Home / Romansa / Obsesi Gila Mantan Suamiku / Bab 46. Tak Menyadarinya

Share

Bab 46. Tak Menyadarinya

Author: Sayap Ikarus
last update publish date: 2026-06-29 22:44:07

Ane menjejakkan kaki pertama kalinya di halaman sebuah bangunan besar yang megah tanpa sambutan. Keluarganya memang keturunan bangsawan, tapi setelah waktu berlalu dan kehidupan modern menggerus banyak tradisi, perlakuan orang-orang terhadap keturunan bangsawan tak lagi sekaku dulu.

Perjalanan panjang yang harus Ane tempuh menggunakan pesawat dan tanpa asisten membuat Ane sedikit kewalahan. Apalagi ia belum pernah naik pesawat selama hidupnya. Jadi, saat pintu utama dibuka untuknya, Ane langsun
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Obsesi Gila Mantan Suamiku   Bab 83. Sama-Sama Sakit

    "Bajunya Dokter Rein," kata Ane jujur. Aldric tampak tersenyum pias, setelah mereka perang dingin cukup lama, berbaikan tanpa bertemu, kini ada fakta baru yang cukup mengejutkan baginya. Matanya menatap lekat Ane, hilang percaya. "Tiga hari belakangan aku sakit, kamu tau sendiri kalau tubuhku lemah. Dokter Rein yang bantu periksa kondisiku dan mantau selama ini. Aku dan Tante Ery udah nyoba hubungin kamu tapi nggak ada tanggapan," urai Ane masuk akal. "Kenapa nggak WA, bilang kalau kamu sakit?" desis Aldric sedikit kecewa."WA pun kamu abaikan, Al," Ane membuang nafas kasar. "Aku udah berusaha buat membuka akses ke kamu, tapi kayaknya emang susah ya?" "Jadi kamu lari ke cowok lain?" tanya Aldric langsung menghakimi Ane. "Iya, aku lari ke Dokter Rein," sahut Ane bernada muak. "Lari ke dia kayak yang ada dalam bayanganmu!" sengalnya. Aldric diam, pandangannya tajam ke arah Ane, sorotnya bak menyimpan ribuan kata makian tapi tak bisa ia ungkapkan. Pun Ane dengan air mata yang menga

  • Obsesi Gila Mantan Suamiku   Bab 82. Kecurigaan Aldric

    Ane menatap ke luar jendela, pandangannya nanar. Ia tidak mengepak barang, tidak akan ada yang ia bawa menjelang kepulangannya ke Amsterdam. Sofia sudah memberi kabar bahwa ia sudah menemukan tempat yang cocok untuk tempat tinggal sang nona, tanpa gangguan, tempat nyaman impian Ane. "Tuan Besar murka?" gumam Ane menoleh Tante Ery. "Sedikit, tapi setelah pengalihan aset, semua aman," jawab Tante Ery. "Ne, kamu yakin nggak nyisain satu pun?" tanyanya serius. Ane mengangguk, "Aku nggak mau dilacak sama Rein," jawabnya mantap. "Kasih tau aku kalau dia nikah sama Gisel ya Tan, dan jangan bicara apapun sama Aldric. Malam ini, aku bakalan mutusin dia," lanjutnya. "Apa harus begini, Ne? Pak Rein juga menginginkan kamu, kalian bisa menikah dan membesarkan anak kalian dalam satu keluarga bahagia," desis Tante Ery tak habis pikir. "Tant," Ane mendesah lelah. "Menurutmu dia bakalan begitu? Baik terus ke aku? Udah seharian ini dia nggak datang, padahal dia janji bakalan ke sini lagi secepatny

  • Obsesi Gila Mantan Suamiku   Bab 81. Tetap Disisiku

    "Ampun Meneer, aku tidak bohong," Ane meronta ingin melepaskan diri, tapi cengkeraman Rein terlalu kuat pada rambutnya. "Meneer bisa bertanya pada Leli, aku benar-benar tidak menemui Aldric," erangnya. "Terlalu banyak suara sumbang yang masuk ke telingaku mengenai hubunganmu dengan pedagang bajingan itu!" sambar Rein bernada marah. "Jika kamu tahu apa yang sudah dia dan keluarganya lakukan terhadapmu, kamu tidak akan sudi bahkan untuk sekadar memikirkannya!" geramnya penuh emosi."Aku tidak akan menemuinya lagi dan berhentilah membawa-bawa dia dalam tuduhanmu, Meneer," mohon Ane. "Yanto!""No, kumohon Rein, jangan kurung aku di bawah sana, kumohon!" teriak Ane panik."Kuberitahu satu hal," Rein menempelkan pipinya di pipi Ane, "aku begini agar kamu tidak mati disiksa ibuku," bisiknya serius, tapi tanpa belas kasihan. "Meneer!" Ane berusaha melepaska diri saat Yanto menarik rambutnya paksa. "Hei Yanto!" panggilan Rein menghentikan langkah Yanto di ambamg pintu. "Dia istriku, sekali

