Share

BAB 153 SITUASI CANGGUNG

Penulis: Libra Syafarika
last update Tanggal publikasi: 2026-08-26 06:00:57

"Di kafe, Pak De..." sahutku akhirnya, mencari aman.

"Kafe?" ulang Pak De Arga dengan kening berkerut dalam. Terpancar raut kecewa yang teramat jelas di wajah tuanya. "Kayla... kamu bisa bicara sama Pak De jika memang butuh bekerja. Dan... kafe? Masa kamu harus bekerja di tempat seperti itu?"

Kepalaku langsung tertunduk dalam, berusaha menyembunyikan pendar kekecewaan yang menyeruak di mataku. Tak kusangka, bahkan Pak De Arga pun tidak mau menghargai keputusanku. Bagaimana j
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (2)
goodnovel comment avatar
Libra Syafarika
Hai kak. Ada jadwal updatenya. Senin-kamis: 3 bab, Jumat-Minggu: 2 bab. Dan ini bertahap ya, Kak. Gak langsung. Biasanya muncul di jam 05, 11 dan 17. Untuk saat ini di bab yang kakak buka kebetulan sudah yang terakhir. Jadi mohon ditunggu di jam 11 siang. Terima kasih sudah membaca sejauh ini...
goodnovel comment avatar
Tuti Kusmawati
kenapa ya cuman muncul satu bab tiap hari ga bisa di buka lgi bab nya
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 197 MENYINGKIRKAN DURI

    Aku berusaha keras melepaskan ciumannya dengan sisa tenaga yang kumiliki. "Gila lo ya! Tadi ngatain gue mesum, tapi lo sendiri yang nyosor terus!" hardikku dengan napas tersengal-sengal.Axel tersenyum tipis, memandangku dengan pendar mata yang teramat menggoda. "Habisnya lo menggemaskan banget kalau lagi nggak percaya begitu.""Ye... lagian beneran kan, lo diam-diam ketemu Inez di belakang gue?" tantangku dengan nada arogan yang dibuat-buat. "Lagipula seisi kantor ini sudah tahu dan menganggap kalian pasangan kekasih!"Axel menggaruk belakang kepalanya dengan raut wajah yang frustrasi. "Sudah gue bilang itu cuma salah paham saja, Sayang...""Cih!" Aku menyilangkan kedua tangan di dada seraya membuang muka."Lo masih cemburu saja sama Inez, hm?" rayunya lembut seraya mengarahkan kembali wajahku padanya.Aku tetap memaksa memalingkan wajah seraya mencebikkan bibir."Kalau lagi ngambek begini, lo makin menggemaskan tahu nggak!" rayunya seraya meneliti setiap inci parasku, membuatku haru

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 196 GEMAS

    "Bukannya... lo tadi juga yang cuekin gue?" sahutku sedikit merengek. "Heran. Kenapa sih hari ini lo bete terus?"Axel tersenyum tipis seraya menyibak juntain rambutku ke belakang punggung. "Lo tahu kan kenapa gue bete?"Pertanyaan ini sepertinya jebakan, deh. Tapi kalau aku tidak menjawab, yang ada dia akan makin merasa bete."Emmm... Karena gagal bercinta?" sahutku ragu.Tak kusangka, Axel justru terkekeh rendah seraya membuang muka. "Dasar otak mesum!" cetusnya seraya menjitak pelan keningku."Aw!" Aku meraba keningku dengan bibir mengerucut kesal.Kenapa sekarang jadi aku yang mesum, sih?! Padahal sejak tadi kan dia yang selalu mengajak bermesraan di sembarang tempat!"Kalau bukan karena itu, terus karena apa?!"Axel mengeratkan dekapannya di perutku seraya menumpukan dagunya di atas pundakku."Gue memang kesal karena kita gagal bercinta. Tapi yang bikin gue paling kesal adalah pengkhianatan sekretaris gue dan juga kejutan konyol itu."Aku menolehkan sedikit wajahku, menatap garis

