Share

Bab 004

last update Last Updated: 2025-09-01 15:59:44

Suara napas tertahan terdengar di antara para tamu. Bahkan Damian tanpa sadar merasa ketakutan. Dia merasa ada kekuatan luar biasa tak kasat mata yang berasal dari Kael.

Besar dan menakutkan, seperti gunung yang kokoh.

Kemudian, Kael naik ke lantai tiga, di mana kamarnya berada.

Sambil melangkah, Kael merogoh saku celananya dan mengeluarkan liontin tua berbentuk naga. Benda itu berkilau samar, seolah menyala saat disentuh cahaya.

"Sebulan lagi, Kakek! Sebulan lagi... janji ini berakhir! Setelah itu… aku tak perlu lagi berpura-pura lemah, tak perlu lagi jadi menantu sampah di mata mereka. Saatnya aku menunjukkan siapa diriku yang sebenarnya."

Kepergian Kael menyisakan keheningan di pesta itu, sampai Nyonya Agatha kembali membuka suara, memecah suasana.

"Abaikan saja dia," ujarnya kepada Damian. "Dia selalu membual, seolah dirinya penting dan berkuasa. Padahal, kenyataannya dia tak lebih dari sampah! Lebih baik kita bicarakan apa yang kau lakukan di Dravelle—itu jauh lebih menarik."

Damian kembali tersadar dan mengangguk pelan.

Kael hanyalah sampah, untuk apa dia takut?

Ancaman itu tak lebih dari omong kosong yang tak berarti apa-apa.

Lalu dengan sikap percaya diri, ia pun mulai menceritakan pengalamannya selama empat tahun di Dravelle.

Tentu saja, cerita itu disambut antusias oleh keluarga Laurent. Pujian dan sanjungan terus mengalir untuknya.

Sesekali, pandangan mereka melirik Evelyne, berharap ia bereaksi serupa. Namun Evelyne tetap diam, seolah pikirannya tak terlibat dalam percakapan itu.

Menyadari hal tersebut, Damian semakin kesal. Sulit dipercaya, Evelyne ternyata mencintai bajingan itu.

Pada akhirnya, ia tak punya pilihan selain segera memainkan kartu trufnya.

Tatapannya beralih ke Agatha, berkata, “Sejujurnya, saya tidak datang hanya sebagai tamu. Saya membawa sedikit kabar baik untuk keluarga Laurent.”

Semua mata langsung menjadi serius.

Damian membuka jasnya dengan elegan, menarik amplop hitam dari dalam saku dalam. Ia menyerahkannya kepada Agatha.

“Proposal awal kerja sama dari Griffin Corporation. Proyek energi bersih di wilayah timur. Nilainya... bisa menopang nama keluarga Laurent selama dua generasi ke depan.”

Beberapa anggota keluarga langsung bereaksi:

“Kerja sama dengan Griffin Corp?”

“Itu perusahaan kelas dunia!”

“Ini... kesempatan besar! Jangan dilewatkan!”

Damian tetap tersenyum.

“Tentu, ini hanya langkah awal. Tapi saya harap... ini menjadi awal dari hubungan yang lebih erat antara dua keluarga besar.”

Ia melirik sekilas ke arah Evelyne, lalu cepat mengalihkan pandangan, seolah penuh perhitungan.

Nenek Agatha menerima amplop itu dengan mata berbinar, “Damian, kau sungguh tahu bagaimana memberi kejutan.”

Damian tertawa kecil, merendah, “Saya hanya ingin membantu keluarga yang pernah berarti bagi saya. Dan... mungkin suatu hari nanti, saya bisa menjadi bagian dari keluarga ini.”

Kalimat itu membuat Evelyne menegang sesaat, namun ia pura-pura tak mendengar.

Paman Hector; adik laki-laki ayah Evelyne yang sudah meninggal, tertawa, “Tentu! Keluarga seperti kami selalu terbuka untuk kerja sama... dan hubungan yang lebih dekat.”

Semua sepupu perempuan Evelyne menunjukkan ekspresi iri pada Evelyne. Dia dicintai oleh pria hebat dan kaya seperti Damian.

