, hanya meja yang lebih penuh kertas daripada biasanya.“Belum ada?” tanya Nadya sambil meletakkan tas.“Yang kecil ada,” jawab Arman. “Yang bisa gantiin Yamashiro, belum.”Januar menutup telepon setelah percakapan singkat yang tampaknya tidak menghasilkan apa-apa. “Makanya jangan nyari pengganti persis. Cari kerjaan dulu.”Nadya menarik kursi kosong lalu membuka domp

  • Nadya di Antara Dua Dunia   HOLD

    Jumat, 28 Februari 2003Mesin fax di kantor kecil Cakung berbunyi ketika Januar sedang berdiri di depan meja Arman. Nadya yang baru datang dari kampus belum sempat meletakkan tas ketika lembar pertama keluar perlahan, disusul halaman berikutnya dengan logo Yamashiro di bagian atas.Tidak seorang pun langsung bicara.Arman mengambil kertas itu setelah halaman terakhir selesai tercetak. Sebagian isinya menggunakan bahasa Jepang dengan beberapa keterangan dalam bahasa Inggris. Nadya berdiri di sampingnya, mencoba membaca bagian yang mampu dipahaminya sebelum Arman menyerahkan halaman kedua kepada Januar.Ada tiga kalimat yang tidak perlu diterjemahkan panjang-panjang.Pengiriman yang sudah berjalan dapat diselesaikan sampai akhir Februari.Mulai 1 Maret, tidak ada purchase order baru untuk Bumi Lintas.Status vendor ditahan sampai proses evaluasi berikutnya selesai.“Jadi hold,” kata Januar.Arman mengangguk pel

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status