分享

Pengintaian

作者: Sedap Malam
last update publish date: 2026-07-21 13:00:31
Tangan Yudha merogoh masuk ke baju, menggenggam sebilah pisau namun Yasmin menahan. "Jangan sekarang, masih siang. Kita ikuti aja dulu ke mana Ratna akan dibawa," bisik Yasmin, Yudha melihat situasi di sekitarnya yang ramai dan kebanyakan mereka itu para preman, perampok dan pencuri kawakan.

"Sepertinya di desa ini enggak ada kebaikan sama sekali," gumam Yudha, ia mengawasi gerak-gerik orang yang membawa Ratna bahkan mengikuti dari kejauhan.

"Dia dibawa masuk ke rumah itu," Yasmin menunjuk k
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Nelayan Perkasa Pemikat Wanita    Melawan Takdir

    Kapal itu berwarna gelap, memiliki tinggi sekitar sepuluh meter. Bukan kapal nelayan tapi lebih mirip kapal perompak raksasa dengan beberapa meriam besar di sisinya."Yudha, mundur ... itu meriam!" pekik Yasmin. Yudha sempat menoleh ke belakang, namun tiba-tiba muncul bola api melesat cepat ke arahnya. Yasmin melompat menubruk Yudha hingga keduanya terjatuh.Dhuaaar!Suara ledakan hebat terdengar, getarannya yang dahsyat membuat benda-benda di sekitar ikut berguncang."Yang kita lawan bukan musuh sembarangan, mereka memiliki senjata peledak, Yudha!" Sari datang untuk memperingatkan. Sekarang Yudha tau kenapa kampung itu hancur, bukan oleh serangan mahluk misterius yang disebut dengan ikan duyung melainkan manusia jahat."Serang!" Saat kapal itu benar-benar mencapai tepi pantai, puluhan orang berteriak sambil membawa senjata tajam dan perisai, seperti pasukan bar-bar yang siap menghancurkan apa saja yang merintangi. Yudha terbelalak, ia berdiri di antara Sari dan Yasmin."Siapa sebena

  • Nelayan Perkasa Pemikat Wanita    Kedatangan Pasukan Neraka

    "Jika kamu mau, kita bisa main bertiga atau berempat," Windy kembali mengusulkan."Mau main sama aku, Windy atau Ema sekalian. Pasti seru satu pria tiga perempuan, aku yakin kamu mampu memuaskan kami semua," lanjut Julia yang sejak kemarin memang pingin merasakan keperkasaan Yudha."Astaga, bukannya kita sedang berduka? Sekarang buang jauh-jauh pikiran itu," bentak Yudha.Yudha berdecak heran, tatapan para perempuan itu padanya benar-benar membuatnya hampir gila. "Kalian ini ngomong apa? Enggak masuk akal! Desa baru terkena bencana tapi kalian memikirkan hal yang enggak wajar!" Ia bangkit dan mulai mengomel. Para perempuan itu menyingkir sejenak, mereka seolah memberi ruang bagi Yudha untuk berpikir. Hanya Sari yang mendekati, ia tahu keresahan yang dirasakan adiknya itu."Jangan marah pada perempuan, Yudha. Mungkin mereka hanya bingung harus berbuat apa lagi untuk melanjutkan kehidupan di sini," hibur Sari."Baik, besok pagi kita akan bangun kembali desa kita, perbaiki rumah-rumah ya

  • Nelayan Perkasa Pemikat Wanita    Kiamat Di Desa Nelayan

    Lelah dan letih, perjalanan itu berlangsung selama hampir tiga hari masih ditambah kapal tak berpenghuni yang turut mereka bawa pulang. Yudha mengira pasti ada sesuatu yang terjadi dengan rombongan kapal Juragan Kardi."Lihat, kita hampir sampai," Yasmin menunjuk ke depan, tampak gugusan pulau kecil yang merupakan kampung tempat Yudha tinggal."Syukurlah, aku udah capek. Perjalanan ini sia-sia, entah bagaimana nasib Kardi dan anak buahnya," dengus Yudha, ia turun dari ruang kemudi dan mempersiapkan jangkar besar sebelum kapal itu memasuki perairan dangkal.Namun begitu kapal hampir sampai di desa Nelayan, kondisi desa tampak berbeda. Rumah-rumah warga hangus terbakar, pelabuhan rusak, dan puluhan tengkorak manusia ditancapkan di sepanjang jalur pantai."Hoeeek!" Julia mual dan langsung muntah, tengkorak itu masih basah sepertinya sengaja dikuliti dan dijadikan pajangan."Apa yang terjadi dengan desa ini? Kenapa berubah seperti neraka?" Yasmin memandang bingung, hampir sepanjang satu k

