LOGINSetelah Barna mengakui semuanya, ia langsung ditahan bersama seluruh antek-anteknya. Hari itu, kediaman keluarga Benvenuto dipenuhi keributan. Tangisan, teriakan, dan kemarahan terdengar dari berbagai sudut rumah. Orang-orang yang tidak mengetahui apa-apa hanya bisa ketakutan dan menangis, sementara mereka yang tahu alasan penggeledahan itu berusaha memberontak dan marah-marah tanpa arah.Berita bahwa ayahnya terlibat kasus pencucian uang segera sampai ke telinga Steve melalui sekretarisnya. Ia buru-buru meninggalkan kantor dan pulang ke rumah orang tuanya yang kini terlihat berantakan dan dijaga ketat oleh pasukan keamanan.Steve dihalangi seorang penjaga saat hendak masuk.“Maaf, yang tidak berkepentingan tidak boleh masuk,” ujar penjaga itu tegas.Dengan wajah memerah karena cemas, Steve menjawab, “Saya ingin bertemu dengan ibu saya, Elia.”Penjaga keamanan itu terdiam sesaat, lalu mengizinkannya masuk.Steve segera menghampiri ibunya yang terbaring lemas di kamarnya ditemani kepal
Asisten itu langsung mendongak untuk melihat Komandan Lombardi yang menyerahkan handphone tersebut kepada anak buahnya. Sebelum ia sempat memprotes, ia mendengar Komandan Lombardi memerintahkan bawahannya untuk menggeledah Barna dan asistennya, lalu mengambil semua handphone milik keduanya.Barna berusaha mengelak, tapi tentu saja kekuatannya kalah.“Apa yang kalian lakukan?! Kalian berani mengambil handphone-ku?”Para pengawal itu tidak peduli. Dengan mudah mereka mendapatkan dua handphone milik Barna dan satu handphone lagi dari asistennya.Barna terlihat marah. Dirinya adalah seorang bangsawan dan pejabat tinggi. Tidak pernah seumur hidup ia diperlakukan seperti ini. Ia menatap tajam Walikota DeLuca yang duduk santai.Dengan suara yang ditekan, ia berkata, “Giovanni DeLuca! Kau membiarkan pengawalmu berlaku seenaknya begitu saja? Saya tahu putri Anda menolak putra saya, tapi haruskah Anda melakukan ini untuk benar-benar memutus hubungan? Kalau Anda tidak mau menikahkan anak Anda de
Pagi harinya, Giovanni, Komandan Lombardi, dan pemimpin pengawal berangkat lebih awal ke gedung pemerintahan. Ia sengaja berangkat sebelum banyak karyawan datang karena membawa sesuatu yang rahasia.Tidak lama kemudian, beberapa orang datang ke ruangan walikota. Mereka adalah Chiara yang menjadi jaksa penuntut khusus, Kepala Divisi Penuntutan Khusus yang merupakan atasan langsung Chiara, dan Jaksa Agung Kota Whitesand selaku pimpinan kejaksaan. Lalu ada kepala intelijen, orang yang berasal dari pasukan khusus Bella. Disusul dua auditor pemerintahan yang berjalan tergesa-gesa memasuki ruangan.Melihat semua orang sudah lengkap, Giovanni kemudian menyuruh pemimpin pengawal menunjukkan bukti-bukti yang sudah mereka dapatkan.Dua auditor dan para jaksa mulai memeriksa bukti-bukti itu. Para auditor tahu kalau data-data yang mereka periksa ada kaitannya dengan Barna. Awalnya mereka ragu percaya kalau Tuan Barna, yang memiliki kesan sebagai pejabat baik dan lurus, akan melakukan hal seperti
Sebelum masuk ke dalam bangunan, anggota pengawal memastikan para penjaga di dalam juga terkena obat. Mereka masuk dengan mudah dan langsung menuju ruang kerja Barna di lantai atas. Sepanjang lorong di dalam pabrik yang mereka lewati, terlihat tumpukan kain-kain dan biji-bijian yang semuanya merupakan setengah dari transaksi yang disembunyikan oleh perusahaan Barna.Pemimpin pengawal tidak bisa menyembunyikan senyum sinisnya. “Pria ini benar-benar berani menyembunyikan barang sebanyak ini. Entah berapa banyak keuntungan yang mereka raup. Apa pun caranya, kita benar-benar harus menemukan petunjuk. Jangan lepaskan orang itu.”Rekan pengawal lainnya ikut berkomentar, “Dia bahkan tidak pernah memberi sumbangan ke daerah yang membutuhkan. Hanya sedikit pejabat atau bangsawan yang mau memberi bantuan untuk orang-orang yang tidak mampu. Untungnya kita punya Nona Muda yang bahkan mau melepaskan perhiasannya untuk ditukar dengan uang saat bertemu dengan orang yang membutuhkan bantuan.”Wakil p
