Share

BAB 322 ARTI SAHABAT

last update Petsa ng paglalathala: 2026-11-01 11:06:03

Kuurut pelipisku yang mendadak berdenyut nyeri. Kepala ini rasanya mau pecah menghadapi teka-teki gelap yang tak sanggup kutanggung seorang diri.

Namun, aku memilih bungkam. Tidak mungkin aku membagi beban ini pada Mama; jika dia sampai mencium keterlibatan James dan kepungan wartawan itu, impian fashion show-ku dipastikan bakal tamat seketika.

"Kayla... Kamu ada yang disembunyikan dari Mama?"

Suara Mama mendadak memecah keheningan. Aku terperanjat kaget, cepat-cepat menyunggingkan senyum paks
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 324 TAWAR MENAWAR

    "Kenapa harus aku?" tanyaku dengan nada menukik sinis, berusaha melepaskan genggaman tangannya meski cengkeraman halus itu masih menyisa di pergelangan tanganku. "Bukankah ada antrean panjang wanita di luar sana yang rela melakukan apa saja demi menjadi kekasihmu? Kenapa harus repot-repot bersandiwara denganku?"James membuang pandangan sejenak, mengembuskan napas panjang yang membusakan udara dingin lobi. Kedua tangannya terulur masuk melesak ke dalam saku celana bahan mewahnya."Aku tidak suka berkomitmen dalam sebuah hubungan," sahutnya datar, sepasang mata birunya kembali menghunus lurus ke manik mataku. "Dan aku sama sekali tidak berminat memiliki seorang kekasih."Dasar pria aneh! batinku sengit, memindai gestur tubuhnya dari ujung rambut hingga sepatu dengan kepulan curiga yang makin tebal. Atau jangan-jangan... pria bertampang sempurna ini penganut hubungan menyimpang yang menyembunyikan rahasia sakit di balik populernya nama besar yang ia sandang?"Kalau begitu, kau kan bisa

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 323 DIA MENYUKAIMU

    Jantungku serasa berhenti berdetak seketika. Tanpa memedulikan tatapan aneh dari orang-orang di sekitar lobi, aku langsung mencekal pergelangan tangan model pirang itu dan menariknya paksa menjauh dari kerumunan, membawa tubuhnya mendekati sudut ruangan yang lebih sepi."Apa maksud kamu?!" tanyaku panik dengan suara bergetar.Model pirang itu justru menyunggingkan senyum miring penuh kemenangan. Tanpa bersuara, ia mengusap layar ponsel di genggamannya lalu menyodorkannya tepat di depan wajahku. "Kamu belum lihat artikel gosip pagi ini?"Dengan jemari yang dingin dan gemetar, aku menyambar ponsel itu. Mataku membelalak sempurna menatap tajam ke arah layar. Sebuah judul berita besar tercetak tebal di sana: 'Sang Model Misterius Akhirnya Menunjukkan Sang Kekasih.' Di bawah tagline provokatif itu, terpampang foto jernih bagian samping mobil sedan hitam semalam, menampilkan siluet diriku yang duduk di kursi kemudi di samping James. Meski paras wajahku agak samar karena dibidik dari kejau

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 322 ARTI SAHABAT

    Kuurut pelipisku yang mendadak berdenyut nyeri. Kepala ini rasanya mau pecah menghadapi teka-teki gelap yang tak sanggup kutanggung seorang diri. Namun, aku memilih bungkam. Tidak mungkin aku membagi beban ini pada Mama; jika dia sampai mencium keterlibatan James dan kepungan wartawan itu, impian fashion show-ku dipastikan bakal tamat seketika."Kayla... Kamu ada yang disembunyikan dari Mama?"Suara Mama mendadak memecah keheningan. Aku terperanjat kaget, cepat-cepat menyunggingkan senyum paksa demi menutupi kepanikan."Nggak kok, Ma. Kayla cuma lelah banget... pengen istirahat," alibiku pelan.Mama menatapku sejenak, lalu mengangguk tanpa rasa curiga. "Ya sudah, berikan Sira sama Mama. Kamu istirahat saja, gih."Dengan sigap aku bangkit dari sofa, menyerahkan bayi mungilku ke dalam dekapannya. "Makasih ya, Ma. Kayla mau tidur duluan."Begitu pintu kamar tertutup rapat, bukannya merangkak ke atas kasur, aku justru menarik kursi meja kerja.Jemariku langsung menyambar pensil dan kerta

