Partager

9. Ranjang yang Sama

Auteur: SayurKubis
last update Date de publication: 2026-08-06 17:26:56

Grisel bermimpi buruk, mimpinya terasa sangat panjang dan juga menyesakkan. Semua rasa sakit dan penderitaan bercampur menjadi satu. Sehingga membuat keadaan tidak sadarnya karena sakit menjadi sedikit buruk. Bibi Lui yang menjaga Grisel semalaman cukup cemas dan mau tidak mau segera melaporkan kondisi Grisel ke Kepala Pelayan Will. 

Bibi Lui khawatir Grisel mungkin mengalami demam tinggi yang parah. 

Kepala Pelayan Will keluarga Agler adalah orang yang sangat cepat tanggap. Mendapat laporan dari Bibi Lui tentang kondisi Grisel, dia segera bergerak cepat. Di umurnya yang sudah berkepala enam tidak menjadi hambatan untuk bergerak dengan lincah. 

Dokter khusus keluarga Agler segera dipanggil. Sementara Erland yang sejak kembali dari kantor dan pulang ke villa mengeluh lelah dan mengantuk tidak kunjung tidur. 

Duduk di balkon kamar dan menikmati angin malam, Erland berusaha menenangkan dirinya dari banyak kejadian yang terjadi dalam satu hari. 

Dia yang berpikir tidak akan pernah menikah dan memiliki istri, tiba-tiba saja mendapatkan jackpot. 

Ketika tubuhnya rileks, Erland mendengar suara deru mesin mobil yang memasuki area villa. Matanya segera melirik tajam. 

Melihat waktu di ponselnya, Erland tak kuasa mendecak lidah dan menelpon Kepala Pelayan Will. 

“Paman, apa yang terjadi?” Pertanyaan singkat dari Erland membuat Kepala Pelayan Will sedikit antusias. Kemudian Kepala Pelayan Will menjawab dengan nada yang dilebih-lebihkan, “Tuan Muda, Nona Grisel mengalami demam tinggi dan bermimpi buruk. Kami telah mencoba membangunkannya, tetapi Nona Grisel tetap tidak sadar dan terus mengingau.”

Erland mengernyit dan terdiam, awalnya dia pikir gadis itu hanya demam ringan. Akan tetapi, tidak sesederhana yang dia pikirkan. 

“Apakah dokter sudah menanganinya?”

“Saat ini dokter sedang melakukan tindakan,” jawab Kepala Pelayan Will. Lalu ia menambahkan, “Apakah Tuan ingin saya mengantar anda menjenguk Nona?” Tawar Kepala Pelayan Will tidak ingin kehilangan satu kesempatan, meskipun peluang suksesnya nol persen. 

“Baiklah, antar aku menemuinya. Aku tidak bisa membiarkan orang-orang menyebutku kejam hanya karena mengabaikan seorang gadis muda.”

“Tuan, dia istrimu…” Kepala Pelayan Will mengingatkan. Namun, sebelum ia menyelesaikan perkataannya, Erland telah memutuskan panggilan. 

Berada di kamar dengan dekorasi pernikahan yang serba merah menyala, di atas ranjang dengan satu dokter dan dua perawat kini tengah memeriksa keadaan Grisel. Gadis yang mengalami demam dan mengigau tersebut masih memejamkan mata, kulitnya terlihat pucat dan dahinya dipenuhi keringat.

Erland dengan kursi roda otomatisnya bergerak mendekat, perawat yang melihat kedatangan Tuan muda tersebut segera menepi dan memberikan ruang. Suara dalam Erland terdengar, “Bagaimana kondisinya?” tanyanya penasaran.

Dokter yang baru saja memberikan suntikan menghela napasnya, “Selain demam, menurut gejalanya. Nona muda mengalami pneumonia aspirasi akibat kekurangan kadar oksigen dalam darahnya. Apakah sebelumnya Nona muda terjatuh di dalam air?” pertanyaan dokter membuat Kepala Pelayan Will segera menganggukkan kepalanya.

“Itu benar, nona muda belum lama ini terjatuh di danau,” jawab Kepala Pelayan Will cepat.

“Jika benar begitu kemungkinan besar nona mengalami iritasi berat pada paru-parunya, saya telah menyuntikkan vitamin dan juga memberikan infus. Ada beberapa obat yang juga saya resepkan, harap diminum sesuai dengan aturan.” Jelas Dokter tersebut yang segera dipahami oleh Bibi Lui dan juga Erland.

“Baik dokter, saya akan memastikan pasien meminum obatnya dan juga maaf telah membuat anda repot di malam hari.” Ucap Erland mendapat senyum ramah sang Dokter.

“Sudah menjadi tugas kami melayani keluarga Agler. Saya harap Nona muda segera sembuh,” balas sang dokter sambil tersenyum ramah.

Ketika pemeriksaan selesai dan dokter telah diantar keluar oleh Kepala Pelayan. Kini tersisa Bibi Lui, Erland dan Grisel yang tengah beristirahat di dalam kamar. Bibi Lui yang merapikan tempat tidur Grisel berkata dengan ramah, “Tuan biarkan saya saja yang menjaga Nona. Anda kembalilah tidur.”