Sebelum tim pencari bukti berangkat, pemimpin pengawal memanggil mereka ke kamarnya untuk membahas rencana.“Menurut Tuan Besar, ada kemungkinan bukti-bukti itu disimpan di tempat rahasia. Menurut kalian, di mana tempat itu?”pemimpin pengawal memulai dengan pertanyaan. Suaranya rendah dan tenang.“Ruang kerja di rumahnya,” jawab salah satu pengawal.Pemimpin pengawal mengangguk. “Benar, pertama kita akan cari dulu ke sana. Ingat, ini adalah misi yang sangat penting. Cari dengan teliti petunjuk sekecil apa pun. Meski Tuan Besar khawatir bukti sudah dihancurkan, tapi pasti ada bukti lain. Terutama kita harus cari tempat di mana dia menyembunyikan barang bukti utama.”Para pengawal mengangguk tegas, bahkan Rico ikut merasakan semangat rekan-rekan ini. Padahal ia adalah agen ganda.Tepat pada tengah malam, sepuluh orang memasuki kediaman keluarga Benvenuto. Tidak mudah untuk masuk ke rumah ini karena ada banyak penjaga yang sepertinya tidak bisa dianggap lemah. Apalagi mereka membawa sen
Seperti kata wakil pemimpin, Rico dan sembilan orang lainnya yang dipanggil ke ruang kerja Giovanni mendapat tugas penting dan rahasia, yaitu mencari bukti kejahatan keluarga Benvenuto.Rico yang mendengar perintah itu tahu bahwa inilah saatnya ia memberikan bukti yang sudah disiapkan oleh bosnya. Tapi tentu saja, ia tidak bisa memberikannya sekarang. Butuh waktu agar penemuannya terlihat alami.Setelah Giovanni menyampaikan hal-hal penting untuk tugas ini, para pengawal keluar. Mata Rico sempat melirik foto keluarga DeLuca yang masih lengkap bersama mendiang Nyonya Besar. Ia menyimpan kembali pemikirannya dan pergi ke kamar untuk bersiap-siap.Meskipun kamar tidurnya tidak sebesar miliknya di markas besar Red Line, untungnya ini adalah kamar pribadi. Selesai bersiap dengan cepat, ia mengunci pintu dan menutup jendela dengan rapat, lalu menghubungi Shin dengan ponsel lamanya.Begitu panggilan tersambung, ia langsung melaporkan apa yang baru saja terjadi. “Bos, sudah saatnya mengeluark
Bella mengerjap pelan, ekspresinya kembali tenang seperti semula, senyum lembut terukir tanpa kesan gugup."Bukankah Tuan Luca sudah bersama teman Anda?" ujarnya santai. "Kalian pasti punya rencana liburan sendiri. Saya tidak yakin Anda akan menikmati rencana liburan kami."Penolakan halus itu hamp
Luca sudah memastikan keadaan Bella baik-baik saja. Tanpa berkata apa-apa lagi, ia memutar badan, bersiap kembali ke tempatnya semula.Refleks, Bella bangkit dari kursinya. "Tu-tunggu," ucapnya spontan.Tangannya terulur dan meraih lengan Luca untuk menahannya. Begitu jemarinya melingkar di sana, B
Begitu melangkah masuk, dentuman musik langsung menghantam telinga. Lampu warna-warni berdenyut mengikuti irama dan tubuh-tubuh yang bergerak rapat di lantai dansa. Udara dipenuhi campuran aroma parfum mahal, dan alkohol. Untuk berbicara, mereka harus mendekat dan meninggikan suara.Chiara langsung
Percakapan di bar itu perlahan berubah lebih serius ketika Matteo akhirnya mengajukan pertanyaan yang sejak tadi mengganjal pikirannya. Alasan sebenarnya Shin menaruh perhatian pada Bella."Jadi," ucapnya santai namun tajam, "kenapa kamu menargetkan Bella?"Sorot lampu temaram memantul di gelas min