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 321 SEBUAH TEKA TEKI

    Langkah kakiku tergesa-gesa membelah pelataran rumah sakit. Begitu keluar dari pintu utama, mataku langsung menangkap bayangan mobil SUV hitam milik para wartawan yang masih setia terparkir di seberang jalan. "Taksi!" teriakku pada taksi yang lewat.Sialnya, salah satu dari wartawan itu sempat membidik wajahku dengan lensa panjang tepat saat aku melambaikan tangan mencegat sebuah taksi yang kebetulan melintas.Tanpa membuang waktu, aku langsung merangsek masuk ke dalam kabin taksi, buru-buru menarik pintu hingga tertutup rapat sembari menutupi wajahku menggunakan telapak tangan."Sialan! Ngapain sih mereka terus-menerus mengawasiku?!" gerutuku kesal, menoleh ke kaca belakang, memperhatikan mobil itu yang mulai tertinggal jauh.Namun, beberapa detik kemudian, aku menarik napas panjang, mencoba merilekskan otot-otot bahuku yang menegang. Aku menyandarkan punggung dengan santai ke jok taksi.Bodoh amat! Toh aku bukan siapa-siapa di negara ini. James pasti hanya menggertak dan mengancamk

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 320 PERMAINAN GILA!

    Ibu James mengulurkan tangannya yang kurus dan gemetar ke arahku, gerakannya begitu lemas dan patah-patah. "Nak... Kemarilah..." bisiknya parau, sepasang matanya yang cekung menatapku penuh pendar harapan.Tubuhku membeku kaku di atas lantai keramik. Jantungku berdegup gila, dihantam badai kebingungan yang teramat sangat. Ya Tuhan, apa-apaan semua ini? Kenapa takdir membawaku ke dalam pusaran kegilaan yang membingungkan ini?James menoleh padaku. Tidak ada sedikit pun riak rasa bersalah di wajah tampannya yang dingin. "Kayla... Kemarilah. Sapa Ibu," perintahnya tenang.Sialan si James! Kenapa pria gila ini sengaja mengunciku dalam situasi serba salah begini?! jerit batinku murka. Kalau aku terang-terangan menolak dan membongkar kebohongannya sekarang, kasihan wanita tua yang sedang kritis itu... tapi kalau aku menuruti sandiwaranya, aku bakal semakin terperangkap jauh dalam permainannya!"Nak... Kemarilah..." panggil sang ibu sekali lagi, suaranya makin nyaris tak terdengar.Terjepi

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 319 TERJEBAK DALAM SKANDAL

    "Kamu mau berpikir berapa lama lagi, huh?" meluncur gertakan rendah dari bibir James, penuh tekanan yang menghujam tajam. "Sebentar lagi, wartawan-wartawan itu akan makin mendekati mobil ini."Aku terperanjat hebat. Mataku refleks melempar pandangan ke luar jendela, mengawasi gerak-gerik dua pria berjaket gelap di balik pilar parkiran. Kilatan kilat kamera meletup berulang kali di kegelapan sore. Dadaku berpacu gila, rasanya mau meledak tatkala bayangan tubuh para pemburu berita itu benar-benar melakukan pergerakan mendekati posisi mobil ini.Sialan! Sepertinya aku benar-benar tidak punya pilihan lagi selain menuruti gilanya pria ini! batinku menjerit frustrasi.Dengan jemari yang gemetar hebat, aku akhirnya menuruti perintah James. Kutekan tombol start-engine, membuat deru mesin mobil meraung halus. Aku menoleh pada James, melemparkan tatapan sinis penuh kebencian."Ke mana tujuan kita?!" tembakku ketus.James menyeringai penuh kemenangan. Tanpa mengalihkan pandangan dariku, tangann

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status