Share

Bab 105

Author: Caca
last update publish date: 2026-09-30 06:27:48

Penyesalan Terlambat

Elio menatapnya lama. Tatapan keponakannya itu dipenuhi gabungan antara kepahitan, kejujuran, dan empati yang amat dalam—sebuah tatapan dari seseorang yang tahu betul betapa hancurnya kebenaran ini bagi paman yang selalu merasa memegang kendali atas segalanya.

"Karena itu bukan hakku," jawab Elio pelan. Suaranya terdengar datar namun sarat akan penekanan yang menusuk. "Aixa sendiri yang memohon padaku untuk merahasiakannya darimu. Dia tidak ingin anak itu dibesarkan di li
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Obsesi Terlarang Menikah Kontrak Dengan Pama   Bab 105

    Penyesalan Terlambat Elio menatapnya lama. Tatapan keponakannya itu dipenuhi gabungan antara kepahitan, kejujuran, dan empati yang amat dalam—sebuah tatapan dari seseorang yang tahu betul betapa hancurnya kebenaran ini bagi paman yang selalu merasa memegang kendali atas segalanya. "Karena itu bukan hakku," jawab Elio pelan. Suaranya terdengar datar namun sarat akan penekanan yang menusuk. "Aixa sendiri yang memohon padaku untuk merahasiakannya darimu. Dia tidak ingin anak itu dibesarkan di lingkungan keluarga Castello yang dingin dan penuh manipulasi. Dia ingin menyembunyikan buah hatinya dari pria yang telah menghancurkan hatinya." Fernando merasa kerongkongannya tersumbat parah. Rasa bersalah yang merayap di dadanya terasa begitu pekat, seolah membakar setiap pasokan oksigen yang berusaha ia hirup. "Sejak kapan kau tahu?" tanya Fernando. Suaranya bergetar hebat, kehilangan seluruh nada wibawa yang selama bertahun-tahun menjadi ciri khasnya. "Aku mendengarnya secara tidak sengaj

  • Obsesi Terlarang Menikah Kontrak Dengan Pama   Bab 104

    Rahasia Terbesar Elio langsung membeku. Kalimat yang baru saja terlontar dari mulutnya seakan memotong aliran udara di dalam dada Elio sendiri. Bibirnya mengatup rapat, dan sepasang matanya melebar saat menyadari keputusasaan atas kecerobohannya. Sial. Ia terlambat menyadari ucapannya. Rahasia yang selama ini ia simpan rapat-rapat di dalam sudut sanubari yang paling dalam—sebuah kebenaran mengerikan yang ia swore untuk membawanya sampai ke pengasingan—kini telah terlepas begitu saja di tengah keriuhan dingin ruang tunggu VIP bandara. Tatapan Fernando berubah tajam. Datar dan dingin yang biasa menyelimuti wajah kepala keluarga Castello itu menghilang seketika, berganti menjadi sorot mata berbahaya yang sarat akan kecurigaan, ancaman, dan kepanikan liar yang mulai meletup. "Elio." Suara Fernando bergetar rendah, mengandung tekanan penuh intimidasi yang sanggup membekukan darah siapa pun yang mendengarnya. Elio mengalihkan pandangan. Ia memalingkan wajahnya ke arah jendela

  • Obsesi Terlarang Menikah Kontrak Dengan Pama   Bab 103

    Kebenaran yang Terungkap Kenangan demi kenangan berkelebat di benak Elio. Bayangan masa lalu menari-nari di ingatan Elio seperti potongan rol film tua yang menyiksa. Ia teringat hari pertama perempuan itu menginjakkan kaki di kediaman utama keluarga Castello. Di tengah kemewahan yang berdingin salju dan tatapan tajam nan sinis dari setiap anggota keluarga, Aixa berdiri dengan keteguhan yang langka. Saat pertama kali melihat Aixa tersenyum tulus meskipun diperlakukan dingin oleh keluarga Castello, Elio tahu ada sesuatu yang berbeda dari perempuan itu. Senyum itu tidak memiliki kepalsuan—sebuah hal yang sangat asing di dalam lingkaran sosial mereka yang dipenuhi topeng keserakahan. Saat perempuan itu diam-diam membantunya melewati masa sulit. Ketika Elio terpuruk akibat kegagalan proyek pertamanya dan dijauhi oleh seluruh paman serta sepupunya, hanya Aixa yang menyeduhkan teh hangat, duduk di sampingnya dalam diam, dan membisikkan kata-kata penyemangat tanpa menuntut imbalan apa