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 195 PERTIKAIAN SERU

    "Lo tanya gue siapa?!" desis Lintang makin menjadi-jadi. "Heh... Perusahaan ini itu milik keluarga gue dan Axel! Kami punya saham besar di sini! Sedangkan lo!"Ia menunjuk dadaku keras-keras hingga tubuhku terdorong ke belakang dan cangkir dalam genggamanku berguncang hebat. "Lo cuma benalu yang menempel dalam hidup Axel demi harta!"Aku yang sudah mendidih masih berusaha menahan diri seraya mempererat genggaman pada cangkir panas itu agar isinya tidak menyiram diriku sendiri.Namun, Lintang justru makin arogan. Ia terus menuding dadaku dengan dorongan-dorongan kasar."Lo yang siapa?! Harusnya... lo tahu diri dan nggak memberikan pengaruh buruk pada Axel!"Cangkir di genggamanku kian tak terkendali dan isinya mulai meluap akibat dorongan agresif Lintang. Karena batas kesabaranku sudah habis, sekalian saja aku menjatuhkan cangkir itu dan sengaja mengarahkan tumpahan teh panasnya tepat ke kemeja putih mewahnya.PYAR!Semua karyawan yang berada di lantai itu sontak berdiri dari kursi ke

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 194 SI MESUM LABIL

    "Mmmhhh!" seruku tertahan di tengah serbuan lumatan bibirnya yang memabukkan.Aku berusaha keras mendorong dada bidang Axel agar ia menghentikan ciuman gilanya, tetapi usahaku sia-sia. Sebaliknya, Axel justru semakin buas melumat bibirku dengan ciuman yang mendesak nan panas, seolah melampiaskan rasa frustrasinya atas kegagalan bercinta kami tadi pagi.Sementara itu, mataku membelalak panik menatap indikator angka di atas pintu lift. Angka indikator itu meluncur turun hingga berganti menjadi angka lima.Ting!Pintu lift terbuka lebar. Namun, Axel yang sudah dirasuki gairah masih saja terus melancarkan ciumannya tanpa rasa panik sedikit pun.Di luar sana, dua orang staf wanita berdiri memergoki kami. Mereka tampak sangat terkejut, malu, dan buru-buru memalingkan wajah."M-maaf, Pak..." cicit salah satu dari mereka.Karena tidak berhasil mendorong tubuh besarnya, aku terpaksa menginjak ujung kaki Axel dengan sepatu selopku sekuat tenaga!"Ah!" pekik Axel spontan melepaskan ciumannya. "L

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 193 AMARAH MEMUNCAK

    "Lo! Atas dasar apa lo berani mengatur jadwal gue?!" hardik Axel seraya menunjuk Lintang dengan rahang mengeras kaku.Semua pegawai yang berdiri di belakang Lintang seketika panik dan mulai saling berbisik ketakutan. Wajah Lintang yang semula dipenuhi senyum percaya diri kini berubah pucat pasi."Xel, lo kenapa, sih?! Gue sengaja datang jauh-jauh dari luar negeri buat kasih lo kejutan ini!" bela Lintang tanpa sedikit pun merasa bersalah."Bullshit! Sok tahu banget lo!" hardik Axel dengan paras merah padam diliputi amarah membara.Ia membalikkan badan dengan pergerakan kaku yang menegang. "Beni!" teriaknya seraya berkacak pinggang.Tak lama, sekretaris Axel berlari-lari kecil menghampirinya dengan napas tersengal-sengal. "I-iya, Pak," sahutnya seraya berdiri membungkukkan badan."Jelaskan! Apa maksud dari ini semua?!"Beni melirik takut-takut ke arah ruang meeting yang kini kacau. "Maaf, Pak. Saya... saya hanya diminta mengikuti perintah Bu Lintang.""Kamu itu sekretaris siapa?!" hardi

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 192 KEJUTAN

    Kriiiing... Kriiiing..."Xel... Ponsel lo..." ucapku terengah-engah saat berhasil meloloskan diri dari ciumannya.Namun, Axel malah melempar ponsel itu ke atas sofa, lalu kembali melumat bibirku dengan gairah yang kian membakar. Jemari panjangnya bahkan menjelajahi dadaku semakin liar, meremas hingga blusku terkuak.Aku yang sedari tadi menolak ajakan bercinta ini justru kembali terseret arus panas akibat sentuhannya yang membius. Intimku bahkan berkedut basah, menuntut lebih."Mmmhhh..." desahanku tertahan di tengah lumatan bibirnya yang menuntut, berpadu dengan pijatan lembut di puncak dadaku yang membuatku mendesah gelisah.Dengan gerakan terburu-buru, Axel melucuti jasnya dan melemparnya ke lantai. Ia juga membuka sabuk celananya dengan cepat seolah akal sehatnya telah dirampas sepenuhnya oleh hasrat.Kriiing... Kriiing...!Nada dering ponselnya kembali menggelegar, berdering tanpa jeda. Aku buru-buru mendorong dada bidang Axel agar menghentikan ciuman gilanya."Ponsel lo... Bagai

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status