Erland menolak saran Bibi Lui, “Tidak perlu Bi. Serahkan kepadaku untuk menjaganya, anda telah bekerja keras. Sudah waktunya Bibi beristirahat,” perintah Erland membuat Bibi Lui tersenyum lemah.

“Tuan, anda terlalu bijaksana. Bibi tua ini merasa malu karena harus merepotkan anda.”ucap Bibi Lui.

“Saya menganggap Bibi bagian keluarga, sudah sepantasnya keluarga saling mengerti. Gadis ini di bawah perlindungan saya, silakan beristirahat.” Terang Erland dan mau tidak mau, Bibi Lui menuruti perintah Erland.

Setelah pintu dikunci rapat dan memastikan tidak ada yang masuk untuk menganggu. Erland bergerak mendekati ranjang dan memandang wajah Grisel yang tertidur. Melihat keadaanya tidak seburuk diawal, Erland merasa sedikit lega. Tangannya bergerak untuk mengusap alis Grisel yang berkerut, dan tanpa sadar Erland bergumam.”Mimpi apa yang dialaminya sampai seperti ini.”

Melihat ke arah dinding jam telah menunjukkan pukul dua belas malam, mata Erland yang tadinya masih bisa bertahan dua jam kini terasa berat. Menggerakkan kursi rodanya ke sisi ranjang yang lain. Erland membaringkan tubuhnya di samping Grisel. Ia berpikir tidak ada salahnya untuk mengistirahatkan tubuhnya sejenak.

Grisel merasakan tubuhnya terasa sesak dan panas. Saat membuka kedua matanya apa yang ia lihat sungguh di luar perkiraan.

Bagaimana bisa Tuan Muda Keluarga Agler, Erland Agler tidur di sampingnya dan ketika melihat ke arah bawah. Mata Grisel terbelalak kaget, siapa yang menyuruh Tuan Muda ini memeluknya saat tidur.

Grisel berusaha menyingkirkan lengan Erland dari pinggangnya. Namun, ia pikir gerakannya tidak membangunkan tuan muda. Erland membuka matanya yang mengantuk dan berbicara dengan suara teredam.

“Apakah kau sudah sembuh?”

Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application

Dernier chapitre

  • Nona Muda Palsu Menikahi Tiran Cacat   9. Ranjang yang Sama

    Grisel bermimpi buruk, mimpinya terasa sangat panjang dan juga menyesakkan. Semua rasa sakit dan penderitaan bercampur menjadi satu. Sehingga membuat keadaan tidak sadarnya karena sakit menjadi sedikit buruk. Bibi Lui yang menjaga Grisel semalaman cukup cemas dan mau tidak mau segera melaporkan kondisi Grisel ke Kepala Pelayan Will. Bibi Lui khawatir Grisel mungkin mengalami demam tinggi yang parah. Kepala Pelayan Will keluarga Agler adalah orang yang sangat cepat tanggap. Mendapat laporan dari Bibi Lui tentang kondisi Grisel, dia segera bergerak cepat. Di umurnya yang sudah berkepala enam tidak menjadi hambatan untuk bergerak dengan lincah. Dokter khusus keluarga Agler segera dipanggil. Sementara Erland yang sejak kembali dari kantor dan pulang ke villa mengeluh lelah dan mengantuk tidak kunjung tidur. Duduk di balkon kamar dan menikmati angin malam, Erland berusaha menenangkan dirinya dari banyak kejadian yang terjadi dalam satu hari. Dia yang berpikir tidak akan pernah menikah

  • Nona Muda Palsu Menikahi Tiran Cacat   8. Demam dan Mimpi Buruk

    Kata-kata sarkastik dari Erland membuat Grisel yang tadinya ingin minum segera menghentikan gerakannya. Tenggorokannya terasa kering dan ada sensasi terbakar membuat tubuhnya tidak nyaman.Suaranya sedikit teredam karena flu, “A… Aku hanya ingin minum,” balas Grisel dengan wajah sedih.Erland yang berada tidak jauh dari Grisel menghela napas berat, kursi roda otomatisnya bergerak mendekati Grisel. Gadis di depannya menatap keberadaanya dengan linglung.Mengambil vas bunga dari tangan Grisel, Erland menjelaskan. “Kau hanya perlu menekan tombol di samping tempat tidur jika membutuhkan sesuatu dan pelayan akan melayanimu, lagipula ini adalah vas bunga.”Grisel yang masih setengah sadar terdiam, dia tidak menyangka karena demam dirinya hampir menelan air vas. “Maaf… Aku terlalu pusing dan kupikir aku demam,” ucap Grisel yang kemudian bersin dengan keras.“Kau perlu minum obat, aku akan memanggil pelayan untuk mengantarkan obat penurun demam untukmu. Jadi, kembalilah ke kamar,” perintah Er