  • Obsesi Gila Mantan Suamiku   Bab 80. Masih Sama Sejak Awal

    "Masih punya energi?" bisik Rein mengecup mesra telinga Ane, embusan nafasnya hangat menyapu tengkuk sang nona. "Aku harus minum obat," kata Ane sengaja menghindar, bukan ia tak ingin, hanya saja, bercinta saat ini bisa membahayakan janinnya."Oke," Rein menjauhkan wajahnya dari Ane, ditatapnya sebentar perempuan yang penuh dengan misteri ini. Ia yang begitu tunduk dan tidak bisa meninggalkannya. "Mana obatnya?" "Tolong ambilin aja air putihnya lagi," pinta Ane. Hanya mengangguk, Rein beranjak ke dapur. Secepatnya Ane mengambil obat miliknya, mengupas satu per satu, dan menggabungnya agar Rein tak melihat. Ia yakin, jika Rein tahu jenis obat yang diminumnya, Rein akan menyadari bahwa ia tengah hamil. "Rein," Ane menghela nafas panjang saat Rein kembali dari dapur. "Jangan bilang apapun ke Aldric soal kita ya," pintanya. "Kamu setakut itu ditinggalin Aldric kalau dia sampai tau selingkuhanmu itu aku?" Rein tertawa gamang. "Aku nggak mau dia ngeliat kamu dengan citra jelek.""Ngga

  • Obsesi Gila Mantan Suamiku   Bab 79. Menginginkanmu

    "Kalau Tuan Besar De Wit menentang? Rein ...," Ane memberi jeda pada kalimatnya. Ia tatap Rein dalam, "kita nggak mungkin menikah," ucapnya lirih. "Kenapa? Takut kamu bakalan mati diracun lagi?" tantang Rein. Ane mengangguk, "Aku hidup lagi kan bukan untuk mengulang deritaku di masa lalu," katanya. "Aku bakalan membahagiakanmu, Ariane!""Siapa yang bisa menjamin?" "Aku yang bakalan menjamin!" "Nggak bisa Rein, aku nggak bisa percaya sama kamu," elak Ane penuh keraguan.Rein tertegun, "Tapi kamu mau kutiduri, Mevrouw," desisnya terpukul."Mau bukan berarti percaya kan?" Ane mengusap lembut pipi Rein, "aku siap nanggung resikonya, artinya, aku nggak percaya 100 persen sama kamu.""Jadi, selamanya kita bakalan begini?" Ane membasahi bibirnya sebentar, "Kalau kubilang sampai aku bosan, kamu marah nggak?" tanyanya. Rein tak langsung bereaksi, ia duduk di sisi ranjang Ane, diusapnya lembut kepala perempuan yang sudah mengisi seluruh hati dan kepalanya. Rein tahu, mungkin saja Ane mem

  • Obsesi Gila Mantan Suamiku   Bab 78. Tekad Seorang Rein

    "Kenapa ngide bawa sop ayam seger gini, tau aja aku lagi pilih-pilih makanan banget," gumam Ane sambil serius mengunyah sup ayam bumbu rempah yang disuapkan Rein untuknya. "Kamu kan sempat muntah, pasti nggak enak banget rasa perutmu," balas Rein. "Aman kan kalau kuah ini? Nggak bikin mual?" tanyanya. "Aman banget, enak," puji Ane senang. "Enak karena disuap suami?" canda Rein. "Iya kayaknya," Ane nyengir cantik, terlihat manja. "Gimana trauma center? Aman kan?" "Rada sibuk, ruang VIP ditambah, sekarang aku minta orang buat ngurus pembagian tugas dokter. Kita mau rekruitmen lagi untuk tambahan untuk support home visit," terang Rein. "Semoga makin berkembang pesat," harap Ane tulus. "Semua yang kamu rencanakan dan rancang bisa berjalan lancar," tambahnya. "Kamu kapan-kapan harus ikut jemput pasien naik heli, biar tau gimana adrenalinmu terpacu sampai titik paling tinggi.""Kalau nggak muntah-muntah duluan kali ya," sahut Ane. "Udah, aku kenyang banget. Kamu mau ke rumah sakit la

  • Obsesi Gila Mantan Suamiku   Bab 3. Terulang?

    "Udah bangun?" satu wajah ayu dengan senyum indah menyambut pandangan Ane saat membuka mata. "Keracunan dan gampang pingsan, apa sih yang lagi kamu pikirin, Ane?" tanyanya bernada mengomel. "Aku masih hidup?" gumam Ane lirih, masih belum bisa menguasai dirinya 100 persen. "Kenapa aku tidak mati da

  • Obsesi Gila Mantan Suamiku   Bab 2. Ternyata Belum Berakhir

    "Haaaft!" Ane membuka matanya lebar-lebar, terbangun dalam satu hentakan kuat dan tarikan yang sangat keras dan tidak nyaman. Nafasnya terasa sesak, tapi masih bisa ia usahakan, ia terengah bak seusai berlari sangat jauh dan kencang. Tubuhnya menggigil parah, dadanya terasa bak ditusuk oleh belati

  • Obsesi Gila Mantan Suamiku   Bab 5. Cinderalla is Dead

    Plak!! Tamparan Ane sukses mendarat di pipi Rein tepat saat pagutan mereka berhasil terlepas. Rein menjauhkan wajahnya, sementara Ane terengah, nafasnya tersengal. Air mata mengalir di pipinya, kesakitan masa lalunya membayang begitu kentara. "Apa mati nggak membuatku bisa melepaskan diri darimu?

  • Obsesi Gila Mantan Suamiku   4. Selamat Berjumpa Masa Lalu

    Seseorang berdiri di sana, di ambang pintu kamar perawatan Ane sambil menyimpan kedua telapak tangannya di saku celana. Rambut platinum blonde pucat dan wajah khas bermata abu yang sangat familiar. Pun dengan ekspresi wajah dingin bak kutub utara, menatap Ane tanpa suara. Lelaki ini melangkah masuk

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status