Share

BAB 37 SIASAT WANITA ULAR

Penulis: Libra Syafarika
last update Tanggal publikasi: 2026-07-15 06:00:24

Aku menyunggingkan senyum miring, menatap lurus ke arah sepasang wanita di hadapanku yang secara terang-terangan ingin menyudutkan dan juga merundungku siang ini.

Ternyata ini rencana busuk si nenek tua? Baiklah... kalau itu mau kalian, akan aku ikuti permainan murahan ini sampai selesai.

"Mama! Ngapain, sih, ngundang Freya ke sini?" protes Miko, wajahnya mendadak ditekuk kesal.

Freya menoleh ke arah Miko, memasang raut wajah sedih dan tersakiti ya
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 312 PERPISAHAN YANG MENYAYAT

    Mendengar pertanyaanku yang seolah meminta untuk ikut serta, Axel membalas pelukanku dengan hangat. Ia mengusap punggungku perlahan sebelum melontarkan kalimat yang langsung membuat dadaku mencelos."Kalau lo ikut gue, bagaimana dengan nasib fashion show lo?" tanyanya lembut, menatapku meminta kepastian.Seketika, tubuhku menegang. Pertanyaan itu menempatkanku di persimpangan jalan yang sangat sulit. Di satu sisi, batinku meronta-ronta menolak perpisahan; aku tidak ingin sedetik pun berjauhan dengan pria yang baru saja kembali seutuhnya ke sisiku ini. Namun di sisi lain, aku sadar betul tidak bisa begitu saja meninggalkan kota Liberty. Persiapan fashion week yang sudah di depan mata adalah impian terbesar yang selama ini kuimpikan dan kuperjuangkan dengan cucuran keringat. Mengikutinya adalah tiket emas bagi masa depan karierku sebagai desainer.Di antara dua pilihan yang sama-sama menyayat hati itu, aku harus bersikap realistis. Dengan dada sesak dan tenggorokan tercekat, aku terpak

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 311 BERMANJA-MANJA

    Pandangan mata Mama langsung teralih sepenuhnya ke arah ambang pintu. Sosok Axel yang berdiri tegap sambil mendekap erat tubuh mungil Sira berhasil merusak atensi wanita paruh baya itu seketika. Tanpa ampun, Mama menghempas tubuhku ke samping demi membuka jalan, lalu melangkah cepat menghampiri sang menantu dengan mata berbinar-binar penuh puja."Sira... cucu Mama..." seru Mama girang, langsung mengambil alih posisi Axel.Aku yang tersingkir begitu saja di tengah ruangan hanya bisa terpaku dengan rahang yang nyaris jatuh. Kesal luar biasa, aku menghentakkan sebelah kakiku kuat-kuat ke lantai kayu. Di dalam dada, batin dan perasaanku bergemuruh hebat memprotes keadaan.Ternyata benar ya, apa kata orang-orang di luar sana? Cucu itu rasanya jauh lebih berkilau dan menyilaukan ketimbang anak kandung sendiri. Sekarang, aku benar-benar tidak terlihat berharga lagi. Sira selalu menjadi pusat perhatian dan jauh lebih penting di mata siapapun, bahkan di mata mamaku sendiri."Aduh, cantiknya c

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 310 HARI YANG MENGGEMASKAN

    Tanpa kuasa menahan gejolak di dada, aku kembali melompat menerjang ke dalam pelukan Axel. Tangisku pecah sejadi-jadinya, meleleh tanpa sisa di balik dada bidangnya. Aku mencengkeram erat kemejanya, merengek bak anak kecil yang tidak rela mainannya direbut paksa."Gue nggak mau... lusa itu terlalu cepat, Xel!" racauku di sela isakan, sengaja memamerkan sisi manja yang jarang sekali kutunjukkan padanya. "Gimana kalau nanti di sana lo lupa sama gue? Gimana kalau lo sibuk banget sampai nggak ada waktu buat telepon gue dan Sira? Gue nggak mau jauh-jauh dari lo, titik!"Axel terkekeh geli mendengarnya. Alih-alih merasa terbebani, ia justru merengkuh pinggangku semakin erat, membiarkan air mataku membasahi bahunya. Dengan penuh kesabaran dan kedewasaan, ia mengusap punggungku lembut, menyalurkan ketenangan yang luar biasa."Sstt... cup, cup, cup. Sira yang baru lahir aja nggak cengeng kayak gini, Sayang," bisik Axel di telingaku, suaranya terdengar begitu romantis dan menenangkan. "Gue cum

