Share

Bab 7

Author: SanASya
last update publish date: 2025-12-17 17:48:28

Pintu kamar Bella terbuka tanpa suara, seorang pria tinggi dengan pakaian acak-acakan penuh darah muncul dibaliknya. Pencahayaan minim tidak membuatnya sulit melihat keseluruhan ruangan itu.

'Ini tidak seperti rumah Walikota,' pikirnya.

Rumah walikota yang berada di pusat kota tentu sangat besar dan luas. Sedangkan rumah ini sangat sederhana, lingkungannya juga sepi, tidak seperti keramaian di tengah kota.

Kakinya melangkah keluar kamar, di sofa panjang ada seseorang yang tidur dengan selimut d
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 201

    "Setelah semua luka kami mengering, aku, Rico, dan Vito akhirnya diizinkan untuk tinggal sementara waktu di desa perbatasan tersebut," lanjut Shin, menatap lurus ke dalam manik mata cokelat Bella. "Semua warga di sana memperlakukan kami dengan sangat baik. Selain merawat kami bertiga hingga sembuh total, orang-orang di desa juga mengajarkan kami beberapa kemampuan dasar untuk bertahan hidup secara mandiri. Sebagai gantinya, kami ikut membantu pekerjaan apa saja yang bisa kami lakukan di sana, hitung-hitung sebagai bayaran atas tumpangan dan makanan selama kami tinggal."Shin menjeda kalimatnya, menghela napas pendek. "Pertemuan kami dengan Nyonya DeLuca sendiri sebenarnya tidak banyak. Setelah seminggu kami sadar dan kondisi fisik kami hampir sembuh, kami tidak pernah lagi bertemu dengannya secara langsung. Nyonya DeLuca tidak lagi berkunjung ke desa itu. Namun, aku tahu dari pembicaraan kepala desa bahwa Ibumu adalah penyokong dana utama yang mengidupi seluruh warga di sana.""Bisa d

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 200

    Melihat kondisi fisik kakak beradik itu yang jauh lebih lemah darinya dan terus-menerus terluka, Shin akhirnya mengambil keputusan nekat untuk membawa mereka pergi melarikan diri dari pemukiman itu. Setelah berjalan tanpa arah selama tiga hari tiga malam penuh menembus lebatnya hutan, langkah kaki mereka akhirnya sampai di area perbatasan kota Blackstone.Saat itu, Shin sama sekali tidak memiliki keberanian untuk membawa Rico dan Vito memasuki desa terdekat. Ia benar-benar tidak yakin apakah anak-anak kotor dari Blackstone seperti mereka akan diterima dengan baik oleh penduduk di sana. Tapi di sisi lain, kondisi fisik Shin yang sedang menggendong tubuh Vito sudah berada di ambang batas. Ia sudah tidak kuat lagi berjalan.Begitu pula dengan Rico. Tubuhnya ambruk, jatuh berbaring tak berdaya di atas tanah. Selain menahan rasa kesakitan yang luar biasa karena infeksi luka-luka di sekujur tubuh, mereka bertiga juga menderita kelaparan yang teramat sangat.Di saat ketiganya berada dalam ko

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 199 Ingatan.

    Bagi anak-anak yang lahir dan tinggal di kota Blackstone, arti hidup hanyalah tentang bagaimana cara bertarung untuk bisa bertahan hidup. Masa itu dipenuhi dengan banyak kesulitan bagi orang-orang lemah yang tidak memiliki kekuatan fisik mumpuni. Apalagi untuk anak-anak sebatang kara yang tidak memiliki orang tua dan keluarga, mereka hanya bisa mengandalkan diri sendiri dan memutar otak agar tetap bisa bernapas keesokan harinya.Shin pernah mengalami masa-masa sulit ketika usianya enam tahun, dimana ia berjuang untuk hidup ditengah kebingungan tentang jati dirinya yang sebenarnya. Entah apa yang ia alami sebelumnya, Shin hanya ingat nama panggilannya dan kenangan samar kecelakaan yang akan membuat kepalanya sakit jika ia memaksa untuk ingat. Hampir tidak ingat sebagian kisah hidupnya, untungnya Shin mengingat dengan baik bagaimana caranya bertarung. Merasakan tubuhnya sangat bersemangat dan begitu familiar dengan gerakan beladiri, seperti modal untuknya bertahan di tengah kerasnya ked

