Compartir

Membuatku gemas

Autor: Rentya Karin
last update Fecha de publicación: 2021-07-26 10:47:43

Setelah selesai makan, mereka bertiga keluar dari restauran tersebut, mereka berjalan menuju parkiran mobil." Kak kita mau kemana lagi?" tanya Amara kesal karena Vino tidak jadi datang. Bukan tidak jadi, melainkan Alex tidak memperbolehkan Vino datang ke restauran tersebut. Sungguh membuat Amara kesal setengah mati. 

"Kita pulang saja, soalnya kakak ada pemotretan jam 5 sore." Kirana menjawab sambil memainkan ponselnya." Sayang anterin aku ke tempat pemotretan ya." Kirana mengali

Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   17 hal yang menyakitkan

    Pukul delapan kurang lima menit. Amara tiba di taman dekat danau.Udara pagi terasa sejuk. Beberapa orang terlihat sedang berolahraga, sementara pasangan lanjut usia berjalan santai di sepanjang jalur setapak.Amara mengedarkan pandangan, mencari sosok Vino.Laki-laki itu sudah berada di sana. Ia berdiri di dekat bangku kayu, mengenakan kemeja biru tua dengan lengan yang digulung hingga siku. Begitu melihat Amara, Vino langsung melambaikan tangan."Baby!"Amara tersenyum kecil, lalu menghampirinya. "Kamu udah lama?""Baru aja." Vino mengecup keningnya seperti biasa. Namun, kali ini Amara justru merasa ada sesuatu yang berbeda.Vino tidak tersenyum selebar biasanya. Wajahnya terlihat tegang, bahkan ketika ia berusaha bersikap santai."Kamu kenapa?" tanya Amara."Nggak kenapa-kenapa.""Terus kenapa ngajak ketemu pagi-pagi begini? Semalam kamu ngomongnya serius banget sampai aku kepikiran terus."Vino menarik napas panjang. "Duduk dulu, yuk."Mereka duduk berdampingan di bangku kayu. Unt

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   16 ada sesuatu, mencurigakan

    Di kediaman Alex."Jadi, perempuan ini siapa?"Alex duduk di balik meja kerjanya. Di hadapannya terdapat beberapa lembar foto yang baru saja dicetak Anton.Salah satu foto memperlihatkan Vino sedang berada di sebuah restoran bersama perempuan berambut panjang. Perempuan itu mengenakan gaun hitam, sementara Vino duduk di sampingnya dengan posisi yang terlalu dekat untuk sekadar disebut teman.Foto berikutnya memperlihatkan Vino menggenggam tangan perempuan tersebut.Dan foto terakhir membuat Alex tersenyum miring.Vino mencium kening perempuan itu sebelum mereka masuk ke sebuah mobil."Namanya Selena, Bos," jawab Anton. "Dia sudah mengenal Vino selama kurang lebih delapan bulan. Mereka beberapa kali terlihat bersama, termasuk ketika Vino masih menjalin hubungan dengan Amara."Alex mengangkat alis."Delapan bulan?""Benar, Bos."Alex menyandarkan tubuhnya ke kursi.Artinya, hubungan Vino dengan perempuan itu sudah berlangsung cukup lama. Bahkan sebelum dirinya mulai memperhatikan Amara

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   15 tidak sebaik yang ia kira

    Pagi itu Amara terbangun ketika sinar matahari mulai masuk melalui celah tirai kamarnya. Ia mengerjapkan mata beberapa kali sebelum meraih ponsel yang tergeletak di samping bantal. Hal pertama yang dilihatnya adalah pesan dari Kirana semalam. Kirana [Aku nggak akan bilang kenapa. Tapi kamu harus lebih hati-hati, Mar.] Amara kembali membaca pesan itu. Entah kenapa, semakin dibaca, semakin besar rasa penasarannya. Ia sempat mengetik balasan, tetapi kemudian menghapusnya lagi. "Kalau memang ada sesuatu, kenapa Kak Kirana nggak ngomong langsung? Apa jangan-jangan dia cuma mau bikin aku curiga sama Vino?" Amara menggeleng pelan. "Nggak mungkin. Kak Kirana memang menyebalkan, tapi selama ini dia nggak pernah ikut campur urusan hubunganku sama Vino." Ia meletakkan ponselnya, kemudian beranjak dari ranjang untuk bersiap-siap. Hari ini ia harus bertemu Vino. Laki-laki yang sudah menjadi kekasihnya selama hampir dua tahun itu tiba-tiba mengajaknya bertemu untuk membicarakan hubungan mer