Namun, Evelyne begitu bodoh, memilih terus bersama sampah seperti Kael.

Sungguh, jika mereka menjadi Evelyne, mereka pasti sudah mencerai Kael sejak lama, dan menikah dengan Damian!

Damian di sisi lain, menyesap anggurnya. Wajahnya tenang. Tapi di balik senyum elegannya, tersimpan permainan panjang yang baru saja dimulai.

"Kau pasti akan jatuh ke pelukanku, Evelyne! Aku bahkan akan membuatmu berlutut, memohon agar aku menikahimu!"

"Sementara bajingan itu... aku akan menghancurkannya sepenuhnya, memastikan dia menyesal pernah dilahirkan di dunia!"

Sekitar pukul dua belas malam, cahaya lampu kristal di ruang makan mansion keluarga Laurent meredup, meninggalkan nuansa keemasan yang menggantung berat di udara. Para tamu telah pulang. Musik telah mati. Tapi ketegangan justru belum berakhir.

Di meja makan panjang yang kini hanya diisi oleh anggota inti keluarga, suasana terasa lebih panas dari pesta tadi.

Paman Hector meletakkan gelas wine-nya, suaranya terdengar tegas.

“Kita semua bisa melihat siapa yang sebenarnya layak untuk Evelyne. Damian bukan hanya sukses, dia juga datang dengan membawa peluang besar. Sudah saatnya kita realistis.”

Mariana, wanita beralis tebal yang tadi mencoba mendorong Kael, mendengus setuju.

“Kau lihat sendiri tadi. Kael bahkan nyaris bikin keributan. Dan cara dia berdiri diam saat aku dorong… seperti batu! Itu menakutkan! Menantu macam apa dia itu?”

“Menantu batu,” gumam salah satu sepupu sambil terkekeh kecil.

Grace yang sejak tadi lebih tenang, kini ikut angkat bicara.

“Kael hanya perusak suasana. Dia datang tanpa reputasi, tanpa asal-usul jelas. Sementara Damian… dia memperlakukan keluarga ini seperti mitra sejajar. Itu jauh lebih berarti daripada sekadar membawa hadiah aneh yang ternyata mahal.”

Mereka semua memandang ke arah Evelyne, yang duduk diam sejak tadi.

Wajah Evelyne tampak menegang, tapi matanya dingin dan tak tergoyahkan.

“Sudah kubilang dari awal.” suara Evelyne tajam, “Aku tidak akan melanggar wasiat Kakek.”

“Wasiat itu dibuat tiga tahun lalu, Evelyne!” bentak Mariana. “Kakekmu bahkan tidak tahu siapa sebenarnya Kael. Bagaimana kalau dia hanya menipu kita semua?”

Evelyne berdiri perlahan, suaranya tetap tenang, tapi setiap katanya menghantam seperti batu.

“Kakek adalah satu-satunya orang yang benar-benar memahamiku. Dia sangat menyayangiku. Dia yang paling tahu apa yang terbaik untukku!”

Evelyne diam sejenak, menatap semua orang dengan perlana, kemudian kembali berkata, “Setelah Ayah meninggal… dia satu-satunya yang kupercaya. Dan jika dia memintaku hidup bersama Kael… maka aku akan menepatinya.”

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (2)
goodnovel comment avatar
MUJIBURAHMAN MUJIBURAHMAN
istri orang kaya yang mehina orang miskin mamanya karma berlaku padanya lalu si ayu denga si Ani menjadi orang kaya di kota Lin tapih dia sedang cari anak kesayangan nya yang hilang 4 tahun yang lalu kemudian di culik adalah sahabatnya sendiri lalu si ayu menjawabnya kembalikan anak ku sebelum mati
goodnovel comment avatar
MUJIBURAHMAN MUJIBURAHMAN
emang sedih dengar cerita tapih akhirnya bahagia juga walaupun sakit di awal ujungnya dia yg bos kaya raya tapih cerita nya agak sedih enak kali nonton kek begini makanya aku suka nonton kek gini GK bosan mantap semua fileum di sini kalian buruan daftar sebelum terlambat enak kali dengar ceritanya y
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Ngakunya Pengangguran, Ternyata Penguasa Dunia    Bab 350

