Share

Bab 128

Penulis: Millanova
last update Tanggal publikasi: 2026-05-26 21:32:44

Waktu berlalu begitu cepat ketika diisi dengan obrolan ringan. Kukuh melirik jam di pergelangan tangannya yang kini sudah menunjukkan pukul setengah dua belas siang.

(Wah, aku harus segera bersiap-siap,) batin Kukuh, teringat janji jalan bersamanya dengan Ratih untuk melihat pameran perhiasan nanti siang “ pak Pri saya tak siap - siap dulu”..

Kukuh melangkah masuk ke kamarnya, membuka lemari pakaian yang isinya tidak terlalu banyak. Matanya menyapu deretan baju sebelum akhirnya tertuju pada seb
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • OB - Sang Pewaris Rajah Terkuat   Bab 255

    "Sayang sekali..."Gumam pelan itu memotong makian Clarissa. Suaranya terdengar sangat polos dan nyaris seperti bisikan, namun anehnya mampu membelah ketegangan di ruang makan utama mansion Cokro yang luas tersebut.Kukuh masih menunduk sambil memegang nampan kosong. Ia tidak memohon ampun atau menunjukkan kepanikan seperti pelayan pada umumnya. Ia justru menghela napas pelan, menatap lurus ke perhiasan di dada wanita itu dengan raut wajah prihatin yang dibuat-buat."Nona Clarissa marah-marah karena gaun yang sangat mahal," lanjut Kukuh dengan nada tanpa dosa. "Padahal Tuan Dion baru saja ditipu habis-habisan oleh kolektor itu. Safir hitam yang Nona banggakan itu ternyata cuma barang tambalan."Hening.Ruang makan utama bergaya Eropa klasik itu mendadak senyap. Wajah Clarissa yang tadinya merah padam karena amarah, kini berkerut bingung.Dion mendengus kasar, memaksakan sebuah tawa arogan yang terdengar sumbang. "Apa kau bilang, gembel?! Kau pikir asisten rendahan sepertimu tahu apa s

  • OB - Sang Pewaris Rajah Terkuat   Bab 254

    Kekacauan di ruang makan perlahan mulai mereda setelah Clarissa dan Dion meninggalkan ruangan dengan wajah menahan malu dan amarah. Para pelayan lain segera bergegas masuk dengan lap dan alat pel, membantu membersihkan tumpahan air es dan memunguti pecahan gelas kristal yang berserakan di atas lantai marmer.Ratih masih berdiri di samping kursi kehormatan. Tangannya dengan lembut dan penuh perhatian mengusap punggung neneknya yang mulai bernapas dengan normal."Eyang sudah tidak apa-apa?" tanya Ratih dengan nada khawatir yang tulus, memastikan sisa-sisa energi negatif itu tidak lagi menyakiti sang matriark.Sang Eyang menarik napas panjang. Rongga dadanya yang beberapa menit lalu serasa tercekik, kini terasa jauh lebih longgar dan segar."Sudah tidak apa-apa, Tih. Tiba-tiba saja Eyang langsung enakan," jawab Eyang Putri dengan suara yang masih sedikit serak. Mata rentanya yang tajam kemudian melirik ke arah Kukuh yang sedang berjongkok memunguti serpihan kaca dalam diam. "Dan ini... k

  • OB - Sang Pewaris Rajah Terkuat   Bab 253

    "Kalian semua benar-benar harus menyempatkan diri mampir ke resor terbaru yang baru saja diresmikan Dion di Seminyak bulan lalu. VVIP lounge-nya didesain khusus oleh arsitek dari Milan. Tentu saja, pelayanan untuk keluarga sendiri pasti akan kami bedakan," suara Clarissa mengalun dengan nada merdu yang sengaja ditinggikan, memastikan setiap pasang telinga menangkap pameran kesuksesannya."Ah, tentu saja, Cla. Nanti paman dan bibi atur jadwal ke Bali kalau urusan bisnis di Jakarta sudah beres," sahut salah satu kerabat dengan senyum basa-basi yang kental akan formalitas."Iya, lagipula Dion kan memang selalu punya selera yang tinggi," timpal kerabat lainnya menyanjung.Ruang makan utama mansion Keluarga Cokro siang itu dipenuhi oleh keriuhan yang elegan. Ruangan raksasa bergaya klasik Eropa tersebut memancarkan kemewahan dari setiap sudutnya. Sebuah meja kayu mahoni panjang yang bisa menampung tiga puluh orang membentang di tengah ruangan, dihiasi oleh peralatan makan perak dan gelas k

  • OB - Sang Pewaris Rajah Terkuat   OFF hingga tanggal 17

    Untuk pembaca saya, update akan OFF hingga tanggal 17 dan akan di update lagi di tanggal 18 Terimakasih.