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Perasaan tidak enak

    Sementara itu, Amara masih duduk di ruang tengah rumah keluarga Dewantara. Tatapannya kosong menatap pintu yang baru saja ditutup oleh Kirana. Ia menggigit bibir bawahnya pelan, perasaannya tidak enak. "Kenapa tatapan kak Kirana aneh banget hari ini? Biasanya dia memang suka menyuruh-nyuruh aku, tapi tidak pernah segitu... menyeramkannya." Gumam Amara di iringi dengan helaan nafas kasarnya. Disaat Amara sedang bergelut dengan pikirannya, tiba-tiba saja ponselnya bergetar di atas meja. Sebuah pesan masuk dari Vino. Vino [Aku udah di rumah, kamu baik-baik aja kan baby? Kirana gak ngomel banyak kan?] Amara menghela napas. Ia tersenyum kecil lalu membalas. Anda [Aman, cuma tatapannya hari ini kayak tatapan pembunuh. Gak ngerti juga dia kenapa.] Setelah mengirim pesan itu, Amara menatap ke sekeliling ruangan. Tiba-tiba tubuhnya menggigil pelan. Ia merasakan ada sesuatu yang akan terjadi. Sesuatu yang buruk. Tapi ia tidak tahu dari mana datangnya perasaan itu. "Sial! kenap

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Apa kamu mencintai Vino

    Amara menatap kakak sepupunya bingung, ia tidak mengerti mengapa Kirana menatapnya dengan tatapan tajam seolah_olah Amara sudah melakukan kesalahan yang besar."Kenapa kak Kirana menatapku seperti itu? Apa aku sudah melakukan kesalahan yang besar terhadap kak Kiran? Tapi kayaknya enggak deh, aku kan cuma minta izin pulang malam doang. Dan tadi kak Kiran juga udah menyetujuinya."Cerocos Amara sambil menatap Kirana meminta jawaban. "Kamu memang sudah melakukan kesalahan besar Amara. Kamu sudah membuat Alex mencintaimu dan berusaha untuk menggagalkan pernikahan ini. Kenapa Alex harus jatuh cinta padamu Amara, kenapa? Kenapa?" Kirana berucap dalam hatinya, tatapannya yang tajam tidak pernah lepas dari wajah cantik Amara. "Hellooo... Kak Kirana, aku lagi bertanya loh. Kenapa kakak diam saja?"Amara kembali mengeluarkan suaranya. Ia semakin penasaran dengan tatapan mata Kirana yang semakin menjam bagaikan pisau belati. Mengerikan.

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Aku menicintainya

    Dasar nyebelin, masa cuma balas ok doang."Gerutunya pelan, namun masih dapat di dengar oleh Alex. "Siapa?"Tanya Alex tanpa menoleh ke arah Kirana. "Emm itu Amara, dia bilang, dia akan pulang malam, jadi dia minta ..." "Terus kamu izinkan?"Potong Alex dengan tangan yang menggenggam erat setir kemudinya. "Iya, aku izinkan dong sayang, katanya dia mau kumpul sama sahabatnya." "Kenapa kamu izinkan? Kalau terjadi sesuatu sama dia bagaimana?" "Eh tapi dia bilang mau kumpul sama sahabatnya, jadi a..." "Kalau sahabatnya jahat bagaimana?"Potong Alex dingin membuat Kirana seketika diam membeku di tempatnya."Sekarang ini, banyak manusia jahat yang menyerupai sebagai sahabat, kamu sebagai sepupunya, harusnya kami melarang dia Kirana, bukan malah mengizinkannya."Ucapnya kembali dengan nada yang lebih dingin di bandingkan sebelumnya. "Tapi aku sudah kenal kok sama sahabat_sahabatnya Amara sayang, aku yakin mereka bukan or

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status