  • Obsesi Terlarang Menikah Kontrak Dengan Pama   Bab 102

    Pengakuan Elio Beberapa orang di sekitar mulai melirik ke arah mereka. Ketegangan yang memancar kuat dari sudut ruang tunggu VIP itu terlalu menusuk untuk diabaikan. Pasangan pengusaha yang duduk tak jauh dari sana menghentikan obrolan bisik-bisik mereka, sementara petugas bandara yang bertugas di area bar hanya bisa menelan ludah, bingung apakah harus campur tangan atau berpura-pura tidak melihat percekcokan dua pria berpengaruh dari keluarga Castello tersebut. Namun Elio tidak peduli. Dunia di sekitarnya seolah menguap, meninggalkan hanya dirinya dan sosok paman yang selama ini ia segani sekaligus ia takuti. Rasa takut itu telah lenyap sepenuhnya, berganti menjadi keberanian nekat yang dipicu oleh rasa sakit hati dan penyesalan yang membakar dada. "Selama ini aku selalu menghormatimu," lanjutnya, suaranya kini terdengar lebih bergetar namun sarat akan penekanan yang dalam. "Kau membesarkanku. Kau memberiku tempat di keluarga ini. Kau mengajariku cara mengelola bisnis, cara b

  • Obsesi Terlarang Menikah Kontrak Dengan Pama   bab 101

    Pengasingan di Bandara Bandara internasional tampak sibuk seperti biasa. Di balik dinding-dinding kaca tebal yang menjulang tinggi, kesibukan dunia seolah bergerak tanpa henti. Suara pengumuman penerbangan bergema secara bersahut-sahutan dalam berbagai bahasa, bercampur dengan derak roda koper di atas lantai marmer yang mengkilat, riuh rendah langkah kaki, serta isak tangis perpisahan dan tawa kehangatan dari orang-orang yang saling memeluk. Ada yang bersiap menjelajahi dunia, ada yang kembali ke pelukan keluarga, dan ada pula yang terburu-buru mengejar jadwal penerbangan mereka. Semua orang bergerak menuju takdir masing-masing dengan membawa harapannya sendiri. Namun di salah satu ruang tunggu VIP yang terisolasi dari keramaian umum, suasana terasa jauh lebih mencekam. Di dalam ruangan berdinding kayu mahoni bernuansa redup itu, udara dingin dari pendingin ruangan terasa menusuk hingga ke tulang. Tidak ada kehangatan, tidak ada gelak tawa, dan tidak ada harapan. Yang ada hanyalah

  • Obsesi Terlarang Menikah Kontrak Dengan Pama   Bab 100

    Penyesalan Abadi** Hujan turun deras saat Aixa berdiri di depan gedung pengadilan. Tetesan air menderas dari tirai langit yang kelam, menghantam pelataran beton bertulang yang dingin. Suara gemuruh petir menyapu angkasa, beradu dengan bisingnya roda-roda kendaraan yang melintas cepat di jalan raya utama. Langit seolah meratapi kehancuran dari sebuah takdir yang dipaksa patah di tengah jalan. Di tengah guyuran badai yang membasahi gaun sederhananya, Aixa berdiri mematung. Tubuhnya yang mungil tampak teramat rapuh di antara megahnya pilar-pilar batu gedung pengadilan agama dan hukum keluarga tersebut. Dokumen perceraian berada dalam genggamannya. Kertas tebal berlapis sampul resmi itu terasa begitu berat, seolah menopang seluruh beban penderitaan yang harus ia tanggung sendirian. Tinta hitam yang mencantumkan nama Fernando Castello dan namanya tertera sangat jelas, mengesahkan bahwa ikatan ikrar suci yang pernah terucap di hadapan Tuhan kini telah runtuh secara hukum dan moral. Ta

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status