  • Nona Muda Palsu Menikahi Tiran Cacat   7. Pernikahan Kilat

    Erland tidak kuasa membantah dan hanya bisa pasrah, ketika Ryan datang ke Villa acara pernikahannya dan melihat mempelai wanita yang berdiri berhadapan dengan sahabatnya itu. Kedua mata Ryan tidak kuasa untuk terbelalak. Setelah pertukaran cincin usai, Erland meminta Ryan untuk mengantarnya pergi dari pesta pernikahan dan meninggalkan istrinya Grisel di belakangnya yang masih mengagumi cincin berlian mahal di jari manisnya. Grisel sama sekali tidak peduli dengan perlakuan dingin dan sembarangan dari Erland. Dia cukup senang bisa keluar dari kandang monyet yakni keluarga Erline, meskipun dia sekarang terperangkap di dalam kandang singa keluarga Erland. “Nak, istirahatlah jangan diambil hati dengan sikap dingin Erland. Dia hanya lelah, biarkan Bibi Lui mengantarmu ke kamar pengantin.” Jelas Nyonya Agler. Grisel hanya mengangguk, pernikahan yang dilaksanakannya adalah pernikahan kilat dengan tamu undangan yang terdiri orang-orang elit yang bisa menjaga mulutnya. Sehingga, Grisel

  • Nona Muda Palsu Menikahi Tiran Cacat   6. Dari Kandang Monyet ke Kandang Singa

    Grisel telah berkali-kali naik ke permukaan untuk mengambil napas meskipun dia hampir mati kehabisan napas. Setidaknya dirinya hampir menuju daratan di tempat lain. Di sekolah dia adalah perenang terbaik, tetapi melompat ke dalam danau dalam keadaan tergesa-gesa membuatnya hampir melupakan keahlian berenangnya. Bisa dikatakan orang yang jenius dalam berenang pun bisa menjadi bodoh secara tiba-tiba. Grisel hampir putus asa dan ingin membiarkan air menghanyutkannya saja. Penglihatannya semakin kabur di dalam air dan secara tak sadar dia berpikir. Sudah berapa lama dia tidak berenang dan dengan bodohnya melompat ke danau yang dalam dengan sedikit arus yang agak deras. Dia benar-benar si idiot sejati yang lupa kapasitas diri. Entah berapa lama dirinya hanyut dan air membawanya menepi ke pinggiran sebuah Villa Megah yang didekorasi indah dengan pita kebahagiaan pengantin baru. Ketika kesadarannya pulih. Beberapa pria tegap berseragam hitam mengelilingi dirinya dan kemudian berteriak.

  • Nona Muda Palsu Menikahi Tiran Cacat   5. Melompat ke Danau

    Dua hari berjalan begitu cepat, Grisel telah siap untuk melarikan diri dari pernikahan konyol yang akan diselenggarakan hari ini. Dia telah menyiapkan beberapa opsi gerakan melarikan diri dari pernikahan. Sejujurnya Grisel cukup percaya diri. Tetapi dalam dua hari belakangan, setelah acara pertunangan selesai dan dia beristirahat di kamarnya untuk tidur. Keesokan paginya Grisel mengetahui bahwa dirinya telah dikurung agar tidak melarikan diri. Meloncat dari lantai dua tidaklah mungkin, Grisel tidak ingin patah kaki dan membuat dirinya cacat yang mana hal itu akan membuat keluarga Erline semakin mudah mengemasnya menjadi kado dan mengirimnya ke Pria botak Matthew itu. Sekarang dengan gaun pernikahan putihnya yang cukup sederhana, Grisel telah merencanakan pelarian diri yang mantap. Tempat pernikahannya adalah Villa Rose yang megah di pusat Ibu Kota, dan katanya Villa itu memiliki pemandangan taman yang indah dan juga danau yang cantik. Memikirkan Danau memberikan Grisel sebua

  • Nona Muda Palsu Menikahi Tiran Cacat   4. Acara Pertunangan yang Berminyak

    Nyonya Erline yang melihat Nadya datang sendirian tanpa membawa Grisel bersamanya memandangnya dengan wajah bingung. “Di mana Grisel? Kenapa dia tidak turun bersamamu sayang?” Nadya menggelengkan kepalanya perlahan dan menunjukkan wajah sedih, “Kakak tidak ingin turun, dia meminta waktu sepuluh menit lagi. Sepertinya… sepertinya dia tidak siap dengan pertunangan ini.” Jawab Nadya membuat ayahnya mengerutkan dahi. “Apakah dia yang mengatakannya sendiri? Apa yang dilakukannya sehingga membuat Tuan Matthew dapat menunggunya selama sepuluh menit lagi!” Tuan Matthew, pria berkepala botak yang licin dengan badan gemuk mendengar perkataan marah Tuan Edward tertawa santai. “Tuan Edward tidak perlu marah, ini adalah hari yang bahagia. Saya rasa calon istri saya masih perlu bersiap diri untuk bertemu dengan saya. Mari kita tunggu sebentar lagi saja.” Menunjukkan keramahannya dan kesabarannya Tuan Matthew mencairkan suasana agar tidak tegang. Namun, tidak ada yang tahu bahwa di dalam hat

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status