  • Nelayan Perkasa Pemikat Wanita    Tanda Kematian Dari Kegelapan Samudera

    Di kegelapan lautan, dengan sorot lampu yang terbatas Yudha melihat serpihan kayu yang jumlahnya banyak. Jika diperhatikan lebih seksama, serpihan itu menyerupai badan kapal yang hancur."Apa mungkin itu bekas kapal yang karam?" batin Yudha, ia mencoba turun dari geladak kapal menggunakan tali dan memeriksa serta mengambil sampel papan yang mengapung."Belum bisa dipastikan jika kayu-kayu ini merupakan bekas kapal. Sebaiknya kita terus jalan," ujar Yasmin, ia kembali menyalakan mesin hingga kapal menerobos serpihan kayu di depannya. Semuanya kembali pada posisi masing-masing, ada yang berjaga dan ada yang tidur. Yasmin masih memegang kemudi, sementara Yudha duduk di kamar."Tadi nanggung banget, mana belum mulai permak inti," ujar Julia yang berdiri di depan pintu kamarnya. "Hmmm, lain kali aja kita lanjutkan. Pikiranku masih tertuju pada serpihan kapal tadi, apa jangan-jangan itu milik juragan Kardi ya? Kalau kapalnya hancur, apakah mereka bisa selamat?" gumam Yudha."Tolooong tolooo

  • Nelayan Perkasa Pemikat Wanita    Pijatan Lembut Julia

    Hari berganti malam, sudah dua malam berlayar di lautan lepas membuat Yudha dan awak kapal merasa bosan. Beberapa pulau asing mereka singgahi, namun bukan tempat itu yang mereka cari."Kamu capek?" tanya Yasmin malam itu, Yudha yang mengantuk sesekali memejamkan mata sambil mengemudikan kapal."Aku ngantuk," jawab Yudha sambil mengucek mata."Kalau begitu biar aku yang gantiin, kamu rehat aja dulu," usul Yasmin, Yudha tersenyum lalu menggeser duduknya. Posisi itu kini ditempati Yasmin, meski memiliki pengetahuan sederhana tentang navigasi perkapalan namun ia tetap menggantikan Yudha."Aku tidur dulu ya," pamit Yudha, ia berjalan menuju koridor kapal lalu turun ke lambung kapal untuk beristirahat. Matanya benar-benar mengantuk, ia langsung ambruk begitu telah berbaring di atas kasur. Ombak lautan yang tenang membuat kapal seperti diayun pelan, Yudha mendengkur seperti bayi yang tertidur."Yudha, bangunlah ... lakukan tugasmu," terdengar suara gaib di dalam pikiran Yudha, ia membuka mat

  • Nelayan Perkasa Pemikat Wanita    Yudha dan Ratna

    Setelah kematian Karsono, kehidupan Rodiah yang hamil tua pun tak lekas membaik. Warisan hutang saat Karsono masih hidup membuatnya terlunta-lunta. Siapa yang perduli pada perempuan miskin seperti dirinya, bagi orang lain pernikahan Rodiah dengan Karsono merupakan hal yang sia-sia.Dulu Rodiah merupakan gadis desa yang ceria, pekerja keras dan digandrungi banyak lelaki. Tapi, Rodiah memilih Karsono karena perasaan iba bukan cinta yang berakibat dirinya terseret dalam kehidupan yang sangat menderita.Malam ketika semua orang tertidur, Rodiah merasakan perutnya perih luar biasa. Air ketuban sudah keluar sejak tadi sore, ia yang lemah hanya bisa berbaring tak berdaya terlebih rumahnya yang berada di pinggir desa membuat Rodiah kesulitan mendapatkan bantuan warga."Sa---kiiiit!" suaranya gemetar, tulang rusuknya terasa remuk. Matanya menatap langit-langit ruangan dengan berlinang air mata. "Tuhan, jangan ambil nyawaku sebelum bayi ini lahir." Dia meratap penuh pengharapan. Hujan deras ber

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status