Home / Romansa / Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan / BAB 319 TERJEBAK DALAM SKANDAL

Share

BAB 319 TERJEBAK DALAM SKANDAL

last update publish date: 2026-10-30 20:48:51

"Kamu mau berpikir berapa lama lagi, huh?" meluncur gertakan rendah dari bibir James, penuh tekanan yang menghujam tajam. "Sebentar lagi, wartawan-wartawan itu akan makin mendekati mobil ini."

Aku terperanjat hebat. Mataku refleks melempar pandangan ke luar jendela, mengawasi gerak-gerik dua pria berjaket gelap di balik pilar parkiran. Kilatan kilat kamera meletup berulang kali di kegelapan sore.

Dadaku berpacu gila, rasanya mau meledak tatkala bayangan tubuh para pemburu berita itu benar-bena
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 319 TERJEBAK DALAM SKANDAL

    "Kamu mau berpikir berapa lama lagi, huh?" meluncur gertakan rendah dari bibir James, penuh tekanan yang menghujam tajam. "Sebentar lagi, wartawan-wartawan itu akan makin mendekati mobil ini."Aku terperanjat hebat. Mataku refleks melempar pandangan ke luar jendela, mengawasi gerak-gerik dua pria berjaket gelap di balik pilar parkiran. Kilatan kilat kamera meletup berulang kali di kegelapan sore. Dadaku berpacu gila, rasanya mau meledak tatkala bayangan tubuh para pemburu berita itu benar-benar melakukan pergerakan mendekati posisi mobil ini.Sialan! Sepertinya aku benar-benar tidak punya pilihan lagi selain menuruti gilanya pria ini! batinku menjerit frustrasi.Dengan jemari yang gemetar hebat, aku akhirnya menuruti perintah James. Kutekan tombol start-engine, membuat deru mesin mobil meraung halus. Aku menoleh pada James, melemparkan tatapan sinis penuh kebencian."Ke mana tujuan kita?!" tembakku ketus.James menyeringai penuh kemenangan. Tanpa mengalihkan pandangan dariku, tangann

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 318 DILEMA

    James tertawa singkat, melayangkan tatapan menggoda yang membuat bulu kudukku meremang. "Mobil kamu? Kamu tidak salah?"Dahiku mengernyit dalam, meradang menatap pria di sampingku dengan amarah yang memuncak. "Kamu tidak usah main-main, James! Ini memang mobilku. Cepat keluar dari sini sebelum aku panggil keamanan!"Namun, bukannya melangkah pergi atau memperlihatkan raut panik, James justru menyandarkan punggungnya santai, menyilangkan kedua tangannya di dada. Sebuah senyum tipis terukir di bibirnya, sarat akan teka-teki yang sengaja ingin memojokkanku. "Apa kamu sudah memastikan... kalau ini benar-benar mobil kamu?"Kalimat dingin itu meluncur begitu tenang, bertolak belakang dengan gemuruh yang mendadak menghantam dadaku. Kenapa dia begitu percaya diri? batinku mulai bergolak penuh kebingungan. Pikiranku mendadak kacau. Memang benar mobil yang kukuasai beberapa hari terakhir ini adalah mobil sewaan yang disiapkan Axel untukku, sebuah sedan hitam dengan interior kelabu kusam yang

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 317 TARGET SANG MISTERIUS

    Tidak banyak wanita yang bicara dengannya? Lantas kenapa James tadi banyak sekali bicara denganku?Berbagai pertanyaan berkelebat cepat di dalam kepalaku. Namun, sedetik kemudian aku menggelengkan kepala pelan, berusaha menepis segala prasangka aneh yang mulai merayap di benakku. Ah, paling-pula model ini cuma melebih-lebihkan atau sekadar melemparkan godaan konyol."Kedekatanku dan James tadi murni karena terdesak situasi," balasku santai sembari terus membereskan sisa gulungan kain di atas meja kerja. "Aku hanya bersikap profesional sebagai seorang perancang busana, dan James kebetulan adalah modelku."Wanita pirang itu terkekeh renyah. Ia melompat turun dari tepi meja, lalu berdiri tepat di hadapanku sambil meniup gelembung permen karetnya hingga pecah. "Kau tidak paham, ya? Tidak ada satu pun desainer yang pernah berani menyentuh kulitnya secara langsung sebelumnya. Dan kau... baru hari pertama sudah bisa sedekat itu dengannya?"Apa maksud ucapan wanita ini sebenarnya? batinku me