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 198

    Pagi harinya, Bella terbangun dengan perasaan yang campur aduk. Ada rasa senang yang hangat, bayangan kekhawatiran, sekaligus bingung dengan identitas baru yang ia dapatkan semalam sebagai kekasih seorang Luca Vitali. Saat ia mendudukkan diri di tepi ranjang, ingatan tentang pertemuan intim semalam mendadak berputar kembali di kepalanya. Bella menarik napas dalam-dalam, dan entah bagaimana, ia masih bisa menghirup aroma parfum maskulin yang samar-samar tertinggal di bantal dan selimutnya. Aroma itu kini telah menjadi candu tersendiri baginya, terutama setelah dua minggu lamanya ia menahan rindu tanpa bertemu dengan Shin. Sebenarnya, Bella pernah mencium aroma parfum yang persis sama sebelumnya pada seorang pria di pesta bangsawan. Namun kala itu, ia sama sekali tidak pernah berniat untuk mencari tahu atau menoleh dua kali, karena ia tahu mereka bukan Shin. Apa sebenarnya yang membedakan aroma parfum yang sama pada dua pria yang berbeda? E

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 197 Berkomitmen.

    Bella sempat mengira bahwa Shin sedang bersiap untuk menyatakan cinta kepadanya malam ini. Namun setelah dicerna kembali, ia merasa bahwa status menjadi sepasang kekasih yang pria itu maksud memiliki arti yang berbeda."Apa maksudmu dengan menjadi sepasang kekasih?" tanya Bella, mencoba kejelasan di antara mereka.Shin mengulas senyuman miringnya yang khas. "Kau tidak mungkin mendadak menjadi bodoh hanya karena ciuman tadi, bukan, Bella? Kau pasti tahu apa maksud dari penawaranku."Bella refleks menggembungkan kedua pipinya mendengar ejekan yang meluncur santai dari bibir pria itu. Di dalam hatinya, ia mengutuk bahwa pria di hadapannya ini dari hari ke hari justru semakin kurang ajar. Bagaimanapun juga, fakta tidak bisa dihapus bahwa Shin adalah seorang pemimpin mafia tertinggi dari kota Blackstone. Bersikap lembut, manis, atau sopan di depan umum mungkin tidak akan pernah dilakukan oleh pria itu dengan ketulusan hati yang murni. Atau... jangan-jangan pria

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 196

    Ketika ciuman mereka terasa semakin dalam dan dekapan protektif di antara kedua tubuh itu hampir tidak bisa dilepaskan lagi, Bella mendadak mengulurkan jemarinya, meremas lalu menarik pelan rambut belakang Shin. Sentakan halus itu membuat pagutan bibir mereka akhirnya terlepas.Bella segera meraup pasokan oksigen sebanyak mungkin dengan napas yang tersengal-sengal. Udara di dalam kamar tidur yang mendadak terasa begitu panas dan pekat membuat kulit keduanya sedikit dihiasi butiran keringat.Dengan posisi yang masih berdekatan, dahi mereka saling menempel satu sama lain. Keduanya terdiam selama beberapa saat, membiarkan keheningan malam menyelimuti momen yang terasa sangat intens dan berat barusan. Bella benar-benar tidak menyangka dirinya akan bisa terbuai sejauh ini hingga kehilangan kendali, meskipun logikanya sejak awal menolak keras. Beruntung, Shin masih memiliki kendali diri yang kuat dan tidak membawa keintiman mereka melangkah terlalu jauh malam ini.Setelah berhasil menenangk

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 102 Undangan.

    “Miss Bella?” gumam Barna, mendengar nama perempuan yang menurut istrinya sedang disukai putranya.Elia mengangguk. “Kata Alan, dia adalah salah satu wali kelasnya. Alan juga menunjukkan fotonya padaku. Kalau bicara soal penampilan, meskipun dandanannya sederhana, dia sangat cantik, dan usianya beb

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 98

    Barna Benvenuto, pejabat yang memiliki kedudukan sebagai kepala bidang ekonomi di pemerintahan Kota Whitesand, adalah ayah kandung Steve Benvenuto. Kalimat yang diucapkan Steve tadi sebenarnya bukan sindiran, melainkan kenyataan yang apa adanya.Keluarga Benvenuto dahulu tidak setuju dengan pernika

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 97 Tamu terhormat.

    Chiara masih belum yakin, apakah Luca benar-benar orang baik, atau justru menyimpan sesuatu di balik sifat ramahnya saat mendekati Bella. Keraguan itu terus mengganggunya, meski ia sudah memastikan tidak ada yang salah dengan latar belakang keluarganya.Sementara itu, orang yang sedang diam-diam ia

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 96 Kecurigaan Chiara.

    Keesokan harinya, Bella yang sudah bangun masih diatas ranjang dengan perasaan yang cukup rumit. Memikirkan sikap Luca semalam....Bella menutup matanya dengan lengan dan menarik nafas untuk memberikan ketenangan pada dirinya. Ketika ia mengangkat tangan dan menatap langit-langit kamar, pikirannya

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status