  • OB - Sang Pewaris Rajah Terkuat   Bab 252

    Jumat pagi menjelang akhir pekan, kediaman utama Keluarga Cokro sudah sibuk sejak matahari baru saja terbit. Arisan Keluarga Besar yang diadakan setiap dua tahun sekali ini bukanlah sekadar ajang silaturahmi, melainkan medan pamer kekayaan dan unjuk gigi bagi seluruh cabang silsilah keluarga konglomerat tersebut.Berbagai mobil mewah mulai berbaris memasuki pelataran rumah. Para kerabat jauh, paman, bibi, hingga sepupu-sepupu Ratih yang menetap di luar kota mulai berdatangan untuk menginap.Kukuh, yang menyadari posisinya di mata keluarga besar, memilih mengenakan kemeja rapi yang sederhana. Ia berdiri di dekat pilar garasi bersama Pak Supri, membantu mengarahkan barang bawaan para tamu agar tidak menghalangi jalan.Tak lama kemudian, sebuah sportscar Eropa berwarna merah menyala dengan suara mesin yang memekakkan telinga memasuki pelataran. Pintu mobil terbuka ke atas. Dari kursi penumpang, turunlah Clarissa sepupu Ratih dari cabang keluarga kedua yang terkenal paling suka mencari pe

  • OB - Sang Pewaris Rajah Terkuat   Bab 251

    Malam harinya, setelah hiruk-pikuk aktivitas siang yang melelahkan, Kukuh menepati janjinya kepada Pak Supri. Berbekal pakaian kasualnya yang sederhana, Kukuh menemani sopir paruh baya itu menyusuri keramaian Pasar Loak.Lampu-lampu bohlam kuning yang temaram menerangi deretan lapak yang digelar di atas terpal plastik. Udara malam dipenuhi oleh aroma debu, karat, dan suara musik dangdut dari radio usang para pedagang. Pak Supri tampak sangat antusias, matanya berbinar-binar saat ia berjongkok di salah satu lapak untuk menawar sebuah radio kayu antik peninggalan era 80-an."Kuh, kamu lihat-lihat saja dulu di sekitar sini. Bapak mau adu tawar sama pedagang ini, kayaknya radionya masih bisa bunyi!" seru Pak Supri tanpa menoleh, terlalu fokus pada barang buruannya."Siap, Pak. Saya muter di dekat-dekat sini saja," balas Kukuh santai.Kukuh melangkah pelan meninggalkan Pak Supri. Tangannya masuk ke dalam saku jaket. Di tengah tumpukan barang rongsokan dan barang antik palsu yang membanjiri

  • OB - Sang Pewaris Rajah Terkuat   Bab 90

    Mendengar jawaban Kukuh yang bernada menantang, raut wajah sang Kyai seketika mengeras. Matanya berubah memerah, kilat amarah memancar seolah ia sedang menahan hinaan telak dari seorang gembel yang tak tahu diri. Harga dirinya sebagai "orang pintar" langganan konglomerat merasa diinjak-injak."Jang

  • OB - Sang Pewaris Rajah Terkuat   Bab 88

    Di dalam lift VVIP yang meluncur turun, Kukuh melirik Pratiwi yang berdiri tegak di sebelahnya.Perempuan itu menatap lurus ke pintu lift yang tertutup sikap tubuhnya profesional, ekspresinya netral. Tetapi ada sesuatu di caranya berdiri di sini, di sebelah Kukuh, yang terasa berbeda dari cara seor

  • OB - Sang Pewaris Rajah Terkuat   Bab 71

    Tetesan darah segar dari hidung Nyonya Dian baru saja diusap kasar menggunakan tisu kotor yang ada di atas meja. Udara di dalam warung makan yang sempat mencekik perlahan kembali normal. Namun, keheningan yang tercipta bukanlah keheningan tanda menyerah.Sesaat setelah syok akibat pantulan energiny

  • OB - Sang Pewaris Rajah Terkuat   Bab 64

    Tanpa jeda sedetik pun, Adiwangsa yang raganya telah sepenuhnya dibajak oleh iblis itu membungkuk. Dengan satu sentakan kasar, ia merenggut Kukuh yang terikat kaku dan melemparkan tubuh berotot itu ke atas bahunya. Tenaganya gila mustahil dimiliki oleh pria paruh baya yang ototnya termakan usia. Di

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status