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 316 PRIA MISTERIUS

    Cengkeraman dingin di pergelangan tanganku membuat darahku serasa berhenti mengalir. Refleks, aku menjatuhkan pita ukur dan menyentakkan tanganku ke belakang dengan napas memburu, spontan terdorong mundur dua langkah."M-maaf... aku tidak bermaksud melakukan itu," cicitku panik, berusaha menetralkan raut wajahku yang memucat.James tidak langsung menjawab. Ia bergemiring di tempatnya, menatapku lurus-lurus dengan ekspresi datar yang begitu sulit diartikan. Detik berikutnya, sebelum aku sempat mengambil jarak lebih jauh, tangannya yang kekar berhembus cepat menyambar pergelangan tanganku kembali, lalu secara spontan menariknya hingga telapak tanganku menempel pas di atas kulit perutnya yang tegap dan bidang."Ah!" pekikku kaget dengan mata membulat sempurna.Sensasi hangat dan keras dari otot perutnya langsung menyengat telapak tanganku, membuatku tersentak bagai tersengat listrik."Lanjutkan saja pekerjaanmu," cetus James dingin.Aku sempat membeku selama beberapa detik seolah terhi

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 315 INI TIDAK BENAR!

    "Kamu sudah lama menjadi desainer?" James membuka percakapan dengan nada yang terdengar sok akrab di telingaku. "Baru saja, kok," jawabku dingin tanpa sedikit pun mengalihkan fokus jemariku yang sibuk merapikan lipatan kerah di lehernya."Orang Asia?" tanyanya lagi, tak menyerah.Gerakan tanganku terhenti sejenak. Aku mendongak, menatap paras bertulang tegas itu dengan dahi berkerut heran sebelum menanggapi singkat, "Iya.""Pantas saja cantik," sahutnya santai, menyelipkan cengiran tipis yang terasa begitu menggelikan di mataku.Deg!Darahku serasa mendidih. Refleks, aku melangkah mundur dua pijakan menjauhi posisinya, melempar jarak yang cukup aman. Pembicaraan pria asing ini sudah jelas-jelas menyeberangi batas profesionalitas dan menjurus ke arah yang sama sekali tidak benar."Aku sudah punya suami dan baru saja melahirkan seorang bayi," tegasku penuh nada peringatan. Tidak ada celah, sekecil apa pun, yang akan kubiarkan terbuka untuk pria ini.Namun, bukannya merasa bersalah atau

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 314 MENCURIGAKAN

    Aku sempat tercengang sejenak, mematungi paras pria di hadapanku yang begitu mirip dengan Axel. Namun, sadar bahwa tatapanku mulai tidak sopan, aku buru-buru menyambut uluran tangannya sambil tersenyum canggung."H-hai... Benar, aku Kayla," balasku sedikit terbata.James mengumbar senyum manis yang kelewat hangat—terlalu ramah untuk ukuran seseorang yang baru pertama kali bertatap muka denganku."Cantik. Sesuai dugaanku," celetuknya santai dengan nada penuh pesona.Senyum profesional di wajahku seketika menguap. Aku terpaku, darahku seolah berhenti mengalir. Siapa yang sebenarnya sedang dipuji pria ini? Tidak mungkin dia sedang mengomentari diriku, kan? Kami kan baru saja saling menyapa!"Maaf, maksudnya?" tanyaku penuh selidik, mengernyitkan kening.Tanpa beban, James langsung mengalihkan pandangannya menuju deretan gantungan busana rancanganku yang terpajang rapi di sudut ruangan."Desain busanamu. Keren dan cantik," ralatnya santai seraya menunjuk ke arah manekin, lalu melangkah sa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status