Share

Bab 6 Kana dan Alasannya

Kana tidak tau sudah berapa lama waktu telah berlalu, ingatan terakhirnya adalah bagaimana ayahnya yang mendesah puas saat akhirnya mencapai klimaks. Kana menatap ke arah jendela, langit sudah berubah jingga. Sepertinya dia telah tertidur seharian ini, setelah energinya terkuras habis.

"Sakit sekali." Ucap Kana sambil berusaha untuk duduk.

Cairan putih kental perlahan mengalir keluar di antara kedua pahanya, air mata mengalir saat melihat tubuhnya sendiri penuh tanda merah yang dibuat oleh sang ayah pagi tadi. Kana menarik selimut dan membungkus tubuhnya dengan erat, kilas balik perlakuan cabul dari sang ayah memenuhi benak gadis itu.

Lalu dengan kaki yang gemetar, Kana berjalan menuju kamar mandi. Ia mengguyur tubuhnya dan juga menggosoknya dengan kuat, berharap jejak menjijikkan yang ditinggalkan ayahnya bisa hilang. Setelah hari itu, sudah seperti kebiasaan rutin yang harus dilakukan Kana terus melakukan hal itu bersama ayahnya di bawah paksaan. Hingga suatu ketika.

"Ah, tolong berhenti. perut ku sakit, ayah." Ucap Kana mengeluh saat lagi-lagi sang ayah menyetubuhinya.

Namun, seakan tuli pria itu terus menggoyang pinggulnya. Tubuh Kana terlonjak-lonjak saat ritme hentakan semakin cepat.

"Ayah." Panggil Kana dengan suara yang serak.

Suara desahan dan ringisan pilu dari Kana memenuhi ruangan, bahkan saat suara pintu yang terbuka terdengar pun aktivitas sex itu terus berlanjut. Sepenuhnya mengabaikan sosok yang baru saja datang dan menonton aksi tak senonoh itu dengan mata melotot.

"Kana !" Sebuah suara berat diikuti bunyi benda jatuh membuat Kana terkejut.

Di sana, Theo berdiri di ambang pintu dengan wajah terkejut. Melihat adegan tak senonoh yang dilakukan oleh ayahnya terhadap adiknya, membuat amarah Theo memuncak.

"Dasar biadab !" Teriak Theo sambil berjalan mendekat.

Theo melihat botol minuman dan langsung menyambarnya, tanpa ragu ia memukul kepala ayahnya dengan botol itu. Kana yang melihat hal tak terduga itu memekik ketakutan, ia mundur ke arah pojok ruangan dan menangis tersedu-sedu. Seakan kehilangan rasionalitasnya, Theo menusukkan botol yang sudah pecah itu ke arah perut ayahnya berulang kali.

"Apa yang kau lakukan pada adikku ? Dasar brengsek! Kau binatang! Apa tak cukup kau menyiksa ibu ku selama ini? Ibu mati karena mu!" Teriak Theo histeris.

"Kakak." Panggil Kana dengan suara mencicit.

Theo seakan di sadarkan diri pada tindakan brutalnya, ia memandang tangannya yang sudah berlumur darah. Theo menatap tubuh ayahnya yang kejang dan sekarat di penuhi darah. Semua terjadi hanya dalam hitungan menit hingga akhirnya pria itu diam tak bergerak.

Theo yang tau ayahnya sudah tewas jatuh berlutut dengan putus asa dan membenturkan keningnya ke lantai, tangis remaja itu pecah dan meraung memenuhi ruangan yang kini dipenuhi cipratan darah.

Kana merangkak mendekat ke arah kakaknya yang bersimpuh di samping jasad sang ayah, ia mencoba menghentikan Theo yang menjambak rambutnya dengan memeluk tubuh remaja itu. Suara tangisan menjadi satu-satunya yang terdengar, kakak beradik itu menangis dengan pilu dalam pelukan rapuh satu sama lain.

Theo memandang wajah tidur adiknya yang dipenuhi lebam kebiruan, tangannya mengusap kepala Kana dengan lembut. Keluarganya hancur berantakan. Ibunya meninggal, ayahnya pecandu, adiknya menjadi korban kekerasan seksual dan kini dirinya menjadi pembunuh.

"Aku sudah membunuh ayahku sendiri." Ucap Theo sambil memeluk lututnya sendiri.

Theo dengan langkah yang tak stabil pergi meninggalkan Kana yang tertidur. Dengan pandangan mata linglung, Theo mengikuti kemana langkah kakinya bergerak.

Tanpa tujuan.

....

Suga mengusap kepala Kana yang menangis tersedu-sedu, setelah bercerita hampir lebih 1 jam tentang kisah pilu yang berakhir membuat sang kakak harus menanggung nama si pembunuh.

"Jadi, alasan mengapa kamu menolak wawancara dari detektif, karena khawatir kakak mu justru mengalami hal yang lebih berat." Ujar Suga.

Kana mengangguk. "Aku akan lebih senang jika kakak melarikan diri. Dengan begitu rasa bersalahku tidak akan sebesar ini."

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status