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 309 MENAHAN SESAK

    Kalimat terakhir Axel itu berhasil menyedot seluruh kehangatan yang sebelumnya memenuhi rongga dadaku. Seketika, rengkuhan tanganku di lehernya melonggar. Aku melepaskan pelukan itu secara perlahan, lalu mendongak menatap lurus ke dalam manik matanya dengan kecemasan yang merayap naik."Apa yang sebenarnya terjadi, Xel...?" tanyaku dengan suara bergetar.Binar kejenakaan di mata Axel perlahan luntur, menyisakan guratan sendu yang begitu pekat. Ia menghela napas berat, menundukkan kepalanya sejenak sebelum kembali menatapku. "Sejak gue harus menjalani perawatan fisioterapi di Amerika, kondisi manajemen kantor memang jadi kurang stabil," sahutnya lirih. Ia menatap kosong ke sudut ruangan dengan kelopak mata yang kendur. "Papa sudah berusaha mati-matian menyelamatkan setiap kontrak dan masalah di sana, namun hasilnya tetap gagal. Itu juga alasan kenapa dia nggak bisa jenguk gue di sini..."Jantungku seperti dihantam palu tak kasat mata. Seketika itu juga, gelombang rasa bersalah yang

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 308 TERNYATA...

    Aku bergeming di balik timbunan kain tebal, sama sekali tidak menghiraukan panggilan Axel yang terus melantun di udara. Suara langkah kakinya yang mendekat di atas lantai kayu membuat dadaku semakin sesak. Kubenamkan wajahku ke dalam lipatan siku, membiarkan butiran air mata luluh lantak membasahi seprai tanpa suara.Kenapa dia tega sekali? batinku meraung pedih. Pria yang tadinya kuperjuangkan mati-matian, pria yang kuharapkan menjadi tempat berlindung paling aman di negeri orang, justru bersiap meninggalkanku sendirian. Setelah kakinya sembuh, setelah dunianya kembali terang, ia dengan entengnya merencanakan kepulangan ke Indrata tanpa memedulikan nasibku dan bayi kami yang baru berusia beberapa hari, serta proyek impian yang masih merentang panjang di depan mata.Merasa diabaikan begitu saja, Axel akhirnya bertindak tegas. Ia tiba-tiba menarik ujung selimut yang menutupi tubuhku dengan paksa.Terpapar cahaya lampu kamar yang temaram, Axel terkesiap melihat keadaan wajahku. Sepas

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 307 SESAK DI DADA

    "Xel... maksud lo apa? Lo mau ninggalin gue di sini?" tanyaku dengan nada suara yang bergetar hebat, terselip rasa shock yang teramat sangat hingga membuat udara di tenggorokan seolah tercekat.Axel sontak menoleh, raut wajahnya mendadak berubah salah tingkah. Ia melirik sekilas ke arah Tuan Xin dan Xin Yi yang duduk di sofa tepat di depan kami. Mungkin ia merasa tidak enak jika harus berdebat masalah pribadi di hadapan tamu terhormat."Ntar gue jelasin sama lo ya, Kay..." jawab Axel singkat dengan suara tertahan, mencoba menenangkanku lewat tatapan matanya.Namun, kalimat penenang itu justru bagaikan bensin yang disiramkan ke atas bara api. Di dalam dadaku, batin dan perasaanku seketika berkecamuk hebat, meronta dalam kepedihan yang luar biasa. Jadi begitu? Setelah dia sembuh total, setelah kakinya kembali normal dan bisa berlari, dia bisa dengan mudahnya memutuskan untuk pulang ke Indrata?Kekecewaan pekat menghantam batinku tanpa ampun. Aku merasa Axel adalah pria paling egois di

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status