    Namun gurunya, Tetua Qingshan, memberitahunya bahwa Tetua Mingxia punya cara untuk membuatnya punya kesempatan besar untuk menang.Dan ia tentu saja mengambilnya.Tanpa ragu!Tanpa pikir panjang!Ini tidak hanya demi dirinya sendiri.Ini demi harga diri Sekte Naga Suci Menembus Langit!Bagaimana mungkin turnamen di sekte ini dimenangkan oleh manusia dari Dunia Bawah yang rendahan?!Bagaimana mungkin mereka membiarkan wajah sekte diinjak-injak seperti ini?!Ini akan memalukan!Ini akan menghancurkan reputasi sekte di hadapan seluruh Dunia Atas!Karenanya, ia bersedia melakukan apa pun, bahkan ketika itu menggunakan cara kotor!Apa pun itu, selama Kael tidak menang!Mendengar jawaban yang penuh dengan tekad itu, Chen Mingxia mengangguk dengan ekspresi yang sangat puas. Senyum kecil muncul di wajahnya. Senyum yang dingin dan penuh dengan kepuasan.Lalu, dari cincin penyimpanan yang ada di jarinya, ia mengeluarkan sesuatu.Sebuah pil.Pil berwarna merah darah yang sangat pekat. Warna mera

  • Ngakunya Pengangguran, Ternyata Penguasa Dunia    Bab 349

    Chen Wuji bangkit dari singgasananya yang megah.Dengan suara yang diperkuat oleh energi spiritual sehingga terdengar sangat jelas di seluruh arena, ia berkata, "Babak semi-final telah berakhir, dimenangkan oleh Chen Yunfei dan Li Xin!"Ia berhenti sejenak, membiarkan pengumuman itu meresap. Lalu ia melanjutkan dengan nada yang tegas, "Babak final akan diadakan empat jam lagi! Kepada kedua finalis, beristirahatlah dengan baik. Pertarungan terakhir ada di depan mata!"Setelah pengumuman itu, Chen Wuji turun dari singgasananya dengan langkah yang tenang.Para penonton mulai bubar perlahan-lahan. Namun, berbeda dengan hari sebelumnya, kali ini tidak ada antusiasme yang sama. Tidak ada diskusi seru tentang siapa yang akan menang. Tidak ada perdebatan tentang kekuatan kedua finalis. Jelas, mereka berharap babak final tidak dilakukan.Tentu saja, itu karena mereka bisa menebak Kael akan menang. Tidak ada keraguan atas itu!Dia... terlalu kuat. Dan Chen Yunfei, tidak akan bisa mengatasinya.

  • Ngakunya Pengangguran, Ternyata Penguasa Dunia    Bab 348

    Wasit berdiri di antara Kael dan Chen Xueyi.Dengan suara yang diperkuat oleh energi spiritual, ia berkata, "Peraturan pertandingan sangat sederhana. Pertarungan berlangsung hingga salah satu pihak tidak bisa melanjutkan atau menyerah. Apakah kalian berdua mengerti?"Kael mengangguk dengan tenang.Chen Xueyi juga mengangguk, namun wajahnya menunjukkan ekspresi yang sangat serius.Wajah tenangnya seperti hari sebelumnya telah hilang sepenuhnya. Itu karena lawannya kali ini sangat kuat, yang mampu mengalahkan Chen Yuelin!Ia tidak boleh longgar sama sekali. Ia harus menang, demi mendapatkan apresiasi dari orangtua dan gurunya!Wasit melanjutkan, "Sebelum pertarungan dimulai, kalian berdua harus saling menghormati."Kael dan Chen Xueyi saling menatap, lalu keduanya mengatupkan tangan di depan dada dan membungkuk sedikit.Wasit mengangkat tangannya tinggi-tinggi."Bersiaplah!"Keheningan total terjadi.Kael berdiri dengan ekspresi yang sangat tenang. Di tangannya, ia memegang pedang putih

  • Ngakunya Pengangguran, Ternyata Penguasa Dunia    Bab 347

    Keesokan paginya, matahari baru saja terbit di ufuk timur. Namun Arena Utama sudah kembali penuh dengan penonton.Mereka semua menantikan babak semi-final dengan penuh antusias!Chen Tianwei duduk di paviliunnya dengan ekspresi yang tenang namun penuh dengan harapan.Chen Ningshuang berdiri di antara penonton dengan wajah khawatir, masih memikirkan tentang keputusan Kael semalam, sesekali melirik ke arah Kael yang berdiri tak jauh darinya.Di singgasananya yang megah, Chen Wuji berdiri mengenakan jubah putih dengan corak emas yang berkibar.Ia mengangkat tangannya tinggi-tinggi. Lalu dengan suara yang diperkuat oleh energi spiritual sehingga terdengar sangat jelas di seluruh arena, ia berkata, "Babak semi-final akan dimulai sekarang!"Ia berhenti sejenak, membiarkan pengumuman itu meresap.Lalu ia melanjutkan dengan nada yang tegas, "Pertarungan pertama: Chen Yunfei melawan Chen Rouxue!"Ia berhenti lagi."Pertarungan kedua: Chen Xueyi melawan Li Xin!"Segera setelah pengumuman itu, d

  • Ngakunya Pengangguran, Ternyata Penguasa Dunia    Bab 346

    Ketika Kael menutup pintu paviliun dan berbalik, Chen Ningshuang sudah berdiri di belakangnya.Wajahnya menunjukkan kekhawatiran yang dalam. Walau ia berusaha menyembunyikannya, ekspresi itu sangat jelas terlihat.Dengan suara yang berusaha menyembunyikan kekhawatirannya, ia bertanya, "Kau menerima tantangannya?! Kau yakin mempertaruhkan kedua lenganmu?!"Dan jelas, Chen Ningshuang menyadari bahwa yang diinginkan Chen Haoran lebih dari sekadar kedua lengan Kael.Ia ingin menghancurkan Kael!Di Arena Utama, sebelum ia mengambil kedua lengan Kael, ia sudah akan menghajar Kael hingga kerusakan yang jauh lebih buruk dari kehilangan kedua lengan.Patah tulang di mana-mana.Organ dalam yang rusak.Wajah yang hancur.Dan mungkin bahkan lebih parah dari itu.Itulah yang membuat Chen Ningshuang khawatir.Ia tidak ingin pria setampan Kael kehilangan kedua lengannya.Atau lebih buruk lagi—kehilangan nyawanya.Kael menatap Chen Ningshuang dengan ekspresi yang sedikit curiga. Lalu dengan nada yang

  • Ngakunya Pengangguran, Ternyata Penguasa Dunia    Bab 345

    Kael menatap Chen Haoran dengan ekspresi yang sangat tenang.Di belakang Chen Haoran, berdiri tiga pemuda lain.Mereka semua adalah murid-murid inti dari Tetua biasa.Wajah mereka menunjukkan ekspresi yang serius, namun juga ada sedikit keraguan di mata mereka.Ketika melihat Kael keluar dari paviliun, Chen Haoran tersenyum puas.Senyum yang penuh dengan kepuasan dan juga sedikit ejekan.Ia tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya dengan nada yang mengejek, "Wow, aku pikir kau akan tetap berada di dalam, bersembunyi, seperti sebelumnya. Aku tidak menyangka kau akan keluar."Kael menatap Chen Haoran dengan ekspresi datar. Lalu dengan nada yang sangat langsung, ia bertanya, "Apa yang kau inginkan?"Mendengar pertanyaan yang sangat blak-blakan itu, wajah Chen Haoran seketika berubah dingin.Senyumnya menghilang, digantikan dengan ekspresi yang sangat serius dan penuh dengan kebencian.Ia menatap Kael dengan tatapan yang sangat tajam. Lalu dengan suara yang keras dan tegas, ia berkata

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status